Teori Dow Pada Pasar Forex

Teori Dow adalah sebuah analisa teknikal yang dibuat berdasarkan pergerakan harga saham-saham blue chip di bursa AS.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Hampir setiap teori tentang pasar bisa diterapkan dalam pasar forex, dan juga benar secara analisa teknikal. Teori Dow yang dibuat oleh Charles Dow antara tahun 1900 hingga 1902 untuk keperluan analisa rata-rata harga saham di bursa Amerika Serikat, adalah salah satu dan yang pertama kali digunakan untuk menganalisa pasar keuangan termasuk forex. Secara umum investor menggunakan teori Dow untuk mengetahui waktu yang tepat dalam membeli atau menjual asset.

                                                  Teori Dow Pada Pasar

Teori Dow adalah sebuah analisa teknikal yang dibuat berdasarkan pergerakan harga saham-saham pada indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang terdiri dari saham-saham blue chip di bursa AS. Ada 6 komponen dasar teori Dow yang beberapa diantaranya secara teknikal berguna untuk menganalisa trend pada pasar forex, yakni:

  1. Pasar forex mempunyai 3 pola pergerakan swing (ayunan) yang berbeda yaitu ayunan pokok (main swing) jangka panjang, medium swing, dan swing jangka pendek (short swing).
  2. Pasar mempunyai 3 fase yang terdiri dari fase pembelian awal oleh para pakar investasi, fase pembelian oleh publik ketika kemudian mereka tertarik dan mengikuti langkah para pakar, dan fase penjualan oleh para pakar ketika harga telah mencapai puncaknya untuk merealisasikan keuntungannya (fase profit-taking).
  3. Semua berita dan rumor telah didiscount oleh pasar seperti yang tercermin pada harga itu sendiri.
  4. Antar pasar selalu berhubungan erat, pergerakan satu jenis pasar bisa mempengaruhi pasar yang lain (hubungan intermarket).
  5. Kekuatan trend selalu dikonfirmasikan oleh jumlah volume perdagangan (khususnya untuk pasar yang ada bursanya)
  6. Trend akan terus bergerak hingga ada sinyal yang mengisyaratkan pergerakan reversal. Pada umumnya jika terjadi penurunan 20% (untuk uptrend) arah trend akan cenderung berbalik (bearish).

Untuk trader forex jangka panjang teori Charles Dow tersebut akan sangat berguna. Sebaliknya bagi trader jangka pendek atau trader harian teori itu kurang bisa diterapkan karena trader akan cenderung bertindak sebelum ada konfirmasi yang valid. Bagi trader jangka panjang memahami fase-fase yang berbeda tersebut akan sangat penting untuk menentukan momentum trade yang tepat, seperti yang pernah dikatakan investor terkemuka Warren Buffet: “pertama-tama akan masuk para innovator, kemudian para imitator (peniru) dan yang terakhir para idiot”.

Bagi trader forex, pemahaman 3 pola pergerakan swing dan 3 fase akan sangat berguna; sementara pasar yang memperhitungkan berita dan rumor kurang tampak pengaruhnya, mengingat hampir sebagian besar porsi pergerakan pasar forex dikendalikan oleh bank sentral yang selalu merilis isu-isu penting ke seluruh media dunia secara on-line. Semuanya tampak transparan, dan bank sentral juga bisa mengatur likuiditas mata uang negaranya.


Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Fx Nubi
jd buat trader retail kyk kita2 ni mesti jd inovator dong biar bisa profit banyak...
Adi
Jadi inovator memang berpotensi lebih banyak untung karena akan bisa masuk pasar di waktu yang tepat. Tapi cara ini sangat beresiko, khususnya bagi yang masih pemula, karena tahapan awal dari fase ini lebih cenderung mengarah pada spekulator, yang sudah ahli dalam memperkirakan pergerakan harga.

Mereka juga biansanya bertrading dalam ukuran yang lebih besar dari trader-treder pada umumnya. Hal yang bisa dilakukan dan lebih aman untuk trader-trader retail adalah menjadi peniru, karena memang sangat disarankan untuk mengikuti tren pasar daripada melawannya.

Yang penting adalah jangan sampai terlambat untuk mengenali tren atau salah ambil posisi, karena itu akan sangat berakibat fatal buat kelangsungan akun trading.
Si Ipul
kl dbkin pnjlsn kyk gini analisx jd kbr coz kt musti ngartiin sndiri mksudx apa..
yg jls biasax trader bkl lbh trtarik sm hal2 yg bs mastiin kpn tren trbntk atau berakhir atau analisa2 soal tren sideways, kpn mulaix n kpn berakhirx.
Martin S
@ Si Ipul:
Kalau untuk mengetahui kondisi pasar sedang sideways atau trending bisa menggunakan bantuan indikator teknikal seperti MACD, ADX ataupun RSI. Untuk mengetahui trend akan berlanjut, koreksi atau berbalik arah bisa baca: 3
Cara Untuk Mengetahui Penerusan Trend


Kalau kapan trend bermula dan berakhir bisa menggunakan analisa gelombang Elliot.
Mariyono
@si ipul: ya namanya juga teori aja, pasti pembahasannya ya dasarnya aja. tapi ngga ada salahnya kan kita tau soal ini juga. hitung2 buat nguji ketepatan indikator. kalo kita mau langsung hasilnya aja tanpa tahu asal-usulnya ya malah bikin kita kurang tahu itu indikator sesuai apa ngga sama situasi harga di pasar.

tapi kalo kita tahu gini kan bisa lihat indikator mana yang lebih sesuai sama pergerakan harga & tujuan trading kita. ini penting juga kan indikator sekarang banyak banget, jadi seleksi indikator itu juga termasuk langkah yang krusial juga dalam trading forex.
Fx Nubi
ide bagus itu gan, inspirasi nih buat yg masih rada kurang paham
Yoan
Kog gak dikasih contoh ya?
Martin S
@ Yoan:
Teori Dow ini memang tidak spesifik diterapkan dalam pasar forex. Charles Dow sebenarnya mengadopsi teori Fibonacci, terutama untuk retracement-nya. Misal retrace 20% (pada Fibo 23.6%) dan 60% (pada Fibo 61.8%).

Jadi untuk contoh bisa menggunakan Fibonacci retracement. Sebagai catatan teori Dow biasanya digunakan untuk analisa jangka panjang, baik dalam pasar saham maupun forex.