Macam-Macam Kriteria Broker Forex Yang Perlu Dicermati (1)

Pemilihan broker forex tidak bisa sembarangan. Karenanya, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui saat memilih broker forex, mulai dari soal regulasi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dengan semakin tingginya persaingan antar broker dan dealer forex di seluruh dunia, mereka cenderung menawarkan berbagai fitur dan keuntungan yang berbeda-beda. Namun demikian, memilih broker forex yang sesuai bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh trader, baik trader pemula maupun yang telah berpengalaman.

Ada beberapa aspek utama yang harus dicermati seperti faktor regulasi dan kapitalisasi yang mencerminkan realibilitas dan kemampuan perusahaan pialang tersebut. Pemilihan broker bergantung pada gaya trading dan apa yang dibutuhkan trader. Anda bisa melihat kelebihan dan kelemahan fitur masing-masing broker.

Hal-hal penting yang harus Anda ketahui adalah:

  1. Regulasi broker.
  2. Platform trading yang digunakan: fitur dan reliabilitasnya.
  3. Kapitalisasi.
  4. Apakah perusahaan tersebut broker atau dealer.
  5. Dukungan terhadap klien (customer support).
  6. Besarnya spread, dan apakah ada biaya tambahan lainnya.
  7. Jenis account trading yang disediakan.
  8. Jasa layanan tambahan yang diberikan.
  9. Kebijakan Leverage dan Margin Call.

Simak uraian masing-masing di bawah ini.
 

Memilih Broker Forex

 

1. Regulasi Broker Forex

Apakah broker atau dealer tersebut teregulasi dengan benar? Jika telah teregulasi, dari negara mana regulasi tersebut diterbitkan?

Kriteria regulasi broker forex pada setiap negara tidaklah sama, dan broker yang induk perusahaannya berada pada suatu wilayah negara tertentu harus memperoleh regulasi dari negara tersebut. Investor atau trader harus mengetahui badan regulasi (regulatory agency) mana yang terpercaya dan telah memberikan regulasi pada broker-broker papan atas dunia. Selain itu perlu diketahui juga apakah sebuah broker memperoleh regulasi dari off-shore country yang cenderung liberal atau longgar.

Negara-negara dengan badan regulasi yang terpercaya antara lain:

  • Amerika Serikat, nama badan regulasi: CFTC (Commodities and Futures Trading Commission), NFA (National Futures Association)
  • Inggris, nama badan regulasi: FCA (Financial Conduct Authority)
  • Jerman, nama badan regulasi: Bundeszentrale für Finanzdienstleistungsaufsicht
  • Australia, nama badan regulasi: ASIC (Australian Securities and Investment Commission)
  • Jepang, nama badan regulasi: Financial Services Agency
  • Swiss, nama badan regulasi: Groupement Suisse des Conseils en Gestion Indépendants
  • Hong Kong, nama badan regulasi: FSC (Securities and Futures Commission)
  • Singapura, nama badan regulasi: MAS (Monetary Authority of Singapore)

Reputasi badan-badan regulasi tersebut telah diakui dunia dan telah beberapa kali melaksanakan sanksi dengan tegas terhadap broker-broker yang melanggar ketentuan regulasi antara lain dengan sanksi denda hingga jutaan US dollar. Investor atau trader harus hati-hati terhadap broker yang tidak teregulasi dengan benar, karena dengan demikian segala aktivitas broker tersebut tidak ada yang mengawasi dan sangat tidak aman untuk berinvestasi.

Selain itu, investor atau trader juga harus bisa membedakan antara ijin pendirian perusahaan saja dengan ijin sebagai perusahaan pialang. Perusahaan sekuritas atau forex yang benar harus memperoleh ijin sebagai perusahaan pialang dari badan regulasi yang berwenang.

 

2. Platform Trading Yang Digunakan: Fitur Dan Reliabilitasnya

Tergantung dari karakteristik hardware dan software masing-masing, platform trading bisa mengacu pada desktop application atau web based (Java) application. Mengerti dengan benar platform trading mana yang paling cocok dengan Anda adalah hal yang sangat penting.

