Faktor Yang Mempengaruhi Harga Komoditas Di Indonesia

Harga komoditas di Indonesia terkenal fluktuatif. Namun, faktor apa saja yang mempengaruhinya hingga bergerak naik-turun sedemikian rupa?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Komoditas, berasal dari bahasa Perancis "commodité", artinya "sesuatu yang menyenangkan" dalam kualitas dan layanan. Dalam ilmu ekonomi, komoditas diartikan sebagai sesuatu atau benda yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, ditukarkan dengan produk lain yang sejenis, hingga disimpan dalam jangka waktu tertentu. Komoditas pula dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka.

Di Indonesia, produk-produk komoditas yang diperdagangkan beraneka macam dari berbagai industri. Hal ini juga turut menentukan faktor-faktor pembeda yang berpengaruh pada naik-turunnya harga komoditas.  

 

Produk - Produk Komoditas Indonesia

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, komoditas diartikan sebagai produk atau barang yang bisa dijual maupun dibeli. Produk komoditas d Indonesia sendiri dapat dibedakan berdasarkan bidangnya sebagai berikut :

1. Produk komoditas bidang pertanian, misalnya komoditas padi, kacang, jagung, maupun hasil tani lainnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian, terutama komoditas gabah, cabai, jagung, dan bawang merah, mengalami peningkatan tertinggi dalam 1 dekade terakhir serta menyumbang 13.63% dari produk domestik bruto (PDB) kuartal II/2018, tertinggi kedua setelah industri pengolahan.

Komoditas Indonesia

 

2. Produk komoditas bidang perkebunan, misalnya karet, kakao, kelapa sawit, kopi, dan hasil hutan (rotan dan kayu). Salah satu produk komunitas dari bidang perkebunan yang paling banyak diekspor adalah kelapa. Menurut Dirjen Perkebunan Kementan, Ir. Bambang, M.M, sebagaimana dilansir di laman merdeka.com, kelapa dianggap memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya dan peran strategis dalam peningkatan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja dan sumber devisa negara.

Komoditas Indonesia

 

3. Produk komoditas bidang pertambangan seperti emas, besi, perak, minyak serta batu bara. Produk komoditas yang diunggulkan dari bidang ini adalah batu bara, karena Indonesia memiliki cadangan batu bara kualitas menengah dan rendah yang melimpah di Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Timur.

Komoditas Indonesia

 

4. Produk komoditas bidang tekstil. Meski industri tekstil dalam negeri beberapa tahun ini masih lesu, diprediksikan nilai ekspor tekstil nasional akan mencapai US$ 22 milyar pada 2025. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, hal itu dapat terjadi berkat tercapainya perjanjian perdagangan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).

Komoditas Indonesia

 

Faktor-Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Komoditas Indonesia

Banyaknya keanekaragaman komoditas Indonesia merupakan aset vital bagi perekonomian negara (dan pendapatan pemerintah) karena menyumbang sekitar 60% dari total ekspor. Tetapi sebagai salah satu negara utama pemroduksi dan pengekspor komoditas, Indonesia lebih rentan terhadap efek dari volatilitas harga di pasar komoditas global.

Karakteristik dari komoditas yaitu harganya ditentukan oleh penawaran dan permintaan pasar bukan ditentukan oleh penyalur ataupun penjual. Keadaan tersebut memerlukan kebijakan yang efektif pada saat harga komoditas naik atau turun. Lantas, apa saja faktor penyebab naik turunnya harga komoditas Indonesia di pasar komoditas global?

  • Bidang Pertanian

Faktor penyebab fluktuasi harga komoditas pertanian bermacam-macam. Bisa karena naiknya harga input (pupuk, bibit, benih, obat, peralatan, serta tenaga kerja), sehingga harga produk komoditas juga naik; harga komoditas lain yang berhubungan (misal harga ayam dengan pakan ayam); adanya teknologi yang bisa meningkatkan produktivitas budidaya hingga 100%, sehingga menurunkan harga produk karena produksinya yang berlimpah; adanya ramalan penjualan harga yang mengikuti tren (harga gabah murah pada saat musim tanam, mahal saat kemarau); serta kondisi cuaca yang berpengaruh pada tinggi rendahnya harga komoditas.

  • Bidang Perkebunan

Selain disebabkan lesunya permintaan dari negara-negara pengimpor, turunnya kualitas produksi komoditas perkebunan di Tanah Air yang terus berlarut-larut berdampak pada lemahnya ekspor produk perkebunan, terutama kopi. Turunnya kualitas hasil kebun ini disebabkan karena keterlambatan pemerintah dalam penerapan kebijakan peremajaan (replanting). Akibatnya, kualitas produk yang akan diekspor tidak memenuhi spesifikasi dari negara pengimpor.

Selain kopi, karet dan kakao juga mengalami fluktuasi harga di pasar global. Faktor penyebab pada komoditas karet antara lain karena permintaan dan penawaran di pasar karet internasional, produksi dan penggunaan karet sintetis, perkembangan industri pengolahan karet, serta beberapa faktor lainnya. Sedangkan faktor yang berpengaruh pada harga kakao adalah adanya persaingan dari negara-negara penghasil kakao terbesar di dunia serta hama pada tanaman menjadi 

  • Bidang Pertambangan

Harga komoditas pertambangan, terutama batu bara, menguat memasuki tahun 2018 sebagaimana yang dilansir dalam laman CNBC Indonesia. Faktor yang mendasari kenaikan harga pada bidang ini adalah karena kurangnya pasokan bagi negara importir, mengingat batu bara adalah kekuatan dominan sebagai pembangkit listrik (>39% listrik dunia dihasilkan oleh pembangkit listrik bertenaga batu bara).

Selain batu bara, komoditas pertambangan lain yang mengalami fluktuasi harga adalah minyak bumi, emas, serta perak. Situasi negara-negara produsen minyak serta perkembangan teknologi dan penemuan baru menjadi faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga minyak. Pada emas, faktor penyebab naik turunnya harga adalah karena pengaruh nilai tukar US Dollar, produksi emas dunia, serta beberapa faktor lainnya. Nilai tukar US Dollar rupanya juga menjadi faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga perak di samping adanya perubahan teknologi dan daur ulang perak. 

 

Faktor Lainnya dan Faktor Dominan

Selain faktor di atas, kenaikan atau penurunan harga juga disebabkan oleh faktor lain, seperti transparansi tata niaga yang berpotensi adanya penimbunan ditingkat pendistribusian, transportasi pengangkut, serta akibat kenaikan BBM. Diantara berbagai hal yang mempengaruhi kenaikan atau penurunan harga tersebut, faktor dominan dapat dikatakan tidak tetap alias dapat berubah-ubah.

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.