Belajar Membuat Rencana Trading

101301

Membuat rencana trading tak hanya harus teratur, tapi juga praktis, realistis dan efektif. Poin-poin ini bisa menbantu trader mencapai sukses.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader yang tidak teratur dalam membuat rencana trading, atau kurang mengetahui poin-poin apa saja yang seharusnya diperhatikan dalam membuat sebuah rencana trading. Dalam artikel ini akan diulas bagaimana membuat sebuah rencana trading yang praktis, realistis, dan efektif.

Sebuah rencana trading adalah "template" atau sebuah pola tertentu untuk menentukan urutan langkah-langkah dalam trading. Singkatnya, rencana trading adalah sebuah daftar urutan atau "check list" tentang apa saja yang mesti dilakukan sebelum kita masuk pasar. Selain itu, rencana trading  juga mencakup rencana jangka pendek dan jangka panjang, serta bagaimana cara realisasinya. Sebuah rencana trading tidak harus berisi kalimat-kalimat panjang dan mendetail, melainkan singkat, jelas, tegas, serta mencakup semua aspek dalam metode dan strategi trading kita.

 

Rencana Trading

 

 

Mengapa Harus Membuat Rencana Trading?

  • Menanggulangi Risiko Emosi.

Alasan utama mengapa kita harus mempunyai rencana trading adalah untuk mencegah keterlibatan emosi dalam trading. Seperti telah kita ketahui, cara trading forex dengan melibatkan emosi bisa berakibat fatal, baik rasa ingin "balas dendam" ketika sedang loss atau perasaan euforia ketika profit. Hal semacam itu tidak akan terjadi jika kita disiplin mengikuti langkah-langkah dalam rencana trading. Kita biarkan pasar merespon posisi trading kita, tanpa harus risau apa yang bakal terjadi. Kita tidak harus membuka posisi-posisi baru jika ‘check list’ dalam rencana trading kita tidak mengharuskan demikian.

  • Meningkatkan Kualitas Trading.

Kualitas trading adalah akurasi posisi trading kita yang bakal direspon pasar. Hal ini sangat erat hubungannya dengan metode trading yang kita gunakan. Jika kebetulan menerapkan metode Price Action, maka kita hanya akan masuk pasar jika setup Price Action pada Daily Chart atau 4-Hour Chart telah sesuai dengan kondisi pasar (trending atau ranging/sideways), sehingga sinyal trading yang dihasilkan cukup akurat. Semua ini tercantum dalam rencana trading yang harus dijalankan dengan disiplin.

Tentu saja, kualitas trading yang memadai bisa kita peroleh dari pengalaman trading baik dengan account demo maupun live yang kemudian kita rumuskan dengan singkat, padat dan tegas dalam rencana trading kita.

 

Apa Saja Yang Harus Ada Dalam Rencana Trading?

Berikut beberapa poin yang seharusnya tercantum dalam sebuah rencana trading. Mungkin Anda bisa menambahkan poin-poin tambahan yang menurut Anda penting, tetapi sebaiknya tidak tumpang tindih sehingga membuat Anda kurang tegas dalam mengikutinya.

  1. Tujuan trading Anda dalam jangka pendek dan jangka panjang.
  2. Cara Anda menganalisa kondisi pasar dan penerapan metode trading Anda pada kondisi pasar tertentu.
  3. Strategi trading yang akan Anda terapkan untuk kondisi pasar tertentu, misalnya jika pasar sedang trending dengan kuat Anda akan menerapkan teknik averaging atau pyramiding dengan memanfaatkan fasilitas trailing stop pada platform trading Anda.
  4. Money management yang Anda terapkan. Disini yang terpenting adalah perbandingan resiko dan profit Anda (risk/reward ratio) serta besarnya volume atau ukuran lot setiap posisi yang Anda buka. Hal ini sangat relatif tergantung dari balance dalam account Anda. Misalnya resiko per trade antara 3% sampai 5% dari balance, dan risk/reward ratio = 1 : 2.
  5. Periksa ulang sebelum Anda masuk pasar (double check). Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan karena kecerobohan yang tidak harus terjadi.

 

Contoh Sebuah Rencana Trading

1. Tujuan trading.
Jangka pendek: menghasilkan profit yang konsisten setiap bulan, berlatih disiplin dalam mengikuti rencana trading yang telah saya buat, tidak akan mengintervensi pasar setelah buka posisi dan membiarkan pasar merespon posisi saya apapun yang terjadi.

