OctaFx

iklan

Cara Menggunakan Indikator RSI

122997

Kebanyakan trader hanya menggunakan indikator RSI sebagai pemantau kondisi jenuh pada pasar. Simak berbagai fungsi lain RSI pada artikel berikut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Para pengagum RSI selalu membayangkan betapa mudahnya memakai indikator tersebut. Betapa tidak, RSI selalu dikaitkan tentang pola harga jenuh dan gambaran harga yang bisa dilihat sebagai batas Low atau High pada saat tren berlangsung. Namun benarkah menggunakan indikator RSI bisa begitu mudah?

Relative Strength Index (RSI) pertama kali diperkenalkan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978 dalam bukunya yang berjudul "New Concepts in Technical Trading Systems". Indikator RSI kemudian dikenal sebagai sebuah indikator Oscillator dengan level dari 0 hingga 100.

 

menggunakan-indikator-rsi

 

 

Periode Indikator RSI yang dijadikan standar oleh Wilder adalah 14. Namun periode tersebut dapat diganti menjadi lebih kecil maupun besar, sesuai dengan tingkat kebutuhan masing-masing trader. Kebanyakan trader hanya menggunakan RSI seperti layaknya indikator Oscillator lainnya: hanya untuk melihat sinyal Overbought maupun Oversold. Namun ternyata, Indikator RSI bisa digunakan untuk lebih dari sekedar itu. Nah, sebelum masuk ke uraian lebih lanjut tentang berbagai cara menggunakan indikator RSI, mari belajar cara menghitungnya terlebih dahulu.

 

Menghitung Nilai RSI

Dalam menghitung nilai indikator RSI, terdapat beberapa komponen yang harus dihitung terlebih dahulu. Komponen tersebut adalah RS, Rata-rata peningkatan, dan Rata-rata penurunan. Jika menggunakan periode standar dari Wilder, maka rumus menghitungnya adalah:

  • RS = Rata-rata peningkatan/ rata-rata penurunan
  • Rata-rata peningkatan = (rata-rata peningkatan sebelumnya x 13) + peningkatan terakhir) / 14
  • Rata-rata penurunan = (rata-rata penurunan sebelumnya x 13) + penurunan terakhir) / 14

Rata-rata peningkatan atau penurunan adalah perbedaan hasil penutupan harga pada market. Sebagai contoh, misalkan harga 1 jam lalu ditutup pada level 2, sedangkan harga saat ini berada pada level 5, maka terdapat kenaikan sebesar 3 poin. Kenaikan inilah yang akan dihitung selama 14 candle di tiap time frame-nya. Selanjutnya, nilai RS akan digunakan untuk menghitung nilai indikator RSI. Berikut rumus yang digunakan:

RSI = 100 – (100/(1+RS))

Untuk lebih jelasnya, mari simak contoh perhitungan berikut, yang diambil langsung dari harga pasar EUR/USD.

 

contoh-perhitungan-rsiKlik untuk membersar gambar

 

 

Menggunakan Indikator RSI Untuk Menentukan Level Jenuh Pasar

Seperti halnya minyak, harga suatu aset juga memiliki titik jenuh, baik karena sudah terlalu lama naik (Overbought) maupun turun (Oversold). Dalam menentukan level titik jenuh ini, biasanya ditetapkan sebuah level tertentu dari indikator yang dapat mewakili kejenuhannya.

Kejenuhan pasar ini juga dapat diukur dengan menggunakan indikator RSI. Umumnya, level 70 dan 30 digunakan sebagai batasan, yang berarti jika nilai indikator RSI berada di atas 70, maka harga telah Overbought. Sedangkan jika nilai indikator RSI berada di bawah 30, maka harga telah Oversold. Beberapa orang juga sering menggunakan level 80 dan 20 sebagai standar, jadi acuan ini tidaklah bersifat baku.

 

overbought-oversold-rsi

 

 

Pada contoh di atas telah digambarkan kedua keadaan secara umum, yaitu Overbought pada nilai indikator RSI di atas 70, dan Oversold saat nilai indikator RSI di bawah 30. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua Overbought dan Oversold akan berujung pada pembalikan panjang seperti yang dicontohkan ini. Lebih sering, harga akan terus melanjutkan perjalanannya naik maupun turun karena tren masih kuat berlangsung. Agar tidak terjebak sinyal palsu, disarankan untuk menggabungkan RSI dengan indikator teknikal lain.

