Advertisement

iklan

Kiat Trading For Living Ala Kim Krompass: Cukup Risikokan 8-12 Pips

Pernahkah Anda terpikir untuk menjadikan trading forex sebagai mata pencaharian utama (Trading For Living)? Kisah dari Kim Krompass ini akan menginspirasi Anda.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Tokoh trading forex yang diangkat oleh Seputarforex kali ini dapat menginspirasi Anda yang ingin menjalani Trading For Living. Sebagai seorang pendiri PATI (Price Action Trader Institute), Kim Krompass menceritakan bagaimana sepak terjangnya di dunia forex untuk terus mampu bertahan hingga sekarang. Cerita ini dia sampaikan pada siaran podcast bersama Hugh Kimura, pengelola situs TradingHeroes. 

Sebenarnya, Kim Krompass telah berpengalaman menjadi akuntan publik hingga tahun 2001. Tidak main-main, ia bekerja di Deloitte & Touch dan Price Waterhouse Coopers yang merupakan kantor Akuntan bertaraf internasional. Selama 14 tahun, dia mempelajari pasar melalui trading di berbagai asset, seperti saham, options, serta komoditas. Lalu, apa yang membuat ia tertarik untuk memilih trading forex sebagai jalan hidupnya?

kim krompass

 

Permulaan Mengenal Dunia Forex Dan Jatuh Bangunnya

Keputusan Kim untuk memilih forex adalah karena adanya Leverage yang ditawarkan oleh broker. Dengan fasilitas Leverage ini, ia bisa menggerakkan dana yang cukup besar dengan modal minimal sekalipun. Setelah memantapkan diri menjadi trading forex, Kim cukup terkejut dengan penghasilan yang ia dapatkan.

Tidak semua trader forex mengalami keberuntungan yang terus menerus seperti Kim Krompass. Berbeda dengan trader pemula yang kebanyakan mengalami kerugian pada bulan-bulan awalnya, karir Kim di dunia trading forex terbilang mulus. Dia bahkan bertrading di berbagai pair, bahkan exotic pair seperti Mexican Peso.

Meskipun spread yang dikenakan pada Mexican Peso cukup tinggi, Kim Krompass menyampaikan bahwa bertrading pada mata uang ini tidak seseram yang dibayangkan orang-orang. Dia menyebut aktivitas trading pada exotic pair adalah aksi yang menguntungkan, karena spread sebesar 45 pips pun, sebenarnya termasuk sedikit saat dihitung dengan US Dollar.

spread dalam forex

(Baca Juga: Apa Itu Spread)

Namun sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh juga. Pepatah itulah yang cocok untuk Kim. Teknik Carry Trading yang telah menjadi kunci kesuksesannya selama bertahun-tahun mengalami kebuntuan, hingga terjadilah kerugian besar yang mengubah gaya tradingnya.

Pada tahun 2008, ia sempat ingin berhenti dan banting setir mencari pekerjaan lain. Selama 2 bulan, ia menarik diri dari dunia trading forex dan mencari ketenangan batin. Setelah merenungkan apa saja yang telah terjadi, Kim memutuskan untuk mencoba sekali lagi. Kehilangan banyak uang membuat ia sadar bahwa dibutuhkan pemahaman yang lebih dalam untuk  melakukan trading forex, bukan semata-mata bergantung pada keberuntungan.

 

Trading Dengan Price Action: Fokus Pada Pasar VS Emosi Trading

Kim Krompass mengakui bahwa ia tidak terlalu handal dalam analisa teknikal, sehingga trading menggunakan berbagai indikator bukanlah hal cocok untuk dirinya. Di sisi lain, pasar forex harus terus dipelajari dan tidak ada satupun trader yang tidak terkalahkan. Karena itu, wanita yang cukup aktif di Twitter ini mendalami strategi Price Action. Menurutnya, trading dengan Price Action cukup sederhana, tapi tidak mudah.

strategi price action

(Baca Juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action)

"Yang dimaksud dengan sederhana adalah: Anda tidak perlu mempelajari banyak indikator, cukup berfokus pada pasar. Namun tidak mudah, karena banyak tekanan-tekanan eksternal yang membuat Anda kadang mengambil keputusan hanya berdasarkan emosi semata," kata Kim Krompass.

