Memaksimumkan Performance Trading (3)

116943

Jangan berhenti pada profit yang kecil, kejarlah profit yang besar. Untuk itu, Anda harus tahu bagaimana memaksimumkan profit Anda.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Prinsip 3: Menerapkan Money Management Yang Baik

Bagaimana kalau Anda telah berhasil membalikkan kondisi kerugian Anda menjadi profit? Jangan berhenti pada profit yang kecil, kejar profit yang besar. Di sinilah Anda harus tahu bagaimana memaximumkan profit Anda. Ada lima hal yang harus diperhatikan agar Anda bisa memperbaiki performance trading forex Anda.

 

Memaksimumkan Performance Trading

 

Pada bagian yang ke 1 dan 2, kita sudah membahas: "Investasi di Pasar yang Sedang Tren". Dan "Menyusun Exit Strategy".

Sekarang mari kita membahas hal yang ketiga yaitu: Jangan pernah membuka posisi dengan besar melebihi 1% dana yang dimiliki

Misalnya anda memulai trading dengan membuka account sebesar $25,000. Berdasarkan aturan yang kita buat diatas, Anda tidak boleh mengambil resiko lebih dari 1% dari $25,000 atau $250 pada setiap posisi. Dengan asumsi 1 lot adalah $100, maka apabila Anda ingin keluar posisi apabila harga berbalik arah sebesar 20 pips (=$20), maka Anda hanya bisa mengambil posisi sebanyak 12 lot. Resiko total kita untuk posisi ini adalah $250 dan resiko per lot adalah $20, jadi kita membagi $250 dengan $20 untuk mendapatkan 12 lot. Angka sesungguhnya adalah 12,5 namun anda harus membulatkan kebawah ke jumlah terdekat karena membeli 0.5 lot adalah tidak mungkin.

Mari kita lihat pada contoh yang kedua. Dengan asumsi 1 lot adalah $100, maka apabila Anda ingin keluar posisi apabila harga berbalik arah sebesar 40 pips (=$40), maka Anda hanya bisa mengambil posisi sebanyak 6 lot. Resiko total kita untuk posisi ini adalah $250 dan resiko per lot adalah $40, jadi kita membagi $250 dengan $40 untuk mendapatkan 6 lot. Angka sesungguhnya adalah 6,25 namun anda harus membulatkan kebawah ke jumlah terdekat karena membeli 0.25 lot adalah tidak mungkin.

Di dalam contoh kita yang pertama, resiko kita per lot adalah $20 dan kita bisa membeli 12 lot. Di dalam contoh kedua, resiko kita per lot adalah $40, jadi kita hanya bisa membeli 6 lot. Di dalam setiap contoh, namun, kita telah membatasi eksposure kita ke pasar dengan jumlah yang kecil yang sama. Jika kita salah dengan analisa dan perkiraan kita, kita hanya akan mengalami kerugian 1% dari portfolio atau $250 per posisi.

Money Management

Cara-cara diatas merupakan bagian dari ilmu Money Management. Money Management adalah seni mengatur keuangan Anda di dalam trading sehingga Anda dapat bertahan di dalam trading Anda, terhindar dari kerugian yang besar dan memaksimumkan potensi keuntungan Anda. Money Management merupakan bagian yang terpenting di dalam keberhasilan trading Anda. Stanley Kroll, seorang Trader Berjangka yang terkenal pernah berkata : “ Lebih baik memiliki sistem trading yang biasa saja namun disertai dengan money management yang baik, daripada memiliki sebuah sistem yang luar biasa namun dengan money management yang buruk”

Jika Anda beresiko lebih dari 1% dari ekuitas per posisi, Anda mengambil resiko yang terlalu tinggi. Sebaiknya cari aman untuk bertahan di pasar sehingga bisa belajar dan memperbaiki diri. Untuk itu Anda harus membatasi diri dengan tidak pernah mempertaruhkan lebih dari 1% dana per posisi.

 

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Soebekti
Ane penasaran sama cara dapetin hitung2annya itu bagimana. Darimana 1 lot nilainya $100 terus kenapa tiap pips bisa punya nilai $1. Apakah ini juga berlaku ditrading yg sebenernya ataukah ini sebagai contoh aja disini? Kalau cuman sebagai contoh nanti bagimana ane kalo mau tau hitungan trading ane? Apa bisa tanya ke broker?
Rahman Setianto
kalau nilai transaksi 1 lot itu sudah berdasarkan peraturan. kalau nilai per pips itu ada persamaannya. sebetulnya 1 pips $1 itu khusus buat eurusd lot mini aja. beda pair dan lot beda nilai lagi.

kalo sebagai trader sih sbetulnya g perlu memusingkan asal muasal persamaan itu. yg penting tau berapa nilai seharusnya...
Ilham Mariono
Betul bgt. Bwt apa punya strategi bgs2 klo trnyata mmnya kacau. Sebagus apapun strateginya, sesering apapun menang klo jmlh profit sm lossnya g bisa diaturin sesuai sm kemampuan modalnya, juga ga akan bawa profit yg maksimal. Mlh yg ada lama kelamaan bs rugi. Ini dah terbukti dr prhtngn winning ratio yg ga menentukan jmlh profit slm penggunaan rasio laba ruginya bgs. Bhkn winning ratio dbwh 50%pun trnyt msh bs utk profitable. Ini bukti kl jmlh menang atau kalah ga msh klh penting dr pengaturan mm itu sndr.
Nur Azam
masa sih gan?
lo persentase menangx aja dibawah 50 persen mana bisa masi dapet profit yg lebih banyak?
bukanx yg paling penting itu jaga supaya rata2 menang kita bisa tetep lebih besar dari lossx. supaya bisa tetep dapet profit yg lebih banyak dari lossx.
lo menang dibawah 50 persen masi bisa profit berarti kita ndak apa dong banyak kalahx?
Ilham Mariono
Makanya itu pentingnya rasio laba rugi disini. Asal setiap trade rasionya bisa lebih dari satu pasti hasilnya masih bisa profitable walaupun winning rationya ttp rendah. Kuncinya kembali lg ada di mm.

Klo g percaya, silakan buka hal ini. Disitu ada cnth nyata dr keuntungan penerapan rasio laba rugi yg tepat otu spt apa. Bs dicek sndr kllo dlm tradng g hrs bnr, ato dlm kata lain strategi bukanlah segala-segalanya.

Jd drpd berkutat cari strategi yg plg profitable mending perbaikin mmnya aja biar bisa tetep hasilkan profit yg lbh bnyk walopun winning rationya rendah.
Zaenal Mahmud
saya setuju dengan @ilham mariono. pada kenyataannya manajemen resiko dan keuangan bisa dianggap sebagai holy grail yang sebenarnya dalam trading. jadi contoh artikel yang diberikan di atas bisa dijadikan referensi tambahan untuk membuktikan bahwa mempertajam strategi saja tidak cukup, tapi juga perlu memperbaiki money management yang dikelola agar penghasilannya tetap maksimal.