Metodologi Switching

103944

Dalam forex trading, strategi switching adalah melakukan pergantian arah dengan menutup posisi yang sedang merugi lalu membuka posisi baru dengan arah berlawanan dari posisi yang telah ditutup. Bagaimana cara melakukannya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Switching berdasarkan arti kata adalah mengganti. Dalam forex trading, strategi switching adalah melakukan pergantian arah dengan menutup posisi yang sedang merugi lalu membuka posisi baru dengan arah berlawanan dari posisi yang telah ditutup, dengan harapan keuntungan posisi yang kedua akan lebih besar dari kerugian pada posisi pertama yang sudah ditutup.

metodologi switching

Contoh Penerapan Strategi Switching

Saat ini harga AUD/USD adalah 1.0300. Saya memprediksi AUD/USD akan naik menuju 1.0400 . Oleh karena itu saya membuka posisi buy .

Selang berapa jam ternyata AUD/USD bergerak berlawanan dengan prediksi saya, AUD/USD Turun dan saat ini berada di level 1.0270. Artinya posisi buy  rugi 30 pips

Setelah dianalisa ulang, ternyata AUD/USD akan semakin turun menuju level 1.0200.

Agar hari ini tidak rugi, saya putuskan untuk menutup posisi buy saya dengan kerugian 30 point dan membuka posisi sell baru. Setelah beberapa jam ternyata benar bahwa market bergerak sesuai hasil analisa kedua yaitu turun,dan kini berada di level 1.0200. Akhirnya setelah merasa profit yang didapatkan cukup, maka saya menutup posisi sell saya dengan profit 70 point.

Dari akumulasi 2 transaksi diatas dengan melakukan switching, hari ini saya profit sebesar 40 point yaitu dari keuntungan 70 pips dikurangi kerugian 30 pips

Prinsip dasar dari cut & reverse technique (switching) adalah melakukan perubahan pada arah posisi transaksi secara drastis (reverse position) apabila posisi transaksi awal mengalami kerugian (salah arah). Dalam kondisi demikian pelaku transaksi akan melakukan Cut Loss (melikuidasi posisi awal) dan langsung membuka posisi transaksi baru yang berlawanan arah dengan posisi transaksi awal tersebut.

Sebagai contoh: jika pada awalnya pelaku transaksi membuka posisi transaksi awal dengan melakukan posisi transaksi pembelian (New Open Buy Position) sebesar 1 Lot, maka apabila posisi tersebut mengalami kerugian dengan jatuhnya secara tajam harga ke arah bawah, maka si pelaku transaksi akan melakukan Cut Loss pada posisi transaksi beli tersebut (Close Buy Position) dan kemudian membuka transaksi jual baru (new Open Sell position) juga sebesar 1(satu) lot.

Logika dasar pemilihan teknik transaksi ini adalah memberikan alternatif mengenai bagaimana seseorang pelaku transaksi dapat melakukan revisi terhadap posisi transaksinya dan melakukan antisipasi apabila terjadi perubahan trend harga secara mendadak tanpa kehilangan peluang untuk memperoleh keuntungan. Dari sudut pandang analisa teknikal, tindakan cut & reverse position hanya akan dilakukan apabila harga memecahkan Level Support atau Level Resistance. Cut Loss Position untuk transaksi beli hanya akan dilakukan apabila trend harga naik berbalik ke bawah dan memecahkan Level Support, sedangkan Cut Loss position untuk transaksi jual hanya akan dilakukan apabila trend harga ke bawah berbalik naik dan berhasil menembus Level Resistancenya.

 

Switching Dengan Martingale,  Averaging dan Hedging

Switching bisa saja dilakukan dengan Martingale, Averaging, dan Hedging. Dimana pada intinya adalah menutup kerugian lama dengan membuka posisi baru.

Martingale adalah sebuah teori manajemen probabilitas yang memungkinkan kesamaan nilai sesuatu dimasa tertentu dengan masa sebelumnya dengan menggunakan prinsip penggandaan. Dalam forex trading, Strategi Martingale adalah strategi untuk mendapatkan profit sekaligus menutup total kerugian dari transaksi sebelumnya melalui penggandaan modal.

