Apa Itu Single Market Uni Eropa?

  By: N Sabila   View: 1529    Analisa Fundamental  

Istilah 'Single Market' (pasar tunggal) seringkali disinggung oleh media jika menyangkut berita tentang Brexit. Keinginan Inggris untuk mendapatkan otoritas penuh atas kebijakan imigrasinya yang selama ini diatur oleh Uni Eropa, berkaitan erat dengan kondisi pasar tunggal tersebut. 

 

uni-eropa-inggris


Uni Eropa mengaku tak keberatan Inggris mengatur sendiri imigrasinya, asalkan rela didepak dari Single Market. Keluarnya Inggris dari lingkup pasar tunggal inilah yang dikhawatirkan para investor dan pelaku bisnis. Pounds sterling pun bereaksi cukup hebat karenanya.

Dari sini, sebagian trader mungkin bingung, memangnya apa itu Single Market Uni Eropa? Apa keuntungan dan kerugian menjadi anggota Single Market Uni Eropa?


Apa Itu Single Market?

Menurut kamus bisnis, Single Market adalah jenis blok perdagangan yang mengeliminasi batasan-batasan perdagangan suatu negara dengan tujuan memudahkan sirkulasi dan pergerakan perdagangan modal, tenaga kerja, barang-barang dan jasa antar negara yang bersepakat.

Negara-negara yang tergabung dalam Single Market harus mentaati syarat-syarat sosial, koordinasi, dan kebijakan moneter tertentu. Walaupun tetap ada aturan, tetapi Single Market lebih memudahkan dan memperluas pergerakan perdagangan satu negara dengan negara lain dibandingkan apabila negara tersebut tidak bergabung.

Single Market sejatinya tak hanya milik Uni Eropa. ASEAN pun juga disebut sebagai Single Market dengan aturan yang berbeda pula. Namun, batasan perdagangan antar negara yang dihapuskan oleh pasar tunggal Uni Eropa lebih banyak daripada di ASEAN, guna memungkinkan pergerakan barang dan jasa antar negara yang lebih bebas pula.

Apa Itu Single Market Uni Eropa?

Single Market Uni Eropa adalah tipe perdagangan di wilayah Uni Eropa yang mengeliminasi bea impor, kuota, dan pajak perdagangan. Tipe perdagangan ini juga memudahkan pergerakan barang, jasa, modal, dan orang dengan tujuan menstimulasi persaingan dan perdagangan, meningkatkan efisiensi, menaikkan kualitas, serta membantu memangkas tingginya harga.

Dalam artikel 7 Hal Pokok Tentang Hard Brexit Dan Soft Brexit, pernah digambarkan skema kerja sama yang terjalin di Benua Eropa. Lebih jelasnya, diagram Uni Eropa dapat disaksikan di slide show dari Financial Times berikut ini:

Orang yang tinggal Prancis, misalnya, bebas masuk ke Inggris untuk bekerja setiap pagi lalu pulang ke rumah di sore harinya. Orang Inggris bisa tinggal di Spanyol lebih leluasa ketimbang jika orang Turki atau orang Ukraina yang ingin tinggal di Spanyol.

Single Market juga berusaha untuk menipiskan perbedaan standar aturan dalam pengemasan barang, keamanan, dan standar-standar perdagangan lainnya. Ringkasnya, Single Market menyeragamkan aturan-aturan perdagangan antar negara yang menjadi anggotanya, sehingga masa tenggang dan pemeriksaan sebelum barang bisa diekspor atau diimpor ke negara lain pun bisa ditiadakan.

Single Market Uni Eropa mungkin bisa disebut sebagai tipe kerjasama perdagangan yang paling "ambisius" dibandingkan dengan pasar tunggall lain di dunia karena privilese-privilese tersebut. Regulasinya sangat luas hingga mencakup industri dan produksi, mulai dari standar pangan, penggunaan bahan kimia, sampai dengan jam kerja serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya. Itu merupakan upaya penyeragaman yang hanya berlaku di Single Market dan TIDAK BERLAKU di zona perdagangan bebas.

Regulasi untuk perdagangan barang telah disempurnakan pada tahun 1992, tetapi pasar untuk jasa masih dalam perbaikan hingga seperempat abad kemudian. Oleh karena itulah Uni Eropa berbeda dengan zona perdagangan bebas. Uni Eropa adalah sebuah Single Market.

 

Keuntungan Menjadi Anggota Single Market Uni Eropa

1. Meningkatkan Kemakmuran
Menurut data dari European Comission, dalam 15 tahun terakhir, kemakmuran anggota telah meningkat sebanyak 2.15% dari GDP. Di tahun 2006 saja, peningkatan keseluruhan mencapai EUR518 untuk setiap warga negara-negara Uni Eropa dibandingkan dengan situasi tanpa Single Market.

2. Lebih Banyak Lapangan Kerja
Sebanyak 2.75 miliar lapangan kerja ekstra tercipta di kesatuan ini pada rentang tahun 1992-2006.