Para trader sering menggunakan indikator RSI sebagai bantuan dalam pengambilan keputusan trading. Salah satu contoh yang sering digunakan adalah gabungan Bollinger Bands dan RSI. Bahkan ada beberapa trader yang tak segan-segan hanya menggunakan RSI sebagai indikator utamanya. Mari simak chart di bawah ini sebagai contoh.

 

 

Menggunakan RSI Untuk Menentukan Tren

Selain melihat tingkat kejenuhan pasar, trader juga sering menggunakan indikator RSI untuk melihat kapan tren akan berubah. Awal perubahan ini bisa dideteksi dengan melihat penembusan-penembusan pada level tertentu di pasar.

 

moving-average -sebagai-tren

(Baca juga: Menggunakan Moving Average Sebagai Filter Tren Forex)

 

Dalam melihat atau menentukan tren, trader biasanya menggunakan Moving Average maupun Channel. Namun, tidak hanya kedua indikator teknikal tersebut yang dapat dijadikan acuan. RSI punya caranya sendiri dalam menentukan tren. Dalam menentukan tren melalui RSI, dibutuhkan level 50 sebagai pembatas. Jika sinyal RSI berada di atas 50 maka tren sedang naik, sedangkan jika di bawah 50 maka tren sedang turun.

 

(Draft Revisi) Cara Menggunakan

 

 

Selain untuk menentukan tren, level 50 ini juga bisa menjadi tanda awal perubahan tren. Hal ini bisa ditandai dengan penembusan level 50. Crossing ini juga biasa dikenal dengan The Centerline Crossover, atau penembusan garis tengah dengan sinyal RSI.

 

 

Indikator RSI Sebagai Pembaca Divergence

Sama seperti indikator Stochastics dan MACD, RSI juga dapat digunakan untuk membaca divergence yang sedang terjadi di pasar. Menurut Wilder, sinyal divergence bisa menjadi titik reversal dalam sebuah tren. Hal ini dimungkinkan terjadi karena harga sudah tidak memiliki kekuatan lagi dalam melanjutkan perjalanannya.

Sebuah sinyal bullish divergence terjadi saat harga pada chart terlihat membentuk lower low, tapi sinyal RSI-nya justru membentuk higher low. Sedangkan untuk sinyal bearish divergence terjadi saat harga pada chart terlihat membentuk higher high, tetapi sinyal RSI-nya justru membentuk lower high. Untuk lebih jelasnya simak contoh berikut ini:

 

divergensi-rsi

(Baca juga: Divergensi Indikator Teknikal)

 

 

Cara Menggunakan Indikator RSI Dengan Support Resistance

Selain beberapa cara di atas, RSI juga dapat digunakan layaknya trading dengan naked chart. Jadi, trading hanya menggunakan indikator RSI serta garis Support Resistance saja. Garis-garis Resistance dapat dibentuk dengan beberapa titik hasil dari percobaan gagal harga untuk. Untuk garis support, dapat dibentuk dengan beberapa titik hasil dari percobaan gagal harga untuk turun.

rsi-supp-res

 

 

Setelah garis Support dan Resistance terbentuk, yang perlu diperhatikan adalah saat harga mendekat ke level tersebut sekali lagi. Perlu diamati dengan seksama, apakah harga akan melakukan break out pada level tersebut atau akan terjadi rejection. Break out berarti harga akan meneruskan perjalanannya, sedangkan rejection berarti harga akan berbalik arah.

 

 

Special Case: Failure Swing

Cara penggunaan ini digolongkan spesial oleh Wilder karena meski tingkat kemunculannya jarang, tapi akurasinya sangat tinggi. Failure Swing adalah suatu kondisi yang hampir sama dengan divergence, yaitu ketidakmampuan harga dalam meneruskan perjalanan trennya. Hanya saja dalam kondisi ini, Wilder mewajibkan untuk memperhatikan nilai RSI saja.

Failure Swing Bullish terjadi dengan syarat berikut:

  1. RSI bergerak ke arah bawah 30 sehingga terjadi Oversold.
  2. Harga bergerak cepat membalas, hingga RSI terpantul ke atas dari level di bawah 30.
  3. RSI akan mencoba kembali untuk menembus level 30, tetapi gagal.
  4. RSI akan bergerak ke atas menembus level tertinggi nomor 2.

 

Failure Swing Bearish terjadi dengan kondisi sebagai berikut:

  1. RSI bergerak hingga di atas level 70 sehingga terjadi Overbought.
  2. Harga bergerak cepat membalas, hingga RSI terpantul turun dari level 70.
  3. RSI akan mencoba kembali untuk menembus level 70, tetapi gagal.
  4. RSI akan bergerak ke bawah menembus level terendah nomor 2.

