Apa Arti Margin Dalam Trading

114605

Margin pada trading membuat investasi forex dapat dilakukan dengan uang riil yang nilainya lebih rendah dari ukuran transaksinya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Margin pada trading adalah istilah yang digunakan untuk trading dengan modal pinjaman. Hal ini menarik karena adanya fakta bahwa investasi forex dapat dilakukan dengan uang riil yang nilainya lebih rendah dari ukuran transaksinya. Selain itu, trader dapat membuka posisi (open position) yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil.

Margin pada trading di pasar Forex diukur dalam satuan nilai. Kata "satuan" merujuk pada nilai transaksi, misalnya $100,000 yang dengan sistem trading margin dapat ditransaksikan dengan dana lebih kecil, misalnya 0.5% dari nilai aslinya, atau sekitar $500.

Hal tersebut bisa terjadi, karena trading forex tidak melibatkan mata uang secara fisik. Untuk bisa membeli atau menjual mata uang, Anda tidak perlu bertransaksi dengan uang sungguhan, melainkan hanya nilainya. Untuk bisa membuka suatu order, Anda cukup menyediakan uang yang diperlukan sebagai jaminan atas transaksi. Nah, jaminan itulah yang kemudian disebut sebagai margin dalam forex.

 

Hubungan Margin Dan Leverage

Jumlah jaminan atas transaksi tidak harus sesuai dengan nominal transaksi, karena trader forex bisa menggunakan leverage. Leverage inilah yang mampu 'mengungkit' daya trading lebih tinggi dari kemampuan dana. Bila Anda menggunakan leverage 1:100 misalnya, maka Anda bisa membuka transaksi dengan ukuran 100 kali lipat lebih besar dari dana sesungguhnya. Dalam contoh di atas, dana $500 bisa dipakai untuk membuka transaksi 1 lot atau senilai $100,000, karena sebelumnya telah ditunjang dengan leverage 1:200 (200 x 500 = 100,000).

Jumlah margin bergantung pada besarnya leverage yang Anda gunakan. Semakin besar leverage maka semakin kecil pula margin yang Anda bayarkan sebagai jaminan atas transaksi. Untuk memperjelas pemahaman Anda, berikut ini tabel perbandingan leverage dan margin:

Rasio margin dan leverage


Cara Menghitung Margin Dalam Forex

Meski sudah bisa dilihat dari leverage yang digunakan, besaran margin yang diperlukan untuk membuka posisi trading bisa selalu berbeda-beda. Hal itu karena harga saat ini juga berperan dalam perhitungan margin. Jadi apabila Anda ingin mengetahui berapa tepatnya margin yang diperlukan untuk membuka posisi, maka hitunglah dengan rumus berikut:

(Harga saat ini x nilai transaksi) / leverage

Katakanlah Anda menggunakan leverage 1:200 dan hendak membeli 1 lot EUR/USD di harga 1.1242. Maka besaran margin yang diperlukan untuk membuka posisi itu adalah:

(1.1242 x 100,000) / 200 = $562.1

Selain menghitung secara manual, ada cara pintas yang lebih efektif untuk mengetahui ukuran margin per posisi, yakni melalui kalkulator margin forex.

Ukuran Margin Tidak Menjadi Penentu

Leverage tinggi memang bisa menghasilkan margin kecil. Namun demikian, bukan berarti margin kecil bisa dijadikan alasan memperbesar ukuran transaksi, agar profit yang didapat bisa semakin banyak. Anggapan itu tidak salah, tapi tidak sepenuhnya benar juga, karena Anda juga harus memperhitungkan faktor risiko.

Perumpamaannya seperti ini:
Trader A dan B sama-sama memiliki dana $5000. A menggunakan leverage 1:200, sedangkan B memakai 1:500. Ketika trader A hendak membuka posisi buy, ia merasa 1 lot saja cukup karena margin yang dibutuhkan sudah sebesar $500, atau 10% dari keseluruhan balance-nya. Sementara itu, trader B merasa 1 lot adalah ukuran yang terlalu kecil, karena dengan leverage 1:500, margin yang perlu ia siapkan cuma sebesar $200. Ia pun akhirnya mengambil 2.5 lot sehingga marginnya bernilai $500.

Walaupun margin trader A dan B sama, besar profit atau loss yang mereka hasilkan akan berbeda. Hal itu karena keuntungan dan kerugian dalam forex ditentukan oleh ukuran transaksi, bukan margin. Jadi dengan memperbesar lot trading karena merasa leverage-nya bisa menunjang ukuran transaksi yang lebih besar, trader B bukan hanya memperbesar peluang keuntungan, tapi juga meningkatkan risiko loss.

