OctaFx

iklan

Indikator ADX Crossing, Solusi Mudah Membaca Sinyal ADX

265357

Pernahkah Anda merasa kebingungan dengan sinyal indikator ADX? Untuk mempermudah pengamatan pada ADX, Anda bisa gunakan indikator ADX Crossing yang bisa tampil sederhana, langsung di chart harga.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Semua orang pasti tak ingin ketinggalan trend. Hal ini rupanya juga berlaku bagi trader forex. Mengikuti trend bisa menjadi solusi tepat bagi mereka yang ingin memanen profit dari pergerakan harga di pasar forex. Tapi tak jarang, banyak trader (khususnya pemula) justru ketinggalan momen dan entry di kala trend sudah melemah. Lalu bagaimana mengantisipasinya?

Salah satu anjuran populer dari para ahli adalah menggunakan indikator yang bisa mengukur kekuatan trend. Dari berbagai jenis indikator teknikal yang ada, muncul ADX (Average Directional index) sebagai salah satu pengukur kekuatan trend pilihan. Dibuat oleh Welles Wilder untuk mengidentifikasi arah dan kekuatan trend, ADX memiliki 3 sinyal; garis ADX yang mengindikasikan kekuatan trend, serta penunjuk arah trend, yaitu kurva +DI (uptrend) dan -DI (downtrend).

Meski tampak cukup lengkap dibanding indikator-indikator dasar lainnya, membaca sinyal ADX bisa menjadi kesulitan tersendiri, terlebih jika Anda belum terbiasa menggunakannya. Bagaimana tidak, ada 3 garis yang naik turun tak beraturan dan masing-masing crossingnya adalah sinyal penting yang diamati untuk mendapatkan peluang entry.

Crossing seperti apa yang dimaksud dan bagaimana cara membacanya bisa disimak di halaman ini, karena artikel ini hanya akan memberikan solusi mudah memahami sinyal crossing dari garis-garis ADX. Bagaimana caranya? Anda bisa menggunakan indikator ADX Crossing yang secara khusus bisa menampilkan sinyal sederhana, langsung di chart trading Anda.

Deskripsi Indikator

ADX Crossing menampilkan sinyal berupa titik-titik di chart trading yang muncul setelah ada crossing antara kurva +DI dan -DI di indikator ADX utama. Dikembangkan oleh John Smith, salah satu anggota forum MQL5, ADX crossing tak memiliki kondisi timeframe khusus, karena indikator ini mengikuti karakter ADX yang bisa diterapkan di timeframe manapun. Berikut ini contoh pengaplikasian ADX Crossing di chart:

Indikator ADX Crossing
Titik-titik ADX Crossing tetap bisa muncul meski Anda tidak memasang indikator ADX bawaan platform. Namun demikian, penggunaan indikator ADX utama tetap disarankan agar sinyal dari ADX Crossing nantinya lebih terkonfirmasi.

Cara memasang ADX Crossing di MetaTrader4:

  • Download indikator ADX Crossing di sini
  • Buka aplikasi MT4
  • Pada menu "File", pilih "Open Data Folder"
  • Buka folder tempat Anda menyimpan file ADX Crossing yang telah didownload
  • Copy file tersebut
  • Kembali ke folder terminal MetaQuotes
  • Buka "MQL4", lalu pilih folder "Indicators"
  • Paste file ADX Crossing di dalam folder "Indicators"
  • Tutup MT4
  • Buka ulang MT4
  • Lihat "Navigator" yang terletak di bawah jendela "Market Watch"
  • Cari ADX Crossing
  • Jika sudah ketemu, drag dan drop ADX Crossing di chart trading
  • Klik OK

 

Sinyal Trading Yang Dihasilkan

ADX Crossing menghasilkan 2 sinyal yang diidentifikasikan dari warna titik-titiknya: Bullish (hijau/kuning) dan Bearish (merah). Sesuai dengan pemahaman indikator ADX, titik bullish akan muncul ketika +DI memotong -DI dari bawah ke atas, sementara titik bearish tampil ketika -DI bersilangan dengan +DI dari arah bawah ke atas.

