Taktik Prediksi Naik Atau Turunnya Harga Dengan Fibonacci Retracement

Fibonacci Retracement merupakan sarana trading penting bagi trader untuk mengetahui kapan Anda harus buka atau tutup posisi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bagi Trader pemula, pergerakan harga dalam pasar valuta asing (Forex) biasanya tampak tak beraturan dan membingungkan. Kadang naik tajam, tapi kalau sudah turun, ya juga tidak ada peringatan. Tak heran, mereka biasanya bergantung sepenuhnya pada indikator atau robot trading untuk mendapat keuntungan. Padahal, ada satu cara sederhana untuk dapat memprediksikan ke mana arah harga akan bergerak; yaitu dengan menggunakan Fibonacci Retracement.

fibonacci thumbnail

 

Fibonacci Retracement, Diucapkan Saja Sulit, Di Mana Sederhananya?

Maklum, karena metode Fibonacci Retracement ditemukan di negara asing, maka namanya juga mengikuti selera penemunya. Tak penting seberapa asing istilah itu ditelinga kita, yang penting gunanya. Sebelum praktek bagaimana cara menggunakannya, kita harus mengetahui pengertian dasar dari Fibonacci Retracement.

Fibonacci Retracement pada dasarnya adalah garis-garis visual (biasanya mendatar) yang mampu menunjukkan di mana harga berpotensi besar untuk berbalik arah (retrace) dari periode kenaikan (Swing High) atau penurunan (Swing Low) yang telah berlangsung. Masih susah membayangkannya? Ini contoh sederhananya pada grafik harga:

Contoh#1:fibonacci retracement dari titik swing low

Coba perhatikan, bagaimana harga menunjukkan “reaksi” di sekitar garis-garis biru mendatar pada grafik harga pasangan mata uang Dolar AS dengan Dolar Kanada (USD/CAD) di atas. Bila diamati, harga tampak “memantul” saat mendekati garis merah terdekat.

 

Bukan sulap, bukan sihir. Itulah alasan kenapa garis Fibonacci Retracement menjadi salah satu alat bantu teknikal bagi para trader untuk menentukan kapan harga akan berbalik arah dari periode trend sebelumnya. Mari kita coba amati lagi cara kerja Fibonacci Retracement di grafik harga yang lain:

Contoh#2:
fibonacci retracement dari titik swing high

Hal yang serupa juga terjadi di grafik harga pasangan mata uang Euro dan Dolar AS. Lingkaran biru pertama dari kiri menunjukkan harga berusaha mendaki, tapi kemudian ditekan mundur pada titik Fibonacci 0.5, hingga berubah menjadi Candlestick merah (bearish) dengan sumbu mencuat ke atas.

 

Sederhana, bukan? Dibandingkan indikator yang paling sederhana seperti Moving Average sekali pun, Fibonacci Retracement bisa dibilang lebih mudah digunakan. Alasannya, garis Fibonacci memiliki fleksibilitas tinggi, sehingga dapat digunakan pada segala macam jenis pasangan mata uang, di kondisi pasar apapun, dan berlaku di semua time frame.

Sayangnya, masih belum banyak trader pemula yang menyadari kegunaan esensial dari Fibonacci Retracement. Padahal untuk menjadi trader, ketrampilan dasar untuk mengontrol resiko dan mengukur target keuntungan terletak pada kemahiran menggunakan Fibonacci Retracement.

 

Mengapa Fibonacci Penting Untuk Dipelajari?

Sampai di sini, Anda sudah mengetahui bagaimana pergerakan harga bereaksi terhadap garis-garis Fibonacci Retracement. Itu saja belum cukup, tahukah Anda alasan teknisnya kenapa harga bergerak memantul pada titik-titik Fibonacci tertentu?

Secara teknis, Fibonacci Retracement mendapatkan namanya karena prinsip dasar dari deret Fibonacci, di mana harga memiliki tendensi untuk bergerak dengan pola berulang. Maksudnya, harga tidak semata wayang naik atau turun secara acak. Pergerakan harga pada dasarnya dimotori oleh perubahan keseimbangan antara penawaran (jual) dan permintaan (beli).

Seringkali, saat suatu trend sedang berjalan, harga mengalami pembalikan arah. Misalnya saja saat trend mendaki sedang berlangsung, itu berarti jumlah permintaan lebih besar dari penawaran. Jika tiba-tiba jumlah permintaan turun (karena harga terlalu mahal atau alasan lainnya), maka harga akan berbalik arah menurun untuk mengimbangi jumlah penawaran.

