Dua Indikator Trend Yang Lebih Unggul Daripada Moving Average

276319

Apakah moving average bagi Anda kurang berguna? Coba gunakan dua indikator alternatif untuk trend trading ini, dan tingkatkan profit Anda.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader pemula atau profesional menggunakan moving average sebagai indikator untuk memantau arah dan kekuatan trend. Kesederhanaan dan kemudahannya adalah alasan utama mengapa indikator tersebut menjadi favorit. Namun, seiring perkembangan mulai muncul indikator trend dengan tampilan dan akurasi lebih baik dari Moving Average konvensional.

 trend trading

 

Dua Indikator Alternatif Untuk Trend Trading.

Ini saatnya Anda mencoba kedua indikator trend trading berikut sebagai pengganti moving average:

A. ATR STOP

ATR Stop layak menggantikan moving average karena ketepatannya dalam mengikuti trend. Letak kelebihannya adalah pada penggunaan ATR, sehingga tampilan trendline mampu meng-cover pergerakan harga tertinggi dan terendah menurut preferensi gaya bertrading. Dengan kata lain, ATR stop dapat digunakan oleh scalper maupun swing trader.

ATR Stop pada dasarnya mengkombinasikan informasi dari ATR untuk mengikuti trend pergerakan harga terkini menurut volatilitas rata-rata pada pair target. Informasi rata-rata volatilitas kemudian dimodifikasi oleh koefisien ATR stop sebagai dua garis yang bergerak di atas harga tertinggi atau terendah seperti channel. Dengan begitu, ATR stop juga dapat digunakan sebagai garis batas support dan resistance dinamis.

Garis biru mewakili uptrend, sedangkan garis merah mewakili downtrend. Jika Anda trend follower, perhatikan saja saat garis mulai berubah warna dari merah menjadi biru atau sebaliknya. Buy saat garis berubah menjadi biru atau Sell saat menjadi merah.

Tidak hanya itu saja, ATR Stop lebih fleksibel daripada Moving Average karena selain sebagai trend follower juga dapat digunakan sebagai trend-counter (reversal).

ATRStop

Pada gambar di atas, upper shadow suatu pola candlestick pinbar bearish menembus jauh melewati garis merah (downtrend). Hal tersebut mengindikasikan titik jenuh kekuatan para buyer. Sebagai akibatnya terjadi reversal di mana para seller berhasil menguasai pasar.

Sesuaikan pula setting nilai ATR dan koefisien pada indikator ATR Stop. Jika Anda scalper, gunakan nilai ATR di bawah 21 dan koefisien di bawah 5. Sedangkan bila Anda swing trader Anda bisa mengatur nilai ATR di atas 50 dan koefisien di atas 5.


settingATRStop

 

Berikut adalah cara menginstal ATR STOP pada MT4:

  • Download file indikator ATR Stop di sini
  • Selanjutnya, buka aplikasi MetaTrader 4
  • Buka menu "File", lalu klik "Open Data Folder"
  • Cari folder tempat Anda menyimpan file indikator yang sudah diunduh tadi.
  • Berikutnya, silahkan kembali ke terminal MetaQuotes yang pertama kali terbuka ketika Anda membuka menu "Open Data Folder"
  • Buka "MQL4", kemudian pilih folder "Indicators"
  • Copy paste file NRTR_ATR_Stop.mq4 ke dalam dalam folder tersebut
  • Tutup terminal MetaQuotes juga aplikasi MetaTrader 4 Anda
  • Buka kembali MetaTrader 4
  • Silahkan amati window "Navigator" yang terletak di bawah "Market Watch". Pada bagian "Indicators", akan ada indikator baru yakni NRTR_ATR_Stop
  • Drag dan drop indikator tersebut di chart.


B. MA Envelope

MA Envelope adalah salah satu indikator bawaan dari MT4. Indikator tersebut sebenarnya bisa digunakan bersamaan dengan Moving Average. Jika digunakan bersamaan tampilan indikator akan menjadi seperti berikut:

MA envelope

Tiga garis tersebut membentuk gelombang dengan garis MA di tengahnya. Garis biru dan merah bergerak menjauh dari MA karena diukur berdasarkan deviasi. Deviasi bisa diatur untuk menyesuaikan gaya bertrading. Scalper disarankan menggunakan MA di bawah periode 21 dan deviasi kurang dari 0.5%. Sedangkan Swing Trader bisa menggunakan MA periode di atas 50 dan deviasi lebih dari 0.5%.

setting MA envelope

MA Envelope menyorot daerah-daerah tertentu di mana harga akan bouncing (memantul) selama trend berlangsung. Berikut adalah beberapa panduan dalam menggunakan MA Envelope:

  • Selama uptrend harga akan bergerak dari garis tengah hingga melewati garis biru.
  • Bila selama uptrend terjadi pullback (retracement) sampai di bawah garis biru, berhati-hatilah kemungkinan terjadi reversal bearish.
  • Selama downtrend berlangsung, harga bergerak dari garis tengah hingga menembus garis merah.
  • Bila selama downtrend terjadi reli hingga kembali naik melewati garis merah, berhati-hatilah kemungkinan reversal bullish.

Keunggulan MA envelope dibanding Moving Average konvensional adalah kemudahannya dalam "mengisolasi" pergerakan trend. Anda bisa memperoleh profit dengan menyorot pergerakan harga yang akan mengalami reversal saat harga memantul dari garis merah atau biru.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.


Fran
Hmm..ma envelope koq seperti bollinger band ya
Rio Renata
betul, sekilas memang tampak seperti bollinger bands. Hanya saja perbedaannya terletak pada kalkulasi garis channel pada MA envelope. Garis biru dan merah pada MA envelope diperhitungkan dari deviasi (dalam persentase) garis MA normal (warna hijau, di tengah). Dengan kata lain, channel bollinger bands dan MA envelope pasti akan menghasilkan lebar channel yang berbeda.