Jika nilai per pip 1 lot standard adalah $10, maka nilai untuk 2.5 lot adalah $25. Dalam skenario harga merosot sebanyak 100 pip, maka besar kerugian trader A hanya bernilai $1000 (100 x $10), sedangkan trader B menderita rugi sebesar $2500 (100 x $25).

margin tidak jadi penentu

Dari contoh di atas, jelaslah bahwa penggunaan leverage tinggi rawan disalahgunakan trader yang tidak benar-benar mengetahui risikonya. Sebabnya tidak lain adalah karena semakin tinggi leverage yang dipilih, maka semakin besar pula ukuran yang bisa ditransaksikan. Kesalahan trader pemula atau mereka yang hanya mengejar profit akan menganggap hal itu sebagai celah untuk memperbesar ukuran transaksi. Padahal, semakin besar ukuran yang digunakan, semakin besar pula nilai penurunan yang akan mengikis dana trader saat harga bergerak melawan posisi trading.

Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah leverage sebijak mungkin. Memilih leverage tinggi hanya karena ingin menggunakan ukuran transaksi yang besar dengan margin kecil nyatanya sangat berisiko. Margin kecil atau besar tidak menentukan besar profit atau loss, karena semua itu diukur dari seberapa besar ukuran transaksi Anda. Kesimpulannya, Leverage tinggi memang bisa memberikan banyak kesempatan, tetapi hanya pada trader yang dapat memanfaatkannya dengan bijak.

 

Jika Anda ingin memperoleh pemahaman lebih dalam tentang leverage dan bagaimana cara tepat memanfaatkannya, silahkan berkunjung ke artikel Memahami dan Memanfaatkan Leverage.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


