Advertisement

iklan

Tips Trading Pada Kondisi Sideways

250312

Pasar forex sering kali bergerak sideways atau bergerak dalam range (ranging) setelah trending. Namun, ada kondisi sideways yang bisa ditradingkan dan ada yang harus dihindari.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Dalam pasar forex, harga memiliki kecenderungan untuk bergerak mengarah ke atas (Uptrend) atau ke bawah (Downtrend). Ada kalanya juga harga bergerak Sideways atau bergerak dalam range (ranging) setelah trending.

Namun tidak semua kondisi Sideways selalu sama, ada yang bisa ditradingkan dan ada yang harus dihindari. Berikut ini beberapa tips jika Anda ingin trading pada kondisi Sideways:

 

1. Tentukan Kondisi Sideways Yang Bisa Ditradingkan

Kondisi Sideways dalam forex bisa ditradingkan jika dibatasi oleh range harga yang jelas. Dalam hal ini, harga berosilasi atau bergerak di dalam range yang tetap di antara level Support Resistance.

Untuk mengetahui apakah kondisi Sideways layak ditradingkan atau tidak, bisa dilihat dengan melakukan zoom out, atau melihat pergerakan harga pada Time Frame yang lebih tinggi. Apakah pasar tampak jelas bergerak trending, baik Uptrend atau Downtrend?

Jika tidak tampak trending, itu tandanya pasar sedang dalam kondisi Sideways. Apabila Sideways maka tentukan apakah pergerakannya dalam range yang jelas atau cenderung choppy (tidak beraturan). Berikut contoh kondisi Sideways dalam forex dengan range trading yang jelas:

Tips Trading Pada Kondisi Sideways Dalam Forex

(Baca Juga: Cara Trading Forex Di Pasar Sideways)

Tampak pada chart di atas, harga berada dalam trading range yang jelas di antara level Resistance kunci (Key Resistance) dan Support kunci (Key Support). Level-level tersebut merupakan patokan untuk Entry dan Exit serta tempat kita melihat kemungkinan adanya sinyal trading yang valid. Dengan range yang jelas, kita juga bisa menentukan Risk Reward Ratio yang memadai, karena kemungkinan pergerakan harga dari level Support ke Resistance dan sebaliknya cukup besar.

 

2. Jangan Trading Saat Pasar Sedang Choppy

Pergerakan harga yang choppy atau Sideways yang tidak beraturan disebabkan oleh konsolidasi pasar, dimana para pelaku sedang saling menunggu. Kondisi pasar seperti ini tidak layak untuk ditradingkan karena bentuk Bar Candlestick bergerak tidak menentu, sehingga kita sulit menetapkan Risk Reward Ratio yang memadai. Berikut ini contoh kondisi choppy setelah harga bergerak dalam Downtrend yang kuat:

Tips Trading Pada Kondisi Sideways Dalam Forex

Perhatikan bahwa pergerakan harga tidak menentu dan tidak bergerak dalam range yang jelas, kurva Exponential Moving Average (EMA) 8 dan EMA 21 juga saling berdekatan serta cenderung bergerak datar. Sinyal trading yang timbul pada keadaan choppy biasanya tidak valid. Jika kondisi pasar seperti itu sebaiknya jangan Entry. Tunggu hingga pergerakan harga kembali trending atau tetap Sideways tetapi membentuk range yang jelas.

 

3. Gunakan Price Action Dalam Pasar Sideways

Jika kondisi Sideways disertai dengan range yang jelas, biasanya metode trading yang digunakan adalah False Break Entry atau Entry ketika harga gagal menembus level Resistance atau Support seperti pada contoh berikut ini:

Tips Trading Pada Kondisi Sideways Dalam Forex

Pada gambar di atas, sinyal untuk Entry bisa dilakukan ketika Candlestick membentuk pola Pin Bar berekor panjang, Bullish/Bearish Engulfing, Morning Star, dan Evening Star yang menandakan terjadinya Rejection (penolakan) di level Resistance atau Support. Kondisi inilah yang disebut sebagai False Break. Dengan menentukan Stop Loss pada level tertinggi atau terendah Pin Bar, dan target pada level Support atau Resistance, maka kita akan bisa trading dengan Risk Reward Ratio yang memadai.

