Empat Konsep Dalam Trading Forex

104959

Salah satu kunci sukses dalam trading di pasar forex adalah kesabaran. Jika persepsi awal kita tentang trading forex adalah jalan pintas untuk cepat kaya, maka kita harus siap kecewa.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu kunci sukses dalam trading di pasar forex adalah kesabaran. Jika persepsi awal kita tentang trading forex sudah salah kaprah dengan menganggap pasar forex adalah jalan pintas untuk cepat kaya, maka kita harus siap menerima kekecewaan yang serius. Jika ada broker yang menjamin bahwa kita bakalan bisa profit besar jika trading di perusahaannya karena fasilitas dan aturan trading yang paling aman dan nyaman, kenapa tidak semua trader membuka account di broker tersebut? Tujuan akhir broker dan kita sebagai trader adalah sama, yaitu berusaha semaksimal mungkin memperoleh profit. Pada dasarnya faktor utama untuk sukses dalam trading forex bukan pada broker atau kondisi pasar, tetapi ditentukan oleh diri kita sendiri, mental kita, cara pikir dan emosi kita dalam trading.

Tulisan ini adalah pemaparan 4 konsep dalam trading di pasar forex oleh Sam Evans, seorang pengajar pada Online Trading Academy berdasarkan pengalamannya menimba ilmu dari para trader profesional.

Empat Konsep Dalam Trading Forex

Selain bersiap sedia untuk sabar, kita juga wajib mengedukasi diri kita dengan sebanyak mungkin pengetahuan tentang pasar, pergerakan harga dan managemen resiko sebagai bekal senjata kita. Jangan melupakan juga untuk mengetahui lebih detail tentang terminologi dan peraturan dalam trading forex yang digunakan oleh broker pilihan kita.

Pasar forex dan cara untuk sukses dalam trading forex memang tidak mudah dipahami oleh karena itu kita harus terus selalu mengevaluasi hasil trading dan terus belajar. Ada 4 konsep yang sebenarnya lebih merupakan cara pikir yang perlu kita terapkan sebagai seorang trader forex:


1. Persentase profit tinggi tidak sama dengan sukses

Salah satu bagian dalam trading forex yang sering disalah-artikan adalah persentase profit atau Win Rates. Dalam prakteknya, para trader pemula selalu terobsesi oleh jumlah frekuensi profit dan loss. Mereka mengira bahwa dengan semakin seringnya memperoleh profit, akan semakin cepat pula mencapai target profit bulanan atau tahunan sesuai dengan rencana yang diproyeksikan.

Dalam kenyataannya, itu adalah cara pikir yang salah. Dalam trading forex, hubungan profit dan waktu tidaklah linier, artinya tidak sepanjang waktu kita bisa selalu profit walaupun metode dan strategi trading kita sudah teruji dengan memuaskan. Kenyataan pahitnya adalah kita bisa memperoleh profit 99% dalam sepanjang waktu kita bertrading, tetapi mengalami loss besar hingga mengalami margin call dalam sekali trade.

Hanya dengan memahami bahwa kita bisa mengalami loss setiap saat, dan dengan menjaga loss kita sekecil mungkin, maka kita akan bisa konsisten di trading forex. Hal yang penting diperhatikan adalah statistik perbedaan antara frekuensi rata-rata profit dan rata-rata loss. Jika frekuensi rata-rata profit lebih besar daripada loss-nya maka bisa disimpulkan bahwa kita telah memiliki pegangan yang cukup kuat baik dalam cara pikir maupun metode dan strategi trading yang bisa selaras dengan karakteristik pasar forex.


2. Harga pasar menentukan segalanya

Jika Anda bertanya pada seorang trader berpengalaman atau trader profesional tentang bagaimana cara dia membaca chart dan indikator apa saja yang dipakai untuk menentukan posisi trading, Anda mungkin mengharapkan jawaban tentang berbagai macam indikator teknikal dan pola-pola (patterns) pergerakan harga. Lebih afdol lagi jika disertai juga dengan penjelasan matematis yang komplek. Asumsi seperti ini biasa pada kebanyakan trader yang berpandangan bahwa trading forex yang serius mesti komplek dan rumit.

