Apa Itu Hanging Man

121730

Hanging man bisa ditemukan setelah pada akhir tren bullish, dan biasanya menandakan puncak dalam uptrend yang akan disusul oleh jatuhnya harga.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Bisa mendeteksi adanya pembalikan trend pasti diinginkan oleh setiap orang yang bertrading Forex. Artikel ini akan membahas pola pembalikan trend memakai Hanging Man. Seperti apakah pola candlestick ini? Dan bagaimana cara kerjanya di market? Semua jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat Anda temukan pada artikel ini.

Pola Hanging Man

 

Pengertian Pola Candlestick Hanging Man

Pola candlestick hanging man dibentuk oleh satu candle dengan 'body' yang kecil, warnanya bisa hitam ataupun putih, merah ataupun biru. Poin terpenting adalah, candle hanging man memiliki 'ekor' lower shadow yang panjang, dan upper shadow yang kecil atau malah tidak ada upper shadow sama sekali.

Hanging man bisa ditemukan setelah pada akhir tren bullish, dan biasanya menandakan 'puncak' dalam uptrend yang akan disusul oleh jatuhnya harga. Seller mulai mendapatkan 'energi' untuk mendorong harga jatuh. Meski setelahnya harga bisa rebound sebelum penutupan candle, tetapi pola hanging man ini harus ditanggapi sebagai peringatan serius. Uptrend mulai melemah, dan para buyer bisa jadi sudah tidak memiliki cukup kekuatan untuk mempertahankan harga di level tinggi pada hari berikutnya.

 

Perlu Konfirmasi Dulu

Namun demikian, faktor-faktor lain perlu diperhitungkan juga sebelum Anda membuat keputusan untuk melakukan sell setelah melihat pola candlestick hanging man. Perlu diketahui bahwa pola hanging man tidak begitu bisa diandalkan, dan selalu membutuhkan konfirmasi.

Konfirmasi seperti apa yang diperlukan?

Untuk memastikan bahwa downturn akan terjadi sesuai sinyal hanging man, kita bisa mendeteksi dari beberapa hal berikut:

  • ada candlestick hitam besar di hari trading berikutnya,
  • ada gap besar ke arah bawah,
  • harga penutupan yang agak lebih rendah.

Jika salah satu diantara ketiganya terjadi, maka reversal harga dari uptrend menjadi downtrend mungkin sekali akan terjadi, dan Anda harus bertindak cepat untuk memaksimalkan profit yang akan didapat.

Penting untuk diperhatikan juga bahwa bentuk candle pada pola candlestick hanging man ini mungkin mirip dengan pola candlestick hammer, tetapi ada perbedaan mencolok diantara keduanya. Hanging man muncul di akhir uptrend sebagai sinyal reversal harga akan bearish, sedangkan Hammer muncul di akhir downtrend sebagai aba-aba harga akan berbalik bullish.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


arrow up arrow down
Rini Si Rini
supaya isa make indikasi tren jangka panjang dg candle ya pindah time frame ja
Eri_maulana
@rini: apa bisa segampang itu? bukanx sebagai trader musti ambil tindakan yg perlu untuk antisipasi sinyal trading palsu? emang jangka waktu trader bisa dibedakan dari timeframex, tapi menurut ane tetep butuh bantuan dari indikator lain biar analisax lebih menyakinkan. khususx buat trading jangka panjang yang posisix bakal terfloating lama, analisax musti benar2 yahut biar gag cepat kena mc.
Hari Santoso
Setelah terbiasa dengan mengamati pola hanging man, trader akan semakin bisa mengandalkan pola ini untuk menentukan posisi order, meski tanpa konfirmasi indikator lain sekalipun. Yah meskipun disarankan untuk tidak melakukannya di awal-awal trading, tapi lama kelamaan trader akan paham dengan karakteristik pola ini, apalagi jika dibarengi dengan analisa dari data fundamental.

Fatir Rachman
to hari: asik tu gan, paporit ane tu gabung2in tknkl ama pundamental, klo ud ada hngng mn ama brita yg ndukung psti lncr jaya ambil posisi tnp indi laen sekalipun....

Hari Santoso
Memadukan pola candlestick dengan analisa fundamental tanpa indkator lain mungkin terkesan menarik dan sederhana untuk dilakukan. Tapi disini karena tidak ingin memberi kesan yang salah, sebaiknya trader baru masih mempertimbangkan penggunaan indikator lain juga, karena penting untuk memahami fungsi dan karakter indikator teknis sebelum memutuskan untuk tidak menggunakannya.

