Advertisement

iklan

Strategi Reversal Binary Options

205707

Dalam binary options, strategi reversal dapat diterapkan untuk 2 hal: Tren dan posisi trading. Apa beda keduanya dan bagaimana cara mengolah kedua jenis strategi reversal tersebut?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Strategi reversal dalam binary options merupakan salah satu metode trading yang kerap digunakan oleh trader binary options secara umum. Pada dasarnya, "reversal" dapat diartikan sebagai suatu "pembalikan". Dalam binary options, reversal ini dapat diaplikasikan ke dalam dua hal, yaitu tren dan posisi trading. Oleh karena itu, strategi reversal dalam binary options yang mengandalkan pembalikan tren disebut sebagai "trend reversal", sedangkan strategi yang memanfaatkan posisi-posisi trading berlawanan lebih dikenal sebagai "risk reversal" .

Strategi Reversal Binary Options

Trend Reversal

Strategi reversal yang menganalisis pembalikan tren mungkin adalah metode pengamatan yang paling umum dari dunia trading. Banyak trader spot forex juga memanfaatkan strategi ini untuk melakukan entry position di awal tren atau saat terjadi pembentukan harga. Pengaplikasian strategi tren reversal dalam binary options didasari oleh pemikiran bahwa harga tidak mungkin bergerak di arah yang sama secara terus-menerus, dan pasti akan terjadi pembalikan tren pada titik tertentu. Analisis untuk menentukan kapan tren harga akan berbalik menjadi dasar dalam pemilihan waktu yang tepat bagi trader untuk menempatkan option-nya.

Tren dapat diartikan sebagai arah pergerakan harga pada jangka waktu tertentu. Dengan eksekusi trading yang terbilang cepat, trader binary options perlu memperhitungkan kekuatan tren dalam time frame tertentu jika ingin option-nya berakhir in-the-money. Karena strategi yang kita bahas ini adalah tren reversal, maka fokus dalam penggunaan metode ini adalah saat terjadi pembalikan arah tren. Disini trader dituntut untuk dapat menentukan kapan tren harga akan mengalami titik jenuhnya dan akan naik atau turun membentuk tren baru. Saat terjadi pembentukan tren baru inilah trader binary options dapat menempatkan option-nya.

Yang perlu diperhatikan dalam strategi ini adalah, trader baru dapat menempatkan optionnya jika sudah benar-benar yakin tren baru akan dimulai pada level resisten atau support tren sebelumnya. Trader tidak dapat begitu saja mengikuti tren yang sedang terjadi, melainkan harus menentukan level harga tertinggi atau terendah sebelum kemudian pergerakan harga akan berbalik arah. Misalnya, trader B mengamati grafik EUR/USD yang sekarang sedang menunjukkan tren bullish. Ia memperkirakan tren ini akan segera berakhir, sehingga menentukan titik tertingginya untuk dapat masuk dan menempatkan option "put", karena ia yakin jika setelah mencapai titik tersebut, harga EUR/USD akan mulai menunjukkan tren bearish.

Level tertinggi dari uptrend bisa disebut sebagai posisi "overbought", sedangkan level terendah pada downtrend adalah "oversold". Jika harga sudah mencapai kedua titik tersebut, hampir bisa dipastikan grafik akan menunjukkan pola pembentukan harga yang baru, sehingga tren sebelumnya akan berakhir. Banyak trader menggunakan strategi ini karena berkeinginan untuk memiliki posisi trading di awal pembentukan tren, atau bukan sekedar mengikutinya saja. Masuk pada awal tren tentu akan membuka peluang lebih besar untuk meraih profit jika tren tersebut akan berlanjut dalam periode yang sama dengan jatuhnya expiry time trading Anda. Namun jika tujuan penggunaan strategi trading ini adalah untuk mengarahkan tren membentuk pola baru, maka dipastikan cara tersebut tidak akan berhasil karena tidak ada yang memiliki kekuatan sebesar itu untuk mempengaruhi sentimen pasar, kecuali jika trader tersebut bertrading dengan volume trading yang fantastis. Itupun baru dapat terjadi jika terdapat trader-trader besar lainnya mengambil arah trading yang sama. Jadi, tetaplah bersikap realistis dan berpegang pada hasil analisis untuk dapat mengenali pembalikan harga dengan benar.

