Menggunakan Moving Average Sebagai Filter Tren Forex

282538

Ada 3 cara filter tren forex dengan Moving Average: Crossing Moving Average dengan harga, Crossing 2 MA, dan Crossing 3 MA. Simak info lengkapnya di sini.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Moving Average atau MA merupakan salah satu indikator yang paling sering dipakai trader dari seluruh penjuru dunia. Tidak hanya dalam pasar mata uang, trader dari bursa saham dan komoditi pun banyak yang mengandalkan MA sebagai basis utama analisa. MA sebagai turunan pertama dari harga, juga dijadikan basis untuk membentuk indikator-indikator lain. Para trader menggunakan MA untuk berbagai macam fungsi seperti penyaring tren, support dan resistance dinamis, dll.

 

menggunakan moving average

 

Sekilas Tentang Moving Average

Moving Average adalah indikator yang menghitung rata-rata pergerakan harga per satuan periode dalam satu time frame. Sebagai contoh, MA yang terkenal yaitu Simple Moving Average periode 50 hari. Itu berarti, MA tersebut menghitung rata-rata harga per-50 candlestick dalam time frame 1 hari. Jika diaplikasikan pada time frame 1-jam, maka MA tersebut hanya menghitung rata-rata harga per-50 candlestick dalam time frame 1-jam saja, atau lebih mudahnya, hanya rata-rata pergerakan selama 50 jam.

Seperti yang telah disebutkan di awal artikel ini, para trader di seluruh dunia menggunakan Moving Average dengan berbagai cara dan aplikasi. Pada artikel ini akan sedikit dibahas bagaimana cara menggunakan Moving Average sebagai pencari sekaligus filter tren forex. Dalam artikel ini pula akan sedikit dibahas berbagai macam contoh penggunaan MA sebagai alat pembantu dalam menyaring tren forex, dan lain kali akan dibahas pula sebagai tempat entry dan exit.

 

Bagaimana Dengan Tren Forex?

Dalam textbook forex, tren berarti terciptanya serangkaian higher high dan higher low pada suatu kenaikan, atau terciptanya serangkaian lower low dan lower high pada suatu penurunan harga. Secara harfiah, tren forex berarti terdapatnya suatu bias atau kecenderungan pada market untuk bergerak ke arah tertentu. Dalam forex sendiri terdapat 3 jenis tren, yaitu Uptrend, Downtrend, dan sideways.

MA sangat baik digunakan untuk mengenali (filter) 3 jenis tren tersebut. Hanya saja, dalam keadaan sideways akan sedikit sulit menemukan arah dan titik entry yang baik. Untuk melihat tren dalam jangka panjang sendiri, biasanya digunakan periode MA yang besar disertai dengan time frame besar pula. Selain itu, semakin besar periode MA dan time frame yang digunakan, maka tingkat probabilitas keberhasilannya pun akan meningkat.

 

Menggunakan Moving Average Sebagai Filter Tren Forex

Dalam penggunaannya, untuk memperhatikan tren forex, para trader dunia memanfaatkan prinsip crossover sebagai patokan. Crossover dalam MA sendiri terbagi 2 jenis, yaitu crossover harga dengan MA dan crossover antar MA. Yes, you heard it right! Banyak trader yang menggunakan lebih dari 2 MA sebagai penyaring tren forex. Lihat saja sistem trading BBMA OA! Jika garis tengah dari Bollinger Bands yang sejatinya adalah SMA-20 ikut dihitung, berarti ada 6 MA yang digunakan dalam strategi itu.

 

Crossover Harga Dan Moving Average

Crossover harga dengan MA adalah salah satu metode trading paling simple. Coba aplikasikan sebuah MA dalam chart Anda, lalu perhatikan kecenderungannya. Terlihat jelas bukan?

 

harga dengan moving average

 

 

Saat harga berada di atas MA, maka kecenderungan pasar akan terus bergerak ke atas. Sedangkan saat harga berada di bawah MA, maka kecenderungan pasar akan terus bergerak ke bawah. Proses perpindahan harga dari atas ke bawah maupun sebaliknya inilah yang disebut crossover.

Periode maupun jenis MA yang digunakan pun dapat beragam, dan disesuaikan dengan jenis maupun kebutuhan trader masing-masing. Jika Anda seorang trader tipe scalper, maka time frame 5-15 menit mungkin cocok Anda gunakan, dengan periode MA seperti 5, 10, dan 20. Jika Anda seorang trader intraday yang suka menahan posisi seharian penuh, maka time frame 1-4 jam mungkin cocok untuk Anda. Ya, Anda harus mencari sendiri tipe trading seperti apa Anda. Pilih jenis, periode MA-nya, lalu pilih time frame-nya. Lakukan Backtest untuk menguji kemampuan MA pada masa lampau, lalu lanjutkan dengan Forward Test agar semakin mantap dalam bertrading.

Sebelum melanjutkan, sadarkah Anda jika false crossover yang terjadi dalam penggunaan MA ini sangat banyak? Perhatikan contoh di bawah ini:

 

moving average dan harga

 

 

Harga telah crossover ke atas MA. Tetapi apa yang terjadi? Harga malah terus melanjutkan perjalanan turunnya. False crossover ini sering terjadi utamanya saat pasar berada dalam kondisi sideways. Apalagi jika Anda memilih periode Moving Average kecil. Untuk menanggulangi hal ini, banyak trader yang akhirnya menggunakan 2 MA atau lebih.

