Contoh Money Management (MM) Yang Baik

124903

Trading punya potensi profit tinggi, tapi kita juga harus mempertimbangkan kemungkinan rugi. Untuk menanggulanginya, simak contoh money management forex berikut ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Untuk bisa sukses dalam trading forex, tak hanya perlu strategi mantap, melainkan juga dibutuhkan Money Management (MM). Apa itu Money Management dan seperti apa contoh Money Management yang tepat? Di artikel ini kita akan mengkaji bagaimana trader memanfaatkan Money Management forex yang baik beserta contoh-contoh yang terjadi di dalamnya.


Money Management

 

Apa Itu Money Management?

Dalam konteks trading forex, Money Management adalah tata kelola dana dalam akun trading kita. Hal ini mencakup berapa besar lot di setiap posisi trading, berapa jarak antara harga entry (open position) dengan Stop Loss (SL) dan target profit kita, serta berapa jumlah maksimal posisi trading yang akan kita buka dalam satu waktu bersamaan.

Forex memang bisa memberikan keuntungan, namun tidak selamanya posisi kita akan profit. Bisa jadi kita akan mengalami loss satu atau dua kali sebelum profit lagi. Kemungkinan juga kita akan mengalami loss beruntun tanpa tahu kapan bisa profit kembali. Penggunaan Stop Loss (SL) yang besar memang bisa membatasi kerugian, tapi bagaimana kalo terjadi loss berturut-turut? Tentunya jumlah kerugian akan semakin menggunung. Untuk membalikkan keadaan itu sangat berat. Profit yang didapat berbulan-bulan akhirnya amblas dalam semalam. Psikologi kita pun semakin drop, yang akhirnya berdampak pada kualitas trading kita.

Maka dari itu, kita dapat mulai mencari cara menghadapi risiko loss dengan menerapkan money management yang tepat. Misalnya, kita bisa mencari sistem yang menghasilkan Rasio Risk vs Reward 1:1. Semakin besar perbandingannya, maka akan semakin baik. Biasanya trader lebih suka menggunakan Risk:Reward 1:3, di mana hanya butuh 33% win untuk Break Even (BEP).

 

Contoh Money Management Forex

Metode Money Management apapun pada dasarnya berakar pada pertanyaan mengenai berapa besar dana yang berani Anda risikokan. "Risiko" di sini bisa diartikan risiko loss yang ingin diambil per trading.

Pertama-tama, tentukan dulu jumlah loss maksimal yang sanggup Anda terima. Kita ambil contoh risiko 2% per trading. Jika terjadi loss 3 kali berturut-turut, maka akun hanya jeblok 6%. Apabila trading ke-4-nya menghasilkan profit, maka dengan RR 1:3 akan menghapus semua loss kita tadi.

Kasarnya, misalkan Anda memiliki dana sebesar USD1,000 dalam akun trading, dengan risiko 2% per trading, artinya setiap posisi trading harus mematok Stop Loss maksimal setara USD20 dan target profit setara USD60. Ini gambaran kasar saja, karena pada prakteknya Anda akan perlu pula mempertimbangkan margin dan leverage yang digunakan.

Intinya bukan profit yang paling diutamakan, tapi pengukuran resiko-lah yang perlu didahulukan. Profit akan mengikuti dengan sendirinya. Dengan menerapkan Risk:Reward 1:3 misalnya, kita bisa menyesuaikan level take profit yang 3x lebih besar dari ukuran jarak stop loss untuk setiap order.

Memang sih jika dihitung-hitung, penerapan RR kadang membatasi peluang profit. Namun, kunci dari kesuksesan trading forex adalah disiplin dan telaten dalam belajar serta menerapkan sistem trading yang sudah direncanakan.

Ada banyak cara cepat membuat uang dari $100 menjadi $50.000 dalam waktu beberapa bulan saja, tapi yang terjadi nanti adalah, psikologi kita tidak siap menerima kenyataan ketika mengalami drop. Artinya, dengan persentase kemenangan yang tinggi seperti itu, uang juga bisa amblas dalam waktu cepat atau lebih parah lagi, akun terkena Margin Call sehingga harus mengulang dari awal lagi.

Tentu kita tidak mau trading mulai dari awal terus bukan!? Jadi, terapkanlah contoh Money Management yang baik sebelum bertrading forex. Atau, jika hitung-hitungan Money Management dianggap rumit, Anda bisa mengambil jalan pintas dengan membatasi hanya membuka lot 0.01 saja setiap kali trading intraday dan tidak membuka lebih dari lima posisi trading dalam waktu bersamaan.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.