Oleh karena itu, ketika menggunakan strategi martingale resiko pada transaksi berikutnya selalu meningkat seiring dengan meningkatnya kerugian. Aturan main strategi martingale ini adalah ketika anda melakukan transaksi sekian (n) lot dan hasilnya rugi, maka pada transaksi selanjutnya menggunakan lot 2 kali lipatnya (2n). Begitu pula selanjutnya. Sehingga ketika transaksi terakhir profit, maka keuntungannya sudah bisa menutupi semua kerugian dari transaksi-transaksi sebelumnya. Untuk memperkecil kerugian ketika posisi kita berlawanan arah dengan trend, serta untuk memaksimalkan keuntungan disaat posisi kita searah dengan trend, kita bisa menggunakan Strategi Averaging.

Averaging berdasarkan arti katanya adalah merata-ratakan. Dalam hal membuka posisi, strategi averaging ini berguna untuk merata-ratakan harga pembukaan posisi. Dimana pada suatu level tertentu, apapun kondisi marketnya nilai posisi yang kita buka adalah IMPAS. Dalam trading, arti Averaging adalah membuka lagi posisi baru sesuai dengan posisi lama meskipun saat ini harga bergerak berlawanan, dengan keyakinan bahwa market akan segera bergerak sesuai dengan prediksi kita.

 
Hedging menurut arti katanya adalah melindungi nilai. Dalam forex trading, aksi hedging berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan sehingga meskipun harga naik atau turun nilai floating nya tetap sama.

Hedging biasanya dilakukan ketika posisi yang kita buka mengalami kerugian. Supaya kerugian tidak menjadi lebih besar, kita kunci dengan teknik hedging ini. Sehingga selanjutnya Hedging ini dikenal juga dengan istilah Locking (mengunci), karena saat kita menggunakan teknik hedging ini posisi kita terkunci yang membuat nilai keuntungan dan kerugian selalu bergerak beriringan.

Namun tentunya model diatas perlu keterampilan khusus. Perlu di pelajari dan dipahami cara kerjanya.

Penutup pembelajaran kali ini perlu diketahui, kebanyakan investor pemula yang tidak punya skill, keras kepala menahan kerugiannya ketika kerugiannya masih kecil. Mereka beralasan akan bisa keluar dengan keuntungan yang minimal. Mereka tetap menunggu dan menunggu dan berharap sampai kerugiannya menjadi keuntungan. Namun disayangkan biaya yang dikeluarkan juga cukup besar. Maka stop loss sangat berguna di sini untuk membatasi diri dan memperbaiki disiplin trading kita.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.