Jangka panjang: membuat balance dalam account trading saya pada akhir tahun ini menjadi (misalnya) USD 250,000, karena saat itu saya tentu telah mahir menerapkan metode dan strategi trading saya dengan disiplin.

2. Metode trading.
Di sini dicontohkan seorang trader yang menggunakan metode price action.

Pertama, menganalisa kondisi pasar pada chart daily, saya akan mengamati trend apa yang sedang terjadi. Apakah terbentuk level-level yang lebih tinggi dari level puncak dan level lembahnya (higher high dan higher low) untuk kondisi uptrend, atau sebaliknya untuk downtrend.

Jika memang pasar trending, saya akan menggunakan indikator Exponential Moving Average (EMA) 8 dan EMA 21 untuk menentukan momentum buka posisi. Jika kondisi pasar konsolidasi atau ranging (sideways), saya akan mengamati level support dan resistance-nya sebagai batasan, serta menggunakan indikator EMA yang sama untuk menentukan momentum buka posisi. Saya akan menarik garis horisontal untuk level-level support dan resistance yang digunakan sebagai faktor pendukung jika terbentuk setup price action.

 

Belajar Membuat Rencana

 

Kemudian, saya akan mengamati apakah terbentuk setup price action pada formasi candlestick-nya. Jika terbentuk (misal dalam contoh berikut : pasar downtrend dan pin bar terbentuk pada level resistance sebagai faktor pendukungnya), dan dikuatkan oleh faktor pendukung, maka selanjutnya saya menggunakan indikator EMA 8 dan EMA 21 dan menunggu momentum yang tepat untuk buka posisi sell.

 

Belajar Membuat Rencana

 

3. Strategi trading.
Jika nanti setelah saya membuka posisi sell dan ternyata trend pasar masih kuat (misalnya dengan terbentuk lagi setup price action), maka saya akan buka posisi sell lagi sambil memindahkan level stop loss posisi sebelumnya ke level yang mendekati harga pasar saat itu (trailing stop) guna memaksimalkan profit (cara ini dinamakan teknik pyramiding).

4. Money management.
Sesuai dengan balance pada account saat ini, saya tentukan besarnya resiko per trade adalah (misalnya) 3%.

Dari kondisi pasar sekarang yang sedang konsolidasi (misalnya), jika saya buka posisi sell pada level tersebut, maka level stop loss yang logis adalah di sekitar level resistance sebelumnya, yaitu (misalnya) 70 pip. Sedangkan level target profit di sekitar level support sekarang, (misalnya) 150 pip, sehingga risk/reward ratio saya sekitar 1:2.

Kemudian saya tentukan besarnya lot (volume) untuk membuka posisi ini, yaitu membagi besarnya resiko (3% dari balance) dengan 70 (resiko dalam pip). Karena saya trading dengan mini lot, maka volume saya untuk posisi ini (misalnya) = 0.2 lot, dimana untuk pasangan mata uang yang akan saya tradingkan (misal EUR/USD) nilai per pip-nya adalah USD 2.00.

 

Belajar Membuat Rencana

 

5. Saya akan memeriksa sekali lagi sebelum membuka posisi, apakah syarat dan perhitungannya sudah benar sesuai dengan rencana trading saya.

 

