Alasan Kenapa Trader Profesional Bisa Profit

Mengapa trader bisa profit, tapi ada juga yang rugi? Sejumlah kebiasaan trader forex profesional ini perlu untuk dipelajari agar Anda bisa profit konsisten.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader forex mengira bahwa untuk memperoleh profit yang konsisten dalam trading adalah hal yang sulit  untuk dicapai hanya dengan bersusah payah dan lebih merupakan suatu kebetulan.

Berjuang dengan susah payah bisa berarti berusaha terus menerus menemukan metode dan strategi yang pas dengan trial and error, atau mencoba beberapa paket software trading dan robot. Walau begitu, banyak diantara mereka yang gagal menghasilkan profit yang konsisten. Sebaliknya para trader profesional yang seakan trading dengan santai dan tanpa beban justru menghasilkan profit dengan konsisten. Apakah ada yang salah?

 

mengapa trader bisa profit

 

Sebenarnya banyak trader yang telah mengetahui bagaimana menghasilkan profit yang konsisten, tetapi mereka tidak menerapkan pengetahuan tersebut dengan proporsional dan tepat. Misalnya soal fokus target. Motivasi trader profesional terfokus pada perolehan hasil dalam jangka panjang, sementara trader pada umumnya termotivasi untuk memperoleh hasil secepat-cepatnya dalam jangka pendek. Mungkin karena alasan ini, para trader profesional seolah tampak santai dan tanpa beban.

Selain fokus pada hasil jangka panjang sebagai alasan utama, ada baiknya kita mengetahui beberapa alasan yang membuat trader profesional bisa memperoleh profit dengan konsisten.


1. Trader profesional tidak menghabiskan banyak waktu untuk analisa pasar.

Mungkin Anda mengira diri sendiri kurang banyak meluangkan waktu guna mendalami berita-berita ekonomi yang mempengaruhi pasar hingga selalu lambat mengantisipasi arah pergerakan harga? Karenanya, disadari atau tidak, banyak diantara kita yang telah meluangkan waktu lebih banyak dari para trader profesional untuk menghimpun data dari berbagai sumber berita.

Trader profesional juga melakukan itu, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Yang penting bagi mereka adalah menemukan sinyal untuk trading. Menemukan sinyal itu mencakup layak atau tidaknya untuk membuka sebuah posisi, menutup posisi, atau menambah posisi baru pada kondisi pasar pada saat itu.


2. Trader profesional selalu trading berdasarkan apa yang mereka lihat, bukan pada apa yang mereka kira akan terjadi.

Dengan kata lain, trader profesional bertransaksi dengan obyektif, bukan berbasis rumor.

Banyak trader yang tergoda untuk memperkirakan apa yang bakal terjadi di pasar setelah membaca dan menganalisa perkembangan sebuah berita ekonomi. Hal ini sering membuat trader merasa sangat optimis dan melakukan pelanggaran pada strategi manajemen resiko dengan misalnya melipatgandakan ukuran lot trading, atau menambah posisi baru hingga over-trading.

Sebaliknya, trader profesional mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah tahu dengan pasti kemana arah gerak pasar, sejelas apapun petunjuk dari berita ekonomi. Dalam hal ini tentu mereka belajar dari pengalaman. Oleh sebab itu, mereka sangat patuh pada manajemen resiko yang telah ditentukannya sendiri. Semua berita selalu dikombinasikan dengan sinyal trading yang layak. Mereka tidak memaksakan diri atau memasang target untuk "harus masuk pasar". Trader profesional tahu dengan pasti apa yang mereka inginkan dari pasar, dan hanya akan trading jika pasar telah memberinya peluang.


3. Trader profesional tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal.

Banyak trader forex yang sebenarnya menyadari bahwa dengan banyaknya indikator pada chart trading akan membuat bingung dan cenderung over analyzing, tetapi tetap saja mereka melakukannya.

