OctaFx

iklan

3 Syarat Untuk Konfirmasi Breakout

170852

Trading berdasarkan breakout adalah sangat menguntungkan jika breakout tersebut terkonfirmasi dan valid.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Pernahkah Anda merasakan berada ribuan pip di atas posisi buy yang masih terbuka, atau ribuan pip dibawah posisi sell yang masih terbuka? Itulah yang akan Anda alami jika trading mengikuti arah trend (trend following). Mungkin Anda tak akan bosan memantau pergerakan harga selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, karena Anda sedang berada pada kondisi profit. Tapi, bagaimana caranya agar yang demikian bisa terjadi? Breakout, atau penembusan suatu level harga tertentu.

Semudah itukah? Ya, asal pergerakan harga sedang trending dan memenuhi 3 syarat yang biasanya terjadi pada kondisi breakout. Sebagai contoh berikut adalah level-level kunci pasangan GBP/USD untuk terjadinya break:

3 Syarat Untuk Konfirmasi

 

Kenapa harus ada syaratnya? Bukankah bila harga telah melewati level kunci bisa dianggap breakout? Ya, perlu ada syarat untuk mengkonfirmasi validitas breakout yang terjadi karena banyak trader yang terjebak karena hanya berfokus pada break saat awal (initial break) saja.

Umumnya, trader menganggap asalkan harga sudah bisa menembus level support atau resistance kunci maka terjadi breakout, dan dengan serta merta mereka entry sell atau buy. Tetapi pada kenyataannya pasar tidak selalu merespon seperti yang mereka kira. Sering kali harga kembali bergerak berbalik arah karena aksi profit taking trader-trader besar dengan memakan korban mereka yang kurang sabar atau buru-buru entry.

 

Syarat Konfirmasi Breakout

Ada tiga syarat sederhana untuk konfirmasi breakout, yaitu:

1. Tentukan level-level harga support dan resistance kunci. Level kunci maksudnya support atau resistance yang benar-benar kuat dan sudah teruji. Harga harus menembus level tersebut.

2. Pastikan bahwa harga penutupan bar candlestick-nya (bar breakout) berada diatas level resistance kunci atau dibawah level support kunci. Semakin jauh jaraknya dari level kunci semakin valid. Contohnya untuk kondisi uptrend, jika harga penutupan bar breakout dibawah level resistance kunci maka momentum bullish sangat lemah dan cenderung terjadi pergerakan reversal akibat profit taking mereka yang telah entry buy jauh hari sebelumnya, seperti yang terjadi pada pasangan USD/CHF berikut ini. A adalah bar breakout yang tidak terkonfirmasi sehingga kondisi breakout tersebut tidak valid. Harga kembali bergerak downtrend (terjadi reversal).

3 Syarat Untuk Konfirmasi

3. Tunggu beberapa bar lagi untuk memastikan harga telah benar-benar berada pada level area yang baru (pasca breakout). Untuk time frame daily biasanya waktu tunggunya adalah 3 hari (atau 3 bar). Jika selama periode tersebut harga telah bergerak di level area yang baru maka kita bisa simpulkan bahwa kondisi breakout tersebut memang valid. Jika Anda menggunakan time frame yang lebih rendah dari daily, maka perkirakan jumlah bar untuk konfirmasi, yang jelas lebih dari 3 bar, dan semakin kecil time frame trading Anda semakin banyak bar untuk konfirmasi.

 

Penerapan Konfirmasi Breakout

Berikut contoh penerapannya pada GBP/USD daily (lihat juga GBP/USD weekly diatas) :

3 Syarat Untuk Konfirmasi

Pada A kita buat checklist untuk konfirmasi breakout:

  • Penembusan resistance kunci - benar. Resistance kunci 1.6747 (level high 2011) telah ditembus.
  • Penutupan harga bar breakout diatas level resistance kunci 1.6747 - tidak. Sebaliknya harga ditutup dibawah resistance kunci sehingga momentum breakout (bullish) sangat lemah dan rawan terjadi pergerakan reversal.
  • 3 hari sesudahnya (3 bar berikutnya) berada di area di atas level resistance - belum.
  • Kesimpulan: kondisi breakout tersebut tidak terkonfirmasi sehingga tidak valid.

Kembali ke gambar GBP/USD weekly di atas, jika level high 2011 (1.6747) benar-benar break, maka target pertama adalah level high 2009 (1.7401) sekitar 290 pip, dan target berikutnya adalah level corrective high 2008 (1.8668), atau sekitar 1,600 pip jika kita entry pada kondisi breakout level 1.7401.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Siena
walah jadi begini caranya..? pantes loss terus..harus belajar lg..terimakasih guru
Ruben
salam master..saya mo tanya..bagaimana memilih yang point 1 itu ya?yang menentukan resistant ato support yang kuat itu lho...Selama ini saya mengartikan resistant dan support kuat kalo harga resistant tersebut benar-benar tidak tertembus, nah disini ilmu ny kog ada yg unik ya?harga hrs nembus dulu..saya mohon tambahan masukan master..terimakasih
Greenback
to ruben..bro..yang begitu gak ada patokanlah. bro hrs tau lho kalo di forex gak ada yang namanya pasti bener & pasti salah. Bah kalo bro ruben anggep yang selam ini dipake dah terbukti lebih banyak benerny,ya udah pake itu aj.Gak perlu terlalu maksaain pake ilmu orang, meskipun orang itu sekaliber masterpun.
Rivan
@ruben iya tuh mas.. tul yang dibilang pak @greenback. ini tambahan dari saya aj yaa.. saya pernah liat obrolan di forum tetangga, yang namanya Support & Resistant itu adalah sebuah AREA bukan garis. Nah kalo gitu teori yang disampaikan sang penulis si mister Tyller ada benarnya kan?

Mungkin dia tetep menganggap harga masih berada dalam area Resistant jadi beliau masih merasa untuk menunggu dl ato menambahkan dalam sistem tradingnya suatu aturan confirmasi
Kruwil
suport resistant berwujud area?masukan baru..mohon ijin sedot gan..
Rivan
Silakan bos @kruwil..sekali lagi itu cuma wacana lho..untuk efektivitas silakan pak bos tes+retes sendiri yaa..hehehehe..seberapa besar area tersebut hanya pasar yang tau..hahaha..selamat menyedot pak bos..
Martin S
@ ruben:
tidak harus persis pada level tersebut, tetapi bisa juga terjadi false breakout atau breakout palsu yang ternyata salah (tidak benar-benar tembus) seperti pada contoh diatas. Dalam hal resistance, sebagian pelaku pasar mencoba menembus (buy) tapi kalah dengan yang sell sehingga harga berbalik turun, demikan juga sebaliknya untuk level support, yang mencoba menembus (sell) kalah dengan yang buy. Untuk referensi tambahan bisa baca artikel ini.
Martin S
@ rivan: ya, benar Pak. Support dan resistance memang sebuah area atau zona dimana level-level pada zona tersebut bisa dianggap sebagai support atau resistance, kecuali level psikologis yang bulat seperti misalnya 1.3000. Terjadinya area atau zona tersebut karena tidak ada perjanjian antar pelaku pasar, tampak dari sering terjadinya false breakout atau salah tembus pada level-level resistance atau support tsb....