Advertisement

Pasar Minyak: Peluang Besar Mendulang Untung Dari Aussie Dan Loonie

  By: Kukuh Raharjo   View: 2117    Analisa Intermarket  

Jagad pertambangan tengah dilanda kemerosotan selama beberapa tahun belakangan ini. Komoditas-komoditas yang selama ini menjadi bagian utama tulang punggung perekonomian suatu negara kini performanya tak lagi dapat diandalkan. Dari sekian banyak hasil pertambangan yang paling menjadi primadona adalah minyak bumi. Mengapa bisa begitu? Nah itu dia, keunggulan si emas hitam ini sungguh sangat strategis karena berkaitan dengan energi. Mengingat energi yang bersumber dari alam sampai hari ini belum ada pesaing yang seimbang, maka bagi negara yang menguasai sumber energi ini maka nilai tawar negara tersebut di percaturan global akan sangat tinggi.  

Berbicara tentang minyak bumi, tak mungkin jika tak menyinggung negara Australia dan Kanada. Hmmh...memang ada apa dengan kedua negara tersebut? Australia dan Kanada adalah sebagian dari negara-negara maju yang masih melakukan penambangan minyak bumi baik di darat maupun di laut. Lalu, bagaimana korelasinya dengan mendapat untung?

 

Kaitan Erat Dengan Komoditas

Begini, Kanada, mungkin jika dibandingkan dengan negara tetangganya AS, tak seberapa besar dalam mengeksplorasi minyak bumi. Namun dikarenakan persentasenya dalam GDP akan hasil tambang tergolong besar, sekitar 8 persen, maka pergolakan harga minyak jelas akan berpengaruh terhadap perekonomian dalam negerinya. Pengaruh porsi minyak yang besar pada GDP ini merefleksikan posisi minyak dalam perekonomian Kanada dan langsung berkaitan dengan nilai mata uang negara tersebut, yaitu Dolar Kanada.

Lalu bagaimana dengan Australia? Negara ini bisa dikatakan tak terlalu istimewa jika disinggungkan dengan kondisi perminyakan. Namun, ternyata Australia mempunyai produk pertambangan lain yang juga turut terpengaruh keadaan dunia perminyakan. Australia selama bertahun-tahun begitu dalam mengeksplorasi tambang besi dan tembaganya. Secara nilai, jauh melebihi industri pengeboran minyak buminya. Lanjut...bagaimana Australia juga bisa terpengaruh kondisi perminyakan?

Baik...ini cuma ulasan kulitnya saja ya... Minyak menjadi sarana penting dari proses produksi suatu barang. Disaat kondisi perokonomian melambung, maka tidak hanya komoditas minyak yang akan menikmati manisnya pasar yang menggelembung tersebut. Secara berdampingan, komoditas pertambangan lain juga akan turut terangkat. Termasuk besi dan tembaga. Dan ketika perekonomian global menunjukkan kelesuannya, maka sektor energi akan menerima imbasnya. Efek berantainya, komoditas pertambangan lain mau tak mau bakal lesu juga.

Australia yang kaya akan barang tambang seperti tembaga dan besi, pun tak bisa lepas dari hukum tersebut. Nilai tambang tembaga dan besi-nya akhirnya berjalan seiring dengan nilai minyak dunia.

Nah...berikutnya adalah sisi keuangan. Mungkin kalau disajikan dengan gambaran visual akan seperti ini:

korelasi oil vs aud vs Cad

Ini yang pertama, seperti ulasan singkat di atas, terlihat dengan mudah, area Biru menggambarkan kondisi harga perminyakan. Kemudian garis Merah menampilkan pergerakan nilai tukar AUD/USD, sedang warna Hijau menyatakan naik turunnya level CAD/USD.

 

korelasi aud vs copper

Lalu..ini grafik apa? Oh..kalo yang kedua menyajikan perbandingan kondisi nilai tukar AUD/USD dengan situasi harga di pasar komoditas tembaga. Sekarang menjadi makin jelas bukan?

 

Rekam Sejarah

Di sekitaran awal 2009 sampai dengan pertengahan 2011, negara-negara produsen minyak bumi sedang berpesta pora menikmati rally sang emas hitam ini. Begitu juga dengan Aussie dan Loonie. Kedua mata uang komoditas ini, begitu para pelaku pasar juga sering menyapanya, turut juga diapresiasi oleh para investor di pasar nilai tukar. Dimana harga minyak melompat, di situ pulalah keduanya merapat.

Akhirnya pasar menemukan level keseimbangannya. Periode 2012 sampai 2013 akhir, komoditas ini bertahan dalam momentum level tertingginya. Pada medio 2013, posisi tersebut mulai goyah. Pasokan minyak bumi dari seluruh dunia, perlahan namun pasti mulai membanjiri pasar. Satu persatu dari mereka mulai memberitakan peningkatan stok dan cadangan minyak mentahnya. 

Akhirnya sentimen para pelaku pasar mulai bergeser. Minat para pemegang kontrak minyak mulai beralih ke investasi yang lain. Walaupun secara demand, kebutuhan akan minyak dan produk turunannya masih terus tumbuh, namun karena banyaknya kabar tentang naiknya jumlah produksi dari sebagian besar negara penghasil minyak bumi maka faktor psikologis akhirnya berhasil menekan harga minyak untuk turun sampai dengan sekarang.

 

Kesimpulan

Lalu, dimana mudahnya dapat untung dari si Aussie dan Looney?

Lha, bukannya dah jelas korelasinya? Rekam jejak sudah jelas terlihat, jika harga minyak turun maka nilai kedua mata uang tersebut kemungkinan besarnya akan juga mengikuti turun. Saat nanti harga minyak beranjak naik, si Loonie dan Aussie berpeluang besar juga untuk merangkak naik. Sebagai trader, situasi tersebut harusnya dapat dijadikan peluang dan sasaran empuk. Tinggal kita gabungkan dengan analisis teknikal, maka peluang profit akan lebih mudah diraih bukan!? 

Tetapi mengaplikasikan pengetahuan itu bukan berarti tanpa kendala. Nah ini...bagi para trader valas yang sering melakukan transaksi secara elektronik dengan time frame rendah (kurang dari D1) maka akan susah mendapatkan momentum perubahan tren. Jadi sangat disarankan sebelum melakukan transaksi agar proses analisa kondisi pasar menggunakan time frame di atas D1.

Baik..sampai disini pengantar mencari peluang dari pergolakan harga minyak dunia..semoga bermanfaat.

-----------------

Diinspirasi dari: "Two Great Currencies To Profit From Oil Volatility" oleh Alan Farley (Investopedia)







SHARE:

SHARE: