Advertisement

iklan

Apa Itu Profit Taking Forex

Bagi Anda yang bertanya-tanya apa itu Profit Taking forex, bagaimana cara melakukannya, dan kapan waktu terbaik untuk melakukannya, artikel ini akan mengupas habis hal tersebut.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Dalam dunia trading, istilah Profit Taking telah banyak dikenal. Saat membaca berita ekonomi pun, mungkin Anda sering mendengar kalimat semacam "Investor melakukan aksi Profit Taking", "Rupiah Melemah Akibat Aksi Profit Taking", dan semacamnya. Bagi yang belum terlalu lama berkecimpung di ranah trading, tentu bertanya-tanya, apa itu Profit Taking? Bisakah kita melakukan Profit Taking forex?

Sesuai dengan arti katanya, profit berarti keuntungan dan taking artinya mengambil. Jadi secara harfiah, Profit Taking adalah sebuah aksi mengambil keuntungan. Sedangkan dalam konteks trading, definisi Profit Taking merupakan tindakan mengambil untung dalam jangka pendek dengan memanfaatkan situasi tertentu.

Profit Taking biasa dilakukan oleh trader jika ada data atau informasi penggerak pasar yang akan, sedang atau sudah dirilis. Dengan melakukan Profit Taking, trader mengharapkan keuntungan yang lebih dari keadaan pada umumnya. Selain untuk mengambil keuntungan, Profit Taking juga bisa dilakukan untuk mengunci keuntungan trading forex yang dimiliki.

Profit Taking sebenarnya adalah istilah trading saham, yang digunakan untuk menjelaskan aksi sell para investor untuk mengunci keuntungan. Namun karena dalam forex, posisi trading bisa lebih mudah dilakukan secara dua arah, maka Profit Taking forex bisa berarti melakukan aksi sell untuk menutup posisi buy, atau menutup order sell dengan aksi buy.

Mendengar kata keuntungan yang tersemat pada Profit Taking, tentu semua jadi ingin melakukannya bukan? Sebagai seorang trader, Anda juga bisa melakukan Profit Taking Forex jika keadaan memungkinkan. Tetapi perlu diingat juga bahwa Profit Taking pun tetap membutuhkan kecermatan serta kehati-hatian. Sebelum terburu-buru melakukan Profit Taking forex, mari kita pelajari dulu kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.

waktu untuk profit taking

 

Kapan Waktunya Melakukan Profit Taking Forex?

Ada beberapa momen yang digadang-gadang oleh trader untuk melakukan Profit Taking. Berikut ini adalah momen yang tepat untuk melakukan Profit Taking Forex:

1. Ketika Terjadi Perubahan Tren

Mengenali tren yang terjadi di pasar adalah salah satu kunci kesuksesan dalam trading forex. Misalnya, Anda memasang posisi Buy karena melihat tren harga cenderung naik. Tidak beberapa lama, tren harga berbalik arah. Anda pun menutup posisi Buy untuk mengunci keuntungan yang sudah didapatkan.

Anda dapat memanfaatkan indikator Moving Average untuk mendapatkan sinyal perubahan tren harga. Contoh lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini:

contoh take profit forex

Pada gambar EUR/USD (Time Frame 1 Hour) di atas, kita memasang indikator MA 9. Ketika candle harga naik memotong garis MA ke arah atas, kita membuka posisi Buy di harga 1.14600. Selang beberapa waktu, harga terus bergerak naik. Ketika pergerakan harga berubah turun hingga memotong garis MA ke arah bawah, itu artinya tren akan bergerak turun dan sudah waktunya untuk mengamankan keuntungan yang didapat dari posisi Buy.

Jika dihitung dari selisih harga Entry Buy dengan Exit di atas, maka keuntungannya sebesar:

1.15287 - 1.14600 = 0.00687 (68.7 pips)

 

2. Ketika Ada Rilis Berita Berdampak Tinggi

Trader yang berlandaskan analisa fundamental akan sangat menantikan data-data ekonomi makro, karena pergerakan harga bisa mencapai puluhan bahkan ratusan pips di sekitar perilisan data tersebut. Fantastis sekali, bukan?

Untuk melakukan aksi Profit Taking berdasarkan rilis data ekonomi, seorang trader perlu membaca banyak informasi. Namun, hati-hati. Terlalu banyak membaca informasi juga bisa menyebabkan kebingungan serta Over-Analyzed. Untuk mengetahui data ekonomi apa saja yang cenderung dianggap penting oleh pasar, Anda bisa memperhatikan data berdampak tinggi di Kalender Forex. Selain itu, Anda juga sebaiknya rutin mengikuti berita forex untuk menyimak pengaruh sentimen pasar yang sedang mendominasi pergerakan harga.