Menurut penuturan seorang trader profesional, pertama kali yang mereka lihat dalam chart trading adalah membaca pergerakan harga seperti apa adanya, dengan hanya menandai level-level support dan resistance. Kebanyakan dari mereka mampu membaca pergerakan harga secara "telanjang" (naked price), atau trading tanpa indikator. Ini tak berarti bahwa mereka mengabaikan indikator teknikal sama sekali, melainkan hanya menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dengan proporsional.

Biasanya, indikator yang sering digunakan adalah moving average sebagai level support dinamis atau resistance dinamis. Mereka tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal untuk mendapatkan "holy grail" yang selalu benar dalam sistem tradingnya. Mereka tahu bahwa sebagian besar indikator teknikal terbentuk setelah terjadinya pergerakan harga (bersifat lagging). Holy grail mereka adalah pada risk/reward ratio.


4. Trader profesional tidak bergantung pada software trading dan robot.

Walaupun di pasaran banyak penawaran software trading dan robot forex yang namanya kadang cukup bombastis, sangat jarang trader profesional yang menggunakannya. Mereka lebih percaya pada pikiran dan analisanya sendiri.

Software trading, seperti halnya juga software lainnya, berisi dengan program-program yang mengerjakan perintah yang sama secara berulang-ulang. Padahal, pergerakan pasar sangat dinamis dan kecil kemungkinannya keadaan yang sama terulang berkali-kali. Pada suatu keadaan tertentu bisa saja program tersebut bekerja sesuai harapan, tetapi tidak menjamin akan selalu bekerja dengan baik pada pergerakan pasar yang cenderung acak (random) dan sarat dengan pengaruh emosional para pelakunya.

Bagi trader profesional, untuk memprediksi pergerakan harga pasar yang dinamis dan cenderung acak, maka nalar yang obyektif adalah sarana trading terbaik.


5. Trader profesional tidak terlalu fokus pada faktor fundamental.

Faktor fundamental sudah barang tentu tidak bisa diabaikan, bahkan bisa dikatakan sebagai penggerak utama pasar. Trader profesional menggunakan analisa fundamental sebagai konfirmasi dari apa yang dilihatnya dalam chart saat trading. Namun, mereka tahu bahwa pengaruh faktor fundamental pada pergerakan harga tidak selalu pasti.

Banyak faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi pasar. Rilis data GDP yang meningkat misalnya, tidak begitu saja membuat mata uang suatu negara langsung menguat. Masih banyak faktor lain yang mempengaruhi, termasuk emosi para pelaku pasar.


6. Trader profesional lebih percaya pada dirinya sendiri, bukan pada para pakar.

Ada trader yang membuka posisi trading karena mendengar atau membaca komentar seorang pakar dari media mengenai sesuatu yang dianggap penting. Selang beberapa waktu kemudian, pakar yang lain memberi opini yang berlawanan dengan berbagai alasan. Trader tersebut menjadi khawatir dengan posisinya, cabut atau terus?

Trader profesional selalu membuat keputusan tradingnya sendiri dan hampir tidak terpengaruh oleh komentar para analis atau pakar. Mereka percaya pada cara analisanya sendiri, sesuai dengan strategi trading yang telah dibuat, karena hanya mereka sendirilah yang tahu persis keadaan account dan sistem portofolio dalam tradingnya.


7. Trader profesional selalu realistis.

Anda tidak akan pernah menjadi trader profesional jika tidak realistis dalam trading. Realistis dalam trading maksudnya menerapkan manajemen resiko yang proporsional pada balance account Anda. Jika modal Anda $10,000, apakah Anda akan mempertaruhkan seluruhnya (100%) hanya dalam sekali trade? atau mengambil resiko 30% per trade? atau 5%? Tentu yang tahu Anda sendiri. Jika dana tersebut bukan dana yang menganggur (disposable income), maka Anda tentu akan sangat berhati-hati dalam menentukan resiko.

