Tips Menggunakan Indeks Dolar Untuk Petunjuk Open Posisi

Meskipun tidak bisa ditradingkan layaknya pair forex, indeks Dolar punya banyak manfaat untuk Open Posisi. Ini dia tips menggunakan indeks Dolar yang tepat.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Setelah baca berita forex ini itu, pasti sudah familiar dengan istilah Indeks Dolar, dong? Bagi trader, Indeks Dolar biasanya digunakan sebagai referensi untuk mengetahui dinamika pergerakan si Greenback melawan sekelompok mata uang utama lain. Masalahnya, masih banyak pemula belum memahami cara menggunakan Indeks Dolar.

 

Menggunakan Indeks Dolar

 

 

Emang Indeks Dolar Bisa Dibuat Apa?

Sebelum mengetahui fungsi Indeks Dolar lebih jauh, ada beberapa pemahaman yang perlu diluruskan dulu:

Pertama, bila Anda menggunakan MT4, tidak semua broker menyediakan chart dengan simbol DXY atau USDX tersebut. Solusinya, Anda harus menggunakan Indeks Dolar yang disediakan oleh pihak ketiga; contohnya melalui Bloomberg, TradingView, dan lain sebagainya.

Kedua, Anda tidak bisa membuka posisi trading pada chart Indeks Dolar layaknya pair-pair mayor lainnya. Indeks Dolar biasanya hanya disediakan sebagai sumber referensi atau ditradingkan melalui CFD (Contract For Differences), yang penghitungan spread dan lotnya berbeda dengan Forex Spot.

Iya, memang betul Anda tidak bisa buka posisi di Indeks Dolar. Tapi bukan berarti Indeks Dolar tidak berguna.

Perhatikan contoh berikut:

 

cara menggunakan indeks dolar; candlestick

 

Dari gambar Indeks Dolar di atas, kita bisa mengetahui bahwa Dolar mulai mendapat momentum untuk bangkit dari nilai rendahnya di kisaran 88.50. Sejak awal bulan Februari 2018, Indeks Dolar telah menampilkan bilah-bilah candlestick Bullish (hijau) dengan nilai pembukaan selalu lebih tinggi dari nilai penutupan candlestick sebelumnya. Dapat disimpulkan bahwa Greenback berpotensi untuk mengalami Reversal Bullish menghadapi sekumpulan mata uang utama lainnya.

Informasi di atas menunjukkan bahwa Indeks Dolar sangat berguna bagi trader-trader yang fokus analisa dan open posisi di pair mayor, atau pasangan mata uang dengan Dolar AS sebagai Base atau Quote Currency. Jadi misalnya Anda trading pada pair EUR/USD, maka di pair tersebut Dolar menjadi Quote Currency. Sebaliknya, jika Dolar AS berada di posisi depan seperti USD/JPY dan USD/CAD, maka istilahnya adalah Base Currency.

 

posisi dolar sebagai quote currency

 

Kenapa kita harus tahu posisi Dolar AS sebagai Base atau Quote Currency?

Perhatikan kedua contoh di bawah ini:

 

usdchf dan indeks dolar

 

Pada chart USD/CHF di atas, garis biru adalah grafik pergerakan Indeks Dolar. Perhatikan bahwa pergerakan Indeks Dolar mengikuti naik turunnya harga pada USD/CHF. Kenapa pergerakannya bisa sejajar? Itu karena Dolar AS menempati posisi Base Currency pada USD/CHF. Karena itu pula Indeks Dolar berkorelasi positif dengan USD/CHF.

 

cara menggunakan indeks dolar di chart USDJPY

 

Begitu pula pada USD/JPY. Karena posisi Dolar AS berada di depan, maka pada pair Amerika lawan Jepang ini pergerakannya juga masih bisa dibilang searah, alias berkorelasi positif.

Nah, bagaimana jadinya ketika Dolar AS berada di posisi belakang, misalnya seperti pada EUR/USD?

 

eurusd dan indeks dolar

 

Beginilah jadinya kalau si Greenback berada di posisi terbelakang, posisinya malah jungkir balik. Saat EUR/USD naik, Indeks Dolar malah turun, begitu juga sebaliknya. Penampakan reflektif seperti ini ada istilahnya sendiri, namanya korelasi negatif.

