Indikator Tingkat Pengangguran

Dirilis bersamaan dengan NFP, tingkat pengangguran AS ternyata tidak kalah penting dan bisa mempengaruhi pergerakan Dolar AS. Info selengkapnya di sini.

iklan

acy

iklan

Advertisement

Indikator tingkat pengangguran (Unemployment Rate) mengukur persentase jumlah tenaga kerja yang sedang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan, dibanding dengan jumlah total tenaga kerja selama periode waktu sebulan. Jika Anda kehilangan pekerjaan tetapi tidak sedang aktif mencari kerja, Anda tidak termasuk orang yang dihitung dalam menentukan tingkat pengangguran. Selain itu, perlu dipahamkan pula bahwa yang dimaksud dengan tenaga kerja di sini bukanlah mereka yang masih menempuh pendidikan, bekerja di rumah, berkebutuhan khusus, ataupun sudah pensiun.

 

Indikator Tingkat Pengangguran

 

 

Karena banyaknya klasifikasi yang mendefinisikan subjek untuk perhitungan tingkat pengangguran, banyak yang menganggap bahwa tingkat pengangguran nyata (Real Unemployment Rate) sejatinya jauh lebih besar. Namun pada umumnya, indikator tingkat pengangguran yang dipakai sebagai patokan diukur sesuai dengan standard ILO (International Labour Organization), menggunakan rumus sebagai berikut:

Tingkat pengangguran = (jumlah tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan dan sedang mencari kerja) / (jumlah total tenaga kerja) x 100%

Ada 4 kategori tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan, di antaranya adalah:

  1. Job Losers: Mereka yang dipecat atau diberhentikan dari perusahaan.
  2. Job Leaves: Mereka yang mengundurkan diri.
  3. New Entrants: Mereka yang baru mencari kerja, biasanya fresh graduate.
  4. Re-entrants: Mereka yang tidak bekerja untuk sementara waktu, baik untuk membina keluarga atau menempuh pendidikan lagi.

 

Kapan Indikator Tingkat Pengangguran Dirilis?

Di berbagai negara, data tingkat pengangguran diumumkan setiap bulan oleh pemerintah. Di AS, Unemployment Rate dirilis oleh biro statistik tenaga kerja (Bureau of Labor Statistics) atau BLS setiap hari Jumat pada awal bulan, bersamaan dengan rilis data tenaga kerja lain yang juga berdampak tinggi, yakni Non Farm Payroll dan data upah.

 

Bagaimana Cara Biro Statistik Tenaga Kerja Mengumpulkan Data?

Setiap bulan, Biro Sensus mengadakan survei yang mencakup responden dari hampir semua industri mayor di lebih dari 250 area metropolis. Dengan sampel 60,000 rumah tangga atau sekitar 110,000 individu, interview diadakan secara personal, baik langsung atau melalui telepon. Selain itu, ada pula survei lain yang mengkaji data dari 160,000 perusahaan.

Dalam mewawancarai responden, petugas tidak secara langsung menanyakan status pekerjaan terhadap para responden; apakah mereka masih bekerja atau tidak. Yang ditanyakan justru adalah bidang pekerjaan, jenis pekerjaan, pendapatan rata-rata, dan apakah tergabung dalam serikat pekerja atau tidak. Khusus untuk yang kehilangan pekerjaan, mereka akan menanyakan penyebabnya, apakah mengundurkan diri atau dibebastugaskan.

 

Jenis-Jenis Kondisi Pengangguran

Dalam mencermati kondisi pengangguran di suatu negara, para ekonom menggambarkan 3 jenis situasi yang masing-masing disebut sebagai Frictional, Structural, dan Cyclical.

 

Jenis pengangguran

(Baca Juga: Pengaruh Indikator Jobless Claims Di Pasar Forex)

 

 

  • Frictional Unemployment

Adalah suatu kondisi yang terjadi karena hambatan informasi, sehingga para penyedia lapangan kerja dan pencari kerja sama-sama tidak tahu jika mereka saling membutuhkan. Hal ini biasanya merupakan efek samping dari proses pencarian kerja.

  • Structural Unemployment

Kondisi ini terjadi ketika perubahan pasar atau teknologi baru membuat keahlian pekerja di sektor-sektor tertentu tak dibutuhkan lagi, sehingga mereka tak lagi memiliki pekerjaan sebagai konsekuensinya.

  • Cyclical Unemployment

Adalah fenomena yang terjadi sebagai imbas dari siklus ekonomi. Dalam hal ini, meningkatnya pengangguran bisa dimaklumkan sebagai akibat perlambatan aktivitas bisnis.

 

Seiring dengan dinamika ekspansi dan kontraksi industri, berkembangnya teknologi, bertambahnya generasi baru yang memasuki pasar tenaga kerja, dan keberadaan mereka yang selalu ingin mencari pekerjaan lebih baik, tenaga kerja yang menganggur akan selalu ada. Itulah mengapa, para pakar menyepakati adanya rentang Unemployment Rate normal, biasanya di kisaran 4%-6%. Rentang tersebut bisa berubah-ubah tergantung dari beberapa faktor, di antaranya adalah tingkat masuknya pencari kerja baru di bursa kerja, tingkat upah minimum, tunjangan pengangguran, dan lain sebagainya.

 

 

Apa Pengaruh Tingkat Pengangguran Bagi Perekonomian?

Tingkat pengangguran sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Semakin tinggi tingkat pengangguran, atau semakin banyak jumlah pengangguran yang ada, maka akan semakin berkurang pengeluaran konsumen yang mengakibatkan turunnya penjualan ritel. Jadi pada akhirnya, tingkat pengangguran tinggi berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.

Di beberapa negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Jepang, jumlah pengangguran akan berdampak langsung pada proyeksi pertumbuhan ekonomi, sehingga dianggap sebagai indikator yang sangat penting.

Namun demikian, tingkat pengangguran termasuk indikator lagging, karena bereaksi setelah terjadi perubahan keadaan ekonomi. Jumlah pengangguran belum akan bertambah hingga beberapa waktu setelah terjadinya resesi ekonomi. Demikian pula ketika perekonomian kembali pulih, jumlah pengangguran masih bisa bertambah. Hal ini terjadi karena pada umumnya, perusahaan besar memberhentikan para pekerjanya beberapa bulan setelah memburuknya situasi ekonomi, dan kembali merekrut pekerja setelah yakin perekonomian memasuki siklus ekspansi.

 


Contoh kasus:

  1. Di Amerika Serikat, keadaan resesi yang sebenarnya dimulai pada kuartal pertama tahun 2008, ketika GDP anjlok ke angka 1.8%. Akan tetapi, indikator tingkat pengangguran baru naik ke 5.5% pada bulan Mei 2008, dan mencapai puncaknya 10.2% pada Oktober 2009 setelah masa resesi berakhir.
  2. Pada resesi tahun 2001, tingkat pengangguran naik dari 5.6% pada 2002 ke 6% pada 2003, meski resesi berakhir tahun 2002.

 

Indikator tingkat pengangguran bisa digunakan sebagai konfirmator indikator ekonomi lainnya. Sebagai contoh, jika indikator lain menunjukkan ekspansi dan tingkat pengangguran menurun, maka pelaku bisnis akan lebih yakin untuk memulai perekrutan tenaga kerja kembali. Investor akan memperhatikan statistik angka tenaga kerja untuk melihat sektor mana yang paling cepat ditinggalkan para pekerjanya, agar bisa memutuskan untuk menjual saham-saham di sektor tersebut.

 

Apa Dampak Tingkat Pengangguran Untuk Dolar AS?

Tingkat pengangguran adalah salah satu indikator fundamental yang berdampak tinggi, dan merupakan salah satu komponen yang selalu dipantau oleh The Fed, di samping tingkat inflasi dan pertumbuhan, guna menentukan kebijakan moneternya. Indikator ini bisa menggerakkan pasar dengan signifikan jika hasil rilis jauh dari perkiraan (Consensus).

