OctaFx

iklan

Membuat Goal Dalam Forex

114756

Setiap kegiatan tentunya memiliki goal atau tujuan. Begitu juga dalam trading.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Dalam setiap kegiatan sebaiknya kita membuat sebuah goal yang jelas, terukur, dan rasional sebagai acuan keberhasilan kita dalam mengembangkan sebuah bisnis. Kita semua bisa membuat goal itu menjadi beberapa tingkatan. Seperti goal harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.

Setting Goal

Hal ini diperlukan untuk mempermudah kita mengevaluasi sistem yang telah kita buat dalam melakukan kegiatan usaha, termasuk juga trading Forex. Dengan adanya goal kita bisa mencari kelemahan dalam sistem kita, kemudian nantinya akan ada update pada sistem dasar yang telah kita bangun sebelumnya.

Sehubungan dengan bisnis Forex, buatlah strategi sistem dengan pencapaian goal yang sesuai dengan kemampuan kita. Buatlah goal yang rasional agar kita bisa nyaman dalam melakukan trading. Karena memaksakan sebuah kehendak tidak akan membuat kita nyaman, malah membuat kita semakin berat dan terpuruk.

Contohnya membuat target dalam bentuk persen (%) yang rasional. Misalkan dalam satu bulan target saya adalah 10% dari margin. Jangan pernah membuat target yang tidak rasional seperti 100% dalam sebulan. Hal ini akan membuat berat diri kita sendiri. Untuk apa kita membebani diri dengan sesuatu yang kita sendiri tidak mampu memikulnya. Mungkin kita akan mampu melakukannya, bila perhitungan margin-nya masih kecil. Tetapi beda jika margin sudah bernilai besar, karena besar dan kecil pada margin itu akan memberikan efek terhadap psikologi kita dalam menanggung sebuah resiko.

Sesuaikanlah semuanya dengan rasional dan kemampuan mental kita dalam menghadapi sebuah resiko. Agar psikologi kita tetap terjaga di saat melakukan trading. Coba tanyakan dulu kepada diri sendiri, apa yang dicari dalam Forex? Apa yang ingin dihasilkan dalam Forex ? Dan untuk apa kegiatan Forex ini dilakukan?

Kalau memang memiliki tujuan yang jelas, maka hal itu akan menjadi sebuah rem kuat untuk kita agar tidak terjebak dengan keinginan untuk terus-menerus melakukan trading setiap saat. Semoga ulasan singkat ini bisa bermanfaat.

Eris mengenal trading forex sejak tahun 2012, kemudian mulai menulis untuk Seputarforex pada tahun 2013. Memiliki ketertarikan pada psikologi trading, karena topik ini sering dikesampingkan trader, padahal sangan menentukan kesuksesan dalam forex.


Choco19
kalo tujuan tradingnya buat belajar investasi sih masuk akal kalo target profit nya ditingkatin dikit2. tapi kalo tujuannya buat beli rumah ya ndak heran targetnya sampe 100% dari nilai margin. yang kayak gitu biasanya pemikiran trader yang pengen cepet kaya lewat forex trading. padahal buat usaha sampingan aja kadang2 masih suka bikin rugi.
Blues
walaupun tujuannya buat beli rumah tapi kalo harapannya masih realistis bisa juga kok caranya dengan membangun sedikit demi sedikit. yang membedakan ini bukan apa tujuan akhirnya, tapi bagaimana cara pikir trader mendapat tujuan akhir itu. meskipun dengan tujuan sederhana, tapi kalo cara pikirnya sembrono, trading bisa asal-asalan maka sama aja itu ga bisa disebut realistis. yang namanya realistis trading itu sadar akan resiko, tau bahwa tanpa rencana dn disiplin resiko trading bakal tdk terkontrol
Arifinamin
yg namax usaha pst lah ada peluang rugix, mslhx kl tujuan usaha tu bkn trgtx g rasional jd bikin strategi bisnix amburadul, sama aja lah kyk di forex, yg sglx jg msti di perhitungin bener2. bedax kalo di forex dapet untung/rugix lbh cepet. jd bwt yg g siap mental masi sering bingung cr ngatasinx
Putra Rhj
Ane trader baru minta saran nih untuk nentuin persentase yg tepat buat target profitnya...
Arifinamin
@putra. kl nentuin trgt jgn diliat dr profitx tp resikox. lbh aman pake itungan mm paling umum. resiko maks 5% dr ekuitas udh cukup bwt mbatasin trdng. kl udh diitung persen resiko ke nilai pips bs dmanage lg bwt pngmbln lvel sl sm tp, stlh ditentuin risk reward rasiox, yg plg umum sih 1:2 atau slbhx.
Hari Santoso
Jangan lupa bahwa mengetahui besaran resiko dalam nilai mata uang juga penting agar trader tahu berapa jumlah loss yang ditanggung kalau seandainya stop loss benar-benar kena. Ini karena jumlah yang akan diperoleh juga bergantung pada ukuran trading, bukan hanya besaran pips. Selain itu, menetapkan rasio untuk risk juga harus bisa mengurangi beban emosi dalam trading, karena target yang terlalu besar bisa terlalu membebani psikologi trading yang nantinya akan berdampak buruk pada hasilnya.
Jamil Fx
Saat msh pemula sy udah puas dlm sebulan udah bisa disiplin sm sistem trading. Target nggak terpacu sma berapa persen dr profit. Pertama udah bisa disiplin, kedua bisa profit lebih banyak dari loss, ketiga tingkat profit itu bisa konsisten, baru sehabisnya bisa mulai netapin target profit yang lebih besar dr tingkat profit sebelumnya.
Rudi Wicaksono
betul yng penting ada kontrol resiko yng dimanage. bukan cuma fokus ke target 10% dari margin per bulan tapi juga maksimal berapa persen resiko lossnya entar. kalo g ada kontrol resiko percuma aja ada goal 10% per bulan kalo ternyata loss nya entar lebih besar dari itu tetep aja g bakal menguntungkan. begini bisa ditentukan dulu misal pake rasio laba rugi 1:2 berarti target profit 10% target lossnya 5%
Hari Santoso
Saya setuju dengan @Jamil. Penting juga untuk menentukan goal secara bertahap, sesuai dengan kesiapan mental dalam mengakomodasinya. Selain agar lebih mudah terealisasi ini juga bisa meminimalisir resiko, serta dampak negatif psikologi lanjutan dari tidak tercapainya goal kita.

Dalam forex yang pasarnya bergerak sangat aktif terutama hal ini sangat diperlukan, agar tidak mudah terpancing untuk melakukan overtrading, baik karena sedang terpengaruh winning streak atau karena ingin balas dendam menutup kerugian serta mengejar target profit secara tidak realistis.
Bang Zizi
Iya tuh, masak belum2 dah netapin target 100%? Kl gak kuat mental bisa kena shock tuh, palagi kl lossnya ntar juga sama besar, sekali kena langsung habis kebabat MC. Wow. Kepingin dapet target yg sesuai mending diliat dulu sanggup toleransi rugi berapa banyak. Besar modal berapa. Sama berapa ketahanan marginnya. Ndak selamanya target profit yg aman tu nilainya rendah. Bisa juga dibanyakkan asal sudah realistis sama toleransi besar modal plus ukuran marginnya.