Ekspektasi Vs Realita Dalam Trading Forex

287043

Mulai dari mitos cepat kaya hingga penggunaan robot trading, berikut adalah macam-macam ekspektasi vs realita trading forex yang menarik untuk disimak.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Apa motivasi yang pertama kali membuat Anda terjun ke dunia trading forex? Keuntungan besar dalam waktu singkat? Bisa menghasilkan uang hanya dengan bersantai di rumah? Menjadi miliarder dengan cara termudah? Punya ekspektasi tidaklah keliru, asalkan Anda menyadari realita di balik itu semua. Untuk itu, artikel ini akan mengungkap apa saja ekspektasi vs realita yang biasa terjadi di dunia trading forex, untuk membantu Anda menyusun ekspektasi yang realistis dalam mengarungi pasar forex sebagai trader retail.

 

1. Trading Forex Adalah Jalan Cepat Kaya

Ekspektasi:

Saat pertama kali mencoba trading forex, Anda mungkin banyak mendengar penawaran bombastis. Bisa mendapatkan $10,000 per bulan, langsung kaya hanya dengan modal $1, adalah kalimat-kalimat yang umum dipakai untuk menarik trader pemula. Terlebih lagi, tawaran-tawaran seperti itu sangat "difasilitasi" oleh kemudahan trading retail saat ini, seperti keringanan membuka akun dengan $1 saja, bonus tanpa deposit, leverage tinggi, dan masih banyak lagi.

Cepat Kaya Di Forex

 

Realita:

Sayangnya, produk-produk dan layanan forex yang ditawarkan dengan promosi bombastis biasanya berujung scam. Bukannya mendapat $10,000 per bulan seperti yang diharapkan, modal Anda justru ludes tak bersisa.

Menurut Dale Woods dari The Forex Guy, fenomena penawaran promo yang terlalu berlebihan berawal dari tujuan utama trading forex: untuk mendapatkan keuntungan. Para penyedia jasa trading yang bernafsu menggaet klien sebanyak-banyaknya, tak akan segan memelintir fakta hingga melebih-lebihkan potensi profit yang bisa didapatkan dari bidang pekerjaan ini. Jika yang membuat banyak orang tertarik masuk ke forex adalah mendapatkan profit banyak dalam waktu singkat, maka itulah daya tarik yang akan dimaksimalkan sedemikian rupa.

Agar tak mudah terjebak skema penipuan pihak-pihak tak bertanggung jawab yang suka mengadakan promosi menggiurkan, maka selalu tanamkan ini di benak Anda:

Trading forex itu tidak ada bedanya dengan berbisnis. Orang-orang yang membuka usaha tidak pernah berharap bisa sukses dalam semalam, demikian pula adanya dengan memulai trading forex. Ada proses belajar dan jatuh bangun yang perlu dijalani sebelum Anda benar-benar bisa dikatakan sebagai trader sukses. Maka dari itu, jangan pernah terjun ke dunia trading dengan ekspektasi ingin cepat kaya. Akibatnya akan jauh lebih buruk ketimbang kerugian trader pemula pada umumnya.

Lantas apakah setiap broker atau penyedia layanan trading yang menarik klien dengan janji-janji manis selalu scam? Nyatanya, strategi pemasaran setiap pelaku usaha memang begitulah adanya; jadi kurang realistis juga kalau Anda mencari broker yang langsung memperingatkan risiko trading tanpa menawarkan keuntungan apa-apa. Untuk bisa memilah mana broker yang bisa dipercaya atau tidak, sebaiknya belajarlah untuk mengenali cara memilih broker ideal.

 

2. Semakin Sering Trading, Semakin Besar Profitnya

Ekspektasi:

Pepatah mengatakan: sehari selembar benang, lama-lama jadilah selembar kain. Artinya, suatu pekerjaan yang dikerjakan dengan dedikasi waktu akan memberi hasil yang memuaskan. Hal ini mungkin berlaku di kehidupan sehari-hari, tapi tidak bisa diterapkan dalam trading forex. Misalnya saja, Anda mungkin bisa mengharapkan gaji yang lebih tinggi dari jam kerja yang lebih panjang, seperti mengambil lembur atau masuk di hari libur. Namun dalam trading forex, lama waktu mengamati chart sama sekali tak ada pengaruhnya dengan besar keuntungan.

