Advertisement

iklan

Mendapatkan Profit Di Forex Adalah Bullshit

105055

Apakah Anda sering mengalami kegagalan ketika trading? Sehingga Anda tidak memercayai Forex lagi sebagai ladang profit? Yah, Anda tidak sendiri. Pengalaman pahit tersebut juga dialami oleh banyak orang. Di setiap bidang usaha. Dengan kata lain, ilusi untuk meraup keuntungan besar tidak hanya didominasi oleh Forex.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Apakah Anda sering mengalami kegagalan ketika trading? Sehingga Anda tidak memercayai Forex lagi sebagai ladang profit? Yah, Anda tidak sendiri. Pengalaman pahit tersebut juga dialami oleh banyak orang. Di setiap bidang usaha. Dengan kata lain, ilusi untuk meraup keuntungan besar tidak hanya didominasi oleh pasar Forex. Sebab faktanya, setiap bidang bisnis mengiming-imingi hal yang sama ketika seseorang mengawali usahanya. Bahwa seseorang bisa meraih keuntungan besar melalui bisnis tersebut.

Imajinasi profit (keuntungan) yang besar membuat orang tersebut melupakan hal-hal lain yang perlu dilakukannya sebelum mendulang keuntungan melalui bisnisnya. Misalnya, pengetahuan yang cukup atas medan.

Artikel ini tidak mencoba untuk meyakinkan Anda bahwa Forex adalah salah satu bisnis yang layak untuk dicoba. Sebaliknya, disarankan untuk trader yang tidak memiliki kekuatan mental dan tekat yang kuat agar berhenti trading sekarang juga. Sebelum semakin besar kerugian yang diderita. Forex bisa bersikap kejam hanya pada mereka yang tidak paham alur dan cara yang benar untuk menekuni dunia trading.
Mendapatkan Profit Di Forex Adalah
Faktor Internal Trader
"Nah, berarti benar kan, kalau mendapatkan profit di Forex adalah bullshit?"

Jawaban untuk pertanyaan ini tidaklah sederhana. Karena ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan seorang trader dalam meraih profit, yaitu:
1. Faktor eksternal
Misalnya lingkungan, dukungan, dan hal-hal yang berasal dari luar diri trader.

2. Faktor internal
Misalnya kekuatan mental, alam bawah sadar, dan hal-hal lain yang berasal dari dalam diri trader.

Jika dibandingkan, faktor yang paling signifikan dari dua faktor di atas adalah faktor internal.

Seorang trader bisa saja pindah tempat bila lingkungannya tak mendukung ia untuk ber-trading. Atau ia bisa mencari dukungan lain jika teman-temannya saat ini tidak memberi motivasi yang tepat untuk dirinya agar bisa menghasilkan profit.

Tapi bagaimana bila sedari awal trader tersebut tak bisa memercayai bahwa ia mampu take profit? Ia tidak akan bisa berpindah tempat atau mencari dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Sebab modal utama trading Forex adalah diri trader itu sendiri.


Kekuatan Alam Bawah Sadar

Mari sekarang jawab pertanyaan sebelumnya, tentang mendapatkan profit di Forex hanya omong kosong.

Bila ketika membaca judul artikel ini Anda menganggukkan kepala dan setuju, bisa dipastikan Anda termasuk salah satu trader yang harus memperbaiki faktor internal, sebelum kembali trading. Meski tidak tampak namun dapat dikatakan bahwa faktor internal pada diri manusia memengaruhi setiap tindak dan tingkah lakunya. Terutama alam bawah sadar.

Mungkin Anda telah memahami, namun belum sepenuhnya menyadari, bahwa setiap peristiwa yang terjadi di sekitar akan secara otomatis terekam oleh alam bawah sadar. Termasuk perasaan dan emosi yang menyertai ketika peristiwa tersebut terjadi.

Misalnya saja pada kasus fobia. Beberapa orang memiliki ketakutan berlebihan terhadap sesuatu, contohnya air. Hal ini terjadi karena di masa lalu orang tersebut pernah tenggelam di kolam renang dan nyaris meninggal. Rasa takut dan trauma yang dirasakannya saat itu terekam rapi di dalam ingatannya, sehingga secara otomatis ia menghindari air ketika berhadapan lagi dengan kolam atau laut.

Kasus yang sama terjadi pada trader yang sering kali mengalami kerugian saat trading. Begitu seringnya sehingga ia menyimpan rasa benci, takut, dan trauma setiap kali melihat grafik, atau ketika harus melakukan open position. Di dalam alam bawah sadarnya telah terpatri bahwa Forex tidak akan bisa menghasilkan profit baginya. Berapa kali pun ia melakukan transaksi serta apapun sistem trading yan digunakannya.

Dari contoh tersebut Anda dapat menyimpulkan, masalahnya bukan terletak pada Forex atau sistem trading yang digunakan, tetapi pada diri trader sendiri.


