Advertisement

iklan

Dasar Psikologi Dalam Trading Forex

Pakar psikologi sering kali melakukan penelitian terhadap pekerja profesional untuk mengetahui pengaruh antar kepribadian dan kesuksesan mereka. Bagaimana dengan trader?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sering kali pakar psikologi melakukan penelitian terhadap para pekerja profesional seperti pilot, polisi dan pemadam kebakaran untuk mengetahui kepribadian dan minat mereka yang akan sangat berpengaruh pada kinerja dalam pekerjaan yang telah mereka pilih. Saat ini institusi atau perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi profesi tersebut selalu melakukan test psikologi untuk mengetahui apakah pelamar memang cocok dengan pekerjaan tersebut. Kualitas kepribadian akan lebih menentukan dibandingkan dengan kriteria lainnya.

    Dasar Psikologi Dalam Trading                                        

Berikut adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh para pakar psikologi dari University of Minnesota mengenai karakteristik trader forex yang telah sukses. Diantara para pakar tersebut adalah trader forex juga.

1. Sifat keterbukaan
Para trader forex yang sukses selalu terbuka pada ide-ide baru. Mereka tidak menolak pada kemungkinan ide atau sistem lain jika memang bisa lebih efektif dan menguntungkan. Meski mereka telah memiliki dan menggunakan sistem dengan metode dan strategi trading yang profitable, namun tetap bersedia mencoba sistem yang berbeda jika memang tampak menjanjikan.

2. Sifat kehati-hatian
Trading forex memerlukan kerja keras, baik dalam mempelajari faktor-faktor teknis trading maupun implementasinya. Para trader yang sukses selalu serius mempelajari semua hal dengan mempersiapkan diri semaksimal mungkin baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Mereka tidak akan trading jika merasa kurang siap, dan hanya akan melakukan trade jika semua kriteria dalam sistem tradingnya telah memenuhi syarat. Sifat kehati-hatian ini juga tampak pada rencana trading jangka pendek dan jangka panjang yang selalu ditaati serta jurnal trading yang selalu diperbaharui.

3. Kepribadian yang extrovert
Pribadi seseorang bisa digolongkan dalam introvert dan extrovert. Introvert cenderung lebih memikirkan diri sendiri dan tidak ingin berbagi dengan orang lain. Meski trading forex adalah aktivitas yang sepenuhnya bisa dilakukan oleh seseorang tanpa perlu bantuan orang lain, namun para trader yang sukses merasa puas jika bisa berbagi dan bertukar pikiran dengan trader lain mengenai ide ataupun informasi yang didapatkan. Para trader sukses biasanya tidak ingin terisolasi dan selalu berusaha berhubungan dengan para trader lainnya.

4. Sifat ingin membantu sesama trader
Trader yang sukses selalu ingin berbagi pengetahuannya pada trader lain guna membantu mereka mencapai tujuan. Mereka cenderung memiliki rasa kebersamaan bahwa yang lebih sukses seharusnya membantu mereka yang masih berjuang. Banyak trader forex yang sukses menjadi mentor atau coach trading bagi mereka yang membutuhkan bimbingan.

Cara berpikir positif dengan orientasi sukses adalah sangat penting dalam semua bidang pekerjaan termasuk trading forex. Hal ini bukan berarti mereka yang tidak memiliki sifat-sifat seperti tersebut diatas tidak akan pernah sukses dalam trading forex, namun karakteristik trader sukses tersebut akan berkembang seiring dengan proses dalam trading.