Mereka yang masih terjebak ekspektasi ini senantiasa mencari peluang trading dari waktu ke waktu, mengais-ngais kesempatan entry di setiap hari, jam, bahkan menit. Harapannya? Tentu saja agar bisa mendapat keuntungan lebih besar setiap harinya. Misalnya saja, Budi baru saja buka akun dan mendapat profit $10 dari posisi pertamanya. Ia kemudian membuka posisi lagi di hari itu, dan bisa mendapatkan profit yang sama, sehingga total keuntungannya di hari itu berjumlah $20. Budi pun kemudian berkomitmen untuk membuka posisi 5 kali per hari, dengan harapan bisa meraup keuntungan $50 setiap harinya.

Sering trading tidak selalu sering profit

 

Realita:

Apa yang didapatkan Budi di hari pertamanya trading ternyata tidak bertahan di hari-hari berikutnya. Bukannya konsisten mendapat $50 per hari, Budi justru sering merugi karena open posisi hanya untuk memenuhi targetnya, bukan sesuai peluang yang ada di market. Akibatnya, modal Budi justru ludes di hari kelima trading.

Perbandingan ekspektasi vs realita dalam hal ini sangat berkebalikan, karena kunci trading forex itu bukan tentang seberapa sering Anda open posisi atau melakukan analisa, tapi seberapa jeli Anda bisa mengenali dan memanfaatkan peluang trading yang potensial. Jika sedang tidak ada peluang bagus, ya jangan entry.

Selain itu, trading forex juga memerlukan penyesuaian Risk (risiko) dan Reward (keuntungan). Banyaknya faktor tak terduga yang berpengaruh di pasar forex menjadikan peluang profit bukanlah hal yang bisa dipastikan 100%. Karena itu, Anda wajib mengatur manajemen risiko dengan seksama.

Strategi jangka pendek yang frekuensinya begitu sering memang ada, tapi tidak disarankan untuk pemula, karena mereka belum benar-benar paham jika inti menjadi Scalper atau Day Trader adalah untuk mendapatkan profit kecil tapi sering, bukan untuk meraih profit besar setiap hari.

 

3. Indikator Adalah Petunjuk Trading Paling Ampuh

Ekspektasi:

Memasang indikator memang sangat mudah dan seringkali dianggap menguntungkan. Tinggal pasang di chart dan ikuti grafik-grafiknya, lalu ambil posisi entry. Misalnya jika menggunakan MA, maka tunggu saja sampai terjadi crossing. Atau apabila pakai RSI, maka mudah saja. Tinggal ambil peluang saat harga sampai di level 30 atau 70 untuk buka posisi.

Karena masing-masing indikator sudah disetel untuk "menghaluskan" pergerakan harga dan melakukan perhitungan berdasarkan data historis harga, maka tentu saja sinyalnya bisa diandalkan. Namun apakah benar setiap sinyal indikator selalu bisa dijadikan patokan entry?

Bergantung pada indikator teknikal

 

Realita:

Jawabannya tidak juga. Meskipun indikator mampu memberikan gambaran naik turun harga dengan visual yang menarik dan mudah dicerna, tapi sinyalnya cenderung lagging dan mudah dipengaruhi oleh noise pasar di time frame kecil. Selain itu, perhitungan indikator sama sekali tidak memperhitungkan pengaruh fundamental dan sentimen pasar. Sifat lagging indikator sering berisiko membuat trader terlambat entry; bisa saja harga sudah lama bullish reversal, baru indikator menunjukkan sinyal buy.

