Strategi Sideways Trading Pada Binary Options

216647

Metode trading binary options untuk pasar sideways difokuskan pada penggunaan indikator teknikal dan pemilihan jenis trading binary options secara tepat. Berikut ini uraian lengkapnya.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Kondisi sideways (ranging) memang kurang mencerminkan arah pergerakan yang berarti. Maka dari itu, tidak heran bila banyak trader yang memilih untuk menghindari situasi seperti ini, dan menunggu sinyal tren yang tepat untuk bertrading. Akan tetapi, kondisi sideways yang dapat juga diartikan sebagai konsolidasi dari sebuah tren ini pada umumnya lebih sering terjadi daripada tren itu sendiri. Hal ini tentu dapat menghambat kelancaran trading jika tidak disikapi dengan strategi trading pada pasar yang sedang ranging.

binary options sideways trading
Kondisi ranging biasa ditandai dengan tingkat volatilitas yang menurun, sehingga tidak banyak terjadi pergerakan yang berarti untuk membentuk suatu tren harga di arah tertentu. Indikator yang ditempatkan pada kondisi seperti ini, seperti Moving Average misalnya, akan bergerak di range yang sempit dan tidak menunjukkan kenaikan atau penurunan secara fluktuatif. Sementara itu, candlestick juga akan muncul pada range yang saling berdekatan dan membentuk pola pergerakan yang cenderung flat.

Meskipun trading binary options secara umum ditentukan dengan memperkirakan arah pergerakan harga dalam periode tertentu, trader pada pasar ini juga bisa memanfaatkan sideways sebagai kondisi market yang bisa digunakan untuk meraih profit. Metode trading binary options untuk situasi ranging kali ini akan difokuskan pada strategi trading dengan analisa pada indikator teknikal dan pemilihan jenis trading binary options yang tepat.

Sideways Trading Dengan Analisa Pada Indikator Teknikal

Salah satu jenis indikator yang tepat untuk bertrading pada pasar yang sedang sideways adalah indikator oscillator. RSI (Relative Strength Index) dapat menjadi contoh oscillator yang baik untuk digunakan pada pasar yang sedang ranging. Dengan mengikuti analisa pada level-level overbought dan oversold, Anda dapat menempatkan option sesuai dengan momentum pergerakan harga. Misalnya, saat harga mencapai level overbought, Anda dapat memilih options "put", sementara options "call" dapat ditempatkan setelah harga mencapai level oversold. Poin overbought pada indikator RSI berada pada level 70, sementara poin oversold ditentukan pada level 30. Area overbought dan oversold dapat menjadi level yang tepat untuk mengantisipasi pembalikan harga, karena mengindikasikan kondisi jenuh dari aksi buy atau sell dari suatu instrumen trading.

Oscillator RSIIndikator RSI merupakan salah satu oscillator yang sesuai untuk digunakan pada kondisi pasar yang sedang ranging

Cara trading ini sangat sesuai untuk kondisi sideways karena oscillator kurang bisa memberikan sinyal trading yang menjanjikan saat tren sedang menguat. Sebaliknya, momentum yang tercapai saat pasar sedang ranging dapat diindikasikan sebagai sinyal trading yang kuat.

Selain RSI, masih ada oscillator lain yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan analisa pada kondisi sideways. Beberapa diantaranya adalah Stochastic dan MACD. Masing-masing indikator memiliki tampilan dan perhitungan yang berbeda, meskipun sama-sama berfungsi untuk mengukur momentum pergerakan harga. Anda bisa melakukan uji coba terlebih dahulu untuk menentukan indikator yang paling sesuai dengan sistem trading Anda.  

Sideways Trading Dengan Boundary Options

Selain penggunaan indikator teknikal, trading pada kondisi sideways dapat juga dilakukan dengan jenis trading binary options tertentu. Dalam hal ini, boundary options dapat menjadi pilihan tepat untuk dapat meningkatkan profit pada pasar yang sedang ranging. Pada dasarnya, boundary options memiliki 2 pilihan yaitu "in" atau "out" of boundary. Boundary terbentuk dari range atas dan range bawah yang membentuk suatu area khusus, dimana option "in" menuntut harga untuk berada dalam area saat expiry time habis, sementara option "out" bisa membawa keuntungan apabila harga berada di luar area saat expiry time habis.