Trader profesional biasanya juga menggunakan sistem portofolio berdasarkan diversifikasi instrumen trading pada jenis pasar yang berbeda. Khusus di pasar forex, diversifikasi bisa dilakukan dengan tidak hanya trading pada satu pasangan mata uang saja untuk mengurangi kemungkinan resiko. Diversifikasi adalah salah satu cara yang realistis dalam trading.


8. Trader profesional bekerja menurut rencana trading dan disiplin.

Anda mesti mempunyai rencana trading yang jelas dan dilakukan dengan disiplin agar mencapai hasil yang maksimum dalam trading. Rencana trading juga akan mengurangi pengaruh emosi ketika trading.

Selain itu, Anda juga mesti membuat jurnal trading sebagai umpan balik (feedback) guna mengevaluasi semua hasil trading. Tanpa evaluasi, Anda tidak tahu tingkat kemajuan yang telah dicapai. Trader profesional telah lama melakukan langkah-langkah tersebut, sehingga mereka bisa bekerja dengan target jelas dan perencanaan matang.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar materi ini, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab berikut.


Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Eka Aprilianto
Yap, memang itu kuncinya. Menerapkan pengetahuan dengan proporsional dan tepat. Sekedar tau saja jelas tdk cukup. Dibutuhkan juga skill untuk mempraktekannya di situasi nyata. Menurut sya ini tdk bisa dipelajari lewat teori saja, tetapi juga harus dibuktikan lewat pengalaman.

Disini sya rasa perlu juga sharing dengan mentor yang sudah berpengalaman, supaya kalau menemui kesulitan di tengah jalan trader bisa lebih mudah mendapatkan masukan tentang letak kesalahan dan solusi yang lebih baik digunakan.

Atau bisa dengan secara berkala mencatat semua record trading yang telah dibuat, supaya bisa dievaluasi sendiri dan diperbaiki sumber kesalahannya...
Eq Fadli
kok bisa ya trader pro itu santai tanpa beban? klo ane trading jangka panjang meskipun ngga se setress trading jangka pendek tapi tetep aja bakal ngga bisa santai soalny kalo trading jangka panjang jelas volume tradingny lebih besar kan? dan ane pasti bakal tertekan ngecekin chart terus takut2 klo posisi ane minus.

ini rasany perlu analisa yg lebih baik krn kayakny trader pro sdh punya pemahaman extra soal market jd mereka tenang2 aja ngadepin naik turunny harga meskipun volume mereka jg ngga bisa dibilang kecil, ngga kaya trader2 pemula yg bakal excited liat naik turunny harga dalam jangka waktu yg pendek...
Martin S
@ Eq Fadli:
Kalau menurut gaya trading para profesional seharusnya tidak ngecekin chart terus-terusan, takut minus dsb. Sekali Anda entry dan pasang stop loss dan target profit, maka Anda tinggalkan, set and forget.

Anda bisa mencari peluang yang lain. Untuk bisa begitu memang diperlukan konsistensi dan pengalaman. Dari penuturan para trader profesional, yang paling penting adalah money management dan pengendalian emosi.
Om Surip
@eq fadli: itu smw kn bs disesuaiin sm mnjmn trdngx msng2. mskpn trdr ritel dgn modal kecil2an bs jg kok trdng jngk pnjng. yg pntng ukuran lotx diatur spy g terlalu brt dimargin.

kdg ini jg bkn soal kemampuan analisa aja gan, tp jg kecocokan sm gy trdng agan. emng sih bnyk yg sebut klo pemula itu kbnykn trdngx jngk pendek aja, sdngkn yg udah bagusan trdngx uda jngk pnjng, tp ini bkn skdr level trdr aja, tp lbh ke penyesuaian ke cr trdng msng2 trdr yg plg cocok. ada jg kok yg mskpn dah experienced tp msh suka pendek2 trdngny.
Martin S
@ Om Surip:
Ada juga trader profesional yang spesialis scalping, seperti Paul Rotter..
Tri Maryono
cara pikir trader yang sudah profesional memang berbeda dari yang selama ini dilakukan kebanyakan trader.
rasio laba rugi dijadikan sebagai holy grail dalam tradingdan pembacaan indikator teknikal bukan jadi barang utama, melainkan pembacaan chart secara apa adanya

