Management Resiko Dalam Trading Forex (2)

126760

Drawdown dan Losing Streak adalah dua bentuk kerugian yang perlu diminimalisir dan diantisipasi sebaik mungkin. Bagaimana mengelolanya dengan management resiko?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Artikel ini adalah lanjutan dari bagian (1) artikel dengan judul yang sama

 

2. Drawdown Dan Maximum Drawdown

Pada bagian sebelumnya, telah diulas bahwa penggunaan money management akan menghasilkan profit dalam jangka panjang. Untuk mengetahui efektivitas money management yang digunakan, kita perlu mengetahui persentase Drawdown Account trading kita. Misalnya, Balance Account kita pada suatu saat $100,000 dan kita trading tanpa menggunakan money management, sehingga setelah beberapa waktu kita mengalami kerugian $50,000. Berapa persentase penyusutan Account trading kita? Tentunya 50%. Inilah yang disebut dengan Drawdown.

Management Resiko Dalam Trading Forex
Singkat kata, Drawdown adalah penyusutan Balance dalam Account setelah serentetan trade yang kita lakukan. Jika kita ingin mengetahui Drawdown Acccount kita dalam suatu periode waktu tertentu, maka persentase kerugian maksimum yang terjadi disebut Drawdown maksimum. Dalam contoh gambar di atas, Drawdown maksimum adalah persentase penyusutan dari level puncak ke level lembah.

 

Rentetan Kerugian (Losing Streak)

Dalam trading forex yang serius, biasanya digunakan sistem trading andalan yang merupakan kombinasi dari metode dan strategi yang telah diuji. Sebuah sistem trading dengan persentase profit (winning trades) 70% memang sangat bagus, yang berarti dalam 100 kali trade akan menghasilkan profit 70 kali dan loss 30 kali. Tetapi, apakah ini berarti secara rata-rata akan menghasilkan 7 kali profit dalam 10 kali trade?  Belum tentu.

Bagaimana kita tahu 70 trade yang profitable di antara 100 trade yang kita lakukan? Bisa saja kita mengalami kerugian 30 kali berturut-turut terlebih dahulu sebelum 70 kali trade sisanya yang menghasilkan profit. Tetapi apakah kita masih bisa bertahan setelah mengalami rentetan kerugian (losing streak) 30 kali trade berturut-turut? Hal inilah yang menyebabkan money management sangat diperlukan dalam trading.

management resiko dalam trading forex

(Baca juga: Untuk Bisa Profit, Tidak Harus Benar)

Tidak peduli sebagus apapun sistem trading yang Anda gunakan, suatu saat Anda akan mengalami rentetan kerugian. Bahkan trader profesional yang trading for living tidak jarang mengalami hal ini, dan toh pada akhirnya mereka masih membukukan profit. Trader profesional selalu menggunakan money management karena tahu bahwa mereka tidak akan selalu profit pada setiap trade. Oleh sebab itu, mereka selalu mengambil resiko sekecil mungkin hingga bisa bertahan saat mengalami rentetan kerugian.

Drawdown adalah bagian dari trading. Kunci agar hasil trading profitable adalah mempunyai rencana trading yang telah teruji, dan bagian dari rencana trading paling penting adalah management resiko yang memungkinkan Anda bertahan dari rentetan kerugian. Secara keseluruhan, management resiko adalah bagian dari money management, dan jika Anda benar-benar menerapkan money management dengan disiplin, hasil akhir trading Anda akan profitable, seperti pemilik kasino yang selalu menang dalam jangka panjang.

Pada ilustrasi berikut, tampak jelas perbedaan hasil trading dengan persentase resiko yang berbeda; antara resiko 2% dari Balance Account dan 10%.

Management Resiko Dalam Trading Forex

Dengan Balance Account $20,000, tampak setelah 19 kali rentetan kerugian, Account total trader yang mengambil resiko 2% tersisa $13,903 atau mengalami kerugian sekitar 30% dari Balance awal. Sedangkan yang mengambil resiko 10% hanya tersisa $3,002 atau loss sebesar 85% dari Balance Account awal.