 

Crossover Antar Moving Average

Crossover antar MA adalah pengembangan metode sebelumnya, yang diterapkan untuk mengatasi masalah banyaknya crossover palsu jika hanya menggunakan 1 MA saja. Dalam pengaplikasiannya, bisa terdapat 2 sampai 7 lebih MA yang dapat digunakan. Artikel ini hanya akan membahas penggunaan 2 dan 3 Moving Average.

 

  • 2 Moving Average

Metode yang sering disebut double crossover ini menggunakan 2 buah Moving Average dalam melihat garis tren. MA yang digunakan pun biasanya berbeda periode satu sama lainnya. Periode yang digunakan pada metode ini biasanya MA-10 dan MA-20, MA-20 dan MA-50, MA-3 dan MA-34 (Awesome Oscillator), MA-50 dan MA-100. Di chart berikut, terlihatkah perbedaan jelas pada periode MA tersebut?

 

moving average double cross

 

 

Double crossover memanfaatkan perpotongan antara fast MA dan slow MA. Bagaimana melihat trennya? Tren naik atau uptrend didefinisikan jika fast Moving Average telah melakukan persilangan ke atas dengan slow Moving Average. Ini biasanya disebut golden cross. Sedangkan saat downtrend, fast MA telah melakukan persilangan ke bawah dengan slow MA, dan biasanya disebut death cross.

Bagaimana double crossover ini menangani false signal yang terjadi pada penggunaan 1 Moving Average saja? Perhatikan gambar di bawah ini.

 

false breakout

 

 

Jika market sedang benar-benar tren, maka terkadang harga sudah melakukan crossover dengan 2 buah Moving Average-nya, tetapi tidak diikuti dengan crossover dari Moving Average-nya. Inilah yang menjadi patokan terjadinya sinyal-sinyal palsu.

 

  • 3 Moving Average

Untuk trader yang masih kurang yakin atas konfirmasi dari dua buah MA, dapat menambahkan Moving Average ketiga. Para trader yang menggunakan MA sebanyak 3 buah ini sering menyebut metodenya dengan nama triple crossover.

Jika dalam double crossover terdapat fast dan slow Moving Average, maka pada triple crossover terdapat tambahan berupa medium MA. Dengan penambahan ini, diharapkan keadaan pasar dari tren pendek, medium, maupun panjangnya dapat kelihatan. Paduan yang sering digunakan adalah MA-20, MA-50, MA-100, maupun MA-50, MA-100, dan MA-200. Serta masih banyak paduan-paduan lain yang dimuat di berbagai panduan buku teknikal forex.

Lantas bagaimana membaca tren forex pada triple crossover? Pembacaannya secara garis besar sama dengan interpretasi double crossover. Hanya saja, kita dapat melihat tred pasar dalam jangka pendek, panjang dan menengah. Perhatikan contoh di bawah ini sebagai contoh pembacaan tren dengan menggunakan paduan MA-20-MA-50 dan MA-100.

 

triple crossover

 

 

Saat MA-20 berada di atas MA-50 dan MA-100, serta MA-50 juga berada di atas MA-100, maka hal ini menandakan tren market sedang sangat kuat untuk menuju ke atas. Perhatikan juga contoh lain di bawah ini.

 

posisi ma tidak jelas

 

 

MA-20 berada di atas MA-50 dan MA-100, tetapi posisi MA-50 berada di bawah MA-100. Bagaimana cara membacanya? Jika dilihat dari MA-20-nya, crossover dengan MA-50 dan MA-100 menandakan pasar sedang tren ke atas dalam jangka pendek. Namun jika melihat posisi MA-50 dan MA-100-nya, pasar juga masih kuat untuk turun ke bawah dalam tren jangka panjang. Lantas bagaimana merepresentasikan informasi yang seperti ini? Keputusan paling bijak adalah untuk menghindari pasar-pasar yang sedang dalam keadaan bimbang. Masih banyak pasar-pasar lain yang terbuka dengan kesempatan lebih baik.

 

An Extra Step: Kekuatan Tren

Selain menentukan arah tren, MA juga dapat digunakan untuk melihat seberapa kuat tren yang sedang berlangsung. Melihat kekuatan tren tidak semudah mengenali crossover yang telah dijelaskan di atas. Kekuatan tren dapat dilihat dengan memperhatikan Slope atau tingkat kemiringan suatu MA. Semakin tegak atau miring MA itu, maka semakin kuat pula tren yang sedang berlangsung.

Selain itu, jika dalam penggunaan double maupun triple crossover, dapat dilihat pula sebarapa besar jarak antara Moving Average satu dengan yang lain. Semakin besar jarak yang terkandung antara Moving Average, maka semakin kuat pula kekuatan trennya.

 

Penutup

Beberapa contoh di atas adalah bagaimana cara menggunakan Moving Average sebagai penyaring atau filter tren forex. Fungsi utama MA dalam artikel ini hanya untuk melihat ke arah mana bias suatu market sedang bergerak. Sedangkan untuk signal, entry dan exit, digunakan patokan-patokan dan bantuan lain seperti Bollinger Bands, Donchian Channel, ataupun indikator-indikator lain. Tetapi, terdapat pula banyak strategi yang memanfaatkan langsung MA sebagai tempat entry dan exit posisi dalam trading.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.

Agtrader
artikel bagus bro, sangat cocok buat posisi short-long hedging tipe swing TF H.1