Di samping itu, tren reversal binary options ini juga mengamati pergerakan harga yang terbentuk secara tiba-tiba. Jika harga tiba-tiba melonjak naik atau turun, maka tidak lama lagi posisi tersebut dapat diprediksi akan kembali seperti semula. Oleh karena itu, tidak heran jika trader-trader yang menggunakan strategi ini seringkali menggantungkan trading binary option mereka pada pergerakan tiba-tiba dari harga suatu instrumen.

Cara mudah untuk menentukan pembalikan tren adalah melalui analisis trading, baik secara teknikal maupun fundamental.

1. Menganalisis Tren Reversal Secara Fundamental
Analisis fundamental didasarkan pada berita-berita ekonomi dari negara-negara pemilik mata uang-mata uang mayor. Semakin besar pengaruh berita, maka semakin tinggi lonjakan harga yang ditimbulkan oleh berita tersebut. Contohnya, NFP AS memiliki porsi yang sangat besar dalam perubahan naik dan turunnya nilai USD. Jika hasilnya positif, Greenback dapat terdorong naik, namun jika ternyata negatif, maka Dolar AS juga akan mengalami pelemahan.

Jadwal dari turunnya berita-berita seperti itu dapat dijadikan pedoman dalam menentukan kapan tren harga akan mengalami pembalikan. Dalam hal ini, mengetahui forecast (prediksi) dari hasil data tersebut, atau terus memantau perkembangan berita dapat menjadi cara yang digunakan untuk memperkirakan pembentukan tren baru. Jika suatu data high-impact memiliki hasil yang bagus, maka harga dapat bergeser naik dan memulai tren bullish meskipun beberapa waktu sebelumnya sedang mengalami downtrend.

2. Menganalisis Tren Reversal Secara Teknikal
Salah satu strategi sederhana untuk mengenali pembalikan tren secara teknikal adalah dengan memperhatikan pembentukan tren harga dan volume trading. Jika kedua indikator tersebut bergerak di arah yang sama, maka dipastikan tren akan terus berlanjut. Namun jika terjadi perbedaan, seperti tren harga yang semakin naik tapi volume tradingnya justru turun, maka reversal disinyalir akan segera terjadi. Dalam hal ini, tren bullish akan segera berganti dengan tren bearish.

Melakukan analisis teknikal tentu tidak terlepas dari indikator-indikator trading. Berikut adalah beberapa indikator yang dapat dimanfaatkan untuk mengenali pembalikan tren:

  • Analisis Dengan RSI (Relative Strength Index)

Indikator RSI (Relative Strength Index) dapat digunakan untuk melacak posisi overbought dan oversold. Untuk memanfaatkan penggunaan indikator ini, Anda dapat memperhatikan poin overbought sebelum menempatkan option "put". Sebaliknya, jika level harga menunjukkan kondisi harga yang sedang oversold, maka Anda dapat bersiap-siap untuk melakukan option "call".

Level-level yang diatur untuk melihat posisi overbought dan oversold adalah 30 dan 70. Jika grafik melewati level 30, maka harga bisa dikatakan oversold, sedangkan untuk menentukan tercapainya overbought, grafik harus menembus level 70 terlebih dulu.

  • Analisis Dengan MACD

Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) menggunakan kondisi harga yang sedang berlangsung untuk menghitung perbedaan EMA (Exponential Moving Average) 26 dan 12 dari instrumen yang sedang diperdagangkan. Dalam penggunaan strategi reversal binary options, EMA 9 lebih disarankan untuk digunakan sebagai level penentu pembalikan harga. Saat MACD bergerak di atas level 9, maka hal tersebut dapat menjadi sinyal yang baik untuk melakukan option "call". Ketika MACD berpindah ke bawah level 9, maka option yang lebih tepat untuk dilakukan adalah "put".

Penggunaan MACD sering digabungkan dengan indikator RSI. Cara ini tidak lain dilakukan untuk mengkonfirmasi sinyal pembalikan tren agar trader dapat lebih yakin menempatkan option-nya. Contoh penggunaan kedua indikator tersebut untuk melakukan reversal binary options dapat dilihat dari gambar di bawah ini:

Reversal binary options dengan RSI dan MACDReversal binary options dengan RSI dan MACD


Dari gambar tersebut, terlihat bahwa harga mencapai poin terendah saat indikator RSI juga berada di bawah level 30. Sinyal pembalikan semakin dikonfirmasi dengan MACD yang menunjukkan crossing di atas level 9. Jika mengaplikasikan strategi reversal binary options, option yang paling sesuai untuk ditempatkan adalah "call". Sinyal yang sangat kuat tersebut juga sedikit memberi kebebasan lebih terhadap waktu expiry time yang akan dipilih sebelum menempatkan option, karena dari pengamatan tersebut, harga sudah pasti akan naik lebih tinggi dari poin terendah, dan uptrend biasanya berlangsung dalam jangka waktu yang lama sebelum harga kembali mencapai titik itu lagi.

