Cara Trading Dengan Trendline

109424

Fungsi trendline sebagai tool teknikal memang tak diragukan lagi. Selain dapat membantu mengenali tren, tool ini juga dapat dimanfaatkan untuk mencari titik entry.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Fungsi trendline sebagai tool teknikal memang tak diragukan lagi. Selain dapat membantu mengenali tren, tool ini juga dapat dimanfaatkan untuk mencari titik entry. Ketika mulai menggaris chart dengan trendline, pengetahuan yang paling penting adalah setiap orang tidak akan sama dalam menarik garis trendline.

Walaupun misalnya Anda, saya, dan trader lainnya melakukan penggarisan pada chart yang sama, mungkin hasilnya akan beda. Sama-sama penggarisannya, namun tetap beda atau bisa dibilang mirip. Inilah yang mesti dipahami dalam penggarisan trendline, sehingga trader yang menggunakan metode ini tidak mudah terpengaruh oleh hasil analisis trader lain.

Cara Trading Dengan
Dari gambar di atas, dapat dilihat contoh grafik mingguan NAS 100 (Nasdaq). Harga dalam keadaan up-trend karena telah naik 1.832 poin selama 42 bulan terakhir. Anda dapat menarik trendline dengan menghubungkan serangkaian titik yang pada grafik di atas ditandai dengan warna hijau. Baris ini bertindak sebagai support karena level tersebut diharapkan untuk bertindak sebagai dasar, di mana bila harga telah menyentuh titik support tersebut akan memantul kembali ke atas.

Anda dapat mengambil keuntungan dengan menciptakan order buy ketika harga yang diperjual-belikan mengalami penurunan ke support dan melakukan bounce. Selagi trend masih up, trader juga bisa membatasi risiko dengan menetapkan stop loss di bawah support tersebut.

Dalam contoh lain Anda dapat melihat grafik 8-Hour dari EUR/AUD telah menurun. Perhatikan bagaimana trading trendline dibentuk dengan menghubungkan garis tertinggi pada grafik yang ditandai dengan warna hijau.

Cara Trading Dengan

Karena trendline menunjukkan harga bergerak lebih rendah, maka Anda harus mempertimbangkan EUR/AUD dalam keadaan downtrend yang kuat. Anda dapat menggunakan informasi ini untuk mempersiapkan sell pada posisi baru, saat harga bergerak kembali dari titik resistance. Sebaiknya carilah harga yang menyentuh resistance tapi tidak terus bergerak ke atas. Ketika harga mulai bergerak kembali ke arah trend, Anda akan memiliki sinyal jual yang valid.

Namun, bukan berarti Anda langsung bisa bersantai selepas open trade dengan sinyal di atas. Dalam skenario ini Anda masih harus memberi batas kerugian dengan stop loss yang ditempatkan di atas resistance.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.

Ciciciii
ane bingund sma penjelasana..
Randi
Intinya trading dengan trendline gan. Sebelum open posisi, kita identifikasi dulu trend yang ada sekarang.
Mansyuri
Walau penarikan garis trenline beda2 tapi ada standar validasi trenline itu sendiri, meskipun belum ada kesepakatan bersama soal ini, tapi biasanya kalau trenline sudah tersentuh minimal 3 kali oleh harga berarti garis itu sudah dianggap valid
Mamin33
setuju, nyari trendline yg bisa disepakatin ini malah lebih gampang sebenernya daripada nyari kesamaan fibo. soalnya trendline bisanya diterapin di tren yg sangat kuat sampe ada min 3 titik high/low harga yg bisa dihubungin. sedangkan fibo dari swing high/low harga yang setiap trader ketemunya lebih cenderung beda2.
Aya Raditya
@mansyuri:
pa valdsi tu pntng, bknx kt cmn hrs narik grs tren ja klo d chart hrg keliatanx lg trending gtu?
Faris Dekster
Penting banget...
Situ asal pasang trend line terus entri apa bisa jelas sinyalnya?
Kalo belum jelas tapi terus dipaksain entri jelas asal"an tuh namanya tradingnya Jangankan validitas trendline, pas entri pun juga baeknya jangan sm sinyal trendline aja walopun trendline udah valid.
Trading coba dilengkapin dgn indikator lain jg
Mansyuri
Menurut saya itu penting, karena penarikan garis yang tepat akan mencerminkan konsistensi terhadap analisa trading. Meskipun bukan standar secara umum, tapi paling tidak trader punya batas-batas dan teknik tersendiri yang harusnya dipatuhi sebagai salah satu disiplin trading.

Terlebih lagi, jika memperhatikan kembali fungsi trenline sebagai penanda tren dan pembalikan jika terjadi breakout, maka harusnya trenline yang ditarik pada chart harus bisa sevalid mungkin, karena trending yang terjadi tidak selalu menunjukkan penguatan yang sama.
Andrea Itfa
ini cocok buat nandai momen op, tapi kalo buat cp ndak terlalu yakin jadi masih perlu dikonfirmasi sama indi lain juga
Sukirman Adi
close posisi klo gw lebih aman dr mm. jadi nggak terlalu bergantung sama sinyal indikator. kalo profit udah sesuai target ya diclose, kalo loss udah sampe di batas toleransi ya diclose. tapi nggak manual karna ada bantuan dr sl n tp di chart. coba pake risk reward 1:2. udh cukup oke tuh buat pemula yg baru belajar mm trading.
Didi Ardi
Bisa kalau trend line dijadikan channel trend, jadi bukan hanya support atau resistancenya saja yang ditandai, tapi dua-duanya. Close posisi ditargetkan pada resistance atas kalu op-nya buy, sedangkan pada op sell target close posisi bisa di support bawah. Tapi memang bisa juga dengan perhitungan sesuai manajemen resiko. Supaya bagaiamanapun hasilnya psikologi trading kita tidak akan terefek buruk. yang penting tau kekuatan margin kita untuk bisa mengantisipasi nilai ukuran trading
Ryan
eh bukanya trenline juga bisa bwt treding brekout ya? seinget ane makin valid level yg ditembus makin kuat brekout harga.,. jadi kalo harga bisa break dari trenline yg paling valid bisa kuat tuh pembalikanya. gtw ya.. ane kok lebih suka ambil dgn 2 peluang. bounce sm breakout. apa ini juga trmasuk yg tergantung liat dr karakter trading? kl bounce, bounce aja, brekout, brekout aja? trus kl kayak ane ni sk ambil dua2ny berarti blm punya karakter trading dong? hehe
Budi Pamulang
Hmm ini dasarnya hampir sama seperti pola triangle yah? apakah garis trendline ini bisa lebih baik dari sinyal triangle? 
Soalnya sih saya lebih sering pake fibo atau pivot untuk menentukan Support resistance, bagi saya sih lebih tokcer soalnya juga bisa nunjukkin retracementnya gitu, jadi kalo pasang trailing stop kena banget tuh