acy

Mengenal Penggunaan Indikator RSI

  By: Martin   View: 10309    Indikator  

RSI atau Relative Strength Index adalah salah satu indikator teknikal yang populer dan banyak digunakan dalam trading di semua jenis pasar. Indikator ini dibuat oleh Welles Wilder pada tahun 1978 untuk memperhalus tampilan indikator Momentum dan membuat batas range yang tetap, agar tampilannya konsisten. RSI termasuk dalam kategori indikator Oscillator, yaitu indikator teknikal yang dapat menunjukkan level overbought dan oversold.

 

Rumus Indikator RSI

Indikator RSI mengukur perbandigan rata-rata kenaikan harga terhadap rata-rata penurunan harga. Secara matematis, RSI bisa dirumuskan sebagai berikut:

RSI = 100 - (100/(1+U/D))

Keterangan: 

  • U adalah jumlah rata-rata perubahan harga yang positif.
  • D adalah jumlah rata-rata perubahan harga yang negatif.

Namun, penggunaan indikator RSI pada platform trading forex tak lagi perlu menghitung sendiri rumus matematika ini. Platform trading pada umumnya, termasuk Metatrader, sudah menyediakan RSI secara terintegrasi. Kita cukup memilih dari daftar indikator yang tersedia di platform, kemudian memasukkan parameter yang diinginkan, memilih time frame, lalu langsung menggunakannya.

Range pengukuran RSI adalah 0-100. Cara membacanya:

  • Suatu harga dengan nilai RSI di atas 70, berarti overbought dan merupakan sinyal untuk sell,
  • Suatu harga di bawah 30 berarti oversold dan merupakan sinyal untuk buy.

Nilai overbought/oversold tidak mesti 70/30, tetapi bisa juga 80/20, tergantung pada karakteristik pasangan mata uang yang diukur. Ini bisa dilakukan dengan pengamatan dan trial and error, namun pada umumnya 70-30.

Indikator RSI

 

Parameter Pada Indikator RSI

Periode waktu yang dianjurkan dalam penggunaan indikator RSI adalah 14-daily, 9-daily atau 25-daily (untuk chart Daily). Semakin kecil periode waktu pengukuran, maka akan semakin sensitif, sehingga menyulitkan pengamatan; sedangkan jika periode waktu semakin besar, maka akan semakin kurang akurat.

Pada dasarnya, RSI dibuat untuk diterapkan pada time frame Daily, walau dalam prakteknya sering juga digunakan pada time frame Weekly atau yang lebih rendah dari Daily (4-hour, 1-hour, 30 menit dan lainnya).

 

Penggunaan Indikator RSI

Untuk menelaah lebih lanjut mengenai penggunaan indikator RSI, berikut contoh praktis indikator RSI yang telah dipasang pada USD/JPY di chart Daily:

Penggunaan Indikator

 

Dalam chart tersebut, kita dapat melihat tiga kegunaan indikator RSI:

 

  • Indikator RSI menunjukkan kondisi overbought dan oversold.

Dengan melihat indikator RSI, trader bisa melakukan sell bila kondisi pasar overbought atau melakukan buy bila kondisi oversold. Cara ini cukup akurat bila kondisi pergerakan harga pasar sedang ranging atau sideways.  Namun, perlu diketahui: Bila kondisi pasar sedang trending dengan kuat, maka kondisi overbought dan oversold cenderung salah dan sangat tidak akurat.

Karena indikator RSI tidak cocok diterapkan pada kondisi pasar yang sedang trending, maka untuk menghindari sinyal-sinyal palsu (false signals), kita bisa mengkombinasikan RSI dengan indikator ADX yang menunjukkan arah dan kekuatan trend. Pada saat ADX berada di bawah level 20 yang berarti kondisi pasar tidak trending, kita lihat indikator RSI. Sebaliknya, jika pasar sedang trending (ADX di atas 20), kita perhatikan indikator ADX.

 

  • Indikator RSI menunjukkan level support dan resistance.

Kadang-kadang, indikator RSI menunjukkan level support atau resistance lebih jelas dibanding pergerakan harga. Dalam contoh di atas, perhatikan garis berwarna hijau muda. Kita bisa entry sell setelah garis support RSI ditembus dan kemudian menjadi resistance. Sedangkan entry buy dapat dilakukan setelah garis resistance tersebut kembali ditembus.


  • Indikator RSI menunjukkan divergensi.

Pada gambar USD/JPY pada chart Daily di atas terjadi divergensi bearish, dimana pergerakan harga menunjukkan level higher high, tetapi RSI justru menunjukkan lower high, dan pergerakan harga selanjutnya cenderung bearish. Perhatikan bagian pada gambar yang ditandai garis merah. Dalam hal ini, indikator RSI bisa menunjukkan divergensi regular maupun divergensi hidden.



Demikianlah ulasan pengantar mengenai penggunaan indikator RSI. Apabila Anda sudah memahaminya dan ingin tahu tips-tips trading menggunakan indikator RSI lainnya, simak juga artikel 3 Tips Trading Dengan Indikator RSI







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 9