Kenyataannya, indikator hanyalah alat yang menampilkan visual di chart setelah menghitung data harga sebelumnya. Jika Anda menginginkan analisa teknikal yang lebih bisa diandalkan dalam hal kecepatan, maka gunakan juga metode analisa Price Action dan pola chart. Dalam hal ini, Anda benar-benar mengamati pergerakan harga sebagai dasar analisa, bukan lagi grafik-grafik tertentu yang "hanya" merespon pergerakan harga.

 

4. Robot Trading Akan Melakukan Semuanya Untuk Anda

Ekspektasi:

Tak ingin repot mencari peluang di chart atau sibuk menentukan posisi Entry, Stop Loss, dan Take Profit secara manual? Robot trading (Expert Advisor atau EA) bisa jadi jawaban. Karena canggihnya alat ini, Anda bahkan tak perlu lagi memantau platform dan membiarkan semuanya dieksekusi secara otomatis oleh robot trading. Singkat kata, Anda tinggal membeli dan memasang robot, lalu membiarkannya bekerja untuk mengumpulkan profit buat Anda. Selain bisa berjalan otomatis, robot trading juga menghindarkan masuknya pengaruh emosi dalam transaksi trading.

Ekspektasi vs Realita Robot Trading

 

Realita:

Bagaikan solusi ajaib yang bisa memecahkan semua masalah trading, robot banyak dianggap sebagai alat yang bisa melakukan semuanya untuk trader. Padahal, pergerakan harga di pasar forex terus berubah dan bersifat dinamis, sementara robot trading hanya bekerja sesuai algoritma yang disetel dengan seperangkat aturan tertentu. Artinya, ketika terjadi gejolak tak terduga di pasar forex, robot trading akan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Hal itu bisa mengakibatkan kerugian besar atas posisi trading yang dipasang secara otomatis oleh robot trading. Ingat, pergerakan harga di pasar forex tidak hanya dipengaruhi oleh keputusan-keputusan teknikal, tapi juga berita-berita berdampak dan sentimen para pelaku pasar.

Selain itu, ada biaya ekstra yang mesti dikeluarkan jika Anda ingin mendapatkan manfaat optimal dari penggunaan robot trading, yakni biaya yang digunakan untuk menyewa VPS. Memasang robot juga butuh pengetahuan (meskipun tidak harus banyak) tentang bahasa pemrograman MQL4, karena dari situ Anda bisa mengetahui bagaimana robot bekerja dan melakukan penyesuaian jika ada perubahan kondisi pasar. Satu lagi hal yang membuat ekspektasi vs realita robot trading begitu kontras adalah: Anda juga perlu rutin memantau kinerja robot trading.

Jadi intinya, menggunakan robot trading sebenarnya hampir sama kompleksnya dengan trading sendiri. Masih ada pekerjaan-pekerjaan yang perlu Anda lakukan secara rutin, meskipun robot trading memang berperan mengeksekusi transaksi Anda secara otomatis. Selain itu, pikirkan pula biaya tambahan yang perlu Anda siapkan untuk membeli robot dan sewa VPS. Ini pun belum termasuk persiapan belajar memilih robot trading yang bisa diandalkan.

Sekedar informasi, pasar robot trading merupakan salah satu yang paling banyak dipenuhi oleh para penipu dengan iming-iming profit setinggi langit. Jadi, sebaiknya jangan gunakan robot trading saat Anda masih pemula dan ingin ambil gampangnya saja.

 

5. Sistem Trading Bisa Dicari Di Forum Online

Ekspektasi:

Trading forex itu tidak harus dipusingkan sendiri. Ada begitu banyak rekan-rekan sesama trader di seluruh dunia yang siap berbagi ilmu. Bukan cuma pelajaran, diskusi ini juga bisa membagikan sistem trading terpercaya yang siap coba. Jadi kalau bergabung di forum-forum trading online, ada sangat banyak sistem gratis yang bisa dipakai, tanpa kita perlu repot-repot menyusun sistem sendiri. Toh sistem dari trader-trader di forum itu pastinya sudah teruji, karena menurut kesaksian mereka, sistem itu mendatangkan profit yang menjanjikan bagi trading mereka. Kita juga bisa diajarkan langsung tentang cara terbaik menggunakan sistem itu.

