Tiga Cerita Sukses Belajar Trading Forex

271945

Banyak yang mengatakan ini bukan bisnis untuk orang biasa atau malah sekedar tipu-tipu saja. Padahal, sudah banyak orang biasa yang mampu belajar trading forex hingga sukses.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu keunggulan trading forex adalah kemudahannya. Siapa saja yang punya koneksi internet dan bisa mengoperasikan program komputer, bisa bertrading dari rumah. Bisa dilakukan kapan saja dan tidak perlu capek-capek ke kantor. Tetapi nyatanya, banyak yang gagal trading forex hingga orang mengatakan ini bukan bisnis untuk orang biasa bermodal kecil atau malah sekedar tipu-tipu saja. Padahal orang-orang biasa yang bisa belajar trading forex hingga sukses pun ada.

Media terkemuka Inggris, The Telegraph, pernah mewawancarai tiga orang biasa yang berhasil memanen profit dari bertrading forex harian.

 

Rene Muccio, Mantan Pedagang Barang Antik

Rene Muccio yang berumur 51 tahun sebelumnya berbisnis barang antik, tetapi kemudian menjual bisnisnya dan banting stir jadi full time trader. Sehari sebelum diwawancarai, ia berhasil mendapatkan £220 dari rutinitas day trading pounds, dollar, euro, dan yen. Itu merupakan angka kemenangan tertingginya sejak mulai trading. (Baca juga: Patokan Belajar Trading Forex Intraday Untuk Pemula).

Rene Muccio

Kemampuannya memperoleh £220 dalam sehari itu pun bukan didapat dengan instan. Tujuh tahun yang lalu, pria nyaris cacat yang kakinya mengalami kesulitan berjalan ini termasuk orang yang melakukan kesalahan dengan beralih trading fulltime padahal belum tamat belajar forex. Katanya, "Saat itu saya sedang mencari alasan untuk berhenti (bekerja). Inilah jawabannya. Tetapi ketika itu terlalu dini. Saya sama sekali tak tahu apa-apa."

Ia pun langsung loss £2,000 dalam seminggu setelah mulai. Akan tetapi, "Saya terus melanjutkan karena saya terus membaik. Kadang-kadang saya bisa melihat posisi-posisi trading dengan sangat jelas dan saya tahu semua itu karena hal-hal yang telah saya pelajari, dan saya bisa melihat chart dan tahu begitu saja kemana (harga) itu bergerak."

 

Charlie Burton, Mantan Trader Institusional

Menurut Charlie Burton yang beralamat di desa Greenham, Berkshire county, Inggris, prestasi terbaiknya dalam pengalaman 17 tahun trading di sebuah perusahaan pengelolaan dana finansial besar adalah meraup £7,000 dalam lima menit dari trading emas. Kini setelah keluar dari perusahaan itu, target hariannya hanya sekitar £500 hingga £1,000.

Tetapi meski berstatus mantan trader institusional, ia tidak tiba-tiba jadi ahli setelah bertrading sendiri. "Saya kehilangan £250,000 di tahun pertama trading solo dan kenangan itu akan selamanya saya ingat," tutur Burton.

Setelah beberapa waktu berlalu, barulah ia bisa membalikkan keadaan. Dari pengalaman itu, ia mengatakan bahwa trader pemula harus memproyeksikan akan mengalami rugi di beberapa tahun awal, dan setidaknya setelah 2 tahun baru akan bisa menghasilkan profit. Katanya, "Anda harus mampu menghadapi hantaman (kerugian) dan bila Anda mengalami satu bulan buruk maka bisa sangat berat bagi beberapa orang."

Kunci untuk menghadapi hal seperti itu ada pada psikologi, "Sekarang saya sudah tahu untuk tidak kelewat gembira ketika berada dalam posisi kuat, karena saya tidak ingin terpuruk di hari yang buruk".

Tentang kesuksesannya, Burton mengaku, "Saya bukan trader institusional yang bisa mendapatkan bonus jutaan setiap tahun, tetapi saya juga punya banyak pengalaman... Orang-orang berpikir bahwa jika sudah membaca beberapa buku dan mengikuti training maka akan menghasilkan uang, padahal ini sesungguhnya adalah salah satu pekerjaan paling susah di dunia ini (yang membutuhkan pengalaman dan konsistensi)."

Bagi pemula yang masih belajar trading forex, Burton menyarankan agar mengawali dengan part time saja sambil tetap menggarap kerja fulltime lainnya.

 

Jackie Mitchell, Pemilik Dry Cleaning

Jackie Mitchell yang berusia 52 tahun merupakan salah satu trader part-time. Ia biasa bertrading di pagi hari dan kemudian menjalankan bisnis dry cleaning-nya di siang hari.

Jackie Mitchell

Ketertarikannya pada trading forex bermula ketika ia menghadiri seminar gratis beberapa tahun lalu. Ia berpikir bahwa bisnis forex kedengarannya cukup transparan dan langsung mulai trading di hari berikutnya. Sejak itu, ibu empat anak yang tinggal di Northwood, Middlesex, Inggris, ini sudah pernah mengalami loss £3,000 dua kali. Katanya, "(Saya sudah mengalami) banyak naik-turun, banyak air mata dan tawa... Perkirakan akan kehilangan uang saat Anda masih baru. Mereka tidak mengatakan tentang ini pada Anda di seminar-seminar."