sementara trader pada umumnya masih sering berkutat dengan indikator mana yang terbaik
yah ini sebenarnya tdk terlalu mengejutkan juga

karena setiap orang pasti suka dengan segala sesuatu yang bisa memberikan kejelasan secara grafissemakin jelas gambarannya, semakin menarik minat pula penggunaannya

sama seperti perbandingan indikator teknikal dengan sekedar analisa price action atau chart pattern
Martin S
@ Tri Maryono:
Ada sebagian analis yang mengkategorikan price action dan juga chart pattern sebagai alat analisa sentimen, bukan analisa teknikal karena tidak ada hitung-hitungannya.

Sedang indikator yang dihitung berdasarkan matematik memang dikategorikan dalam alat analisa teknikal. Analisa dengan price action dan pola chart serta analisa dengan indikator biasanya memang dikombinasikan untuk memperoleh gambaran trend pergerakan harga yang lengkap.
Idrus Mz
wadaw klo ndak terlalu percaya sma indi teknikal ataupun faktor fundamental, trus percayanya sama apa dong master?? apa mereka ndak analisa secara teknikal & fundamental krn udah percaya diri sama sentimen mereka sndiri?

ato mereka sebetulnya tetep memperhatikan teknikal & fundamental tapi cuma ndak fokus disalah satunya aja?

gw agak bingung sama cara analisanya mrk klo kyk gini, mana yg mesti dilakukan, klo mrk percaya sm sinyal, drmana mrk dapet sinyalnya klo ndak dari teknikal & fundamental?
Martin S
@ Idrus Mz:
Faktor fundamental, teknikal dan sentimen pasar memang selalu menjadi alat analisa, tetapi detailnya sy juga tidak tahu. Sepertinya mereka sudah paham arah pergerakan harga pasar pada kondisi tertentu. Menurut sy itu karena pengalaman mereka yang sudah cukup lama.
Dom
Adakah forum khusus yang mengulas Naked Trading? Ataukah itu ilmu hitam khusus untuk trader dikalangan tertentu? Bagaimanakah cara trader pemula seperti ane bisa dapet ilmu tersebut? Para guru..mohon bantuannya donk..
Martin S
@ Dom:
Naked Trading itu sebenarnya dimaksudkan untuk analisa dengan price action, tetapi dalam kenyataannya tidak benar-benar ‘Naked’, minimal mesti ada level support dan atau resistance sebagai acuan. Forum mengenai price action ada banyak, Anda bisa juga melihat di kumpulan artikel-artikel kami disini.
Reni
saya kog masih bingung ya pak martin. diatas ada penjelasan tentang trader yang tidak bergantung pada fundamental dan teknikal. jadi gimana dia bisa ambil keputusan ya pak? apakah pak martin bisa bagikan contoh kasusnya? terimakasih sebelumnya..
Martin S
@ Reni:
Bukan tidak bergantung, tetapi tidak terlalu bergantung / tidak terlalu fokus, seperti pada kalimat diatas:
3. Trader profesional tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal
5. Trader profesional tidak terlalu fokus pada faktor fundamental.

Jadi mereka tetap menggunakan analisa teknikal dan fundamental, tetapi tidak over analizing. Selain kedua jenis analisa tsb biasanya para trader pro juga menggunakan analisa sentimen.
Untuk contoh kasusnya tentu seperti topik bahasan yaitu para trader profesional pada umumnya..
Reni
Analisa sentimen? Gimana itu pak? kog saya baru denger ya? Bisakah dipakai untuk gaya daytrader?
Agus Bastian
kalau sepengetahuan saya sih analisa sentimen itu adalah analisa perbandingan kekuatan seller dan buyer serta sentimen masing-masing pihak untuk masuk pasar. Kalau masih bingung coba baca artikel ini deh