Ekspektasi vs Realita forum trading online

 

Realita:

Ada begitu banyak alasan mengapa mengharapkan efektivitas sistem trading dari forum-forum online itu bisa menyesatkan. Enam di antaranya adalah:

  1. Masing-masing trader memiliki gaya dan pendekatan trading yang berbeda-beda. Apa yang berhasil diterapkan oleh seorang trader, belum tentu cocok digunakan oleh trader lainnya.
  2. Karena hanya berkenalan secara online, Anda belum tentu bisa mengetahui ataupun memastikan apakah trader yang memasarkan sistem tradingnya adalah sosok berpengalaman, atau justru pendatang baru yang sekedar suka pamer.
  3. Kecuali si trader yang mengaku punya sistem trading mau secara sukarela memajang History Trading-nya, Anda tidak bisa mengetahui bagaimana sebenarnya performa sistem trading tersebut.
  4. Sistem trading yang disiarkan di forum-forum biasanya tidak lengkap atau memiliki bagian yang dipalsukan.
  5. Anda pada akhirnya tetap akan belajar menggunakan sistem itu sendiri, karena diskusi secara online tidak bisa memfasilitasi sharing ide dan proses pengajaran yang mendalam layaknya belajar face to face.
  6. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Jikapun ada, maka kualitasnya perlu sangat dipertanyakan, mengingat sistem trading itu sendiri bisa dijual dengan harga selangit pada trader-trader yang memerlukannya.

Saran kami, jika Anda memang gemar menjelajah dan berdiskusi di komunitas trading, jangan terlalu berpatokan pada sistem ataupun sinyal trading yang di-posting di forum tersebut. Ekspektasi vs realita dari tindakan ini begitu jauh berbeda. Sebagai rekomendasi, Anda bisa membandingkan sistem tersebut dengan hasil analisa sendiri, sehingga Anda dan trader terkait bisa bertukar pikiran dan sama-sama belajar untuk memahami pasar dengan lebih baik. Bukankah tujuan utama dari komunitas trading adalah untuk mewadahi para trader yang ingin saling bertukar ide dan sama-sama belajar?

 

Setelah mengetahui berbagai ekspektasi vs realita trading forex di atas, Anda mungkin ingin belajar lebih lanjut tentang hal-hal lain yang tersembunyi di dunia trading. Jika tertarik menelusurinya, Anda bisa bertolak ke artikel berjudul Rahasia Trading Forex.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex. Selain itu, Anda juga bisa membaca artikel ini dalam versi catatan singkat di Facebook Fanspage Seputarforex.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.

Samuel
Mbak Galuh yang baik

saya mau mengeluarkan uneg uneg nih, dari artikel Anda hampir semua orang mengalaminya bahkan menikmatinya baik sukses kaya ataupun sukses ludes.

Semua orang ingin sukses dengan cepat dengan iming iming broker yang begitu menggiurkan (kasih saya referensi broker yang tidak scam, tidak promosi baik dalam atau luar negeri), semua analisator forex dan broker pun berlomba lomba menyediakan fasilitas sinyal trading atau apa pun namanya untuk menarik minat investor dan ternyata mereka berhasil.

Saya termasuk trader yang sukses ludes (DULU) , setelah mengalami perburuan ilmu, akhirnya saya simpulkan bahwa forex itu adalah sebuah usaha (anggap saja saya ingin usaha jualan ES Keliling) . Pagi saya bangun, saya siapkan semua perlengkapan untuk berjualan, berdoa yang baik semoga dagangan saya laris, serta melihat cuaca mendung, hujan atau cerah. Lalu apa yang terjadi?? Ternyata mudah saya mendapatkan untung, karena apa? karena saya tau diri, tidak serakah, sabar (kalo tidak habis jualan dalam 1 jam ya berarti 2 jam, 3 jam dan seterusnya) tapi inti terpenting disini adalah kesabaran yang luar biasa dan paham betul melihat cuaca, bukan semata mata es saya yang enak dan murah.