 

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Ian Zulkarnain
walopun gitu tetep aja yang kebanyakan terjadi adalah sistem yang persentase profitnya beneran tinggi cenderung disembunyiin sama tradernya. ato waktu ngasiin rekomendasi sistem nggak semua komponen disebutin. memang apa ruginya sih kalo sistem yang winning itu dikopi sama trader lain? apa bisa mengurangi profit dari si trader? nggak kan? tapi kenapa kok nyatanya banyak yang merahasiakan hal ini? bahkan di kolom khusus sharing strategi pun notice ini selalu nggak lupa disebutin. ane jadi heran sendiri deh.
nah trus kalo yg berbayar gitu gimana? apa baru gini trader baru mau ngasih rekomendasi sistem dgn bener2 terbuka?
Martin S
@ Ian Zulkarnain:
Kalau mengenai sistem yang profitable tapi disembunyiin itu sy kurang tahu, tapi di forum-forum banyak yang bagi-bagi EA dan sharing strategi atau metode trading yg profitable. Setahu sy sebuah sistem trading tidak selalu bisa profitable dalam waktu yg lama, jadi suatu ketika mesti disesuaikan lagi dengan karakteristik pasar. Biasanya trader men-share sistemnya untuk mengetahui kalau ada kelemahan atau untuk mendapatkan solusi dari trader lain mengenai kelemahan sistem tradingnya. Untuk yang berbayar (biasanya dijual dalam bentuk EA atau robot) itu juga tidak semuanya bagus, Anda harus back-test dan forward test EA atau robot tsb untuk mengetahui winning rate yang sebenarnya.
Iam Nabil
Sikap mau belajar dn selalu hati2 terhadap resiko itu yang menurut saya pribadi paling penting. Sikap terbuka itu sifatnya relatif. Baik intro maupun extro ada efek positif dn negatifnya sendiri2. Bahkan untuk extro pun ada batas keterbukaan dimana trader mau bersedia membagi pengalaman dn pengetahuan tradingnya. Mungkin perlu disebutkan lg yaitu sikap optimis dn percaya diri untuk imbangi sikap hati2 itu, karena trading juga tidak akan enjoy kalau selalu diiringi dengan sikap waspada setiap saat.
Ridho
kl di tes msk krj ada tes psikologis, di forex trading apa ada jg g y kuis psikologis buat ngetes tngkt kecocokan kt jd trdr? gmn2 kondisi psikologis itu kn bkn sesuatu yg bs disadarin sm semua org. kl ada tesnya seenggaknya kt jd sdr diri sblm buka akun forex hehehehe
Martin S
@ Ridho Agus Setiawan:
Kalau Anda melamar kerja di perusahaan hedge fund atau institusi keuangan di luar negeri tentu akan diminta untuk menjalani test psikologi. Di Indonesia untuk kerja di bank-bank besar juga demikian, tetapi untuk kerja atau trading di broker forex di Indonesia sy belum pernah tahu ada yang menjalani test psikologi. Dalam hal ini sebenarnya Anda bisa menyewa jasa perusahaan yang biasanya melakukan test psikologi. Anda bisa minta untuk ditest secara psikologis apakah cocok atau tidak jadi trader. Mungkin bisa Anda coba…
Dandhy
Bisa juga tuh gan, kayaknya cocok buat yang masih galau pas mau mulai trading forek.

Bahkan bisa bantuin trader yang udah duluan trading juga buat liat prospeknya juga.