Kesimpulan
Apakah Anda masih takut atas Forex? Benci dan menjauhinya setiap kali mendengar atau melihat grafik, yang selalu mengingatkan pada kerugian-kerugian yang Anda alami?

Anda tidak perlu merasa demikian. Ingatlah bahwa selain ada trader yang terus mengalami kerugian, di luar sana banyak juga trader yang mampu menghasilkan profit. Para trader tersebut bahkan menyukai dan menggandrungi trading Forex. Oleh karena itu, fokuskan perhatian Anda pada hal ini. Maka lambat laun Forex akan menjadi alat transaksi yang dapat memberikan keuntungan bagi Anda. Tentu saja, pertama-tama Anda perlu mengatasi fobia dan trauma terhadap sakitnya proses pembelajaran dari kesalahan trading.


SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Dwianto Akbar
Memang, tiap kali habis rugi itu langsung pengaruhnya ke semangat trading. Mental langsung jatoh terus bawaannya ga semangat buat open lagi. Kalau ruginya pas baru pertama2 sih mungkun belom seberapa terpengaruh. Tapi kalo udah bolak balik rugi terus drawdownnya banyak bisa jatohin mental banget. Okelah kita memang ga boleh gampang nyerah dalam trading, tapi apa yang bisa bikin kita semangat terus? Paling ga ada hal yang bikin mental kita ga seberapa down waktu habis nerima rugi..
Sulaiman Aja
keep positive thinking. semangat terus karena berpikir positif nanti juga akan dapet profit yg diidam-idamkan asal mau berusaha keras & belajar trading yg bener. persoalan meringankan mental setelah loss itu bisa diatur pas sebelum open. ya itu dari segi manajemen resiko. dari situ bisa diatur supaya jumlah lossnya nggak terlalu banyak. lagipula ngambil lot trading kalau masi pemula juga jangan terlalu besar biar resiko juga masi bisa diatasi. normalnya makin besar ruginya nanti pasti makin stres pula kan pikirannya. nah biar nggak terlalu stres itu resikonya bisa dikecilin dulu.
Dwianto Akbar
Thanks atas saran dan masukannya. Sangat mencerahkan !!!
Havid Suka Enjoy
kl msh takut c msh lmyn wjr, plus itu msh bs diatasin, dg brhnt sbntr ato ubah pola pikir. tp kl yg udh kapok trdng. trus gbs ngilangin kebencianx sm forex, n akhirx nyebar2 omomngan g bnr ttg forex (kyk jdl artikel ini mendapatkan profit di forex itu bullshit). tu yg susah sembuh. bhkn hmpr mustahil. lbh parah lg kl trdr yg gagal itu takut open trus brhnt trdng tp mlh jualan sinyal. udh gt promosiin tu sinyal yg proftable. pdhl diax sndr sbg trdr sungguhan ja g kompeten. prlu diwaspadain nih trdr2 yg kyk begini.
Anwar Firdausi
Dapat profit di forex bukan hal yang bullshit. Tapi dapat profit yang konsisten itu yang masih bullshit buat sebagian orang.

Profit mudah didapat, dengan untung-untungan saja bisa profit, misal asal open buy lalu kemudian harga kebetulan sedang naik itu sudah dapat profit. Tapi memperhitungkan profit dan mengusahakan supaya tetap konsisten dengan resiko yang terjaga pula itu yang perlu usaha lebih.

Hal itu bukan hal yang bullshit, tapi hingga kini hanya sedikit sekali trader sukses yang sudah berhasil mendapatkan sukses berlimpah dari trading forex.

Ada yang mengatakan bahwa mereka trading dengan ukuran yang besar makanya profit yang didapat juga jauh lebih besar, lalu kemudian trader biasa coba meniru dengan memperbesar ukuran trading karena ingin segera cepat kaya. Padahal rahasia mereka bukan hanya di situ. Tapi juga ada di strategi, money management, dan intuisi mereka sebagai trader.
Tortilla Lover
@Anwar: Bner tuh. Karna saking lamany gag berhasil2 dapet profit yg diingini.
Akhirny gag dikit juga yg nyerah dn berfikir klo bisa konsisten di trading tu bullshit. Yah krn ane masih pendatang baru jadi blm mau terpengaruh sm yg negatif2 dulu.
Berusaha yg terbaik dulu lah itu tetep yg terbaik :)
Imam Alhamdi
Sabar, tekun dan teliti.
Mira Mizdi
hmm kalo menurutku sih benernya forex itu sama seperti seleksi alam lah, yang paling cepet beradaptasi adalah mereka yang mampu meneruskan generasi selanjutnya. Sisanya, ya spt para trader dengan beban loss terlalu besar atau bebal sll mngulangi ksalahn trading yng akhirnya cuma "mampir" doang habis gitu ga balik lagi... yah menurut gwa sih emang wajar adanya seperti itu, kembali ke sikap masing2 individu itulah