Sinyal Indikator ADX Crossing
Pada grafik H4 dari pair USD/CHF di atas, tampak bahwa titik-titik ADX Crossing muncul setelah ada persilangan garis +DI dan -DI. Poin A memperlihatkan sinyal bullish dari ADX crossing muncul setelah +DI (garis biru) memotong -DI (garis merah) dari bawah ke atas. Hal yang sama juga terjadi pada poin C. Sementara itu, terlihat bahwa di poin B sinyal bearish muncul ketika -DI memotong +DI dari bawah ke atas.

Karena kemunculan titik-titik ADX crossing ini terjadi setelah garis +DI dan -DI bersilangan, maka bisa disimpulkan bahwa indikator ini bersifat lagging. Karakter seperti itu tidak selalu merugikan karena indikator lagging biasanya bisa memberikan sinyal yang lebih terkonfirmasi.

Mengikuti Gerak ADX
Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa saat ADX (garis hijau) tidak berada di atas level 20 (garis horizontal putih di window indikator ADX), sinyal ADX crossing cenderung tampil membingungkan. Kondisi ini rupanya sudah sesuai dengan karakteristik ADX itu sendiri yang mencerminkan penguatan tren. Dalam teorinya, jika ADX bergerak turun dari level 20 maka artinya tren harga sedang melemah. Sebaliknya, grafik ADX yang bergerak naik di atas level 20 mengindikasikan bahwa tren harga sedang menguat. Maka dari itu, pengambilan posisi entry disarankan hanya jika grafik ADX bergerak naik di atas level 20. Berikut ini contoh kasusnya:

ADX Crossing Saat Tren Melemah
Dapat dilihat bahwa di poin A, titik-titik ADX Crossing muncul saling berhimpitan sehingga menghasilkan sinyal yang membingungkan. Hal tersebut bertepatan dengan pergerakan ADX (garis hijau) yang berkisar di batas level 20 tanpa menunjukkan penguatan yang pasti. Berbanding terbalik dengan poin A, poin B justru menunjukkan sinyal bullish yang cukup kuat karena dibarengi dengan pergerakan meyakinkan dari garis ADX di atas level 20. Sementara itu, poin C kembali mengindikasikan sinyal tak jelas, dimana titik bullish dan bearish ADX Crossing tampil berdekatan, sejajar dengan gerak ADX yang saat itu semakin turun hingga melewati level 20.

Akhir Kata

Manfaat utama ADX Crossing terletak pada tampilan sinyal yang memperjelas pembacaan indikator ADX. Namun mengingat sifat ADX Crossing yang cenderung lambat merespon persilangan garis-garis ADX, padahal indikator ADX sendiri sebenarnya sudah lagging, maka tool ini lebih cocok bagi trader yang suka berhati-hati dalam melakukan analisa.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Mira Mizdi
wah lumayan bguna juga nih custom indicator. momentum-osilator kan? Lbih bagus mana ini sama OBV atau RSI? maksud gwa lebih cepet dan tepat mana nangkep sinyalnya?
Galuh
Meskipun bisa menunjukan kekuatan tren tapi ADX ini bukan oscillator, masih tergolong indikator trend karena juga bisa menunjukkan arah trend (dari crosing directional index/di). Mungkin bisa langsung memahami pengertiannya di sini supaya lebih jelas. Perkara cepat mana respon ADX dan RSI sy kira sama saja karena dua2nya sama2 lagging. Sementara ketepatan itu tergantung dr interpretasi trader masing2, karena setiap indikator teknikal menggunakan perhitungan matematis terhadap data-data yang sudah ada. Yang membedakan adalah interpretasi trader terhadap indikator itu yang bisa berbeda-beda, bisa benar atau justru salah.
Demikian semoga bisa membantu
Wady
Salam Mas,
Setting +DI -DI tidak muncul di skrin. Sudah download dan install di MT4. Hanya ada ADX di CS sahaja. Terima kasih.
Agus Bastian
Coba di cek dulu opsi indikatornya, caranya tekan CTRL+I, kemudian klik indikator terkait. Di situ ada opsi-opsinya pasti pak, coba dicek satu-satu, kemungkinan itu ga kelihatan soalnya warnanya belum disetting mungkin.

Wady
Terima kasih Mas. Rupanya selepas install Indi, kena insert Average Directional Movement Index. Ya. Sudah selesai. Terima kasih.