arrow up arrow down
Alvin
contoh money management yang baik dengan menggunakan rasio 1:3 dengan perhitungan maksimal untuk trading loss adalah 4x. lalu bagaimana kalau ternyata lossnya lebih dari itu? apa itu berarti rasio itu tidak sesuai dengan cara trading kita?
Vince Hidayat
Bukan rasionya yng tdak cocok. Tpi ada kemungkinan antara kita yg belum bsa menjalankan sistem dgn bnar dn konsisten / sistemnya yg perlu diperbaiki. Rasio laba dn rugi asalkan kalkulasinya sudah sesuai sma batas toleransi kita sndiri maka itu artinya sdah cocok. Kecuali jk msih dlam thap percobaan, semisal drasa msh ada ruang utk menaikkan trget profit, atau trnyata risk pertrade drasa trlalu bsar, mka bisa sja kemudian mngubah aturan rasionya. Yg jlas klau sdah dapat rasio tertentu dn sdah diuji coocok sesuai dgn toleransi, mka ketika ada bnyak loss yg perlu dievaluasi prtama kali adlh bgmana performa disiplin trding kita dn apakah sistem msih bkerja dgn baik.
Rifki Bangun
Klo lossnya nambah ya msti coba ningkatin strategi trading supaya ada trading yg profit lbh bnyk buat cover hasil ruginya, klo pake perhitungan rasio loss lbh kecil dr profit, trading jd ga terbebani sm hsl yg hrs profit, krna angka perolean profit pst bakal lbih bsr mskipun trading yg loss lbh bnyk
Novian.sardhi
Setuju sama pembentukan karakter profesional trader. Bukan hasil profit ato unsur-unsur teknis lain, tapi kalo karakter traderx kurang siap dengan sistem trading forex & kemungkinan2x, cara trading seampuh apapun pasti hasilx ga akan maksimal
Donni Ajaa
@novian: gimanna tuhh carannya mengubahh karakterr seseoranng? itu kann gg semudahh membalikk telapakk tangann. setiapp orgg pastii punyaa warnannya sendrii2, jadii ygg perluu ditingkatkann bukannya skill tradingnnya ajaa
Arta Pramudi
bagaimanapun gaya trading seseorang namun ada kualitas manajemen resiko yang sama diantara para trader sukses. umumnya mereka punya cara pikir yang realistis dan pemahaman terhadap pasar yang sama-sama baik meskipun dalam prakteknya, mungkin mereka akan mengambil arah metode yang berbeda sesuai dengan gaya mereka masing-masing. dalam hal gaya trading memang tidak ada yang benar dan salah, semua sesuai dengan karakter masing-masing. namun dalam hal penanganan resiko hampir semua trader sukses akan mengerti betapa pentingnya penerapan disiplin dan olah keuangan yang tepat.
Novian.sardhi
Bukan mengubah karakter juga sih, lebih ke cara memperbaikix aja, kan ada embel2 profesionalnya. bagaimanpun yang pro pasti juga lebih bagus kan? Proses belajarx pun bisa lebih simpel dari belajar cara trading, yang penting trader mau realistis & sadar kalo pasar selalu berubah, resiko loss selalu ada, dari situ trader bisa mulai belajar lebih pro kalo trading, ini juga bisa ningkatkan peluang profit disamping belajar macam2 strategi trading
Haira
banyak para senior bilang loss dlm forex itu wajar. bagaimana dengan mc? apa banyak mc juga wajar dlm forex?
Arta Pramudi
bisa jadi, terutama pada kasus trader pemula yang deposit modal dalam jumlah kecil dan menggunakan leverage terlalu tinggi. umumnya karena para pemula belum memiliki langkah antisipasi yang teruji dan lebih rentan terhadap kesalahan serta pengaruh emosi, maka kejadian mc bisa sering mereka alami.

namun demikian kisah rugi setiap trader tidak sama. mc adalah peristiwa yang lebih besar dari sekedar kalah di satu trade, bisa jadi ada trader yang dari awal sudah mengantisipasi resiko dan praktek menerapkan money management sehingga meskipun sering loss namun tidak sering mengalami mc.

tapi bisa juga ada trader yang baru belajar mengenai resiko setelah mengalami loss dan mc berkali-kali.
Dolfi 3454
Oh jd mm yg baik dgn mnrpkn prsentase sklgs rasio 1:3
Samiadji Aa.
bisa dijadiin sebagai contoh. tapi gag musti juga diturutin persis seperti gitu. itungan 2 % ratio 1 : 3 cuma contoh aja. yg jelas caranya diambil dulu mo ambil risk brp persen dr balance sbg loss max per trade. trus tetapin target profit berapa kali lebih tinggi dari loss itu. kalo bisa jelas musti lebih gede dari 1 : 1. begitupun kadang juga perlu diliat apa target profitnya udah realistis sama potensi harganya. kalo sengaja open di pasar ranging tapi netapin target profit terlalu tinggi ya jelas susah kena. jadi inipun bisa disesuaikan sama peluangnya. asal lebih dari 1 : 1 udah profitable tuh
Om Somed
mantab mm emang perlu diterapkan banged gak peduli analisa udah pinter punya tool paling canggih kl mm belom ketat sekali loss bisa bahayakan akun. sebagai trader juga mestinya pinter atur mm kl cuma fokus belajar supaya analisanya bener mending jadi analis aja. trader disini ada profit yg diutamakan bukan sekedar bener apa salah perkiraanya.
Feri Muhibudin
apa gak susah 1:3 bisa lebih banyak kesentuh SL tuh? terus SL biasanya berapa pips?
Priono
1:3 kan cuman contoh aja. mm bisa berapapun asal lebih dari 1:1 udah bagus. 1:1.5, 1:2 juga bisa, tergantung kemampuan n kesiapannya masing2.
Jumlah pips SL itu tergantung berapa persen kerugian yg bisa kita tanggung dari modal, misalnya 2% dengan modal $500 maka pips SL adalah 10 (dengan asumsi open position 1 lot)
Anonim
Setuju banget sama artikel nya, apa lagi dalam penggunaan SL saya baru saja kejadian terkena margin call akibat lupa pasang SL, tapi tidak masalah di jadiin pengalaman yg berharga buat saya pribadi
Tegar
rasio RiskReward 1:3 sangat susah menurut saya, votalitas forex yg begitu tinggi lebih sering menyentuh SL jika rasio seperti itu, namun bukannya tidak mungkin, dibutuhkan setup yg bagus pasang limit order pada supplay/demand & sup/res yang kuat, yg biasanya dilakukan oleh price action trader.