Tapi paling bgs lagi kalo di site tesnya ndak ada unsur promosi loh gan. Tiba2 aja itu disupport sama broker, ya sama aja itu namanya gan kan mereka tujuannya emang dapetin deposit trader sebanyak2nya
Farhan Yosh
Ane belum sampe ditahapan master jadi belum terlalu pede kalau mw nge-share rahasia-rahasia trading. Cuman dari awal udah sering diskusi-diskusi sama sesama trader. Kadang bisa bantu, kadang justru bikin makin bingung. Cz pendapat yang satu bisa beda bahkan bertolak belakang banget sama yang lain. Dan kalau sudah banyak banget yang ikutan malah makin bingung lagi. Disini ane sudah pernah coba extrovert (meskipun balom sampe ke tahap pengajaran trading), tapi yang ane dapetin g selamanya baik. Jadi bagaimana ini kalau mau melakukan pengaturan terhadap sisi extrovert trader?
Martin S
@ Farhan Yosh:
Sy kira Anda bisa tetap men-share strategi atau metode trading Anda. Tentunya Anda bisa mem-filter noise-noise yang tidak perlu. Dengan cara ini sebenarnya Anda bisa tahu kalau ada kelemahan dalam sistem trading Anda, atau untuk mendapatkan solusi dari trader lain mengenai kelemahan sistem trading Anda tsb
Siananita
Sepertinya yang namanya sistem atau pun strategi udah terbuka semua di dunia maya. Jadi sampai sebatas itu saja keterbukaannya. Coba deh tanya di forum-forum itu. Pasti banyak yang mo ngasih info karena memang info itu udah bersliweran di internet. Kita aja yang ogah ngebrowse.
Abdul
Jadi apa yang membedakan antara kita-kita gini dengan mereka (bos-bos trading)?
Tanti Winarni
Saya pikir kog ada suatu pertimbangan khusus dari seorang trader untuk memutuskan suatu kondisi layak untuk dibuka posisi atau justru menunggu. Ini tingkatannya adalah insting. Semua teknologi analisa ada batasannya. Yang belum bisa dibatasi adalah insting. Itu yang paling membedakan antara kita dengan trader top diluar sono.
Haryo Hutapea
Gimana donk bisa dapetin insting seperti itu? hehehe
Martin S
@ Abdul:
Menurut saya disamping sifat-sifat seperti yang dipaparkan pada artikel ini yang mungkin belum kita miliki, mereka rata-rata unggul dalam antisipasi pergerakan harga berdasarkan pembelajaran dan pengalaman yang telah mereka peroleh.
Ina Budi
Waaahh.. bang haryo yang begituan gak bisa diajarkan bang. hihhihi. pengalaman yang bicara tuh
Waluyo Junan
Aku kog tetep percaya sama obyektifitas. Aku cuma membayangkan jika para trader di institusi keuangan di luar negeri sana (notabene pasti disediakan dana untuk ditradingkan milyaran). harus menyimpulkan suatu keputusan yang terukur dengan data yang bisa dihitung. Bukan dengan main intuisi atau pengalaman aja.
Galih Sayudo
Trading itu kan bukan ilmu pasti..brow. Justru disitu seninya. Seorang trader (mau itu yang kerja di institusi keuangan atau yang pribadi) harus punya cara penilaian atau analisa dengan dasar "feeling".

Ini yang akan membedakan dengan trader yang monoton tergantung pada sistem atau strategi yang bisa dihitung. Mau itu spekulator ataupun investor..untuk menjadi lebih ketimbang kebanyakan..harus punya kemampuan itu.
Jack Wal
Nah tapi apakah setiap kali kita open posisi didasari cara pikir seperti itu?
Rizal Nur
Ribet bener yaa..Batal deh mo ngandalin robot..hahaha.
Lavandon
Ya jangan antipati sama robot kang. Robot juga layak digunakan kog. Cuma kadang kebanyakan trader menjadi tergantung seratus persen terhadap ni barang.
Carold
Waw..menarik nih. Aku pikir sih emang ada saat-saat tertentu yang membutuhkan penilaian berdasar feeling-insting-gut..atau apapun lah sebutannya. Apalagi saat dihadapkan pada dua pilihan. Dilema macam buah simalakama.
Martin S
@ Haryo Hutapea:
Saya kira insting dari trader profesional didasari atas informasi pasar, pengetahuan mereka tentang pasar dan pengalaman selama trading bertahun-tahun. Dari informasi, pengetahuan dan pengalaman tersebut mereka bisa mengantisipasi pergerakan harga dengan cepat, dan karena pekerjaannya sehari-hari hanya trading maka mereka seolah punya insting mengenai pergerakan harga pasar.
Martin S
@ Jack Wal:
Setiap kali mau open posisi sebaiknya didasari atas analisa fundamental, teknikal dan analisa sentimen pasar. Mengenai feeling akan terasah dengan sendirinya seiring dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh.