Menggunakan Garis Trend Dalam Trading (1)

Garis trend atau trend line sangat sering digunakan dalam analisa pergerakan harga pasar dan menjadi kunci bagi trader dalam menentukan peluang trading potensial.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Garis trend atau trend line sangat sering digunakan dalam analisa pergerakan harga pasar. Kegunaan garis trend adalah untuk mengetahui titik-titik support pada keadaan uptrend atau titik-titik resistance pada keadaan downtrend. Artikel ini mengulas tentang bagaimana membuat garis trend dan menggunakannya dalam trading forex.

 

Pengertian Garis Trend

Garis trend adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik lembah (bottom) yang naik secara berurutan pada keadaan uptrend, atau titik-titik puncak (top) yang turun secara berurutan pada keadaan downtrend. Untuk membuat garis trend, paling sedikit harus ada dua titik harga yang dihubungkan.

Tiga sifat utama sebuah garis trend adalah:

  1. Semakin banyak titik harga yang dihubungkan, semakin valid dan semakin kuat garis trend tersebut untuk menahan titik-titik support atau resistance pada pengujian berikutnya.
  2. Semakin valid sebuah garis trend maka akan semakin diperhatikan dan ditaati oleh para pelaku pasar.
  3. Tingkat kecuraman garis trend dapat dijadikan acuan untuk mengidentifikasi kondisi pasar yang bullish (bila curam kearah atas) dan bearish (bila curam kearah bawah).

Berikut illustrasi garis trend pada pergerakan harga uptrend dan downtrend yang dihubungkan dari tiga titik-titik support dan resistance:
Menggunakan Garis Trend Dalam Trading

 

Cara Membuat Garis Trend

Untuk membuat garis trend, hubungkan minimal dua titik harga yang saling berdekatan. Kemudian tarik garis sepanjang mungkin untuk mengetahui titik-titik support (pada uptrend) atau titik-titik resistance (pada downtrend) di waktu yang akan datang. Berikut contoh garis uptrend yang ditarik pada EUR/USD daily dan garis downtrend pada GBP/USD daily:

Menggambar garis uptrend
Menggambar garis downtrend

 

Akurasi Garis Trend Dan Periode Waktu Trading

Untuk melihat trend jangka panjang, garis trend ditarik pada time frame besar, biasanya daily atau weekly. Sedangkan untuk jangka menengah, garis trend bisa dibuat pada time frame 4-hour atau daily. Khusus untuk trading jangka pendek, time frame 1-hour ke bawah lebih direkomendasikan sebagai chart paling tepat untuk membuat garis trend.

Karena aturan-aturan tersebut, pengambilan time frame untuk menggambar garis trend bisa disesuaikan dengan periode trading yang digunakan. Trader jangka panjang dan menengah (swing trader) sering mengacu pada time frame daily, sementara tipe trader jangka pendek mengacu pada time frame 5-minutes hingga 1-hour.

Akan tetapi, perlu diwaspadai bahwa penentuan time frame juga berdampak pada akurasi. Akurasi artinya validitas, yang dalam hal ini berarti kemungkinan garis trend valid dan bisa ditaati pasar di waktu mendatang. Faktor noise atau kesalahan sinyal seringkali terjadi pada time frame kecil. Itulah mengapa, akurasi garis trend yang ditarik pada time frame kecil (misalnya 1-minute) akan sangat rendah. Garis trend pada time frame 5-minute yang ditarik hari ini belum tentu valid untuk dua atau tiga hari kemudian. Berikut contoh garis trend yang ditarik dari time frame EUR/USD 5-minutes:

Akurasi garis trend di time frame kecil

Bagaimana agar bisa menarik garis trend secara tepat seperti itu? simak uraian selanjutnya.

 

Cara Membuat Garis Uptrend

Untuk membuat sebuah garis uptrend, berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Tentukan titik harga terendah (level low).
  2. Tarik garis ke titik harga terendah berikutnya.
  3. Perpanjang garis tersebut untuk mengantisipasi titik-titik support (atau resistance) selanjutnya.

Langkah antisipasi di tahap ketiga adalah yang paling penting dalam membuat garis trend. Berikut contoh langkah-langkah membuat garis uptrend pada EUR/JPY daily:

Cara membuat garis uptrend
Keterangan gambar:

  1. Titik harga terendah untuk memulai. Pada titik ini, pergerakan harga mulai bergerak keatas.
  2. Titik harga terendah selanjutnya. Atur kemiringan garis trend hingga menyentuh level harga terendah pada bar candlestick.
  3. Perpanjang garis uptrend ke arah kanan sehingga melalui beberapa titik harga terendah masing-masing bar candlestick. Kemiringan garis uptrend bisa diatur untuk membantu mengidentifikasi titik-titik support. Garis uptrend tidak harus tepat pada titik harga terendah, tetapi bisa disesuaikan asal tidak menyimpang terlalu jauh. Titik harga terendah pertama (1) hendaknya tidak diubah karena merupakan titik patokan awal dimulainya garis uptrend.
  4. Perpanjang garis uptrend ke arah kanan untuk mengantisipasi titik-titik support berikutnya.

 

Cara Membuat Garis Downtrend

Dengan metode yang sama seperti cara membuat garis trend sebelumnya, untuk keadaan pasar bearish bisa dibuat garis downtrend yang mengantisipasi titik-titik resistance di waktu mendatang. Berikut ini contoh langkah-langkah membuat garis downtrend pada USD/CAD daily:

Cara membuat garis downtrend


Keterangan gambar:

  1. Titik harga tertinggi untuk memulai. Pada titik ini pergerakan harga mulai bergerak kebawah.
  2. Titik harga tertinggi selanjutnya. Atur kemiringan garis trend hingga menyentuh level harga tertinggi pada bar candlestick.
  3. Perpanjang garis downtrend ke arah kanan sehingga melalui beberapa titik harga tertinggi masing-masing bar candlestick. Kemiringan garis downtrend bisa diatur untuk membantu mengidentifikasi titik-titik resistance. Garis downtrend tidak harus tepat pada titik harga tertinggi, tetapi bisa disesuaikan asal tidak menyimpang terlalu jauh. Titik harga tertinggi pertama (1) hendaknya tidak diubah karena merupakan titik patokan awal dimulainya garis downtrend.
  4. Perpanjang garis downtrend ke arah kanan untuk mengantisipasi titik-titik harga resistance di waktu yang akan datang.


Cara Membuat Garis Trend Di MetaTrader

Membuat garis trend pada platform trading sangat mudah. Khusus untuk platform populer MetaTrader, Anda bisa masuk ke Insert-Lines-Trendline, atau langsung ke toolbar seperti gambar berikut:

Cara membuat garis trend di metatrader

Untuk memahami berbagai cara menggunakan garis trend dalam trading forex, simak penjelasan di bagian dua artikel ini.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Johntor
duh rujit jga klo gambar sendiri trendline nya O.o . untuk menentukan titik satu ma dua nya untuk menghubungkan garis trendline gimana caranya ya?
Martin S
@johntor :
Untuk garis support (uptrend) : pilih 2 titik low yang nilainya paling rendah, kemudian hubungkan, untuk garis resistance (downtrend) : pilih 2 titik high yang nilainya paling tinggi, kemudian hubungkan.
Herman
menarik gan, ane jadi agak sedikit tau apa bagaimana cara menarik garis trend, lanjut baca yang bagian keduanya dulu gan, menarik.
Rickpro Fx
Tarik garis trendline lebih aman kalo lagi bener2 trending aja, jadi bisa sekalian buat prediksi kapan trenx berhenti pas harga sepertix mau tembus garis trenx.

Kalau kelihatan ada tren tapi gag seberapa kuat mending pake MA aja, karena kalo titik hargax cuma 2 kayakx masih kurang meyakinkan. Apalagi kalo di time frame yang rendah, itu gag nguntungin banget malah bikin makin bingung iya.
Rudi_esm0d
@rickpro: iy bnr, trendline emg g stiap saat bs dpke, tp klo pas kbtulan ada trending yg sip bgt ni bisa lmyn akurat bwt ngasilin propit
Mimin Alimin
(Garis trend pada time frame 5-minute yang ditarik hari ini belum tentu valid untuk dua atau tiga hari kemudian.)

Ya tentu saja kalau garis trend di timeframe 5 menit nggak bisa diandalkan buat pasang order harian / mingguan, dari awal kan harusnya sudah disesuaikan pola eksekusi trading dengan timeframe yang digunakan.

Kalau di timeframe 5 menit ya validitasnya berlaku buat trader jangka pendek atau bahkan scalper saja. Sedangkan yang lebih suka trader di jangka waktu lebih panjang bisa pilih time frame harian atau mingguan.
Rudi_esm0d
@mimin: scr ksluruhan emg lbh baik trendline d time frame yg lbh tinggi, kl dipsngnya di time frame menitan tanggung bgt hbs ntar br kelihatan tren yg nmpknya valid trus tiba2 udh ktmbus trendlinenya kan jd susah jg bwt cr posisi entri yg pas
Mimin Alimin
Komentar saya sebelumnya hanya mencermati pernyataan yang agak aneh karena bagi saya sudah jelas garis tren yang ditarik pada timeframe 5 menit tidak akan valid untuk jangka waktu beberapa hari kedepan. Selebihnya saya setuju kok kalau penggunaan garis tren ini untuk timeframe harian / mingguan saja.
Berang
Mungkin ini bisa jadi bahan tambahan. Untuk mengetahui kekuatan tren bisa bertahan lebih dari 3 hari (untuk para pengguna TF di bawah D1), coba pilih tren dengan tambahan fasilitas besaran sudut(di aplikasi Meta sudah tersedia). Pilih tren dengan kemiringan lebih besar dari 45 / 315 derajat.

Semoga membantu.