Dengan jenis trading ini, Anda dapat memperkirakan batas-batas harga yang dapat juga bertindak sebagai area support dan resistance. Apabila pasar sedang bergerak dalam kondisi sideways, tentu level-level tersebut akan sulit tertembus karena harga cenderung bounce dari batas-batas harga itu. Untuk itu, Anda hanya perlu memperkirakan range harga yang tepat jika bertrading pada broker dengan pilihan range yang lebih fleksibel, atau hanya sekedar memilih option "in" atau "out" pada broker yang telah menyediakan range harga tertentu. Terlepas dari perbedaan kebijakan dalam menentukan range harga, Anda masih akan dapat menentukan option dengan lebih leluasa melalui penggunaan jenis trading ini.

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Sideways Trading Binary Options

Ada beberapa poin yang perlu Anda pertimbangkan sebelum bertrading binary options pada pasar yang sedang ranging. Berikut ini adalah lima hal yang secara khusus dapat Anda perhatikan untuk dapat memanfaatkan kondisi sideways dengan cara yang telah disebutkan di atas:

1. Kondisi pasar yang sedang ranging dapat membuat Anda semakin ragu dalam menentukan option, terutama untuk jenis trading standard seperti high/low options. Hal ini dikarenakan, harga tidak memperlihatkan tren naik atau turun secara pasti, sehingga perkiraan "call" atau "put" dapat sangat beresiko apabila ditempatkan dengan expiry time yang kurang sesuai.

Untuk mengantisipasinya, Anda dapat menerapkan strategi risk reversal yang dapat menjaga agar salah satu options Anda berakhir in-the-money. Cara ini dilakukan dengan menempatkan dua options yang berlawanan pada waktu yang bersamaan. Dengan demikian, meski salah satu options berakhir out-of-the-money, options yang ditempatkan pada arah berlawanan akan sanggup menutupi loss Anda. Tidak hanya berakhir imbang, kedua options tersebut dapat menghasilkan profit apabila Anda menempatkan kapital yang lebih besar pada options yang berakhir in-the-money.

strategi risk reversal
Strategi ini mungkin sedikit mirip dengan strategi hedging, yang juga dilakukan dengan menempatkan 2 pilihan options yang berlawanan. Akan tetapi, metode risk reversal dilakukan dengan menentukan 2 options dalam waktu yang bersamaan, sehingga cukup berbeda dari strategi hedging yang dilakukan dengan menempatkan options kedua untuk mengatasi kegagalan dari options pertama. Keunggulan strategi risk reversal adalah banyaknya waktu yang Anda miliki untuk dapat memungkinkan kedua options berakhir di waktu yang bersamaan. Hal ini penting, karena jika options dengan pilihan yang tepat belum berakhir ketika options yang satunya telah membawa kerugian, tidak ada yang menjamin apakah dalam beberapa waktu ke depan harga akan bergerak di arah yang sama atau justru berbalik saat expiry time habis.

Di sisi lain, Anda juga diharuskan untuk dapat menentukan option mana yang lebih Anda yakini untuk dapat mendapatkan profit dari strategi risk reversal. Hal ini akan lebih sulit bila dibandingkan dengan penentuan pada strategi hedging yang sedikit lebih bisa memastikan bahwa option kedua-lah yang lebih memungkinkan untuk berakhir in-the-money.

2. Apabila Anda bertrading dengan high/low option, Anda dapat menganalisa pergerakan harga pada time frame yang lebih tinggi dan melakukan analisa fundamental untuk mengetahui pergerakan harga secara keseluruhan. Metode ini akan lebih tepat jika diaplikasikan untuk trading jangka panjang dengan expiry time harian atau di atasnya.

3. Pada beberapa broker yang sudah mengatur range harga di level tertentu, perolehan profit biasanya disesuaikan dengan lebar area yang diatur. Bisa dikatakan, semakin sempit range yang diatur, semakin tinggi pula return profit yang dapat Anda peroleh.