Kesimpulan

Rencana trading adalah tuntunan kita dalam trading. Karena trading forex adalah sebuah bisnis, dan tujuan bisnis adalah menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin, maka sangat diperlukan sebuah rencana yang matang sebagai pedoman yang harus dijalankan dengan benar dan disiplin. Seperti juga dalam bisnis, rencana trading yang benar dibuat berdasarkan pengalaman kita dalam trading, strategi dan gagasan yang telah teruji, dan dirangkum dalam sebuah daftar atau "check list" yang mudah dimengerti dan dilaksanakan.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar rencana trading, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus sistem trading ini.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Widya Syarifa
Trading yng terencana dgn baik akan memberikan sense trading yng lebih aman dibanding ketika masuk mrket dgn persiapan yng kurang. Lalu apa yng harus dilakukan kalaw ternyata harga bergerak tdk sesuai perkiraan?
Martin S
@ Widya Syarifa:
Anda harus disiplin dan tidak harus melakukan intervensi pada posisi trading yang telah Anda buka dimana Anda telah menentukan level stop loss dan take profit (target). Biarkan pasar merespons posisi trading Anda karena Anda tentu telah memilih sistem trading yang terbaik. Biasakan membuat juga jurnal trading sebagai alat evaluasi. Biasanya rencana trading terdiri dari 3 bagian utama yaitu sistem trading, money management dan emotion management. Dengan mengacu pada hasil akhir, kita evaluasi lagi bagian mana yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan, sistem trading, money management atau pengendalian emosi.
Hari Santoso
Kalau dalam rencana trading manajemen resikonya sudah sesuai, maka potensi loss bukan sesuatu yang perlu terlalu dikhawatirkan. Disini loss bisa dianggap sebagai resiko trading yang memang wajar terjadi, makanya sebelumnya diantisipasi dengan perhitungan manajemen yang tepat. Yang perlu dilakukan kemudian adalah mengevaluasi hasil trading tersebut, mengamati kesalahan pada strategi trading atau analisis dan memperbaiki sistem agar posisi trading berikutnya tidak terjadi hal serupa.
Haris_srgl
@hari: sebenernya masih ada nggak sih kemungkinan untuk tetep loss meskipun udah punya money management yang baik dalam rencana trading?
Martin S
@ haris_srgl:
Kemungkinan loss tetap ada karena pergerakan pasar adalah acak dan tidak bisa diperkirakan dengan pasti meski secanggih apapun strategi kita. (Baca: Distribusi Acak : Kenyataan Dalam Trading Forex). Keberhasilan dalam trading tidak bisa dinilai dari setiap trade melainkan setelah beberapa kali trade dalam periode waktu tertentu. (Baca: Cara Berpikir Yang Benar Dalam Trading).
Hari Santoso
Resiko loss itu pasti selalu ada. Trading bisa dikatakan tidak berhasil kalau dari sekian banyak hasil yang diperoleh ternyata perolehan rugi lebih mendominasi dari untungnya. Mungkin trader sudah merasa menjalankan money management yang baik, tapi jika tidak diimbangi dengan metode dan strategi trading yang baik lama kelamaan juga akan menyebabkan jumlah loss menumpuk lebih besar dari profitnya. Makanya setiap bagian dalam rencana trading harus bisa dimaksimalkan sebisa mungkin, kalau fokus terhadap salah satunya saja hasil trading juga akan sulit untuk maksimal.
Fx Nubi
ane baru ngerti ternyata walaupun trader jangka pendek/jangka panjang tetep tujuan trading nya mesti disebutin dua2 nya...
Santi
Pak guru..terimakasih atas penjelasan diatas. Saya tertarik di bagian money management, yang saya tau di forum-forum, MM itulah yang paling menentukan keberhasilan kita di dunia forex. Disampaikan di atas kalo kita tentukan resikonya dulu baru kita bagi dengan jumlah pip untuk stop loss nya ya? Berarti ini setingan dinamis ya pak guru? Jika stop lossnya makin banyak pipnya apakah resikonya kita tingkatkan?
Martin S
@ santi:
- Ya, disamping MM, faktor yang menentukan keberhasilan dalam trading forex adalah pengendalian emosi dan disiplin. - Resikonya tetap (sesuai dengan yang Anda sepakati), hanya volume trading atau ukuran lot-nya yang lebih kecil. Jadi pip pada stop loss makin besar tetapi resiko tetap, sehingga volume trading (= besarnya resiko / pip stop loss) akan lebih kecil.
Sebagai referensi bisa baca: Belajar Memahami Money Management
Santi
Oh baru paham sekarang. Nah itu kalo dibagian metode trading, kog ada dua cara open? di saat tren dan sideway? Berarti kita harus punya dua sistem ya pak guru? Apakah itu bukan termasuk dalam kategori greed? Kog nggak pilih satu moment aj sih pak, saat tren gtu maksdnya? Kata orang-orang itu, tren is your friend..jadi kita fokus di kondisi itu lebih mudah profit, apakah begitu pak?
Martin S
@ Santi: - Kondisi pasar memang tidak selalu trending, bahkan lebih sering sideways (biasanya tampak pada time frame rendah). Jadi kalau Anda hanya fokus pada kondisi trending atau sideways saja maka Anda akan kehilangan sebagian peluang trading. - Hal tsb bukan termasuk greed. Greeding biasanya dihubungkan dengan euforia setelah profit, dimana trader terlalu percaya diri (over confidence) dan entry lagi dengan volume yang lebih besar tanpa perhitungan yang benar-benar masak. - Trading disaat pasar sedang trending dengan kuat memang profitable, tetapi menentukan momen entry yang pas tidak mudah..