 

Berikut adalah strategi-strategi yang dilakukan Kim saat melakukan trading:

  1. Melihat Price Level tertentu.
  2. Menggunakan time frame 50 menit.
  3. Menetapkan rasio Risk/Reward 1:3.
  4. Menentukan risiko pip maksimal 8 pips (pada pair mayor) dan 12 pips (pada exotic pair).
  5. Trading dengan mengikuti tren pasar.
  6. Target profit sebesar 5-8% per bulan.

Selain menerapkan strategi-strategi di atas, Kim Krompass juga sangat menyadari pentingnya melakukan backtest dan memanfaatkan akun demo. Dengan melakukan backtest, ia dapat lebih memahami dinamika apa saja yang terjadi di pasar berdasarkan historinya. Selanjutnya, akun demo memberikannya kesempatan untuk mencoba berbagai peluang serta kemungkinan yang ada, tanpa perlu merisikokan modal riil.

Kim Krompass menggarisbawahi bahwa keseimbangan antara kesehatan finansial dan emosional adalah hal yang penting. Ia menyatakan bahwa seorang trader yang baik harus tahu kapan waktunya berhenti dan tidak memaksakan diri untuk membuka posisi.

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga "Melindungi diri dari diri sendiri"

Apa maksudnya?

"Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial", tegas Kim. Musuh utama dalam trading bukanlah pasar, melainkan diri sendiri. Untuk mengendalikan emosi trading, Kim memilih untuk mengisi waktu luang dengan berjalan-jalan, makan malam, serta bersosialisasi dengan teman-temannya.

Uniknya, teman-teman dekat Kim justru bukanlah trader. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan tidak terlalu ambil pusing dengan aktivitas yang dilakukan wanita ini. Kim menyatakan bahwa untuk menjalani gaya hidup Trading For Living, ia harus benar-benar profesional dan tidak mencampuradukkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan.

"Jika ada yang berkonsultasi denganku di luar jam kerja, aku mungkin akan menjawabnya. Namun, aku lebih memilih untuk tidak hangout dengan sesama trader di jam bebas," tegasnya.

 

Tokoh-Tokoh Yang Menginspirasi Kim Krompass

Saat ditanya tentang trader-trader yang menurutnya inspiratif, Kim menyebutkan 3 nama, yaitu: John Person, Paul Tudor Jones, serta Richard Dennis. John L Person merupakan penulis dari buku "Forex Conquered : High Probability Systems And Strategies For Active Traders". Strategi-strategi yang terdapat pada buku tersebut cukup mudah dipahami bagi pemula.

Download Ebook Forex John Person

Download gratis ebook John Person di sini

Sedangkan Paul Tudor Jones adalah pengarang buku "Market Wizard". Pria yang lahir pada 28 September 1954 ini dikenal karena keahliannya dalam memprediksi pasar dan menerapkan sistem hedge fund. Ucapan penting Jones yang bisa Anda terapkan dalam bertrading adalah: jangan fokus pada profit yang bakal Anda peroleh, melainkan fokus pada proteksi apa yang telah Anda miliki.

Tokoh terakhir, yaitu Richard Dennis, terkenal sebagai pencetus ide "Turtle Trading". Mempelajari metodologi Turtle Trading System, membuat Kim Krompass memutuskan untuk menjadi seorang pengajar forex yang memegang teguh prinsip Following Trend. Dengan tidak melawan tren dan menentukan rasio profit yang realistis, Kim Krompass pun sukses menjalankan PATI (Price Action Trader Institute).

 

Pelajaran Yang Bisa Diambil Dari Trading For Living

Untuk menjadi seseorang yang menjalani Trading For Living, dibutuhkan kegigihan serta self awareness yang sangat tinggi. Trader yang sukses bukanlah mereka yang terus-menerus beruntung, melainkan mereka yang mau bangkit dari keterpurukan dan terus belajar. Yang tidak kalah penting, seimbangkan antara manajemen risiko dengan pengendalian emosi trading. Dengan begitu, Trading For Living bukan lagi hanya sekadar impian.

profil kim krompas

 

Selain Kim Krompass, masih banyak juga trader-trader wanita lain yang sepak terjangnya menarik untuk diikuti. Baca juga profil Jane Foley, si ahli strategi forex dari Rabobank.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Ian Wibs
yg saya lakukan berbanding lurus dengan kim krompass lakukan, jika disiplin dan konsisiten terhadap rules serta sistem trading yg kita lakukan, mc is impossible.
Intan Sf
wah, mantap pak. Nggak semua orang lho bisa survive dengan metode Scalping seperti Jeng Kim ini. Semoga sukses selalu.