Advertisement

iklan

Fibonacci Retracement Level 50% Dengan Konfirmasi Price Action

99439

Kombinasi antara price action dan Fibonacci retracement level 50% sangat powerful jika diterapkan pada kondisi pasar yang tepat.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Kombinasi antara price action dan Fibonacci retracement level 50% sangat powerful jika diterapkan pada kondisi pasar yang tepat. Idealnya, konfirmasi entry lewat setup Pin Bar atau fakey Reversal Bar pada Fibonacci Retracement level 50%.

Catatan: Pin Bar, Fakey Bar dan Inside Bar adalah istilah penulis untuk sebutan formasi bar yang dianggap sebagai patokan dalam trading Price Action. Pin bar adalah acuan pokok dalam price action. Penjelasan telah dibahas pada tulisan tentang Price Action sebelumnya.

1. Jika kita temukan sinyal Price Action pada daily chart, dengan formasi chart yang sedang retrace atau koreksi (uptrend maupun downtrend), segera tarik garis-garis Fibonacci Retracement level. Periksa apakah sinyal formasi Price Action terjadi dekat atau tepat pada level-level tersebut, terutama pada level 50% nya. Jika benar, maka itulah saat yang tepat untuk entry. Apalagi jika dibarengi dengan level-level kunci yang lain (garis Support atau Resistance, atau garis Moving Average) yang berimpit dengan Fibonacci Retracement levelnya, maka faktor pendukungnya sangat kuat untuk open posisi.

Pada AUD/USD Daily ini terdapat formasi Pin Bar pada Fibonacci Retracement level 50% nya:

 

2. Entry level pada closing bar terakhir pada formasi price action,. Pada contoh diatas open buy setelah bar terakhir (bar ketiga), dan stop loss diset sedikit dibawah Fibonacci retracement level 50% nya.

 

3. Jika ternyata level Fibonacci Retracement-nya tidak tepat atau mungkin jauh dari formasi Price Action, berarti level tersebut tidak conform dengan Price Action. Fibonacci Retracement tidak menjamin level mana yang merupakan level Support atau Resistance-nya, sedangkan formasi Price Action yang terbentuk selalu mengindikasikan perubahan dari pergerakan harga.

Jadi, dalam kasus ini level Fibonacci Retracement-nya tidak bisa dikonfirmasikan dengan formasi Price Action, dan jika tidak ditemukan faktor pendukung lain untuk formasi Price Action tersebut, berarti lemah atau kurang valid untuk diterapkan.  

 

4. Pada contoh di atas Fibonacci Retracement level 50%-nya conform dengan Price Action (dengan pin bar signal), sehingga dapat disimpulkan bahwa level 50% adalah level Support, dan yang terjadi memang harga bergerak naik setelah formasi Price Action terbentuk.

Contoh lain pada AUD/JPY Daily berikut ini:

Tampak bahwa konfirmasi Fibonacci Retracement level 50% terjadi setelah sebelumnya ditembus. Tetapi, formasi Price Action yang terbentuk kemudian tetap valid karena pin bar signal-nya berada pada zona level 50%, sehingga level Fibonacci Retracement-nya juga valid sebagai level support.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.