Secara umum, indikator tingkat pengangguran dan penguatan Dolar AS berkorelasi negatif. Apabila tingkat pengangguran lebih rendah dari ekspektasi, maka Dolar AS akan cenderung menguat. Mengapa? Karena pasar meyakini jika pengangguran yang berkurang akan mendorong penghasilan para pekerja, memacu belanja konsumen, dan mendorong inflasi.

Pada akhirnya, kondisi ini bisa berujung pada pertimbangan bank sentral untuk meningkatkan suku bunga. Mengingat bahwa hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan moneter ketat relatif menunjang minat para pembeli USD, maka tak heran bila indikator tingkat pengangguran yang lebih rendah dari ekspektasi akan membantu bullish Dolar AS.

Sebaliknya, hasil lebih tinggi dari prediksi cenderung membebani pergerakan Dolar AS, karena naiknya tingkat pengangguran bisa menyebabkan turunnya pendapatan, melemahnya belanja konsumen, dan melambatnya aktivitas perekonomian.

Contoh korelasi ini bisa dilihat pada pergerakan Indeks Dolar di periode 2002-2008 yang cenderung bearish. Kala itu, indikator tingkat pengangguran AS berada di sekitar 6%, yang merupakan batas atas dari rentang normal.

 

Indeks Dolar AS

 

Jika chart di atas dibandingkan dengan grafik Unemployment Rate berikut, maka akan semakin terlihat korelasi negatif antara indikator tersebut dengan pergerakan Dolar AS:

 

Tingkat pengangguran AS secara historis

 

Dalam mencermati hubungan indikator ekonomi dengan pergerakan mata uang, selalu ingat bahwa kata kunci di sini adalah "cenderung". Artinya, prinsip yang dibeberkan dalam hubungan kedua aspek tersebut tak berlaku secara mutlak. Dolar AS tetap bisa menguat meski indikator tingkat pengangguran lebih tinggi dari ekspektasi atau sebaliknya, jika terdapat kerangka fundamental lain yang mempengaruhi permintaan terhadap USD.

 

Indikator tingkat pengangguran hanyalah satu dari bagian analisa fundamental yang belum benar-benar bisa digunakan untuk memprediksikan arah harga. Anda harus mengetahui 'gambaran besar' dalam analisa fundamental untuk mengimplementasikannya dalam trading forex. Nah, panduannya bisa disimak dalam Cara Benar Menganalisis Fundamental.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut perihal tingkat pengangguran ini, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab yang membahas tingkat pengangguran secara khusus berikut ini.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Jojo Aditya
Banyak sekali data fundamental yg melibatkan angka tenaga kerja ini. Ane taunya cuma ambil impactnya tinggi atau ndak dari kalender ekonomi, tapi klo secara pengertian bisa pengaruh juga ke petumbuhan ekonomi berarti memang bener2 penting ini indikator
Martin S
@ Jojo Aditya:
Semakin berkurang tingkat pengangguran berarti ada pertambahan tenaga kerja yang menunjukkan terjadinya ekspansi ekonomi dengan meningkatnya aktivitas sektor industri, manufaktur , perdagangan retail dan jasa. Terjadinya ekspansi akan menyebabkan naiknya pertumbuhan ekonomi.
Nana.ardian
kl sifatx laging gmn bs brpngrh k prtmbhn ekonomi?
Martin S
@ nana.ardian:
Seperti pada keterangan diatas, indikator tingkat pengangguran lagging karena pada umumnya perusahaan melakukan PHK beberapa bulan setelah memburuknya situasi ekonomi (tidak seketika), dan kembali merekrut pekerja setelah perekonomian kembali membaik (pertumbuhan kembali meningkat).