  • Analisis Dengan Pola Diamond

Anda barangkali tidak memerlukan indikator khusus untuk melakukan analisis ini. Pola diamond ini dapat terbentuk dari pola pembentukan harga yang juga bisa diamati secara kasat mata. Terdapat dua pola yang dapat dipakai untuk strategi tren reversal binary options, yaitu diamond top dan diamond bottom.

Pola diamond top akan terbentuk saat uptrend mencapai puncaknya. Pada titik ini, tren bullish telah menyelesaikan penguatannya dan akan cenderung mengalami ranging untuk beberapa waktu. Pembentukan harga selanjutnya yang paling memungkinkan adalah semakin memanjangnya wave yang berujung pada pergeseran harga ke level yang lebih rendah. Dalam hal ini, Anda dapat mengantisipasi poin breakout untuk menentukan posisi trading yang berlainan dari arah tren.

 Pola diamond topPola diamond top


Pola diamond bottom juga melihat terbentuknya dasar dari downtrend. Disini, Anda perlu memperhatikan wave yang mulai terlihat rata untuk mengenali sinyal pembalikan. Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah memperkirakan posisi breakout ke atas untuk menempatkan option "call". Posisi trading tersebut ditempatkan dengan perkiraan bahwa option "call" itu akan bertepatan dengan tren bullish yang akan terbentuk beberapa saat kemudian.

Pola diamond bottomPola diamond bottom


Metode ini sangat berguna untuk trader binary options karena kemudahannya yang tidak memerlukan peran indikator teknikal. Seperti yang telah kita ketahui, platform trading online dari broker-broker binary options terkadang tidak memfasilitasi klien mereka dengan indikator teknikal. Beberapa diantaranya malah ada yang hanya menyajikan grafik bar atau line saja. Jika pilihan Anda jatuh kepada broker yang seperti ini, analisis dengan pola diamond sangat bermanfaat untuk membantu Anda dalam mengenali tren reversal secara teknikal.

Risk Reversal

Strategi pembalikan dari jenis ini dilakukan dengan memanfaatkan posisi trading yang berlawanan. Untuk melakukan risk reversal di binary options, Anda hanya perlu melakukan 2 transaksi beda posisi di waktu yang bersamaan. Metode ini sedikit mirip dengan strategi hedging, karena ukuran trading salah satu option dapat dimodifikasi untuk memperbesar peluang profit dan meminimalisir resiko.

Strategi ini sangat mudah diterapkan untuk trading forex binary options. Adanya korelasi antar pair mata uang dapat menjadi jaminan pengurangan resiko trading. Misalnya saja, korelasi positif dari EUR/USD dan GBP/USD dapat dimanfaatkan untuk membuka dua option yang berlawanan. Dengan demikian, jika salah satu prediksi Anda ternyata tidak tepat sasaran, loss dari trading out-of-the-money dapat dicover dengan perolehan dari posisi trading satunya yang berakhir in-the-money.

Risk Reversal Binary Options
Meskipun resiko trading Anda dapat terjaga dengan penempatan ukuran trading yang sama, bukan berarti Anda bisa meninggalkan analisis trading, untuk kemudian menetapkan dua option secara berlawanan tanpa melihat situasi market terlebih dahulu. Jika ingin mendapatkan profit yang lebih banyak, Anda harus lebih yakin terhadap salah satu posisi trading untuk menentukan ukuran trading yang lebih besar. Sebagai contoh, Anda menempatkan option "put" dengan kapital sebesar $300 dan level return 80% untuk EUR/USD. Di waktu yang bersamaan, Anda juga membuka option "call" untuk GBP/USD dengan kapital $200 dan level profit 80% dengan batas expiry time yang sama. Asumsi Anda adalah keputusan The Fed yang rilis dalam waktu dekat akan cenderung dovish dan menyeret nilai USD turun. Tetapi Anda juga kurang yakin jika The Fed akan merealisasikan ekspektasi tersebut. Karena Anda lebih yakin The Fed akan memotong suku bunga bank, maka option "put" ditempatkan dengan kapital yang lebih besar. Jika perkiraan Anda tersebut benar, maka Anda bisa mendapatkan total return $540 dan kehilangan $200 dari trading option "call". Total profit yang Anda peroleh dari metode ini adalah $240. Namun apabila keyakinan Anda tidak terbukti, profit yang Anda dapatkan dari option "call" adalah $360 dengan loss kapital dari posisi trading "put" sejumlah $300. Dengan demikian, Anda masih mendapat untung $60 meskipun hasil akhirnya tidak sesuai dengan prediksi Anda.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa strategi risk reversal ini bukannya tanpa resiko sama sekali. Anda perlu mewaspadai jenis trading yang Anda gunakan, karena beberapa tipe dari trading tersebut menuntut penetapan harga yang lebih tinggi atau rendah dari strike price. Untuk itu, pastikan bahwa perhitungan trading yang Anda lakukan sebelumnya benar-benar terintegrasi dengan strategi risk reversal binary options, sehingga cara ini dapat benar-benar bermanfaat untuk setidaknya mengamankan resiko loss dan bukannya memperbesar kemungkinan rugi.

