US Dollar Dan Pemilihan Presiden Amerika

  By: Martin   View: 6025    Analisa Fundamental  

Oktober 2012 adalah bulan yang penting untuk pemilihan presiden Amerika Serikat. Secara umum, Obama bisa saja kehilangan jabatan presidennya disebabkan keadaan perekonomian Amerika Serikat selama kepemimpinannya, walaupun masih diperdebatkan sampai sejauh mana dia bisa dianggap sebagai penyebabnya. Penantangnya Romney tidak sekarismatik Obama dan kurang memiliki daya tarik seperti sang presiden incumbent.

Bagi pelaku pasar khususnya forex pertanyaannya adalah sampai sejauh mana pemilihan presiden Amerika Serikat tersebut akan mempengaruhi nilai US dollar? Akankah US dollar menguat, flat atau melemah setelah pemilihan usai? Yang lebih penting dari siapa yang bakal menghuni Gedung Putih adalah jika presiden bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan Senat, maka akan selalu bisa dilakukan kompromi sebelum mengambil suatu kebijakan untuk melakukan perubahan. Jika kita lihat akhir-akhir ini, anggota Senat partai Republik dan partai Demokrat tidak bisa bekerja sama dengan baik dengan Gedung Putih.

                     US Dollar Dan Pemilihan Presiden

Selama bulan Oktober ini sulit diperoleh gambaran keseluruhan dari jajak pendapat yang telah dilakukan. Secara umum yang dapat disimpulkan dari hasil jajak pendapat tersebut adalah bahwa pasar lebih menyukai Gedung Putih dihuni oleh Republik karena dianggap lebih pro-pasar daripada presiden dari partai Demokrat. Sejarah menunjukkan walau reaksi pasar tidak selalu sama seperti jajak pendapat, tetapi dalam jangka pendek mata uang US dollar akan terpengaruh oleh hasil debat kedua kandidat presiden.

Semakin besar peluang Obama memenangkan pemilihan presiden untuk yang kedua kalinya akan semakin berdampak negatif pada pasar saham tetapi berdampak positif pada US dollar, sebaliknya jika prospek Romney lebih besar akan semakin melemahkan US dollar dan memperkuat pasar saham. Melihat kembali korelasi antara partai pemenang pemilu dan mata uang Amerika Serikat ini maka US dollar akan lebih baik dibawah Demokrat daripada Republik. Ini juga bisa dilihat jika kita membandingkan Obama dengan pendahulunya George W.Bush. Jadi jajak pendapat yang tampak signifikan lebih memfavoritkan Romney akan melemahkan dollar dan jika Obama lebih difavoritkan akan lebih memperkuat US dollar.

Bagaimana jika Obama kembali terpilih atau Romney yang menang? Baik Obama atau Romney tidak akan sanggup memperbaiki neraca anggaran pemerintah dengan cepat. Keduanya tidak akan bisa mencegah konflik yang sedang memanas dengan Iran atau bahkan kemungkinan perang. Baik Obama atau Romney yang akan menjabat sebagai presiden, Amerika Serikat akan mengalami defisit antara 500 milyar dollar hingga 1 trilliun dollar hingga 5 tahun yang akan datang. Tingkat suku bunga pinjaman akan meningkat, pajak akan lebih tinggi dan untuk memperoleh kredit pinjaman akan lebih sulit.

Romney akan menaikkan anggaran belanja untuk pertahanan dan pemotongan pajak yang tentu saja akan memperbesar defisit anggaran. Dengan pendapatan pemerintah yang berkurang akibat pemotongan pajak serta pengeluaran yang semakin besar maka jelas neraca anggaran tidak akan semakin baik.

Obama akan menaikkan stimulus pengeluaran termasuk proyek-proyek untuk kepentingan masyarakat, pendidikan (terutama bantuan dan pinjaman untuk pendidikan tinggi), tetapi sangat mungkin juga menaikkan anggaran pertahanan jika konflik dengan Iran masih belum usai. Pemotongan pajak yang dilakukan pendahulunya George W.Bush juga mungkin akan dilakukan. Pengeluaran Obama bisa jadi akan lebih besar dari Romney dan malah akan memberbesar defisit anggaran belanja. Siapapun yang menang, utang Amerika Serikat akan tetap sangat besar bahkan jauh melebihi jumlah utang negara-negara Uni Eropa. Ini adalah salah satu faktor yang menghantui para investor. Keenganan investor untuk masuk akan merangsang naiknya tingkat suku bunga yang pada akhirnya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Dan melambatnya perekonomian di Amerika Serikat tentu saja akan menekan US dollar.

Sebagai trader forex, kita sedang mencoba memperoleh gambaran pendapat umum (consensus) mengenai cara kedua kandidat dalam menangani defisit anggaran Amerika Serikat yang pada akhirnya akan membawa dampak yang cukup berarti pada US dollar. Apapun prediksi pelaku pasar, pengaruh terhadap US dollar akan tampak setelah usainya pemilihan pada awal Nopember nanti.






SHARE:

SHARE: