OctaFx

iklan

Bagaimana Merubah Diri Menjadi Trader Sukses

Trader sukses pasti pernah mengalami kegagalan, hanya saja mereka berhasil merubahnya. Namun, tentu perubahan ini tidak dalam waktu singkat.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Banyak trader yang mengalami kegagalan sebelum berhasil merubah dirinya menjadi trader sukses. Perubahan tersebut tentu saja tidak bisa terjadi dalam waktu singkat, tetapi lebih merupakan evaluasi dan perbaikan dari waktu ke waktu. Secara sederhana, sukses dalam trading bisa diartikan sebagai perolehan keuntungan secara kontinyu dalam periode waktu tertentu. Jika Anda belum bisa mencapainya, mungkin ada beberapa hal yang perlu diperhatikan atau diperbaiki. Berikut ini cara-cara sederhana yang bisa Anda terapkan jika mungkin sering mengalami kegagalan dalam trading forex.

Bagaimana Merubah Diri Menjadi Trader Sukses



Mengetahui Sebab-sebab Anda Selalu Mengalami Kerugian

Langkah sederhana ini wajar dan sangat penting untuk Anda ketahui. Pada umumnya, trader forex cenderung memalingkan muka jika mereka gagal dalam trading; lazimnya menganggap kondisi pasar sedang tidak menguntungkan. Banyak trader yang enggan mengakui bahwa sesungguhnya kesalahan ada di dalam diri mereka sendiri. Padahal, tindakan ini takkan membantu Anda untuk merubah diri menjadi trader sukses.

Cobalah Anda mengevaluasi diri dengan mengetahui sebab-sebab kegagalan Anda:

  1. Apakah Anda mempunyai sebuah strategi trading yang efektif dan Anda yakini? Apakah Anda tahu apa yang dicari ketika menganalisa chart trading, atau hanya ingin "menembak dalam gelap"?
  2. Anda telah memiliki strategi trading yang bisa dianggap efektif dan Anda yakini, tetapi apakah Anda telah benar-benar menerapkannya dengan disiplin, ataukah masih cenderung mengabaikannya karena Anda ingin selalu trading saja di pasar?
  3. Apakah Anda telah menggunakan Manajemen Resiko dengan benar sesuai dengan modal trading Anda?
  4. Dalam trading, apakah Anda menggunakan dana untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga merasa sangat terbebani jika mengalami kerugian?

Keempat hal di atas sangat penting diketahui, guna mendiagnosa kegagalan-kegagalan di masa lalu, sebelum Anda melangkah lebih jauh.

Membuat Rencana Untuk Perbaikan

Setelah melakukan diagnosa dan mengetahui sebab kegagalan Anda, mulailah membuat sebuah rencana guna memperbaiki kekurangan tersebut. Sebagai contoh, jika memang merasa kurang disiplin dalam menerapkan strategi trading yang telah teruji dan diyakini (poin 2 di atas), maka cobalah untuk bertanya pada diri sendiri, apakah Anda memang ingin merugi?

Anda bisa mulai mengambil langkah perbaikan dengan merencanakan untuk membatasi jumlah trade per hari atau per minggu. Katakanlah Anda bisa entry maksimal tiga atau empat kali seminggu, dan tetap disiplin mengikuti strategi trading.

Demikian juga jika Anda belum menerapkan Manajemen Resiko dengan benar, misalnya cenderung untuk mengambil resiko terlalu tinggi dengan ukuran lot trading yang besar, maka Anda bisa rencanakan untuk memulai trading dengan resiko per trade tidak lebih dari dua atau tiga persen dari total balance Anda.

Dan jika Anda menggunakan dana untuk keperluan sehari-hari dalam trading, rencanakan untuk berhenti trading sementara mengusahakan dana yang sedang tidak terpakai (disposable money). Meski mungkin jumlahnya kecil, disposable money tidak akan membuat Anda trading dengan emosional karena terbebani oleh kerugian yang sangat mungkin bisa terjadi.

 

Mulailah Bekerja Sesuai Dengan Rencana Anda

Setelah membuat rencana untuk perbaikan, mulailah bekerja sesuai dengan rencana tersebut dengan disiplin. Cobalah beberapa bulan, dan Anda akan bisa mulai melihat adanya perubahan pada hasil trading. Hendaknya selalu melakukan evaluasi dan perbaikan guna merubah diri Anda menjadi seorang trader sukses.

 


Salah satu kesalahan yang sering dilakukan trader forex karena terlalu bernafsu mengejar profit adalah Over Trading. Jika Anda juga acap melakukannya dan ingin menjadi trader sukses, maka perlu menghindarinya dalam rencana trading di masa depan. Caranya bisa dibaca di artikel Kesalahan Terbesar Trader Adalah Over TradingJika Anda memiliki pertanyaan lain seputar cara menjadi trader sukses, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab cara trading berikut.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Tikusfx
yang merubah kita jadi trader sukses atau ngga nya dari kedewasaan kita menghadapi market. apakah kita pakai perasaan atau logika. kebanyakan bukan gara2 sistem tapi karena psikologis. saya pernah dengar cerita dari teman yang broker saham , orang kaya investasi saham lebih rapi dari orang yang uang nya pas - pas an. karena orang yang kaya untung sedikit dah bisa lepas dan bermain tenang, sedangkan orang yaang uangnya kecil pasti cepat panik .jadi penentunya psikologis kita
Bagus
ya kalau trading saham atau forex itu pakai uang yg besar...kalau sedikit itu membuat cepat panik...ya maklum di sini kebanyakan yg trading para gurem....
Black
sebenarnya bukan faktor besar kecilnya uang..bro...mental psikologislah yang lebih utama. kalo di forex kan ada lev besar trus akun ada yang menyajikan dengan sen. sama aj kan dengan yang pake akun standar..tinggal rasionya yang disamain.
Martin S
@ Bagus:
Sebenarnya kalau dananya pas-pasan banget tidak harus trading dengan dana sendiri tetapi bisa menjalankan dana orang lain (klien), dengan cara profit msharing, atau dari komisi Anda per trade (ada broker yang memberikan komisi seperti itu, tergantung perjanjian).
Tegar
memang modal trading itu sebisa mungkin seharusnya dipisahkan dengan uang yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. apalagi kalau masih belum lama trading, karena belum tentu apa bisa terus profit apa tidak, atau seberapa besar profit dan ruginya, makanya akan sangat berbahaya kalau yang digunakan adalah uang untuk kebutuhan sehari-hari. yang jadi pertanyaan saya, full time trader atau yang trading for living apa termasuk ke dalam golongan trader yang sudah bisa menggunakan hasil trading sebagai sumber pendapatan? atau setinggi apapun level tradernya tetap lebih baik kalau dana trading dan uang keperluan sehari-hari dipisahkan saja urusannya?
Martin S
@ Tegar:
Setahu sy memang mereka yang trading for a living itu mengandalkan pendapatan utamanya dari hasil trading, jadi dana untuk hidup sehari-hari dari hasil trading sehingga sy kira tidak bisa dipisahkan antara dana untuk keperluan sehari-hari dengan dana untuk trading. Namun untuk mereka yang belum bisa trading for a living dianjurkan agar tidak menggunakan dana sehari-hari karena biasanya mereka belum bisa profit dengan konsisten. Perlu diketahui mereka yang trading for a living biasanya tidak hanya trading dengan dana pribadi tetapi juga menjalankan account klien dengan sistem profit sharing.