Jika trader yang Anda tanya itu mau menjawab dengan jujur, pastilah jawabannya sama sekali berlawanan dengan yang Anda harapkan. Dalam kenyataannya, semakin kecil seorang trader bergantung pada indikator teknikal dan sinyal trading, semakin besar dia fokus dan memperhatikan indikator sejati di atas semua indikator, yaitu harga pasar itu sendiri.

Tidak peduli alat atau indikator apapun yang Anda gunakan untuk mendeteksi pasar dan membuka posisi trading, semuanya memerlukan data dari harga pasar untuk memberi hasil output pada Anda. Harga pasar akan selalu bergerak terlebih dahulu sebelum indikator memberi hasil output atau sinyal-sinyal trading. Trader yang telah banyak pengalamannya selalu berfokus pada apa yang diisyaratkan harga pasar dari waktu ke waktu dan sedikit bergantung pada indikator teknikal.

Pembahasan mengenai indikator teknikal dan harga pasar bukanlah seperti debat telur dan anak ayam, mana yang duluan, tetapi lebih pada sebab dan akibat.


3. Aturan trading yang telah kita buat tidak bisa dilanggar

Kita tentu tahu bahwa trader yang selalu profit dengan konsisten mempunyai aturan yang dibakukan dalam rencana tradingnya. Aturan itu bisa berupa langkah-langkah untuk membuka posisi, metode analisa atau strategi apapun yang sesuai dengan hasil uji coba yang telah maksimum. Kita tahu bahwa kita tidak bisa mengendalikan pasar, maka kita mesti mengendalikan diri kita sendiri dengan secara disiplin mengikuti aturan trading yang telah kita buat, terutama untuk mencegah resiko yang lebih besar. Jika kita langgar, walau cuman ‘sekali-kali’, maka yang akan kita rugikan adalah diri kita sendiri.


4. Kita tidak tahu apa-apa tentang pergerakan harga selanjutnya

Fokus dan perhatikan kondisi pergerakan harga pasar saat sekarang saja. Tidak seorangpun bisa memprediksi dan tahu dengan pasti arah pergerakan harga selanjutnya. Merasa bisa memprediksi arah pergerakan harga adalah cara pikir yang sama sekali keliru. Anda bisa merencanakan berdasarkan keadaan pasar secara obyektif  dengan menentukan stop loss dan target profit. Apa yang terjadi setelah itu diluar kendali Anda, dan Anda hanya akan mengalami loss atau profit yang layak dan sesuai kehendak Anda. Cobalah memahami kenyataan ini dan pada akhirnya Anda akan memahami karakter pergerakan harga pasar yang sebenarnya seperti para trader profesional.