 

Kesimpulan

Kondisi pasar Sideways dalam forex tidak selamanya menyeramkan. Buka pemahaman Anda bahwa momen Entry tidak hanya bisa diterapkan saat pasar sedang Downtrend atau Uptrend saja, tapi juga bisa diterapkan ketika pasar sedang Sideways. Memang pergerakan harga cenderung naik dan turun seakan-akan tanpa arah. Namun, jika Anda mampu menerapkan tips trading pada kondisi Sideways secara disiplin, tentu trading di Trend apapun bukan lagi masalah.

 

Kini Anda sudah mengetahui apa saja tips trading pada kondisi Sideways dalam forex yang bisa diterapkan. Dalam poin ketiga di atas, dijelaskan bahwa Anda bisa melakukan Entry pada pasar yang sedang berkonsolidasi menggunakan Price Action. Mau tahu lebih dalam mengenai Price Action? Simak artikel kami berikut ini: 10 Dasar Price Action Trading Yang Sering Ditanyakan Trader.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Gomang
Bagaimana kita nentuin risk dan rewardnya..bang? Di manakah kita bisa open posisi pada contoh ke-3? Apakah pada false break resistant pertama? Apakah setelah false break support pertama..kita bisa juga pasang pending order di area ekor pin barnya?
Martin S
@ Gomang:


- Open posisi setelah bar false break terkonfirmasi (pada bar yang di-highlight warna kuning), bukan pada bar false break-nya.

- Pasang pending order di area ekor pin bar adalah berbahaya, karena pada saat pin bar tersebut terbentuk belum tentu valid dan false break belum terkonfirmasi. Jadi tunggu hingga false break-nya terkonfirmasi.

- Dalam hal entry buy, stop loss bisa pada level support terdekat (misal level terendah bar sebelumnya), dan target pada level resistance. Untuk entry sell, stop loss bisa pada level resistance terdekat (misal level tertinggi bar sebelumnya), dan target pada level support. Usahakan risk/reward ratio lebih tinggi dari 1:1.
Anvil
Jika choppy menandakan pasar berkonsolidasi dan pelaku sedang saling menunggu, lalu sideways yang beraturan menandakan tindakan pelaku pasar yang bagaimana? Apa itu memperlihatkan buyer & seller saling sepakat untuk menggerakkan harga dalam range tertentu? Makasih
Martin S
@ Anvil:
Sideways dengan range yang jelas atau harga bergerak dalam range trading sebenarnya juga keadaan menunggu karena belum ada sentimen kuat yang menyebabkan harga breakout. Jadi dalam hal ini harga digerakkan oleh sentimen permintaan dan penawaran yang bisa mengacu pada rilis data fundamental. Harga batas atas dan batas bawah secara tidak langsung bisa dianggap sebagai kesepakatan antara buyer dan seller hingga ada sentimen yang kuat untuk breakout. Kalau kondisi choppy biasanya sentimen untuk buy atau sell-nya rendah, dan volume trading biasanya juga rendah.
Eko Rumadi
apa tanda2 sideway akan sgr berakhir dn harga akan breakout?
Martin S
@ Eko Rumadi:
Bisa diamati dari price action dan indikator terutama yang menunjukkan kekuatan trend seperti ADX yang dikombinasikan dengan MACD. Berikut ini contoh pada USD/JPY yang breakout pada akhir Mei 2015 setelah berminggu-minggu bergerak sideways antara level 118.90 dan 120.50:



Dari price action: Terbentuk inside bar yang disusul dengan ditembusnya level tertinggi mother bar, dan terbentuknya formasi bullish engulfing candle.
Dari indikator teknikal:
1. Harga bergerak pada kurva upper band indikator Bollinger Bands
2. Kurva indikator MACD bergerak diatas kurva sinyal (warna merah) dan garis histogram OSMA juga bergerak diatas level 0.00.
3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada diatas level 25, menunjukkan uptrend yang kuat.