Sekarang Mitchell sudah mampu menghasilkan uang dari trading. Berapa banyak? Seperti kebanyakan trader, ia enggan mempublikasikan pendapatannya. Ia hanya mau mengatakan, "Saya bisa membayar tagihan-tagihan rutin dan saya punya keunggulan bisa bertrading dari komputer saya, jadi saya bisa pergi liburan selama berminggu-minggu dan membawa komputer (untuk bertrading)."

 

Untuk mempermudah Anda mengambil pelajaran dari tokoh-tokoh di atas, simak infografi menarik berikut ini:

Infografi cerita sukses belajar trading

Masih banyak cerita-cerita seperti ketiga orang biasa ini, termasuk dari Indonesia. Dari semuanya dapat disimpulkan, sukses belajar trading bukan sesuatu yang bisa didapatkan dengan mudah, melainkan dibutuhkan ketekunan untuk terus belajar dan konsisten. Memang menurut statistik, hanya 10% orang yang bisa mencapai keberhasilan setelah belajar trading forex. Akan tetapi, untuk menjadi bagian dari 10% itu, tidak dibutuhkan kondisi fisik yang sempurna ataupun berpeluh penat bermandi keringat, hanya psikologi yang matang dan kelihaian membaca pasar.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan yang lebih mendalam, selain berkomentar, Anda juga dapat bertanya langsung pada ahlinya di forum tanya jawab untuk komunitas forex.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

Mentari
Wow jumlah loss awal trading mereka rata2 besar smua yah (di atas USD 1,000) apalagi yg sampe loss GBP 250,000, buseeeet... Wah berarti kita yang trading cuma modal USD 10 itu benernya modal nekat atau cuma dibuat bercanda doang yah? hahahahaahha
Hans
yah emang forex memang kejam sih, dan sebagai trader rata2 khilangan modal di awal2 trading itu relatif. Makin besar modal akan semakin mendorong kita untuk menggunakan lot besar pula dalam setiap membuka posisi. Maka dari itu kita harus hati2 dan perhitungkan lagi kemampuan modal kita dan jumlah lot per posisi. Kalo kita cuma mampu sepersepuluh modal dari yang disyaratkan (seperti contoh di atas) ya gampangnya kita juga maksimal pakai lot cuma 0.1 per posisi. 
Mira Mizdi
iya, setuju juga. Sebenernya main di forex itu sebagian besar kendali ada di faktor psikologis sih (apalgi buat yang baru blajar), kadang kita terlalu rakus untuk pasang lot, terus sama sekali ga pasang SL(stop loss)  gitu, tambah lebih parah lagi. Dan kalo sudah professional, pengaruh psikologis ini makin berkurang pengaruhnya, mereka lebih sering menggunakan disiplin dalam menggunakan sistem trading mereka secara obyektif. Artinya, mereka hanya akan bereaksi terhadap sinyal yang benar-benar akurat dan mematuhi semua praturan sistem trading mereka tanpa keraguan atau kebingungan.
Abdul Shomad
itu yg pingn sy pelajarin
Fran
orang bule pada makmur, sehingga bisa punya modal besar utk trading forex..ha..ha..
Rembulan
Jangan salah, orang Indonesia juga lumayan banyak sultan2nya, yang kaya bener2 kaya, yang "belum" kaya ya gitu gitu aja... Btw, sultan2 indonesia kalo main forex juga ga main2 loh, mereka bisa jor-joran sampai milyaran rupiah cuma buat sensasi saja, jadi untung rugi bagi mereka cuma seperti bermain-main saja.
Hamim
Bertrading forex untuk pemula, yang sangat ditekankan adalah faktor psikologis. Artinya, modal dan sebagainya yang berada di luar diri sang trader junior di-nomorsekian-kan. Saya juga menangkap bahwa pada umumnya, orang tertarik pada bisnis ini karena keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan. Sederhananya, tabiat manusia sebagai salah satu makhluk yang tidak pernah puas alias serakah, menjadi salah satu pendorong seseorang untuk belajar dan melakukan trading forex, akhirnya banyak juga yang gagal bahkan terpuruk. Jika melihat pada tiga orang yang dicontohkan sebagai trader sukses, maka saya memahami bahwa motivasi awallah yang dominan menentukan keberhasilan dalam bertrading. Seorang yang tenang, tidak terburu-buru, terus belajar, dan memikirkan segala kemungkinan dengan cermat, dialah yang akan bertahan dan sukses. Meskipun, mungkin ada yang pada awalnya sangat bernafsu sekali, kemudian gagal, lalu ia bertobat dan akhirnya berhasil.
Haris Firmansyah
Hebat banget, sudah loss sampai miliaran rupiah, tapi tetap mau jadi trader. Mental seperti ini nih yg harus ditiru sama orang2 indonesia. pantesan orang2 luar negeri pada maju semua, sementara kita masih ketinggalan. Kekuatan yang sebenarnya itu bukan dari kekayaan dan kekuatan fisik yg kita miliki. Kekuatan yg sebenarnya itu berasal dari bagaimana mental hati kita bisa tetap kuat dalam situasi dan kondisi terburuk sekalipun.
Mas Sinar
Orang Indonesia juga banyak kok mas yang udah loss ratusan juta hingga milliaran rupiah. Hanya saja banyak yang belum profit2 setelah loss itu
Ilham Pramudya
Ini membuktikan bahwa pekerjaan trader itu bisa dilakukan siapa saja, tanpa melihat jabatan, usia, pengalaman, dan posisi. Siapapun yg niat, pasti bisa jadi kaya disini