3. Kemudahan Untuk Melakukan Perjalanan Dan Belanja
Warga negara-negara Uni Eropa dapat traveling ke dan dari hampir semua negara Uni Eropa tanpa paspor, bahkan tanpa perlu berhenti di bagian pemeriksaan imigrasi di perbatasan. Para penggila belanja juga mendapat hak penuh untuk berbelanja di negara lain sesama anggota tanpa ada batasan maksimum jumlah belanjaan.

4. Lebih Banyak Kesempatan Untuk Tinggal, Bekerja, dan Studi Di Luar Negeri
Sebanyak 1.5 juta pemuda-pemudi Uni Eropa dapat menikmati beasiswa Erasmus yang memudahkan mereka untuk belajar di luar negara asal mereka.

5. Lebih Banyak Pilihan Barang Dan Jasa
73% warga negara-negara Uni Eropa menganggap Single Market telah berkontribusi positif dalam menambah ragam penawaran barang dan jasa seperti makanan, mobil, dan obat-obatan.

6. Harga Yang Lebih Murah
Single Market memurahkan harga kebutuhan-kebutuhan komunikasi seperti akses internet, tiket pesawat, dan biaya telepon.

7. Mempersingkat Birokrasi
Warga negara Uni Eropa tak perlu lagi menghadapi birokrasi yang berbelit-belit. Sehingga pelanggaran-pelanggaran hukum perdata yang tidak penting pun dapat dikurangi. Single Market juga mempermudah warga negara untuk memulai atau membeli perusahaan antar negara.

8. Potensi Pasar yang Besar
Menjadi anggota kesatuan perdagangan ini akan secara otomatis membuka potensi usaha ke 500 juta konsumen di negara-negara tetangga. UMKM pun dihindarkan dari kerumitan biaya ekspor.

9. Mengurangi Pajak Usaha
Warga negara dipermudah untuk membuka usaha karena pengurangan biaya pengiriman dan pajak. Sejak tahun 1992, perdagangan Uni Eropa telah meningkat hingga 30%.

10. Optimalisasi Alokasi Pendapatan Pajak
Single Market Uni Eropa membuat pemerintah tiap negara dapat mengalokasikan pajak yang didapat untuk sektor-sektor yang lebih prioritas seperti kesehatan dan pendidikan.


Kerugian Menjadi Anggota Single Market Uni Eropa

Kerugian dari lepas atau tidak menjadi anggota kongsi dagang ini secara umum tentu tidak akan mendapatkan fasilitas-fasilitas yang disebutkan di atas. Namun, secara lebih spesfik, kerugian-kerugiannya (dan yang menjadi alasan Inggris untuk hengkang dari UE) adalah sebagai berikut:

1. Biaya Keanggotaan Mahal
Dibalik limpahan privilese, biaya keanggotaannya terbukti sangat mahal. Meski bervariasi untuk tiap negara, Inggris dalam hal ini dikenakan biaya sebesar £15bn gross (atau 0.06% dari GDP).

2. Kesenjangan Kebijakan
Ada efek samping yang berwujud pada kesenjangan. Regulasinya memang didesain untuk melindungi negara-negara berkembang yang menjadi anggotanya. Sayangnya, lama kelamaan justru menjadi benalu untuk negara-negara maju sekaligus bumerang untuk negara-negara berkembang, terutama jika pertumbuhan negara berkembang yang dilindungi sangat lambat. Salah satu contoh kasusnya adalah isu Grexit Yunani.

3. Masalah Single Currency
Uni Eropa memang tidak mewajibkan semua anggotanya untuk beralih menggunakan Euro. Namun, Euro sendiri terbukti menyebabkan berbagai masalah  di negara-negara yang kondisi ekonominya tidak mampu mengejar ketinggalan dengan negara sesama anggota Uni Eropa lainnya, seperti tingginya pengangguran, perlambatan ekonomi, dan ketidakcocokan suku bunga. Dalam hal ini, Inggris membuat keputusan tepat untuk tidak menggunakan Euro, sehingga mereka dapat menikmati kemerdekaan dalam kebijakan moneter.

4. Masalah Imigrasi
Bebasnya perpindahan orang antar negara Single Market Uni Eropa membuat imigrasi tidak terkendali dan menimbulkan overcrowding penduduk di daerah kaya. Taraf hidup dan jaminan sosial Inggris yang tinggi membuatnya jadi sasaran migrasi penduduk negara-negara lebih miskin. Inilah yang paling dipersoalkan oleh Inggris. Dalam satu dekade ke depan, populasi di Inggris diperkirakan akan meledak hingga 70 juta karena larangan Uni Eropa untuk membatasi perpindahan penduduk. Dampak dari kepadatan populasi ini berujung pada beragam masalah mulai dari sengitnya persaingan memperebutkan lapangan kerja hingga melejitnya harga rumah.






SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 1