Pada pasangan mata uang USD/CAD sebelumnya (contoh#1), terlihat trend terus mendaki dari titik rendah Swing Low-nya. Setelah mencapai titik tertinggi, harga berbalik arah menurun. Ternyata, harga hanya menurun sampai titik Fibonacci Retracement 0.236, lalu kembali mendaki.

Dengan kata lain, Fibonacci Retracement dapat digunakan sebagai acuan Support dan Resistance. Ketika harga mendaki dari Swing Low, gunakan titik-titik Fibonacci Retracement sebagai level-level Support. Sebaliknya, ketika harga menurun dari Swing High, gunakan titik pada Fibonacci Retracement sebagai level-level Resistance.

Manfaatkan level-level Support untuk mendapatkan keuntungan dari posisi Long (Beli), dengan ekspektasi bahwa harga akan kembali meneruskan reli trend sebelumnya. Sebaliknya, gunakan level-level Resistance untuk menjual mata uang yang nilai tukarnya sudah terlalu tinggi atau mahal.

 

Kesalahan Umum Trader Dalam Menggunakan Fibonacci

Meskipun tampak sederhana dan mudah digunakan, Fibonacci Retracement membutuhkan kehatian-hatian dan pengalaman untuk dikuasai. Alasan utamanya adalah karena pengunaannya yang subyektif. Maksudnya, satu trader dapat menarik garis Fibonacci Retracement pada titik-titik harga yang berbeda dengan trader lainnya, di pasangan mata uang dan Timeframe yang sama persis.

Langkah pertama untuk menarik garis Fibonacci Retracement adalah proses identifikasi Swing High atau Swing Low selama periode tertentu. Swing High adalah titik tertinggi di mana trend mendaki berubah arah menjadi trend menurun. Sebaliknya, Swing High merupakan titik terendah dari trend menurun sebelum menjadi trend mendaki.

 

1. Salah Identifikasi Swing High/Low

Dalam kondisi pasar mendatar atau Sideways, indentifikasi Swing High atau Swing Low menjadi lebih sulit. Pasalnya, harga bergerak naik turun silih berganti. Di sinilah, trader pemula sering melakukan kesalahan.

Contoh#3:
kesalahan dalam menggunakan fibonacci retracement

Pada Pair NZD/USD (Timeframe H4) di atas, harga terlihat bergerak naik lalu turun dalam periode singkat. Fibonacci Retracement dengan tanda “X” adalah contoh penarikan garis Swing High (merah) atau Swing Low (garis biru) yang salah. Sedangkan, tanda “✓” adalah contoh yang benar.

Letak kesalahan berada di proses identifikasi Swing High/Low yang terburu-buru. Jangan menarik garis Swing High dari titik tertinggi yang berbalik arah menurun, tapi tidak lama kemudian mendaki kembali (ter-retrace). Begitu pula dengan Swing Low, jangan ditarik dari garis terendah yang merupakan Retracement dari periode pendakian sebelumnya.

 

2. Salah Menarik Arah Garis

Kesalahan kedua, seringkali juga terjadi, adalah ketika trader salah menarik arah garis Fibonacci Retracement. Seringkali, trader pemula terbalik menarik garis dari atas ke bawah. Akibatnya, garis Fibonacci Retracement berubah fungsi menjadi Fibonacci Extension.

Contoh#4
kesalahan dalam menggunakan fibonacci retracement

Perhatikan kedua garis Fibonacci pada Pair NZD/USD di atas. Kedua-duanya sama-sama ditarik dari Swing Low. Bedanya, garis fibonacci di sebelah kiri ditarik dari bawah ke atas, sehingga menjadi Fibonacci Retracement dengan titik 0 berada di atas. Sedangkan, garis Fibonacci Extension di sebelah kanan ditarik dari atas ke bawah dengan titik 0 berada di bawah.

Kedua kesalahan tersebut terlihat remeh, tapi memiliki dampak besar pada akurasi titik Support dan Resistance. Selain itu, masih ada lagi kesalahan-kesalahan lain yang sering terjadi. Intinya, belajar Fibonacci Retracement itu mudah, tapi butuh waktu dan kesabaran untuk dapat menguasainya.

 

Masih Kesulitan Untuk Memahami Teknik Dasar Trading Forex?

Tidak perlu kuatir, jika Anda merasa kesulitan dalam memahami materi-materi belajar atau teknik dasar trading, itu bukan karena pasar Forex tidak bisa dipahami. Bagi sebagian trader pemula, bimbingan belajar dengan Trader Profesional adalah solusi terbaik untuk mencapai gol Trading For Living

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Khorin
Saya pengguna Fibonacci, sangat senang dengan artikel semacam ini. Bisa jadi bahan referensi untuk next trading strategy.
Rizal Sf
Semoga sukses dengan Trading Fibonaccinya mas @Khorin.