Advertisement

Kapan Sebaiknya Stop Trading?

  By: Kukuh Raharjo   View: 6344    Trading Plan  

Haaa...kenapa harus berhenti trading? Ya. Kadang-kadang Anda harus mengambil keputusan untuk tidak buka posisi atau bahkan harus tutup posisi saat kondisi-kondisi di bawah ini akan dan sedang terjadi. Langsung aja yuk, kita bedah satu persatu. Untuk memutuskan kapan saat yang tepat untuk berhenti trading, paling tidak kita dapat mengidentifikasi dua hal besar ini sebagai dasar.

stop trading - sign

 

1. Hal-hal Yang Berkaitan Dengan Kehidupan Pribadi

Waaa...pribadinya gimana tuh? Begini...biar lebih terang benderang, mari kita bagi lagi poin satu ini dalam beberapa situasi

  • Ketika sedang ada gangguan dari luar diri anda. 

Hmmhh...gangguan? Yang seperti apa nih? Coba anda tengok ke belakang bagaimana kehidupan sehari-hari anda berjalan. Tidak selalu mulus bukan? Ada saja situasi yang sumbernya dari luar diri anda dapat menjadi sandungan aktifitas trading anda.

Misalnya nih, anda sedang ngadepin monitor, nganalisa suatu peluang yang muncul. Ehh..belum nyampe anda open posisi, tiba-tiba hewan piaraan anda (entah itu burung,kucing atau anjing) bikin gaduh. Repot nih..pikiran kacau..nggak fokus. Atau bahkan anda baru ingat kalau sedang masak air. Atau juga tiba-tiba datang adik, kakak atau bahkan pacar anda dengan muka masam, marah-marah. Tariklah nafas dalam-dalam, hembuskan...kemudian tinggalkan peluang ini hingga gangguan itu berakhir.

  • Ketika emosi anda sedang bergejolak.

Anda pasti sering merasakan berbagai hal yang berkaitan dengan bergejolaknya emosi kan? Nah, yang begitu juga dapat menurunkan fokus. Ambil contoh ketika anda sedang berbunga-bunga sehabis pergi jalan dengan pacar baru anda, dengan mudahnya anda bisa melupakan pekerjaan rumah sehari-hari. Yang ada dalam benak anda cuma pingin dekat terus kan? Hehehe...Atau mungkin anda sedang dalam keadaan berduka setelah hewan kesayangan peliharaan anda mati. Mungkin juga anda sedang berada dalam amarah yang meledak-ledak akibat anak buah anda tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai perintah.

Nah, tampaknya hal-hal di atas cuma hal yang remeh saja. Tapi akan lebih baik jika anda memperhatikan dari hal yang remeh tersebut. Jangan sampai nantinya hal tersebut menjadi besar dan jadi alasan atas posisi loss yang ada dapatkan.

 

2. Hal-hal Yang Berkaitan Dengan Kondisi Pasar.

Hmmh...emang ada apa dengan situasi pasar? Bukankah mereka beroperasi seperti biasa? Betul, tapi ada baiknya jika kita perhatikan rambu-rambu ini sebagai sinyal untuk segera meninggalkan peluang yang sedang kita kejar dan juga segera keluar dari posisi "floating loss" maupun profit.

  • Ketika bank di AS sedang libur.

Hanya saat liburnya bank di AS sajakah? Enggak juga sih...anda bisa juga hentiin segala kegiatan anda saat bank di Eropa atau Jepang libur. Hanya saja jika bank di Eropa atau Jepang yang libur, nggak begitu berdampak ke pasar. Namun jika industri perbankan AS libur, serta merta pasar menjadi sepi. Jadi akan berpengaruh ke volatilitas pasar. 

Bank Tutup - ilustrasi

Karena hampir semua pair utama yang ditradingkan ter"ekspos" oleh dolar AS. Apalagi, bank-bank besar yang rata-rata kantornya di AS adalah player utama pasar forex. So, saat bank di AS libur, potensi peluang yang muncul akan semakin jarang pula terlihat. Nah, buat apa kita buang-buang waktu? 

  • Ketika muncul jadwal berita. 

Fokuskan perhatikan kita pada daftar berita yang sudah terjadwal dan yang akan dirilis saat kita lakuin analisa. Atau bisa juga saat kita sedang lakuin analisa hari ini terlihat peluang untuk esok hari. Dimana bisa tahu akan muncul berita atau sedang ada libur bank? Cek saja Kalender Forex.  