Dari ulasan saya diatas saya cuma mau sampaikan, mengapa kebanyakan artikel tidak pernah mengulas tuntas dan mendalam Psikologis trader, pengendalian diri, tidak serakah/tau diri. Doktrin belajar forex yang benar itu dari pengendalian diri/emosi terlebih dahulu baru ke teknikal fundamental, karena sebaik apapun ilmu teknikal fundamentalnya percuma kalau tidak bisa mengendalikan diri (jawa: nerimo ) yang ada hanya setelah profit 1 M bulan ini , bulan depan harus 2 M dst.

Forex itu mudah wong cuma BUY or SELL, tempat belajarnya juga sudah banyak dimana mana, ayo galakkan SABAR dan Nerimo dalam forex, jangan samakan forex dengan berjudi modal kecil ingin menang besar he..he.. (ada pengalaman juga) yang benar adalah TAHU DIRI. Terima Kasih
Galuh
Halo Pak Samuel,

Terima kasih banyak atas opini yang Anda sampaikan. Saya rasa pendapat Anda memang benar sekali. Menurut saya ada dua hal yang ingin saya follow up dari komentar Anda.

Pertama, menanggapi pernyataan Anda tentang ...(kasih saya referensi broker yang tidak scam, tidak promosi baik dalam atau luar negeri), semua analisator forex dan broker pun berlomba lomba menyediakan fasilitas sinyal trading atau apa pun namanya untuk menarik minat investor dan ternyata mereka berhasil... saya paham betul jika ada keragaman seperti demikian. Maka dari itu, dalam artikel di atas sudah saya jelaskan dengan kalimat berikut:

"Lantas apakah setiap broker atau penyedia layanan trading yang menarik klien dengan janji-janji manis selalu scam? Nyatanya, strategi pemasaran setiap pelaku usaha memang begitulah adanya; jadi kurang realistis juga kalau Anda mencari broker yang langsung memperingatkan risiko trading tanpa menawarkan keuntungan apa-apa. Untuk bisa memilah mana broker yang bisa dipercaya atau tidak, sebaiknya belajarlah untuk mengenali cara memilih broker ideal."

Dan memang tidak semua broker itu scam pak. Karena kalau scam kan berarti niatnya sudah menipu atau bahkan membawa lari dana klien. Yang benar mungkin "tidak ada broker yang 100% jujur di dunia ini". Menurut saya, kata scam itu terlalu ekstrim untuk disebutkan sebagai ciri-ciri semua broker yang ada saat ini. Bagaimanapun juga, definisi antara scam dan tidak jujur itu berbeda. Kami pun pernah mengulas perbedaannya di sini:

  Kedua, mengenai tinjauan Anda tentang kesabaran dan pengendalian diri itu sangat benar. Kami sudah banyak membahas ini dalam artikel kami. Beberapa contohnya adalah: Kami bahkan mendedikasikan rubrik khusus untuk artikel psikologi trading yang berisi puluhan tulisan mengenai topik tersebut. Namun jika Anda lihat, jumlah pengunjungnya memang tidak terlalu signifikan, menandakan bahwa minat trader untuk mempelajari psikologi trading memang tidak setinggi pada topik-topik trading lainnya. Mungkin ini juga yang menyebabkan artikel-artikel psikologi kami tidak muncul di "radar pencarian" Anda, padahal kami sudah sangat memfasilitasi trader dengan materi tersebut.

Sekali lagi, terima kasih atas review bermanfaat Anda terhadap tulisan ini dan dunia trading forex secara keseluruhan.

Salam sukses
Firdaus
Realita trading itu saat trading pake akun Real.
Bombom
hooh mas, klw pake akun demo, namanya ilusi.