Alasan mengapa trader dan investor yang sudah handal melakukan Aksi Profit Taking adalah untuk mengamankan keuntungan yang mereka dapatkan. Sebagai contoh, jika pidato The Fed bernada Dovish, investor akan cenderung mengalihkan modalnya ke aset selain USD, sehingga menyebabkan US Dollar melemah. Mengamati hal ini, maka trader lain yang memiliki posisi Buy Dolar juga akan terpicu untuk melakukan Profit Traking, guna mengamankan keuntungan sebelum nilai Greenback turun lebih dalam.

forex fundamental

(Baca Juga: Berita Forex Paling Ditunggu)

Kejadian besar seperti peperangan, tindak terorisme atau konflik geopolitik, juga bisa mempengaruhi nilai mata uang. Misalnya saja, ketika konflik dagang antara AS-China memanas kembali, maka berbagai mata uang mayor termasuk Dolar akan bergejolak. Pasar forex siap siaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa mengancam stabilitas, mengingat AS dan China merupakan dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Seringkali, banyak trader melakukan aksi Profit Taking untuk mengamankan keuntungan yang sudah didapat, karena dalam situasi genting semacam itu, gejolak pasar yang tak terduga bisa mendatangkan kerugian besar apabila mereka salah posisi.


Cara Melakukan Profit Taking Forex

1. Secara Otomatis Menggunakan Take Profit

Take Profit (TP) adalah salah satu fitur yang terdapat pada platform trading dan berarti batasan keuntungan yang ingin diambil, sedangkan Profit Taking adalah sebuah aksi. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa Take Profit adalah tool yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan aksi Profit Taking forex.

Menu Take Profit bisa dimanfaatkan untuk mengamankan keuntungan sebagai persiapan trading. Jadi, Anda bisa menargetkan level Take Profit bahkan sebelum Order Entry tereksekusi. Penentuan level Take Profit ini bisa disesuaikan dengan setup teknikal, aturan Rasio Risk/Reward, atau kombinasi dari keduanya.

 

2. Secara Manual

Selain menggunakan TP untuk melakukan Profit Taking forex secara otomatis, Anda juga dapat menutup posisi trading yang sedang terbuka secara manual. Caranya adalah dengan mengawasi pergerakan harga yang sedang terjadi, lalu melakukan Exit Trade saat sinyal pergerakan harga sudah menandakan pergantian arah tren.

Selain itu, Anda juga bisa mencari titik Profit Taking ketika tren masih berlangsung, untuk mengamankan profit yang sudah terkumpul. Teknik ini paling efektif dilakukan saat pasar sedang trending dan mengalami Pullback di titik-titik tertentu. Di sini, Anda bisa menggunakan indikator Moving Average untuk mencari Exit Point pada Pullback tersebut. Sebagai contohnya, perhatikan ilustrasi di bawah ini:

menentukan titik profit taking

Pada gambar chart di atas, harga beberapa kali berusaha naik menembus EMA, tapi tak lama kemudian selalu turun lagi ke bawah garis tren. Pada akhirnya, Downtrend kembali terkonfirmasi setelah penembusan harga ke bawah EMA yang terakhir ditandai dengan beberapa candle bearish sekaligus. Jika Anda membuka posisi sell di awal Downtrend (ditandai kotak merah), maka Profit Taking bisa dilakukan ketika harga kembali menguji batas EMA 20.

 

Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Profit Taking Forex

1. Aksi Profit Taking Memiliki Pengaruh Jangka Pendek

Dalam dunia trading, telah dikenal prinsip buy the rumor, sell by the facts. Aksi Profit Taking sendiri biasanya didasari oleh isu-isu yang mampu menggerakan pasar, tapi belum tentu semuanya sudah terkonfirmasi. Karena itu, trader yang ingin mengambil keuntungan dari pengaruh Profit Taking harus bertindak cepat dalam mengambil keputusan, sebelum harga kembali ke arah aslinya. 

Profit taking dalam forex dengan berita

(Baca Juga: Waspadalah Jika Trading Berdasarkan Berita Fundamental)

 

2. Periksa Kembali Kebijakan Broker Anda

Apabila banyak trader melakukan aksi Profit Taking dalam satu waktu, maka hal itu dapat menimbulkan ketidakseimbangan dalam pergerakan harga dan masalah pada server broker. Untuk itu, beberapa broker memberikan pengumuman tentang perubahan kondisi trading pada waktu-waktu tertentu, guna mencegah aksi Profit Taking klien yang dilakukan secara masal dan bisa menimbulkan masalah pada sistem mereka. Hal ini biasanya berujung pada tidak maksimalnya aksi Profit Taking forex yang dilakukan trader sebelum rilis berita penting.

 

3. Tetap Gunakan Rasio Risk/Reward

Meskipun penjelasan di atas banyak berfokus pada aksi Profit Taking Forex yang berpedoman pada analisa teknikal dan rilis berita penting, tetapi jangan lupakan juga perhitungan Risk And Reward.

Level target profit atau Take Profit biasanya ditentukan setelah risiko. Artinya, kita akan lebih dulu menentukan batas kerugian dengan Stop Loss, lalu diikuti Take Profit sesuai dengan rasio Risk/Reward yang kita rencanakan. Jika misalnya batas kerugian atau Stop Loss sebesar 50 pip, maka dengan rasio 1:2, kita akan menentukan Take Profit sebesar 100 pip.

Metode ini penting untuk memastikan kelangsungan profitabilitas dalam akun trading Anda.

 

Aksi Profit Taking tidak hanya dilakukan oleh trader forex, melainkan juga trader dan investor pada pasar aset lainnya. Jika Anda tertarik mempelajari korelasi forex dengan pasar lain, maka bisa berkunjung ke artikel mengenai pentingnya analisa intermarket dalam trading forex.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.