Advertisement

Penggunaan Trailing Stop Pada MetaTrader

  By: Parmadita   View: 21072    Metatrader  

Pernahkah Anda merasa kesal gara-gara profit sedikit lagi tergapai, tapi harga tiba-tiba balik arah hingga menyentuh stop loss? Keuntungan yang sebelumnya dinikmati mendadak terkikis dan order pun menjadi minus. Kejadian seperti itu memang sangat disesalkan, dan seringkali membuat trader jadi trauma untuk menahan posisi terlalu lama. Untuk mencegah terjadinya musibah seperti ini, Anda dapat menggunakan Trailing Stop.

Jika Anda bisa memaksimalkan manfaatnya, maka fitur Trailing Stop bisa menjadi andalan untuk mengantisipasi risiko pembalikan harga. Karena itu, artikel ini akan mengupas cara ideal menggunakan Trailing Stop dalam trading forex.

Penggunaan trailing stop

 

Apa Itu Trailing Stop?

Trailing Stop adalah perintah penutupan order dalam trading forex yang sifatnya bergerak (tidak statis). Berbeda dengan Stop Order biasa, Trailing Stop akan bergerak mengikuti pergerakan harga dengan jarak sebesar pip yang telah kita tentukan. 

 

Bagaimana Cara Memasang Trailing Stop?

Sebelum lanjut ke bagian utama, pertama-tama kita akan membahas cara memasang Trailing Stop di MetaTrader. Fitur ini bisa diaktifkan hanya pada order yang sedang berjalan. Jadi sebelumnya, silahkan buka order terlebih dulu. Pada order tersebut, klik kanan, lalu pilih "Trailing Stop". Anda bisa mengatur jarak trailing stop sesuai opsi yang tersedia.

Trailing stop

Anda juga bisa menuliskan sendiri berapa jarak trailing stop diinginkan dengan mengklik "Custom..", jika tak ada angka yang cocok. Misalnya 70 poin atau bahkan 100 poin.

Trailing stop custom

Namun dalam hal ini, perlu diperhatikan bahwa Anda tidak bisa mengatur trailing stop lebih rendah dari standard minimum broker. Katakanlah muncul angka 15 points pada tab "Custom", artinya Anda tak bisa mengatur trailing stop lebih rendah dari 15 pip.

Trailing stop minimal

 

Contoh Penggunaan Trailing Stop Untuk Trading

Misalkan Anda set trailing stop di angka 20 poin dan Anda order buy di harga 1.3000. Jika kemudian harga naik ke 1.3021, maka trailing akan terpicu dengan cara mengaktifkan Stop Loss (SL) secara otomatis di harga 1.3001. Dengan asumsi jarak trailing stop adalah 20 pips, yaitu dari 1.3021 ke 1.3001, kita masih mendapatkan 1 pips profit jikalau harga tiba-tiba turun dan SL tersentuh.

Apabila kemudian harga naik ke 1.3030, maka SL juga otomatis mengikuti kenaikan tersebut dan berada di 1.3010. Jadi bisa dikatakan, semakin banyak kenaikan harga, semakin besar pula keuntungan yang bisa dikunci oleh trailing stop.

Katakanlah setelah menyentuh 1.3030, harga turun tajam hingga melewati level entry 1.3000. Order Anda tetap aman karena akan ter-close secara otomatis oleh SL di level 1.3010. Bukannya rugi, Anda justru masih bisa mengamankan profit 10 pip.

 

Risiko Penggunaan Trailing Stop

Meski bisa memaksimalkan profit dan mencegah profit berbalik menjadi loss, trailing stop juga memiliki risiko penggunaan yang perlu dipertimbangkan baik-baik. Risiko muncul ketika harga tidak sedang bergerak dalam trend. Contoh mudahnya bisa diambil pada skenario di atas.

Umpamakan harga sudah naik ke 1.3025, tapi kemudian justru turun hingga menyentuh SL di 1.3001, jelas keuntungan sementara sebesar 25 pip akan terbuang dan Anda hanya akan menikmati profit 1 pip. Artinya, Anda tetap tidak bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

Menanggapi hal tersebut, perlu dipahami bahwa fungsi utama trailing stop adalah mengamankan, bukan memaksimalkan profit. Sekalipun SL terkena dan Anda gagal memperoleh keuntungan yang diharapkan, trailing stop sebenarnya sudah menjalankan fungsinya, karena ia sudah mengamankan sebagian profit dan mencegah order Anda mengalami loss.

Manfaat Trailing Stop

Kunci dalam penggunaan trailing stop dalam hal ini adalah momen yang tepat. Jika ada indikasi harga akan akan bergerak dalam trend kencang, maka gunakanlah trailing stop.

Namun, apabila tidak ada faktor pemicu yang bisa menggerakkan harga dalam suatu trend, sebaiknya pertimbangkan ulang sebelum menggunakan trailing stop. Dalam situasi seperti itu, menjalankan strategi sideways dan menempatkan target Stop Loss serta Take Profit sesuai support resistance akan lebih baik daripada menerapkan trailing stop.


Kesimpulan

Secara garis besar, trailing stop memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, trailing stop akan memberikan peluang profit besar ketika market bergerak searah dalam jangka waktu lama dan jumlah pips yang besar. Kekurangannya, trailing stop akan menghilangkan profit yang telah Anda peroleh sebelumnya ketika market berubah arah dan menyentuh trailing stop yang telah terpasang.

Jadi intinya, kondisi yang paling cocok untuk memasang trailing stop adalah pada saat market sedang tranding (bergerak kencang) di satu arah (tidak bolak balik). Biasanya hal ini terjadi ketika ada big news atau berita high impact. Anda bisa cek di kalender forex atau rutin mengikuti berita forex untuk memantau rilis news dan pengaruhnya bagi pergerakan harga.







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 9