Advertisement

Penggunaan Indikator Moving Averages (1)

  By: Martin   View: 25782    Moving Average  

Salah satu indikator teknikal yang sederhana paling populer adalah moving average. Seperti diketahui analisa teknikal adalah sebuah metode untuk mengevaluasi pergerakan harga guna memperoleh prediksi arah pergerakan harga selanjutnya. Evaluasi dilakukan dengan cara menganalisa pola pergerakan harga pada chart (chart pattern) atau secara perhitungan matematika, atau kombinasi keduanya.

Bagi trader forex yang sering menggunakan analisa teknikal, memahami sifat-sifat indikator teknikal sangat diperlukan guna menghindari salah applikasi, misalnya menerapkan indikator untuk pergerakan harga trending ke kondisi pasar yang sideways (ranging) atau sebaliknya, sehingga banyak menimbulkan noise atau kesalahan.

Moving Average (MA) adalah salah satu indikator teknikal untuk pergerakan harga yang sedang trending. Arah gerak garis MA menunjukkan arah trend yang sedang terjadi. Garis MA yang bergerak keatas menunjukkan keadaan uptrend dan yang bergerak kebawah menunjukkan keadaan downtrend. Moving Average adalah nilai rata-rata pergerakan harga pada suatu periode waktu tertentu. Tidak ada ketentuan baku untuk menentukan periode waktu MA, namun untuk jangka menengah biasanya digunakan pergerakan rata-rata dalam 21 hari atau MA-21 daily, sedang untuk jangka panjang umumnya MA-200 daily.

Pada dasarnya moving average ada 3 macam, yaitu:

  • Simple moving average (SMA)
  • Exponential moving average (EMA)
  • Weighted moving average (WMA)


Simple Moving Average (SMA)

SMA mengukur harga rata-rata dalam suatu periode waktu secara sederhana. Misalnya SMA dalam 5 hari, atau SMA-5 daily, berarti harga total selama 5 hari dibagi dengan periode waktu (5). Bergantung dari kebutuhan analisa, harga yang diukur bisa harga pembukaan (opening price), harga penutupan (closing price), harga tertinggi (H), harga terendah (L) atau harga median (H+L) / 2. Untuk analisa praktis, biasanya digunakan harga penutupan.

Berikut contoh untuk menghitung SMA harga penutupan pada periode 5 hari (SMA-5 daily):

Penggunaan Indikator Moving Averages

Untuk mengetahui nilai SMA-5 daily (harga penutupan) pasangan CAD/JPY pada 7 Januari 2011 kita bisa menentukan dengan menjumlahkan harga penutupan harian mulai dari tanggal 3 Januari hingga 7 Januari kemudian dibagi 5, yaitu: (82.22+82.14+83.58+83.58+83.69) / 5 = 83.04.

Sedang nilai SMA untuk hari berikutnya (Senin, 10 Januari), kita jumlahkan harga penutupan mulai tanggal 4, 5, 6, 7 dan 10 Januari kemudian dibagi 5, dan seterusnya untuk hari berikutnya. Demikian juga untuk menghitung SMA pada periode waktu yang berbeda.

Untuk memperhalus fluktuasi harga dan mempermudah dalam melakukan evaluasi, kita bisa memperbesar periode pengukuran SMA seperti pada contoh berikut.

Penggunaan Indikator Moving Averages

Tampak dari gambar di atas bahwa makin kecil periode pengukuran akan makin sensitif tetapi agak sulit untuk membaca trend secara keseluruhan, garis sma terlalu dekat dengan pergerakan harga (candlestick). Pada umumnya untuk SMA daily periode yang sering digunakan adalah 21, 55, 100 dan 200. Lebih besar dari 200 tidak dianjurkan karena kurang sensitif. SMA-200 daily cukup populer digunakan untuk mengetahui garis besar trend yang sedang terjadi.

Penggunaan Indikator Moving Averages (2)

Penggunaan Indikator Moving Averages (3)







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 8