Karena Euro memiliki bobot lebih dari 50% pada Indeks Dolar, tidak heran jika gerakannya hampir seperti "cerminan". Lain halnya pada pair XAU/USD. Karena emas tidak termasuk dalam perhitungan pembobotan, maka perbandingan pergerakan antara keduanya akan terkesan lebih membingungkan.

 

indeks dolar dan emas

 

Sekali lagi, meskipun tampak tidak beraturan, ada tips dan triknya sendiri untuk menggunakan Indeks Dolar pada segala macam pair dengan embel-embel USD di depan atau belakangnya.

 

Adakah Tips Menggunakan Indeks Dolar Tanpa Bingung?

Tipsnya ada…

Tapi penulis tidak menjamin bagian tanpa bingungnya. Toh kata mereka, bingung itu tanda berpikir. Bersusah-susah putar otak sedikit tak apalah, yang penting Anda dapat pencerahan berharga.

Pertama, perlu diingat bahwa Indeks Dolar – layaknya alat bantu analisa teknikal lainnya – memiliki batasan-batasannya sendiri. Artinya, penggunaan Indeks Dolar tetap harus diiringi oleh indikator-indikator lain untuk mengkonfirmasi kemungkinan pergerakan harga.

Langsung saja ke contohnya:

 

cara menggunakan indeks dolar dengan pola harga

 

Masih ingat dengan chart EUR/USD sebelumnya? Nah, di sini kita dapat menggunakan Indeks Dolar sebagai "cermin" konfirmator saat pola-pola harga khusus telah terbentuk. Pergerakan harga pada Indeks Dolar membentuk pola Head and Shoulder. Dari situ, kita bisa mencerminkan pola harga terbalik (Inverted) untuk mendapat petunjuk Open Posisi pada pair dengan korelasi negatif seperti EUR/USD.

Munculnya sinyal trading pada Indeks Dolar juga dapat digunakan sebagai rujukan open posisi, khususnya dalam hal mengetahui ke arah mana Greenback akan bergerak. Dengan kata lain, kita dapat menggunakan Indeks Dolar sebagai patokan mengetahui kisaran-kisaran level penting, apakah si Greenback bergerak Ranging atau Breakout.

Contoh penggunaan chart DXY (Indeks Dolar) sebagai rujukan Ranging atau Breakout:

 

cara menggunakan indeks dolar sebagai petunjuk break atau range

 

Saat candlestick bergerak ke bawah menembus Support, kita dapat mempersiapkan peluang open posisi jual pada Pair dengan posisi Dolar sebagai Base Currency (USD/JPY, USD/CHF, dsb.). Sebaliknya, kita juga bisa menangkap peluang open posisi buy pada Pair dengan Dolar sebagai Quote Currency (EUR/USD, GBP/USD, dll.).

Satu lagi, berita ekonomi seringkali mereferensikan pergerakan Indeks Dolar sebagai pembanding kekuatan USD terhadap sekelompok mata uang lain. Biasanya, mereka akan menyebutkan perubahan level harga sekian persen dari pembukaan sampai penutupan sesi pasar terakhir. Asumsinya, pergerakan Indeks Dolar di atas 1% menandakan volatilitas tinggi, sehingga memicu potensi terbentuknya trend berkepanjangan. Sedangkan apabila di bawah kisaran 1%, pasar dianggap bergerak mendatar.

Nilai capaian High dan Low dari beberapa periode lalu dapat digunakan sebagai referensi level Resistance kunci. Misalnya, suatu sumber berita menyebutkan Indeks Dolar bergerak menyentuh nilai High 1 bulanannya, itu berarti level tersebut dapat digunakan sebagai level Resistance kunci. Semakin besar rentangnya (mingguan, bulanan, hingga tahunan), makin penting pula peran level tersebut sebagai Resistance atau Support kunci.

Dari pembahasan di atas, jelaslah bahwa manfaat utama Indeks Dolar adalah untuk mempertajam analisa teknikal pada Pair Mayor, agar arah open posisi lebih mudah didapat. Apakah hanya sampai di situ saja penggunaan Indeks Dolar? Tentu saja tidak. Bila Anda mengetahui cara "unik" dan bermanfaat lain untuk menggunakan Indeks Dolar, silahkan post ide dan pendapat Anda di segmen komentar.

 

Tips menggunakan Indeks Dolar berkaitan erat dengan pemahaman korelasi pair. Simak uraian lengkap dan seluk-beluknya di artikel Korelasi Dalam Pasar Forex.


Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.


Buhori
sangat bermnfaat