Walau telah menerapkan cara pikir seperti tersebut diatas, masih belum ada jaminan pasti bahwa Anda akan sukses dalam trading, tetapi jika cara pikir Anda berlawanan dengan konsep di atas maka dijamin Anda bakal sulit meraih sukses dalam trading forex.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Syaiful Heriansyah
Bener, analisa teknikal memang mempunyai berbagai macam jenis dan perhitungan yan menarik, sehingga banyak yang menjadikannya sistem analisa utama. Sebagian besar dari mereka lupa atau bahkan tidak menyadari kalau teknikal hanya mengenali pola harga dari waktu sebelumnya, sedangkan untuk prediksi harga lebih ditentukan oleh hasil-hasil data harga dan faktor fundamental.
Muhidin Abd
@Syaiful: mengatasi sesuatu memang paling baik dilakukan dengan cara yang simpel tapi mendasar. ane setuju sama pendapat agan. cara yang sulit nggak menjamin hasil yang bagus juga.
Sudibyo
Bg yg udh brpnglmn n bnr2 phm soal forex n pasar si kykny g mslh bs trading mski g pk indikator sklpn. tp bwt yg msh br adany indikator tu bs bnt kprcyaan dr atas hsl analisa krn sistimny yg meyakinkan tu...
Muhidin Abd
@Sudibyo: mengaplikasikan indikator masih perlu dilakukan. dan itu sebenernya adalah pilihan saja. tapi yang dicermati disini adalah mereka yang salah persepsi tentang keampuhan analisis teknikal dan penggunaan indikator2 yang terlalu over. padahal ada cara yang lebih sederhana dan nggak sulit dipahami tanpa harus ribut ngurusi indikator. jadi bukannya sama sekali nggak disaranin pake indikator.
Danar Pj
Ane masih kurang yakin sm aturan trading mn yg patut dipertahankan, cz gg mungkin kan nubi lgsng punya aturan trading yg andal. Selama ini bnyk saran yg menganjurkn untuk ttp konsisten, tp drmn kita tau kalo aturan trading kita udh bnr2 aman untuk dipertahanin?
Martin S
@ Muhidin Abd: ya, bantuan indikator masih diperlukan. Mereka yang trading dengan price action yg menurut teorinya tanpa indikator tapi kenyataannya masih menggunakan indikator, paling tidak moving averages. Menurut sy tanpa indikator sama sekali rasanya kita nggak tahu pasar saat ini lagi ngapain, lagi trending atau sideways. Dan lagi utk mengetahui momen entry yg tepat biasanya digunakan indikator.
Martin S
@ Danar Pj:
ok, untuk itu Anda perlu mencoba beberapa metode dan strategi atau sistem trading pada account demo sampai ketahuan mana yang paling oke buat trading. Tahunya dari persentasi profit dan presentasi loss, terus ekspektasi-nya (angka harapan profit). Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di artikel ini. Setelah tahu angka harapan profit beberapa sistem trading, pilih yang paling tinggi, terus gunakan dengan konsisten. Itupun hasilnya tidak akan selalu sama, kalau sudah mulai menyimpang maka perlu dievaluasi. Tapi tahap pertama yg penting cari sistem trading yg pas dulu.....
Dina
kepada bapak penulis..saya ingin mengajukan pertanyaan..boleh kan? begini..saya sering membaca tulisan yang menceritakan tentang para trader yang berhasil..trus saya juga sering membaca tentang kekuatan uang yang menggerakan pasar forex ini.. nah pertanyaan saya begini..para trader profesional ini yang sering kita anut teori ato teknik ato pola pikirnya ini apakah juga termasuk orang-orang yang mampu menggerakkan pasar? saya pingin tahu..para trader itu apakah hanya ngikutin pergerakan pasar yang sudah digerakkan oleh para pemilik uang super besar..ato mereka juga punya ilmu melawan pasar dan sukses dengan ilmu tersebut? adakah contoh trader yang punya ilmu tersebut?..terimakasih atas jawaban para pembaca sekalian saya ucapkan terimakasih..
Martin S
@ dina: kalau Anda trader profesional yang sering profit (winning rate lebih tinggi dari losing rate), maka Anda tentu ingin trading dengan dana yang sebesar mungkin. Kalau Anda tidak memiliki dana sesuai yg Anda inginkan, mungkin Anda akan pinjam ke bank atau bekerja-sama dengan bank dengan sistem profit sharing, atau mencari klien yang punya dana besar untuk Anda tradingkan dananya (juga dengan pembagian profit). Itulah yang dilakukan oleh para hedge fund manager yang adalah juga trader profesional. Jika dana Anda sangat besar tentu bisa menggerakkan pasar. Dalam pasar forex pada akhirnya lawan Anda adalah bank sentral, seperti ketika George Soros dan Stanley Druckenmiller menggoyang BoE dengan sell GBP pada tahun 1992, dengan dana sindikasi dari berbagai bank dan institusi keuangan. Tidak semua trader profesional bisa menggerakkan pasar, tergantung dari dana yang mereka tradingkan......
J. Gia
Apakah bijak klw kita para trader pemula meminjam dana di bank untuk trading? Jika perlu, apakah kita sebaiknya melakukan trading sendiri atau memakai jasa broker?
Cathy
Masih pemula itu belajar, bukan malah ngutang buat modal trading. Mau trading sendiri ataupun minta ditradingkan broker, semuanya butuh pengetahuan. Kalo nggak ngerti apa-apa trus mendadak invest doang, jaminan mutu pasti rugi, nggak peduli trading sendiri ataupun ditradingkan broker.
J. Gia
ngeri banget ya gan.... gak ada jaminan untung klw kita di trading, ane jadi takut mau trading, wkwkwkwk
Cathy
Lah, emangnya di dunia ini ada bisnis apa yang jaminan pasti untung?
Mas Sinar
Jangankan trading. Hidup juga ga ada jaminan bakal bahagia kok mas