Termasuk Tipe Trader Yang Manakah Anda?

176778

Apakah Anda termasuk tipe trader Scalper, Day Trader, Position Trader, atau Swing Trader? Sesuaikan gaya trading dengan kecenderungan pribadi Anda.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada umumnya, dikenal empat tipe trader, yaitu Scalper, Trader Harian (Day Trader), Position Trader dan Swing Trader. Masing-masing tipe trader dibedakan berdasarkan frekuensi trading dan target posisi saat masuk pasar. Karena frekuensi trading dan target posisi tidak sama; maka umumnya mereka menggunakan timeframe, manajemen risiko, dan sistem trading berbeda-beda pula. Berikut rincian selengkapnya mengenai karakteristik setiap tipe trader.

Tipe Trader

Scalper

Scalper adalah sebutan bagi trader pengguna teknik Scalping. Pada umumnya, frekuensi trading seorang scalper jauh lebih sering dibanding trader lainnya. Dalam trading forex, kegiatannya masuk (entry) dan keluar (exit) pasar secepatnya, meraup beberapa pip setiap trade sebagai targetnya, dan sering kali mematok risiko yang lebih besar dibanding Target Profit-nya.   

Pemahaman mengenai konsep tren dalam forex tidak begitu penting bagi Scalper, karena mereka hanya mengincar pergerakan harga dalam range yang sangat sempit, sehingga tidak harus mempertimbangkan arah tren pada timeframe tinggi. Biasanya, Scalper akan trading pada timeframe yang sangat rendah (di bawah H1), bahkan seperti 5 menit (M5) atau 1 menit (M1). 

Agar bisa menjalankan aktivitas trading dengan lancar, tipe trader Scalper membutuhkan:

  1. Platform trading handal dengan eksekusi order yang presisi (tidak banyak slippage atau requote). 
  2. Kuotasi harga dengan spread rendah agar meminimalkan biaya trading per transaksi.
  3. Broker yang mengijinkan penggunaan teknik Scalping, karena tak semua broker memperbolehkannya. (Baca juga: Broker Terbaik Untuk Scalping)

 

Day Trader

Cara trading yang setingkat di atas Scalping berdasarkan jarak waktu entry dan exit yang digunakan adalah Trading Harian (Day Trading). Pengguna teknik ini masuk dalam tipe trader Day Trader. Tujuan seorang Trader Harian pada umumnya adalah masuk dan keluar pasar dalam satu hari perdagangan saja, dengan Risk/Reward Ratio minimal 1:1. 

Pada prinsipnya, seorang Day Trader memiliki cara trading yang mirip dengan seorang Scalper, yaitu masuk dan keluar pasar secepat mungkin karena mengharapkan kepastian profit atau loss dengan cepat. Hanya saja, Day Trader lebih fokus pada arah tren dan cenderung trading searah dengan tren yang sedang terjadi (trend-following). Biasanya, timeframe yang digunakan tipe trader ini juga tak serendah Scalper, tetapi tak sampai setinggi W1 (Weekly).

 

Position Trader

Dibandingkan dua tipe trader sebelumnya, Position Trader lebih jarang masuk dan keluar pasar, karena jangka waktu trading lebih panjang. Pada umumnya, mereka menahan sebuah posisi trading hingga beberapa hari atau beberapa minggu.

Sebagian Position Trader masuk pasar hanya berdasarkan analisa fundamental, tetapi pada umumnya mereka menggabungkan analisa teknikal dan fundamental. Sebagai contoh, seorang Position Trader akan masuk sell setelah memastikan bahwa pasar akan bearish berdasarkan suku bunga yang turun, keadaan ekonomi global sedang resesi, dan faktor-faktor lainnya. Biasanya tipe trader ini menentukan level Stop Loss yang besar, bisa hingga ratusan pip dengan Risk/Reward Ratio minimal 1:1.

 

Swing Trader

Swing Trading adalah cara trading jangka menengah dengan mengambil titik-titik entry dan exit pada level-level tertinggi dan terendah dalam sebuah arah tren, baik ketika terjadi uptrend ataupun downtrend. Swing Trader menggunakan timeframe yang berubah-ubah tergantung dari timeframe mana yang paling jelas memberikan informasi titik-titik entry, serta titik-titik reversal dan koreksi (retracement).

Waktu trading tipe trader ini tidak pasti; kadang bisa jangka pendek jika kriteria entry dan exit sudah terpenuhi, atau jangka panjang bila masih menunggu level target profit tercapai. Pada umumnya, Swing Trader menerapkan berbagai indikator teknikal termasuk Fibonacci Retracement, garis dan Channel tren, serta Pivot Point.

 

Untuk menunjang keberhasilan dalam trading, Anda mesti tahu kepribadian serta tipe trader apakah Anda sebelum menentukan gaya trading yang akan diterapkan. Trader pemula yang baru mengenal teori dan belum pernah mencoba trading sungguhan mungkin akan kesulitan memahaminya. Namun, sistem dan rencana trading yang handal biasanya perlu didesain dengan memperhitungkan tipe trader yang menggunakannya.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Rachmat Mubarok
kesimpulannya, jadi lah trader yang ingin profit