arrow up arrow down
Fibonacci Sederhana
terimakasih, sangat bermanfaat buat rekan trader lain
Rizal Sf
Sama2 gan.
Ad.fadilah
jd kita manfaatkan margin sesuai hsl analisis dri segi teknikal/fundamental? tapi itu kan jg belum tentu benar...
Asmed
bukan seperti itu. kita memanfaatkan margin sesuai dengan perhitungan manajemen risk. sebelum menggunakan margin kita perhitungkan dulu berapa target dan risk maksimal yang bisa kita terima. lalu kita atur agar di setiap posisi kita bisa meminimalisir resiko namun di saat yang sama juga memaksimalkan potensi keuntungan. analisis teknikal dan fundamental mendasari pilihan kita apakah akan entry atau tidak, pilih buy atau sell, dan pada level mana kita close posisi.
Syarif Rochim
@ad, yg namanya analisis d forex y semuanya blm tentu bener, tapi kn bisa meminimalkan risiko, jd melakukan sesuatu sdh ada persiapan yg matang.
Paul Adiputra
Info yg bgs, trader bisa meamnfaatkan analisis teknikal dan fundamental untuk menganalisa pergerakan harga di waktu sebelumnya dan saat ini untuk memperkirakan harga yang terbentuk di waktu berikutnya. kalau kedua analisis digabungkan pasti hasilnya lebih mantap.
Ilham
ane lebih nyaman pake teknikal sich, berita fundamental enggak setiap saat rilisnya, cuman pas lg ada data tertentu aja yg ngefek ke volatilits. kalo pke teknikal kan analisanya bs setiap saat, soalnya tinggal liat dr harga yg sblmnya aja
Paul Adiputra
@Ilham: anggapan teknikalis kebanyakan seperti itu, padahal melihat harga sebelumnya aja tdk cukup kalau sewaktu-waktu ada berita yang high impact banget, kalau sudah capek2 analisa terus ternyata dari fundamental tdk sesuai sasaran harga juga pasti akan sulit diprediksi jadi lebih baik belajar cara menggabungkan kedua analisis daripada condong ke salah satunya aja. apalagi kedua teknik ini tdk bertentangan dan malah saling melengkapi.
Agus
saya lebih condong ke teknikal.. lihat di time frame daily.... kalau turun ya pasang sell aja...kl hrga naik ya di lipat2 aja..per 50 poin naiknya..
Steven
Klo digabungkan bisa membuat kita lebih spekulatif..
Royiz Amd
benar juga. sy sih lebih setuju dg penggunaan kedua2nya, tapi porsinya juga dibedakan. jadi tdk 50/50, tapi mungkin 80/20 atau 70/30, dg porsi yg lebih besar tentunya untuk tipe analisa yg lebih sy percaya dn sukai. misalny sy lebih mengarah ke teknikal, maka analisa sy 80% teknikal 20% fundamental. dipakainy sesuai dg situasi. krn dikatakan saat rilis high news akan sulit memprediksi hrg scr teknikal, maka sy akan rutin menyimak waktu2 tersebut dn menyusun rencana utk menghindar trading d waktu2 tersebut.
Egi Sartiko
dr teknikal & fundamental g ada yg spekulatif, kecuali kl kt emg sngj mnyimpng dr hsl analisax. yg spekulatif tu analisa sentimen psr. krn kt cmn prediksi gmn sentimen psr skrg ini, apakah support utk buy ato sell. pdhl sentimen psr kn lbh k sentimen umum yg kbnykn lg trbntuk d psr. jd darax g ada yg bs fixed ato psti. sdngkn d teknikal smuax udh trgmbr d chart, pake indicator pun udh ada angka2 dn grafikx. fundamental kn jg ada angka2 yg dirilis, jd mngmbl tndkn dr analisa tknikal & fndmntl krg bs dbilang spekulatif, bgtpn kl ke2x dgbungkn tdk lnts membuat analisa jd spekulatif, mnrt ane mlh lbh bgs krn posisi bs lbh terkonfirm. dua2x kn data2 yg psti
Aripin Triana
@egi: ada yng bilang sentimen pasar juga bisa diliat dari price action. jadi klo misal kita bisa analisis sentimen dari situ tentu bisa ngurangi unsur spekulatif kan? di 1 sisi emang bener si sentimen pasar data-datanya bisa dari mana aja. gabungan dari pandangan trader berdasarkan teknikal, fundamental, ato bahkan sekedar ekspektasi-ekspektasi aja. tapi dengan melihat price action bisa membantu banget melihat sentimen pasar yang sudah, sedang, atau akan berlaku.
coba aja deh belajar cara analisanya pasti ngerti maksudnya
Joseph
Contohnya anehh.. kok punya modal $1000 invest 1 lot... Mending naik 61 pipss, kalo sebalinyaa? turun 61 pip.. istilahnya 40 persen perusahaan anda udah collapse.. masa begitu bisniss? ini mah gambling namanyaa.. Entry lotnya kbnyakan..
Naimun
modal $1000 bukane uda banyak gan? ane bingung $1000 itu modal asli dari kita apa udah dikasih leverage sih? kalo udah ada tambahan leverage sih emang bahaya, tapi kalo kita udah bisa trading pake deposit segitu mestinya ya bisa2 aja pake lot standar. emang menurut pandangan agan modal $1000 bagusnya trading maksimal pake lot berapa?
Shinobi Tader
$1000 sebetulnya masih kecil, tidak bisa digunakan untuk "Trading for Living" yang sering dikatakan orang. Jika trader indonesia bisa 50% perbulan profit rutin berturut-turut, sudah buka aja kantor di wallstreet mencari investor pasti banyak yang minat invest. Bahkan George Soros saja tidak sampai sebanyak itu dapetnya.
Hari S.e.
Trader pemula sebaiknya jangan hanya mengejar profit semata. Profit bukanlah segalanya. Disini yang penting ilmu tradingnya. Kalau udah punya pengalaman, pengen dapat uang berapapun dr trading, pasti kesampaian. Sudah banyak teman2 trader yg stop di tengah jalan krn loss mulu. Baru main, tapi sudah berani ambil leverage tinggi sama dengan harakiri namanya. Pelan2 dipahami tentang sistem trading apa yg pas. Jangan main2 dgn uang, banyak trader siap dapat untung, tapi gak siap saat mengalami loss. Soalnya yang sudah loss gak bakal bisa balik lagi.
Talita Vania
Terima kasih atas petuahnya om Hari
Arta Wiguna
Aku deposit 20 usd dan leverage 1:100 aku pasang buy di harga 1.1442 margin call ku 20 % ...kalau menang berapa keuntungan ku..danY.kalau kalah berapa kekalahanku..mohon penjelasanya ?
Seputarforex
Kalau soal menghitung profit dan loss, tidak ada hubunganya dengan leverage dan margin call pak. Hal itu berhubungan langsung dengan jumlah lot yang digunakan serta berapa pips harga bergerak sesuai atau berlawanan dengan posisi. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa di baca pada artikel berikut.