Jadi angka pengangguran yang tinggi menunjukkan banyaknya perusahaan yang kolaps dan menurunnya aktivitas perekonomian atau pertumbuhan yang turun, sedang angka pengangguran yang berkurang menunjukkan aktivitas perekonomian yang kembali meningkat yang akan menyebabkan angka pertumbuhan (GDP) naik.
Hari Santoso
Tingkat pengangguran bisa bertindak sebagai konfirmator dari bertambahnya atau berkurangnya pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Karena memperlihatkan dampak yang paling terakhir dari suatu kondisi resesi atau ekspansi, tingkat pengangguran yang berkurang atau bertambah bisa mengindikasikan lebih lanjut tentang kondisi pertumbuhan ekonomi negara tertentu. Indikator ini bisa juga bertpengaruh langsung terhadap nilai tukar mata uang.
Utie
bagaimana tingkat pengangguran berpengaruh terhadap pergerakan harga? selama ini yang bisa memberi pengaruh langsung biasanya dari tingkat suku bunga atau tingkat inflasi
Martin S
@ utie:
Pengaruhnya ke pergerakan harga biasanya disebabkan oleh perubahan data jumlah tenaga kerja (Employment Change) atau perubahan jumlah klaim pengangguran (Jobless Claims) yang biasanya dirilis bersamaan dengan tingkat pengangguran.

Tetapi kadang perubahan angka pengangguran yang signifikan juga bisa berpengaruh ke harga, dan biasanya dampak tingkat pengangguran ini medium hingga tinggi.
Hari Santoso
Jika ada hasil data yang lebih buruk atau lebih baik dari ekspektasi, tingkat pengangguran bisa juga berpengaruh, terutama untuk negara-negara yang sangat dipengaruhi oleh data tenaga kerja mereka seperti yang sudah disebutkan di atas.

Khususnya jika tingkat pengangguran mengalami penurunan yang signifikan sehingga bank sentral harus memberikan stimulus untuk memperbaiki kondisi di bidang ini.

Keputusan bank sentral yang seperti ini juga mempunyai efek yang besar terhadap perubahan pergerakan harga selain juga keputusan yang terkait dengan suku bunga ataupun proyeksi inflasi.
Martin S
@ Hari Santoso:
Terbalik Pak. Jika angka pengangguran naik maka bank sentral akan memberikan stimulus agar aktivitas perekonomian kembali tinggi dan mengurangi pengangguran.
Nana
mungkin tidak jika pengangguran itu mempengaruhi harga saham di pasar modal??
ada tidak buku/penelitian/teori yang mendukung jika tingkat pengangguran tersebut mempengaruhi pergerakan harga saham??
Martin S
@ nana:
Ada pengaruhnya tetapi tidak langsung. Jika pengangguran bertambah berarti makin banyak perusahaan yang memutuskan hubungan kerja (melakukan PHK). PHK terjadi karena kinerja perusahaan menurun yang berarti harga sahamnya juga turun, jadi semakin tinggi pengangguran akan berdampak negatif pada pasar saham.

Mengenai buku penelitian tentang hal ini Anda bisa searching di internet, mungkin saja ada e-book-nya.
Ariefsom
Jika angka unemployment rate atau tingkat pengangguran itu naik berarti mata uang ikut melemah ya master? 
Martin S
ya benar, kalau tingkat pengangguran naik berarti perekonomian sedang memburuk sehingga mata uang negara tersebut akan cenderung melemah.
Abdul Jalil
Apakah seorang freelance/pekerja bebas juga dapat dimasukkan dalam kategori pengangguran? Sementara di Indonesia banyak orang (kendati masih dalam skala minor) yang mendapatkan nafkahnya dengan tidak bekerja seperti dalam konsep umum (memiliki profesi, atau menjalankan sebuah usaha). Kita sebut saja ulama dan ustad-ustad yang banyak mendapatkan pemasukan dengan banyaknya tamu yang datang ke rumahnya lalu memberinya uang sebagai balasan.

Jika tingkat pengangguran yang dimaksud dapat memengaruhi jumlah konsumsi belanja dari konsumen yang berimbas langsung kepada perkembangan perusahaan, maka sejauh mana keakuratan perbandingannya jika ada orang yang dapat dikatakan tidak memiliki pekerjaan tetap tetapi masih dapat memenuhi kebutuhannya?