Sofian Ubaidilah
martingale & averaging sepertinya lebih ke metode money management karena berhubungan sama pengaturan ukuran trading & kaitannya sama profit yg diharapkan. disini walaupun juga perlu disertai analisa tapi yg disebut sebagai martingale & averagingnya itu sendiri adalah pengaturan uang tradingnya itu. sementara switching & hedging itu berkaitan langsung sama cara trading. karena dilakukannya dengan mengubah aturan order dengan cara tertentu. bedanya di switching order pertama dicut loss, sementara hedging order pertamanya dibiarkan terbuka supaya kalau harga berbalik arah lagi trader bisa memagari pergerakan harga itu sendiri.
Grand Finale
mantap bro, kalo ane lebih pilih hedging aja... soalnya lebih sering yg muncul pergerakan yg bolak-balik. pernah pake cara swicthing (secara g nyadar waktu masih amatir) tapi bolak-balik ketipu terus sama harga.... ya emang kalo analisanya dangkal aja pasti malah bingung gunain switching ini... sedangkan hedging seenggaknya bisa ditutup impass
Sofian Ubaidilah
setiap transaksi order dan posisi yang ditempatkan akan lebih baik jika disertai dengan analisa yang menjamin posisi tersebut. dengan hedging sekalipun bisa berakhir rugi yang malah berlipat jika tidak diperhitungkan dengan matang. bahkan tidak jarang trader ingin menambah profit dari cara itu, padahal untuk mengusahakan kedua posisi tersebut berakhir imbang saja belum tentu mudah. perlu latihan dan belajar trading, baik untuk analisa maupun pengaturan manajemen keuangan serta psikologis untuk trader bisa sukses di tradingnya, penggunaan cara hedging pun tidak terlepas dari itu.
Firmandita
jd bgmn cr switching pd martingale, averaging, n hedging? dsn cmn ada pngrtan dr masing2 cr aja. tp utk informasi ttg kolaborasi switching dg cara2 itu g ada ket.nya sm sekali.....
Sofian Ubaidilah
kalau dengan martingale dan averaging, switching (cut loss dan reverse) bisa diterapkan dengan pengaturan money management tertentu. misalnya untuk martingale, cut loss dari order pertama kemudian diteruskan oleh open posisi lain di arah yang berlawanan, namun dengan ukuran lot yang dua kali lipat besarnya. Jika order kedua tersebut masih loss, trader akan menutup posisi tersebut, dan reverse order berikutnya dengan lot yang 2 kali lipat lebih besar dari order kedua tadi, atau 4 kali lipat lebih besar dari order pertama. begitu seterusnya. Begitupun dengan kombinasinya bersama averaging, pendapatan trading diusahakan seimbang dengan cara cut loss dan reverse tadi.
namun untuk hedging, sepertinya swtiching bertentangan dengannya karena jika posisi pertama dicut loss, maka itu sudah bukan hedging namanya. esensi hedging adalah untuk mempertahankan dua posisi (buy dan sell) di waktu yang bersamaan, entah dengan pair yang sama atau dengan yang berbeda, sebagai langkah meminimalisir resiko kerugian.
Mira Mizdi
Teorinya sih seperti di atas, tapi kalo swaktu beneran dipraktekkin siap2 aja loss-nya malah bertambah besar. Locking sih biasanya memang dipake pada saat pola triangle mulai kebentuk tapi kita masih belum tahu kemana break out akan terjadi, jadi ya biasanya di hedging. Masalahnya tuh, kalau pasar volatilitasnya tinggi banget macem pas muncul berita NFP dsb, bisa jadi posisi kedua bukannya nutup kerugian eh malah double rugi gara2 harga pullback lagi dengan cepat. Coba aja deh sendiri, apalagi kalo pake martingale, wew resikonya besar banget.
Rosa Singgih
oh gitu? belum pernah pake live akun sih ampe sekarang, belum berani...

Habis baca artikel sih teorinya keqnya enak banget tuh, pasang 2 arah bbeda terus close aja yng lg rugi. Wah kalo gitu mah semua orang pasti udah praktekkin hal yg sma kan, gampang pula kdngarannya...
Pullback itu maksudnya gimana?
Mira Mizdi
Pullback itu artinya setelah harga mencapai titik tertentu (titik resistansi atau support) harga mengalami pembalikan arah secara signifikan, sering juga disebut sebagai reversal.

Cuma kalo pullback biasanya cuma terjadi bntar banget tp pergerakannya besar sih. Makanya itu kalo pake strategi hedging jangan pas release news, tambah hancur pasti kalo salah perhitungan.

Mending coba pake hedging pas lagi muncul pola triangle tapi kondisi pasar masih lagi normal. jadi resiko kena pullback relatif minimal sih, tapi bukan brarti juga pasti untung kalo pake hedging 2 arah berlawanan gini.
Hans
benernya sih kalau kita trader ritel dengan leverage tinggi, sama sekali ga dianjurkan pake hedging-locking. 
Apapun kondisi pasarnya, locking sudah pasti butuh modal besar supaya margin bisa bertahan walaupun nerjang dua arah berbeda sekaligus. Kalau leverage di atas 1:100 terus kita paksa trading 1 lot, berani jamin ga butuh lama buat kena stop-out... tau kan bedanya stop out sama stop loss? kalo kena stop out meskipun margin belum kena MC tapi semua posisi yg terbuka langsung ditutup otomatis sama broker kita.