Advertisement

iklan

Pelajaran Dari Live Trading (1)

174045

Account demo memang diperlukan dan setiap trader pemula seharusnya menggunakannya sebelum benar-benar memahami mekanisme trading dan penerapan indikator atau alat bantu lainnya. Tapi terlalu lama di account demo tidak akan pernah bisa mengembangkan kemampuan mental untuk mencapai sukses.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Trader pemula memang seharusnya belajar dan mencoba strategi tradingnya dengan account demo, tetapi apa yang terjadi bila mereka terlalu lama trading dengan account demo? Mereka mungkin sekali akan banyak mendulang profit pada account demo seiring dengan waktu dan pengalaman yang telah mereka peroleh. Kemudian mereka membuka account live dan memulai live trading. Dengan cepat mereka mulai mengalami kerugian. Artikel ini akan mengulas mengapa mereka melakukan itu dan bagaimana mencegahnya.

ilustrasi

Account demo memang diperlukan dan setiap trader pemula seharusnya menggunakannya sebelum benar-benar memahami mekanisme trading dan penerapan indikator atau alat bantu lainnya.  Setelah paham trader seharusnya beralih ke account live. Jika terlalu lama di account demo, trader tidak akan pernah bisa mengembangkan kemampuan mental untuk mencapai sukses di pasar forex. Seperti halnya pilot pesawat terbang yang tidak harus berlama-lama di ruang simulator, atau seorang dokter yang hanya praktek di laboratorium; trader harus meninggalkan account demonya jika ingin sukses dalam trading di pasar riil, atau pada kondisi pasar yang sesungguhnya.

Account demo berbeda dengan account live

Account demo hanyalah sebuah simulator, atau dengan kata lain, account demo tidak benar-benar  menampilkan kondisi riil di pasar seperti pada account live. Jika Anda perhatikan, hampir semua broker membedakan server account demo dengan server account live. Demikian pula kualitas order antara account demo dan account live berbeda, kualitas order account demo tentunya akan lebih baik, misalnya jarang terjadi re-quote, dan cepat memperoleh harga yang diinginkan dan sebagainya.

Untuk pending order (buy stop atau sell stop) pada account demo mungkin jarang terjadi slip-page (loncatan harga) seperti halnya pada account live, juga spread cenderung konstan, tidak seperti account live yang kadang bisa berubah seiring dengan perubahan likuiditas. Broker menyediakan account demo hanya untuk tujuan pelatihan semata, dan dibuat semudah dan selancar mungkin agar calon trader bisa lebih cepat memahami.

Trading pada account demo tidak akan memperoleh pelajaran sebaik atau sebanyak jika Anda trading pada account live. Jika maksud Anda hendak  memperoleh hasil trading yang konsisten dan secara nyata menghasilkan uang beneran, Anda mesti secepatnya memulai trading pada account live. Jika Anda hendak mempelajari sebuah strategi trading dan mengujinya, Anda bisa kembali menggunakan account demo selama 1 hingga 3 bulan.

Memulai trading pada account live bukan berarti Anda harus berani rugi banyak. Anda bisa mencoba trading dengan modal yang seminim mungkin dan dengan resiko yang sekecil mungkin, sehingga Anda tidak akan terlalu peduli pada hasil akhirnya. Yang penting Anda bisa merasakan pengalaman trading pada account live serta mengetahui dengan benar fungsi-fungsi platform trading broker Anda antara account live dan account demo, termasuk kualitas ordernya.  

Jika Anda telah berpengalaman dan cukup percaya diri dengan modal kecil, Anda bisa menambah modal dan memperbesar resiko sesuai dengan skill trading yang telah Anda peroleh dan resiko yang masih bisa Anda terima. Harap selalu diingat bahwa besarnya resiko sebaiknya diukur dengan nilai uang, bukan dengan besarnya pip, apa lagi jika sudah mulai trading dengan account live.

Pada bagian selanjutnya akan diulas mengapa banyak trader yang sukses trading pada account demo, namun merugi ketika memulai trading pasa account live.