Dengan kata lain trader harus bisa memutuskan sendiri apakah masih mengandalkan indikator lain atau tidak, dan jika masih menggunakan indikator jenis mana yang sesuai untuk dipakai.
Geomancer
goblog banget ni artikel, tulisannya doang banyak esensinya nol besar
Sf
Konten artikel sudah kami perbaiki, terima kasih atas kritikan yang membangun.
Yusi Kurniawan
urun saran boleh ya? supaya nggak bikin bingung baiknya jenis candle jangan dibedakan dari warna tapi apakah itu candle bull atau bear. karena variasi pewarnaan candle kan beda-beda, ada yg meah-biru, putih-hitam, merah-hijau, dst. jadi seperti di poin pertama konfirmasi, mungkin bakal lbih gampang dipahami klo yg muncul adalh candle bear besar.

trus mungkin bs ditambahkan jg ada ket. timeframe, krn sepertinya di tulisan ini dasarnya pake timeframe harian ya? jadi menunggu candle atau pembukaan berikutnya sampai di hari esok. ini mungkin bakal lebih jelas kalo disertai ket bahwa aturan ini berlaku di timeframe d1.

tentunya kalo untuk timeframe lebih kecil misalkan h1, tdk perlu menunggu sampai besok kan untuk muncul candle berikutnya?

terima kasih itu saja
Andreas Kopi
ane malah kepikiran ini pola rada mirip sama bullish pin bar. karna ekornya sama2 panjang, lebih panjang dari body-nya. kalo hammer kan yg panjang di atas bukan di bawah jadi ada kesamaannya mungkin sama bearish pin bar. ini pemahaman ane aja sih, soalnya cara bedainnya antara hanging man sm pin bar mungkin dr besar body, kalo pin bar lbh kecil begitu aja. hbis dua2nya sm2 candlestick pembalikan sih jadi ada kemiripan
Fxtokcer
dipikir2 nih baca pola-pola macem ginian modelnya macem baca wangsit judi togel aja wkwkwkwk, gwa lebih suka pake indikator ah lebih reliable
Ardi
pola candle juga termasuk indikator gan, ato paling tidak, membawa "informasi yg dipertanggungjawabkan".
coba baca :
-Naked Trading = Trading Nekad?
-Pemahaman Naked Trading
Bos Heru
Kalau trading cuman perhatiin pola semacam ini sama dengan nekat trading, wkwkwkwk
Rizal Sf
Bahkan Naked Trading pun ada ilmunya mas Heru. Anda bisa belajar mengenai naked trading melalui artikel berikut: Cara Belajar Naked Trading.
Wardoyo W.
Sering nemu pola kayak gini, tapi yang terjadi bukan reversal, malah trend continue.
Rizal Sf
Anda tidak boleh hanya mengacu pada satu candle saja, anda juga harus mengidentifikasi candle yang lainnya untuk menemukan titik entry yang tepat. Untuk pemahaman selengkapnya mengenai jenis-jenis candlestick, bisa Anda baca melalui artikel berikut ini.
Ferry Hakiki
Makanya pakai indikator momentum atau indikator trend gan. Klw pakai Price Action melihat pola candle saja, bisa gawat.
Lulu
Hanging man dan shooting star bedanya apa ya?
Seputarforex
Untuk lebih jelasnya mengenai pola Candlestick, bisa Anda baca di artikel kami Jenis-Jenis Pola Candlestick berikut ini.
Seputarforex
Beda gan, Shoting Star shadownya di atas, kalau Hanging Man shadownya di bawah. Untuk lebih jelasnya mengenai pola Candlestick, bisa Anda baca di artikel kami Jenis-Jenis Pola Candlestick berikut ini.
Urek_mazino
Permisi admin, mau nanya. Maksud dari poin ke-3 bagian konfirmasi "harga penutupan yang agak lebih rendah" itu apa yaa? Bisa tolong lebih dijelaskan lagi, soalnya masih belum paham dibagian itu.   Terima kasih.
Herman
Mungkin yang dimaksud Body-nya yang lebih kecil bentuknya mas. Karena menurut keterangan di atas harga ditutup lebih rendah. Jadi kemungkinan kalau ditutup rendah, body nya pun terbentuk kecil.