Kesimpulan

Baik tren reversal maupun risk reversal memiliki keuntungan dan resiko-nya masing-masing, dan hanya dapat dikelola dengan analisis trading yang terarah serta pengelolaan resiko secara terukur. Dengan kedua pilihan tersebut, Anda dapat menentukan apakah lebih leluasa bertrading dengan pembalikan tren (tren reversal) atau memanfaatkan posisi trading yang berlawanan (risk reversal). Jika dapat diaplikasikan dengan baik ke dalam cara-cara trading binary options yang sesuai, maka tidak menutup kemungkinan strategi ini dapat menuntun Anda pada kesuksesan dalam trading.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Renny S
lebih capek kayakx kalo yang ditunggu selalu pas harga reversal. mending ngikut tren aja bisa santai. mwnurut gw lebih gampang konfirmasi tren daripada nunggu momen reversal. kalopun ada salah entri bisa diantisipasi pake stoploss sedangkan kalo trading dari pengamatan reversal malah bingung mau kira2 stoplossnya dmana. mesti ngira2 lagi diposisi mana harga bisa dikonfirm batal reversal.
Dede Suryono
Mbak ini gimana seh. Di binary mana ada stop loss, iya kalau di mt4nya forex, setau ane binary ndak ada stop loss - stop loss an. Kan exit nya udah ditentuin dari expiry jadi yaudah kalau pas waktu habis ternyata tebakanya salah ya udah pasti rugi.. Lagipula tipe trader ndak bisa disamain gitu semua, ada yang emang lebih suka maen sesuai tren, ada yang lebih mantap liat potensi reversal... Ya mungkin ini ndak bekerja buat strateginya mbak reny, tapi bisa aja berguna banget buat trader2 yang emang kegemaranya ambil peluang disini..
Adam Wahyu
setau saya yang berlawanan dengan arah tren untuk bisa dijadikan sinyal pembalikan itu adalah divergensi. tapi divergensi biasanya menggunakan perbedaan antara arah harga dan indikasi momentum dari oscillator, jadi bukan volume harga. saya ragu apakah dengan melihat volume saja sudah bisa dijadikan sinyal. karena biasanya indikator volume yang ada di platform broker kurang bisa diandalkan. pasar forex kan tidak terpusat, jadi volume trading diambil dari trading di broker saja. volum di broker satu bisa berbeda dengan broker lainnya.
Ihawanda
btl jg. mngkn krn itu trus volume ini g dbhs lg. nyari titik rvrsl dsni trnyt dr posisi overbought-oversold ja. tp gmn y kl sewaktu2 ada prbdaan sinyal rsi sm macd? msal rsi udh nunjukin oversold tp macdnya mlh g spt itu. sinyal mn y yg mst diambil? apa msti lht dr kdua2ny br bisa entri? trus knp msti rsi & macd? knp bkn rsi & stochastic?
Hamid In
Lihat dari aturan diatas mesti nya begitu.
Tujuan pake 2 oscillator kan biar konfirmasi nya makin mantap
Kl tetep diabaikan ya buat apa pasang 2 dua nya.
Kl lebih percaya sm RSI y pake RSi aja, Kl sm macd ya pasang MACd ja, daripada bingung2.

Yg lebih menarik menurut ane dr risk reversal itu
Cz uda sering dibahas d cr hedging forex juga
Kyk nya lebih gampang diterapin di bo cz g perlu musingin spread sama lot, tinggal ngukur lewat jumlah investment aja lebih gampang sama expiry time nya.