(Bersambung)

Sumber : www.learntotradethemarket.com : Live Trading Will Teach You More than Demo Trading, by: Nial Fuller

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Diki Oktavian
Pembedaan platform akun demo dan akun live dibuat untuk tujuan memudahkan belajar atau menimbulkakn kesan baik broker? Kalau semua platform broker dibuat semudah itu jelas banyak trader yang akan loss di trading live karena belum terbiasa dengan harga2 tambahan dan eksekusi order yang lebih susah. Kalau tidak mencerminkan situasi trading yang sebenarnya berarti hasil belajar di akun demo tidak bisa maksimal.
Joko
cara efektif dimulai dr cara pikir traderx, dari awal deposit di akun live, uang yang dipake semestix udah diitung sbg biaya belajar yg direlakan kepergianx karena pertama kali trading di akun live msi disbt thp blajar utk membiasakan diri sm perbedaan spread, slippage, requote, atau platform tradng yg kadang2 bermasalah..
Miumiu
KalO tradinG di akuN livE udaH pastI hasilnyA rugI yA tradeR tambaH banyaK yang ragU pindaH ke akuN livE. tradinG di akuN demO ajA bisA lebiH untunG daN kalO rugI uanG pribadI gaK melayanG
Bambang Priyono
Semua trading pasti ada resiko untung ruginya. Kalau trader terus memilih zona aman kemampuannya tidak akan berkembang dan pada akhirnya tidak ada profit atau hasil belajar yang dapat ditarik dari tradingnya di akun demo. Mengambil langkah baru apalagi yang melibatkan uang sungguhan itu memang terkesan beresiko dan menakutkan, tapi kalau sudah yajin punya cara trading yang berhasil di akun demo, trader akan bisa meminimalisir resiko rugi yang dapat terjadi. Tapi setiap trading harus tetap disadari oleh pemikiran bahwa peluang profit akan selalu disertai resiko rugi, jadi trader bisa mempersiapkan kondisi psikologis yang matang dan memiliki money management yang baik.
Joko
@MiuMiu: kalo g berani ambil resiko y jgn trading di forex, dr awal kan udh sering disebutin kalo forex itu resikonya tinggi. makanya ada yg namanya manajemen resiko spy loss yg terjadi msh bisa ditanggulangi. lagian pa ente g pengen menarik profit ril dr keberhasilan trading ente? kalo stay d akun demo terus y profitx cuma bisa diliatin aja..
Martin S
@ Diki Oktavian :
Setahu saya hampir semua broker memisahkan server untuk akun demo dan akun live, tetapi spreadnya sama dan pergerakan harganya tidak jauh berbeda, juga ketika ada rilis data fundamental penting, spread akun live dan demo sama-sama melebar. Kalau spread antara akun demo dan live nggak sama brokernya bisa dicomplain. Server akun demo dan live memang harus dipisah, kalau tidak bisa ngaco. Dalam akun demo dianggap keadaannya ideal jadi jarang ada requote, order pasti dapat, tetapi pada akun live jika banyak yang order pada suatu pasangan mata uang tertentu maka biasanya akan terjadi requote. Hal itu biasa terjadi pada keadaan pasar yang sebenarnya, seperti misalnya di pasar saham Anda harus antri untuk bisa buy atau sell pada harga tertentu. Broker tentunya akan lebih memprioritaskan server akun live karena mereka yang trading disitu menggunakan uang beneran.
Martin S
@ MiuMiu:
Kalau belum berani pakai dana sendiri Anda bisa nyari nasabah atau orang yang mau dananya Anda tradingkan, sudah barang tentu Anda harus memberikan penjelasan juga bahwa trading forex itu pasti ada resikonya
Ferry H.
berapa dana yang sebaiknya disiapkan oleh trader pemula, pak? untuk memulai real trading
John Smith
Real trading dari akun Cent dulu saja jika sudah selesai belajar Demo. Jangan pake uang banyak2 dulu.
Budiman
Sebetulnya tergantung dari berapa dana anda yang siap untuk hilang. Maksudnya adalah anda harus siap dengan kemungkinan bahwa semua dana anda bisa ludes di pasar forex. Pada dasarnya pasar forex bukanlah tempat yang tepat untuk bermain-main. Di sini kalau salah open posisi bisa berakibat sangat fatal.