Klasifikasi berita mulai dari yang berimbas ringan, sedang dan berat sudah terspesifikasi di situs internet yang biasa kita jadikan tempat untuk memantau, bukan? Dari situ, bisa saja kita cuplik sesuai selera atau pengalaman kita, berita terjadwal mana saja yang punya potensi memporak-porandakan sistem trading kita. Memang, umumnya hanya berita yang terklasifikasi penting (ditandai merah, atau tiga strip merah, atau tiga banteng) yang perlu menjadi rujukan.

  • Ketika petinggi bank sentral berpidato.

Orangnya sih nggak ada istimewanya...cuma materi pidatonya yang bisa berdampak luar biasa bagi perekonomian suatu negara dan otomatis juga berpengaruh pada pergerakan mata uangnya. Apalagi jika yang berpidato pimpinan bank sentral AS, bisa-bisa sekawasan Eropa dan Asia berjumpalitan.

  • Ketika muncul gerakan harga di luar kebiasaan.

Jika kita sudah biasa ngamati, nganalisa suatu pair, kemungkinan besar kita sudah akan terbiasa dengan karakter "pair" tersebut. Dimana saat-saat dia geraknya lambat atau saat kecepatan semakin berakselerasi, pasti kita bisa perkirakan. Apalagi jika dikaitkan dengan berita yang sudah dijadwal, makin jelas pola itu kita pahami.

Nah...sekarang yang akan kita tandai dari pola yang sudah terbentuk adalah fenomena yang muncul di antara pola tetap tersebut. Jika fenomena tersebut muncul dekat dengan periode "pair" tersebut sedang berakselerasi (berdekatan dengan berita yang terjadwal), memang agak susah juga sih. Tapi jika muncul di saat gerakan lagi tenang tanpa ada berita terjadwal...itu dia. Biasanya ditandai dengan gerakan harga yang kacau. Naik turun berulang-ulang dalam suatu "time frame" tertentu. Nah, ada apa nih? Ya sudah, jika fenomena seperti itu muncul (beruntung) sebelum kita open posisi, sebaiknya...batalkan niatan itu.

  • Ketika akhir minggu. 

Hari Jumat kan? Yup, tapi bukan berarti "totally" kita nggak boleh trading sama sekali lho. Anda boleh-boleh saja memanfaatkan hari terakhir ini, dengan syarat: tutup posisi juga di hari yang sama. Kenapa sih nggak boleh nahan posisi sampai minggu depan (atau minimal sampai pasar buka kembali Senin?) Boleh saja..siapa bilang nggak boleh?

Cuma...coba deh amat-amati, mayoritas layanan trading secara online tutup di Sabtu-Minggu. Jadi kita bakal mengalami kesulitan untuk memantau pergerakan harga atau bahkan meng-intervensi posisi yang telah kita buka di hari Jumat tersebut. Walaupun, hari libur di akhir minggu itu, ternyata banyak hal dapat terjadi. Baik kejadian di sektor keuangan maupun kejadian-kejadian lain yang dapat mempengaruhi nilai tukar suatu mata uang. Apalagi jika kejadian tersebut langsung 'ngefek ke posisi pair yang lagi kita tradingkan...bisa berabe tuh. Lebih beresiko juga kan?

  • Ketika musim liburan.

Industri forex ini muncul dan berkembang di belahan dunia barat. Dan, kebiasaan mereka di sana, liburan favorit terjadi setahun dua kali. Satu, di saat musim gugur, dan berikutnya di (atau menjelang) akhir tahun antara Natal hingga Tahun Baru.

Nah, otomatis di kedua momentum tersebut pasar keuangan, termasuk forex, volatilitas bakal turun drastis. Bagaimana mungkin? Ya, karena merekalah pemain utama di industri ini. Jika para pemain besarnya saja libur, kenapa kita, yang notabene hanya menjadi "pengikut" pergerakan pasar para "big boys" tersebut, memaksa untuk "gelar tikar"? Sudahlah, ikut liburan saja. 
 

Tak ada yang dapat memastikan arah pergerakan harga dalam industri forex ini. Poin-poin di atas hanyalah sebagai rambu-rambu saja. Mungkin anda merasa cocok? Silakan dimanfaatkan.

Bagi kaum fundamentalis, mungkin banyak nggak "sreg" dengan strategi trading menghindari berita, tapi tak apalah...mungkin buat anda yang mempercayai batasan-batasan atau indikasi-indikasi dalam bentuk grafik bisa berpatokan pada hal tersebut. Bagi anda yang bergaya "long timer", bisa saja menolak mentah-mentah wawasan menutup posisi di akhir minggu (apalagi posisi masih "floating minus"). Tetapi mungkin, banyak "day trader" mengamini konsep itu. Sekarang, semua harus berpulang kembali pada pertimbangan professional anda masing-masing. Banyak jalan menuju profit bukan?







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 4