Bagaimanapun juga, kita harus selalu ingat bahwa tidak ada satupun strategi yang bisa selalu profit 100% dalam trading forex. Akan selalu ada faktor-faktor tak terduga yang membuat posisi trading merugi di luar rencana. Jika sudah berhadapan dengan kemungkinan semacam itu, tentu persiapan mengantisipasi risiko lebih patut diprioritaskan ketimbang mengejar profit besar dengan risiko yang tak kalah tinggi pula.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Janus
makasih atas penjelasannya. sya ingin tanya tentang beda metode dan strategi itu apa dan dimana letaknya?
juga apakah manajemen resiko yg merupakan bag dari money management tidak trmasuk dalam sistem trading?
sbelumnya trm ksh
Martin S
@ Janus:
Sistem trading terdiri dari metode entry, strategi dan money management. Metode entry biasanya didasarkan pada analisa sentimen dan teknikal dan bisa dilihat dari price action dan indikator. Strategi trading adalah bagaimana memaksimalkan profit dan meminimalisir resiko. Dalam hal ini biasanya digunakan risk/reward ratio yang lebih besar dari 1:1 dan juga penggunaan trailing stop untuk kondisi tertentu, atau pyramiding, averaging dan lainnya.
Bryan Chen
Bagaimana carax mengatur spy tiap trade cmn bisa rugi 2%? Sedangkan di forex kita tdk tau berapa bnyak kita akan rugi. Apa nanti kita hrs terus mengawasi posisi yg sedang berjalan dn close ketika ruginya sdh mencapai 2%?
Martin S
@ Bryan Chen:
Dengan mengatur ukuran lot (volume) yang disesuaikan dengan besarnya stop loss (resiko) dalam satuan uang, atau position sizing. Misal dari analisa besarnya stop loss = 50 pip dengan resiko 2% itu setara dengan USD 100, maka ukuran lot-nya adalah USD 100 / 50 pip, atau USD 2 per pip, atau kalau Anda trading EUR/USD dengan akun mini adalah 2 mini lot, atau volumenya 0.2 lot. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Belajar Memahami Money Management
Nur Satrio
@bryan. pake stop loss dong bro. diukur brp pips ntar lossnya bisa sampe 2% dari balance. kudu belajar ilmunya dulu sih. gmn cara convert nilai pips ke $, tp kalo udah bisa jg ntar kebiasaan. kalo mau close manual jg bisa sih, tapi apa g ribet kalo mesti mantau chart trading trus? pilihannya sih banyakan jatoh ke stop loss, cz emang bisa banget bantu trader buat close otomatis posisi trading. dn karna levelnya bisa diset sendiri jd bisa buat alat memperkirakan resiko.
Eka Hanafi R
Persentase profit dari suatu sistem trading apakah bisa diandalkan? Skenario sistem trading dengan persentase win 70% tentu ada melesetnya bukan? Entah karena faktor tradernya sendiri atau karena gejolak market yang unpredictable, tentu tidak selamanya dalam kasus contoh sistem trading diatas kita akan selalu bisa 70 kali menang dalam 100 trade. Ini sebagai contoh gambaran saja tentang pentingnya money management, karena dengan kondisi normal saja kita perlu menerapkannya, apalagi untuk menghadapi fakta bahwa dalam trading ini tidak ada yang bisa diperhitungkan secara pasti
Wilson Aww
setuju. penting u/ kt punya pemikiran bhw d trdng forex ini semuany dihitung dgn ilmu peluang
sebagus apapun sistem kt tdk ada yg mnjamin 100% bs profit atau bkln sama menghasilkan persntase profit yg dharapkn dr waktu ke waktu. jd bagusny kt sbg trader emg trus improve dan berusaha spy d tiap trade bs entry dgn probability profit yg bgs
sambil d lengkapi dgn mm tentuny
spy dlm jangka panjang akun bs lbh awet
Alnia
Ngeri banget yak. Sampe 19x kalah terus. Walopun bisa dibatasin, tapi ya ttp kerasa tuh, dari 20.000 usd jadi 13.000 usd aja. Saat udh loss 10x apa gag baiknya berhenti dulu tuh buat evaluasi? Kok sampe dibiarkan 19x kalah begitu, apa karena modalnya gede ya sampe 20.000 usd? Atau karena udah merasa aman punya risk 2 persen pertrade? Sebetulnya apa ada batas jumlah kekalahan yg beruntung untuk trader bisa berhenti dulu? Karena kalau sampai 19x kalah belum berhenti saya pikir kok kebanyakan ya?
Martin S
@ Alnia:
Biasanya setelah equity-nya berkurang hingga jumlah tertentu trader melakukan evaluasi pada sistem tradingnya, baik mengenai metode, strategi maupun money management-nya. Sampai sejauh mana Anda akan melakukan evaluasi bisa Anda tentukan sendiri, misal setelah balance berkurang hingga 30%, atau 50% dsb. Biasanya trader pemula akan berhenti dan melakukan evaluasi setelah loss antara 5 hingga 10 kali berturut-turut.