 

Perhatikan contoh Failure Swing Bearish berikut:

 

Failure Swing Bearish

 

 

Trading Dengan RSI Layaknya Trader Pro

Jika Anda adalah seorang yang tidak suka membaca terlalu panjang, jangan takut, kami telah sediakan video edukasi trading dengan RSI Like a Pro berikut:

 

 

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut soal RSI, selain kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab indikator berikut.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.

Rohmad
terima kasih atas artikelnya dan sangat cocok untuk treder pemula
Astri Lestari
Bukannya kalau di atas poin 50harusnya dlm posisi buy ,dn apabila posisi di bawah 50 posisi sell?? Mohon pencerahan nya master ,,,tanks
Hari Santoso
Perlu dilihat dulu bahwa peran RSI di sini adalah sebagai indikator yang mengindikasikan momentum, bukan sebagai indikator tren. Jika pada cara pembacaan indikator tren maka memang sewajarnya apabila menunjukkan penurunan order yang direkomendasikan adalah sell begitu pula sebaliknya. Namun di RSI ini karena pergerakan menurun menunjukkan momentum (kekuatan tren) yang mulai melemah, maka artinya downtrend harga sudah sampai di level jenuh (oversold) dan harga akan berbalik naik. Hal ini membuat trader menempatkan order buy ketika harga turun melewati level 50 dan mendekat ke level 25, karena untuk mengantisipasi pembalikan yang akan terjadi.
Yakutyasinta
Thank you so much 😙
Yakutyasinta
Thank you so much 😙
Suwandi Ex
Bos bisa tolong bantu jelaskan kenapa kita udah bisa op sewaktu harga baru lewat poin 50? Yg sering ane baca biasanya baru op kalo RSI udah sampe level 30 (over sold) ato 70 (over bought), bahkan biar lebih yakin tunggu sampe ada break dari level itu dulu baru op. RSI kan banyak false signal jadi kalo op lebih awal gitu apa cukup menjanjikan n bisa diandalkan? Ane kok ragu ini bisa cukup oke jadi sinyal entry yg mantab.....
Hari Santoso
Cara yang dicontohkan di sini hanyalah salah satu rekomendasi penggunaan RSI. Sementara cara yang anda sebutkan memang juga bisa digunakan. Untuk mengetahui cara mana yang lebih efektif bisa diterapkan dulu melalui pengujian trading di akun demo. Ini karena tidak ada cara yang secara resmi lebih efektif dari cara satunya, setiap trader punya persepsi dan cara penerapan yang berbeda-beda. Ada yang lebih profitable jika menggunakan acuan level 50 itu, namun ada pula yang lebih suka entry setelah sinyal RSI benar-benar terkonfirmasi. Selain dua metode ini masih ada pula beberapa macam penggunaan RSI, yang mengkombinasikan indikator ini dengan beberapa indikator atau metode analisa teknikal lain, seperti kombinasi RSI dengan MA, dengan price action, dan masih banyak lagi. Saya sarankan untuk membaca banyak artikel tentang RSI agar bisa mendapatkan banyak pencerahan tentang indikator yang satu ini.
Suwandi Ex
O begitu bos? Jd itu tergantung tradernya sendiri2 ya? Bukan mslh mana yg lbh bagus gt? Klo ane lihatnya kok kurang yakin ya op sewaktu RSI masih belom bener2 sampe di poin over sold/over bought?Bisa aja kan ternyata setelah lewat dari 50 itu sinyalnya balik lagi ternyata cuman false signal aja?

Klo divergensi itu gimana bos? Kok gag jelas cuman dari gambar aja? Itu salah 1 cara menggunakan RSI jugakan? Trus gimana caranya mau op darisitu?
Hari Santoso
Memang setiap cara memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Seperti pada cara ini, mungkin seperti kata Anda memiliki peluang fake yang lebih besar, tapi jika bisa diaplikasikan dengan benar bisa membantu menangkap peluang pembalikan lebih dini, sehingga potensi keuntungannya juga bisa makin besar. Mengenai teori divergensi hal ini bisa disimak penjelasannya di sini. Pada dasarnya divergensi menggambarkan pola pergerakan yang tidak sama antara RSI dengan harga. Sinyal seperti ini memang bisa digunakan untuk analisa, namun sebaiknya dilengkapi juga dengan sinyal konfirmator lain sebelum entry.