Selain itu, ada pula pilihan High Yield Boundary yang menyediakan peluang keuntungan hingga mencapai lebih dari 200%. Akan tetapi, option seperti ini mengandung resiko yang lebih besar karena diatur pada level harga yang lebih ketat dan hanya menyisakan satu options "in" untuk bisa digunakan. Untuk boundary options, hal tersebut lebih patut diwaspadai mengingat jenis trading seperti ini baru dibuka pada sesi trading dengan volatilitas tinggi. Oleh karena itu, pelajari baik-baik peluang keuntungan dan besaran resiko yang dapat timbul dengan jenis trading seperti ini. Bertrading dengan aman dan strategi yang menjanjikan tentu lebih baik daripada hanya mementingkan fokus pada potensi profit tanpa perhitungan yang pasti.

4. Anda perlu memperhatikan rilis data fundamental yang dapat mempengaruhi volatilitas harga. Hindari saat-saat yang berdekatan dengan rilis data yang penting, seperti NFP AS, tingkat suku bunga bank, pidato pimpinan bank sentral, dll. Harga sering bergerak di level yang kurang bisa diperkirakan menjelang dan beberapa saat setelah rilis data. Volatilitas harga yang tinggi tentu akan membawa resiko yang semakin besar pula, terutama jika fokus trading Anda adalah pada kondisi sideways.

5. Apabila Anda bertrading dengan boundary options, perhatikan juga kebijakan broker dalam menentukan range harga dan persyaratan yang ditetapkan pada jenis trading ini. Karena mudah digunakan dan memiliki potensi profit yang menjanjikan, tidak semua broker binary options menyediakan boundary options sebagai salah satu pilihan jenis tradingnya. Jikapun ada, broker biasanya memberikan ketentuan dan batasan-batasan khusus bagi Anda untuk dapat menggunakan boundary options ini. Untuk itu, perhatikan betul-betul ketentuan yang diberlakukan oleh broker dalam kaitannya dengan penggunaan jenis trading ini. Anda tentu dapat menentukan batasan yang wajar untuk dapat menilai aksesibilitas jenis trading tertentu dari suatu broker. Selain itu, amati pula akurasi dari tercapainya harga saat expiry time Anda habis. Cara-cara ini dapat dilakukan pada tahap percobaan melalui akun demo ataupun penempatan options dengan kapital yang tidak terlalu besar pada akun live.

Namun demikian, bukan berarti broker yang tidak memiliki batasan dalam penggunaan jenis trading tertentu bisa lebih baik dari broker yang memiliki ketentuan khusus. Dalam hal ini, kemananan trading, kualitas platform, ketepatan eksekusi, serta kemudahan transaksi juga perlu dipertimbangkan. Masih ada strategi range trading dengan jenis trading standard high/low options apabila broker kepercayaan Anda terlalu membatasi penggunaan boundary options.

Kesimpulan

Memanfaatkan kondisi sideways bisa sangat berguna untuk dapat bertrading tanpa mengandalkan adanya tren ataupun volatilitas harga. Situasi yang lebih sering tejadi ini banyak dimanfaatkan oleh trader jangka panjang untuk tidak terjebak oleh momen sesaat yang biasanya timbul akibat terbentuknya tren-tren tertentu pada volatilitas tinggi. Di sisi lain, kondisi sideways juga bisa dimanfaatkan untuk menempatkan options dengan expiry time yang lebih pendek pada trading binary options.

Memanfaatkan indikator teknikal seperti oscillator dapat menjadi cara trading yang menjanjikan saat Anda ingin menempatkan options saat pasar sedang tanging. Boundary options juga bisa menjadi pilihan tepat untuk memudahkan Anda dalam memanfaatkan kondisi flat ini dengan jenis trading yang telah disediakan oleh broker. Sementara itu, jika ingin menggunakan jenis trading yang lebih umum seperti high/low options, Anda dapat pemilihan expiry time yang lebih tinggi dengan cara analisa untuk trading jangka panjang.

Beberapa cara di atas dapat menjadi strategi yang diterapkan pada trading binary options Anda. Apabila Anda dapat menyesuaikan strategi trading Anda dengan kondisi tren maupun sideways, kemungkinan keberhasilan pada trading binary options Anda juga akan semakin terbuka lebar.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.