Advertisement

iklan

Selamat Datang Di Era Speed Trading. Selamat Berjuang.

265355

Trading saat ini bukanlah hanya dilakukan oleh manusia secara manual, melainkan juga superkomputer. Inilah era Speed Trading di mana persaingan forex makin ketat.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Jika seseorang menyebutkan "Wall Street", pasti terbayang di kepala lautan manusia berjejalan, menyerukan suara lantang untuk menandakan perintah jual atau beli berbagai macam instrumen finansial. Namun sekarang, hal tersebut telah berubah.

High-frequency Trading

Akhir-akhir ini, Wall Street bisa dibilang "dikuasai" oleh speed trading. Apa itu speed trading?

Speed trading tidak lagi mengandalkan kemampuan manusia karena hanya terminal-terminal fisik atau superkomputer mampu "berlari" dengan trafik jual-beli sangat besar (ribuan hingga jutaan order) setiap kali Anda mengedipkan mata, secepat itu, dari situ pula juga asal istilah teknisnya, High-Frequency Trading.

 

High-Frequency Trading? Speed Trading? So What Gitu?

Pengguna dari superkomputer tadi pada umumnya hanya terbatas pada lembaga-lembaga investor intitusional dan bank-bank investasi karena biaya instalasi dan perawatan superkomputer sungguh besar (mencapai jutaan US dollar). Jika ongkosnya saja selangit, bisa dibayangkan apa yang mereka ingin capai dengan mesin-mesin canggih tersebut kan?

Superkomputer speed trading dibandingkan dengan komputer trader personal, mampu mengoperasikan beban operasi jauh berlipat-lipat ganda dengan kecepatan lebih tinggi pula, jadi saat komputer personal sudah mulai kepanasan dan tak mampu lagi menahan beban (freeze, lagging), superkomputer justru masih melejit mengoperasikan jutaan order di pasar terbuka.

Implikasinya?

Dengan volume trading raksasa tersebut, bisa jadi apa yang Anda lihat di grafik harga suatu pairs atau instrumen finansial lainnya tidak lain dan tidak bukan adalah "ulah" dari mesin-mesin speed trading tadi.

Lihat saja volatilitas harga pada time-frame di bawah H4, sudah dicek? Masih berpikir bahwa order-order tersebut seratus persen dikontrol manusia? Silahkan dipikir lagi.

Belum lagi jika Anda adalah day trader atau scalper, saat ini Anda tidak hanya bersaing dengan sesama manusia lain untuk mengeruk secuil keuntungan dalam frekuensi trading berkali-kali, tapi juga dengan mesin-mesin speed trading tersebut.

 

Gila! Berapa Besar Keuntungannya Menggunakan Speed Trading?

Mengetahui seberapa besar jumlah keuntungan dari mesin-mesin "gilas" tadi, Anda terlebih dahulu harus bertanya pada pemilik atau penggunanya, nah, masalahnya sebagian besar institusi merahasiakan laporan keuangan dan sistem kerja "black-box" masing-masing, sebutan untuk superkomputer rahasia mereka.

Paling tidak, menurut secercah laporan dari kerelaan narasumber untuk memberikan informasi mengatakan, "pada dasarnya asset selalu punya perbedaan harga jual dan beli, dari selisih harga jual dan beli itu umumnya kami mendapat keuntungan. Tidak peduli harga mau ke mana besoknya atau tahun depannya, pokoknya kami terus keluar masuk pasar, detik demi detik. Komputer (mesin speed trading, red.) kami hanya menjalankan perintah berdasarkan algoritma. Mau untung cuma satu sen, tak masalah, yang penting jumlah (frekuensi trading, red.) transaksinya, ya kalikan saja satu sen USD sebanyak jutaan kali."

Yah begitulah kira-kira secuil informasi yang bisa digali.

 

Apa Suatu Saat Nanti Pasar Akan Dikendalikan Oleh Speed Trader?

Jawabannya, antara ya dan tidak dengan catatan manusialah penentu akhir layak tidak layaknya speed trading "dibiarkan" bersirkulasi dengan kondisi sistem finansial saat ini.

Pelaku pasar, tidak hanya terdiri dari penjual dan pembeli saja, instasi lembaga intitusional juga turut mengambil peran dalam stabilitas pasar. Jika mereka mendeteksi anomali, sejumlah prosedur dan antisipasi akan ditindaklanjuti untuk mencegah terjadinya kejatuhan finansial.

Jadi, bagaimana sikap Anda terhadap penggunaan mesin speed trading ini? Apakah Anda mendukungnya atau menentangnya?

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.


Fxtokcer
begh, mau lawan robot keq lawan dewa keq, lawan apa keq, sekali udah jiwa scalper mah ywda, menang terusin, loss ya udah, coba lagi sampe dapet profit wkwkwkwk, scalper gitu loh, ga gila bukan scalper namanya.