Memilih Broker Forex Yang Sesuai

 

Anda harus yakin bahwa platform trading yang akan Anda gunakan tidak sering crash atau mengalami gangguan, terutama pada waktu rilis data fundamental penting. Jika Anda gemar trading berdasarkan berita (trade by news), maka hal tersebut akan sangat mengganggu. Bagaimanapun juga, pergerakan harga yang ditampilkan harus stabil. Reliabilitas platform trading jauh lebih penting dibandingkan penampilan yang menarik.

Trader yang agresif, scalper, atau trader dengan banyak klien yang sering keluar masuk pasar, tentu akan menggunakan platform trading yang stabil dan sangat jarang terjadi crash. Sebaliknya, trader yang cenderung pasif dan konservatif yang tidak selalu memonitor pasar, tentu akan lebih fleksibel dalam memilih platform. Dalam trading, platform yang gampang digunakan (user friendly), artinya penempatan order yang kita lakukan akan segera dieksekusi, baik ketika membuka atau menutup posisi. 

Cara penempatan order yang sangat mudah, misalnya dengan one-click trading, management stop dan limit serta tipe-tipe order lainnya tentu merupakan keuntungan tersendiri dan akan sangat dipertimbangkan trader. Pada saat ini ketersediaan tampilan chart, indikator teknikal dan alat analisa adalah mutlak. Trader harian dan scalper yang sebagian besar mengandalkan analisa teknikal akan sangat bergantung pada fasilitas ini. Bahkan swing trader dan trader jangka panjang sering kali juga menggunakan analisa chart.

 

3. Kapitalisasi (Permodalan) Broker Forex

Seperti banyak diketahui, semakin besar kapitalisasi sebuah broker market maker, maka akan semakin kompetitif harga yang diberikan untuk para kliennya, karena kredit yang diberikan oleh provider-nya semakin besar. Bagi broker, kapitalisasi adalah sejumlah dana yang dijaminkan sesuai dengan badan regulasi yang mengaturnya. Ada jumlah minimum yang diwajibkan; dan semakin besar kapitalisasi broker, maka akan semakin kuat broker tersebut. 

Di Amerika Serikat, modal minimum yang diwajibkan pada awal tahun 2009 adalah antara USD 10 juta hingga USD 20 juta. Jumlah tersebut akan terus meningkat sejalan dengan semakin tumbuhnya bisnis trading forex dunia. Jika broker tidak pernah mengumumkan struktur kapitalisasi-nya, maka trader harus waspada akan kemungkinan kolaps-nya broker tersebut.

 

4. Apakah Perusahaan Tersebut Broker Atau Dealer

Trading forex termasuk Over The Counter (OTC) market yang tidak terpusat pada suatu lokasi tertentu seperti halnya bursa saham. Perdagangan forex terjadi dalam bentuk kontrak antara dua pihak. Mengenali karakteristik dan perbedaan antara broker dan dealer adalah penting bagi trader, karena cara kerja mereka berbeda. 

Tentang topik broker atau dealer ini akan kita bahas di bagian kedua.

(Bersambung)

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Angga Arista
Kan udah banyak tuh ciri2 broker yg mengkategorikan broker itu bagus apa ndak. Kalo katanya milih broker juga sesuaiin sama gaya trading itu maksudnya seperti apa?

Coz selama ini kalo liat review broker yang dikategoriin y regulasi, pembayaran, platform, bonus, dsbdsb. Tapi selama ini belum pernah liat yang nyaranin broker untuk trader yg begini atau begitu.
Deni_ss
@angga: kalau pingin cari info seputar itu gabung aja di forum2 forex gan. Ane aja juga baru paham kalo fxcm lebih cocok buat trader yang modalnya banyak, sedangkan yang modalnya kecil paling cocok di marketiva. Ane juga pingin gali lebih jauh lagi gan soal broker yang cocok sama gaya trading trader itu. Sementara ini masih nanya2 dulu sih sama yang senior2
Aa.ferdian
Sekarang ni broker2 yang sering nongol banyakan teregulasi di wil2 lain con Siprus atau pulau2 semacamx. Nah itu berarti broker itu trmsk g terpercy gitu ya?
Deni_ss
@aa.ferdian: bukannya nggak terpercaya gitu gan, tapi wilayah2 itu biasanya cenderung punya kebijakan yang lebih longgar dari regulator negara2 yang lebih terpercaya. ya agan bisa tentuin sendiri lah mana yang lebih baik, kalau di atur dengan lebih ketat kan kemanan trading juga lebih terjaga.

jadi bukannya nggak terpercaya sama sekali gitu, cuma lebih terjamin yang diregulasi dari kantor2 regulasi yang lebih populer aja. selain itu yang menandakan keamanan broker itu dari alamat brokernya juga gan. biasanya kalau alamat kantor sama tempat regulasinya nggak sama itu ada tanda-tanda nggak beres dari brokernya
Ali.cahyadi
soal regulasi emang penting banget sih, tapi kebanyakan yng diregulasi sama regulator resmi dari negara-negara yang disebutkan diatas butuh modal yang gak sedikit
Martin S
@ Angga Arista:
Maksudnya begini, misalnya jika Anda scalper maka pilih broker yang memperbolehkan scalping (karena ada broker yang melarang scalping) dan dengan spread yang sekecil mungkin, kalau bisa yang fixed spread.

Atau mungkin Anda biasa main hedging (locking) maka pilih broker yang memperbolehkan hedging, dan kalau Anda bermaksud carry trade maka jangan pilih broker yang swap free
Martin S
@ AA.Ferdian :
Kalau dananya kecil-kecilan nggak apa-apa Pak, biasanya aman-aman saja kecuali broker tsb memang kabur. Tapi kalau dananya relatif besar lebih aman pilih broker yang teregulasi oleh badan regulator negara-negara besar seperti AS, Inggris, Uni Eropa dsb.
Martin S
@ ali.cahyadi :
Nggak juga Pak, sekarang sudah banyak broker-broker besar dari group perusahaan investasi besar juga menerima dana yang relatif kecil untuk meningkatkan omset dari trader retail. Anda bisa simak di review broker kami.
Hilman
Nah.. klo agan MARTIN sendiri kalo boleh tau pakai broker mana gan ?? Mungkin saya nanti bisa ikutan heheh makasih atas jawabannya.. Jawaban bisa kirim email saya gan...newforex78@gmail.com
Martin S
@Hilman:
  • Saya trading di broker yang teregulasi CFTC dan NFA, sampai sekarang tidak ada masalah, baik ketika trading maupun saat deposit dan withdrawal.
  • Sebelumnya saya pernah trading di broker lokal dan juga broker luar negeri yang non-regulated (tidak diregulasi oleh badan regulator yang kredibel secara internasional), dan deposit dan withdrawal-nya menggunakan e-currency LR (Liberty Reserve). Brokernya tidak ada masalah tetapi perusahaan e-currency LR-nya scam.
  • Oke, nanti saya kirimkan ke email Anda.
Rini
Tertarik banget nih. Tapi masih awam banget, ada gak sih grup bimbingan untuk yg awam banget. Modal terkecil biasanya brpa?  Contoh broker yg terpercaya tuh yg mana aja.
Martin S
@Rini: Dengan mengikuti workshop Anda akan lebih bisa cepat menyerap pengetahuan dan teknik trading. Mengenai materinya, jika Anda merasa masih awam banget, bisa Anda konsultasikan juga ke kami via chatting atau telepon / WA di nomor yang tercantum.

Untuk modal trading forex tidak ada batasannya, terkecil mulai dari USD 1 Anda sudah bisa trading. Dalam hal ini Anda bisa memilih jenis akun tradingnya. Untuk modal kecil bisa dengan akun mikro atau cent. Baca juga: Perbedaan Akun Cent Dan Akun Mikro.

Mengenai broker, kami anjurkan untuk memilih broker yang sudah diregulasi oleh badan regulator yang kredibel secara internasional, yaitu: : CFTC, NFA, FCA, FSA, FINMA, MiFID, ASIC dan FMA.
Badan regulator yang kredibel adalah yang telah teruji dan diakui dunia, dan memberikan sanksi dengan tegas kepada broker jika ternyata melanggar ketentuan yang telah disepakati. Badan regulator tersebut juga bertanggung jawab terhadap keamanan dana klien. Anda juga bisa melihat review beberapa broker yang banyak dikenal di Indonesia di: Daftar Broker Forex Populer di Indonesia dan Review Broker Forex.

Saran kami sebaiknya Anda melakukan demo (simulasi trading) terlebih dahulu dengan membuka akun demo yang disediakan oleh broker. Setelah familiar dengan akun demo baru Anda pertimbangkan untuk membuka akun riil (akun untuk trading dengan modal beneran).
Baca juga: Latihan Forex dengan Demo Account.