Mengenal Strategi Cut Loss "Murder Your Darling"

288206

Strategi cut loss Murder Your Darling bisa mencegah terjadinya loss berlebih, dan menghindarkan Anda dari trading berdasarkan ilusi.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Strategi Cut Loss mungkin sepintas terlihat asing di telinga Anda. Pasalnya, banyak sekali artikel strategi trading di luar sana yang mengupas mengenai strategi Entry akurat, strategi take profit tepat, strategi trading menggunakan indikator, dan lain sebagainya. Semua bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dalam trading forex. Tetapi, adakah yang pernah membahas mengenai strategi Cut Loss? 

Strategi Cut Loss: Murder Your Darling

Jangan bingung dulu dengan judul artikel ini. Mungkin Anda berpikir, bagaimana bisa untung kalau kita malah disuruh melakukan Cut Loss? Ya, Cut Loss terkadang menjadi sesuatu yang menyeramkan bagi sejumlah trader. Pasalnya, mereka harus mengakui loss yang didapatkannya. Ini sama saja dengan memangkas dana trading atau bahkan profit yang sudah dikumpulkan secara bertahap. 

Jika ingin tahu alasannya, teruskan membaca artikel ini karena Anda akan segera tahu alasan kenapa Cut Loss adalah strategi trading yang terbaik dibandingkan tidak melakukannya. Dikutip dari TheBalance, strategi Cut Loss yang akan dibahas kali ini adalah adalah strategi Murder Your Darling.

 

Apa Itu "Murder Your Darling"?

Murder Your Darling apabila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia memiliki arti: habisi kekasih Anda. Kutipan Murder Your Darling ini diambil dari buku On The Art Of Writing (1916) karangan Arthur Quiller-Couch. Dalam bukunya tersebut, Arthur menjelaskan pentingnya seorang penulis untuk memotong kalimat yang tidak berguna pada tulisannya.

Namun istilah tersebut juga bisa dikaitkan dalam konteks trading forex. Bedanya, maksud dari "kekasih" di sini adalah posisi Anda yang sedang mengalami floating loss. Banyak sekali trader tidak bergegas menutup posisi yang sedang floating loss akut, karena mereka sayang jika posisi tersebut ditutup begitu saja.

Saat psikis diliputi rasa sayang berlebihan, Anda sudah masuk dalam fase trading menggunakan emosi. Padahal, ini jelas berbahaya, karena setiap keputusan dalam trading harus berdasarkan pada analisa yang teruji, baik itu dari segi fundamental maupun teknikal. Kalau ini dibiarkan, risikonya bisa membuat floating loss semakin melebar dan berpotensi menjerumuskan Anda pada Margin Call.

 

Kenapa Strategi Cut Loss Itu Penting?

Dalam trading forex, tidak ada yang tahu kemana harga akan bergerak. Meskipun bisa memperkirakan pergerakannya dengan alat bantu teknikal dan fundamental, tetap saja masih ada kemungkinan harga tidak berjalan sesuai keinginan Anda

Jalan satu-satunya untuk bisa selamat dari pergerakan pasar tak terduga adalah menerapkan strategi Cut Loss yang teruji. Supaya harapan meraih profit konsisten tidak pupus, Anda sejatinya perlu melakukan Cut Loss pada posisi-posisi yang kurang menguntungkan.

Seorang Day Trader mungkin bisa memperoleh beberapa kemenangan dalam sehari. Namun jika mereka membiarkan sebutir posisi floating loss bergerak di luar kendali, risikonya bisa menghapus semua profit yang telah dikumpulkan oleh posisi lainnya.

 

Cara Menerapkan Strategi Cut Loss: Murder Your Darling

Sebetulnya cara menerapkan strategi Cut Loss Murder Your Darling itu cukup sederhana. Intinya, posisi trading yang mengalami loss harus segera di-cut. Namun untuk melakukannya, tidak boleh langsung asal cut saja. Berikut akan dibahas strategi Cut Loss secara mendalam:

 

1. Selalu Memasang Stop Loss Setiap Melakukan Entry

Cara paling sederhana untuk murdering adalah dengan selalu memasang Stop Loss di awal membuka posisi. Dengan mengaplikasikan strategi Cut Loss ini, maka risiko trading pun akan bisa diminimalisir. Apabila Anda pengguna Metatrader, tentu bukan hal yang sulit untuk melakukannya. Pertanyaanya, bagaimana cara menentukan Stop Loss yang ideal?

Strategi Cut Loss: Murder Your Darling

Stop Loss yang ideal umumnya ditentukan melalui Support Resistance terdekat, sinyal Price Action sebelumnya, nilai High-Low Candlestick pada Time Frame Daily, serta cara-cara lainnya. Supaya Anda terhindar dari menentukan besaran Stop Loss secara acak, artikel Tips Dalam Menentukan Stop Loss ini bisa menjadi sumber referensi.

 

2. Aktif Memantau Pasar

Strategi Cut Loss kedua adalah menerapkan active trade management, dimana Anda menganalisa situasi yang terjadi di pasar forex secara intens. Idealnya, Anda tetap memasang Stop Loss, tapi gunakan itu sebagai benteng pertahanan terakhir

Dengan menganalisa situasi pasar secara intens, Anda akan bisa memperoleh posisi yang strategis untuk Murder Your Darling sebelum Stop Loss tersentuh, misalnya saat harga masih dalam tahap awal reversal, sehingga beban floating loss sedikit terkurangi karenanya.

Tidak ada satupun yang tahu kemana pasar akan bergerak, karena itulah Stop Loss bisa menjadi pengaman saat Anda benar-benar kurang beruntung. Namun jika pergerakan pasar masih memberikan ruang bagi Anda untuk bernafas dan melakukan Cut Loss di tempat yang strategis, segeralah ambil kesempatan itu.

 

3. Cari Peluang Trading Di Tempat Lain

Ada kondisi dimana Anda membiarkan loss melebar begitu besar. Masalah ini seharusnya bisa diantisipasi. Kalau ini sampai terjadi, jangan-jangan Anda bertrading tanpa Stop Loss? Ya atau tidak? Atau mungkin target Stop Loss Anda terlalu besar? Solusinya hanya satu, yaitu keluarlah! Keluarlah dari posisi yang loss besar tersebut dan carilah peluang trading di kesempatan lain. Floating loss sangat melebar biasanya mengindikasikan bahwa Anda salah meletakan posisi di market yang sedang trending.

Jangan terpengaruh oleh ilusi bahwa harga kembali ke arah yang Anda inginkan. Kembalikan ketenangan diri Anda dengan keluar dari floating loss yang sangat membebani tersebut. Jika sudah keluar, maka emosi Anda akan stabil. Saat pikiran sudah fresh kembali, cobalah untuk menemukan peluang trading di kondisi pasar yang lain.

 

4. Jangan Terlalu Santai Melihat Harga Bergerak Menuju Stop Loss

Saat memasang Stop Loss, Anda mungkin akan memiliki tendensi untuk menjadi malas. Contohnya adalah ketika harga bergerak ke arah yang kurang menguntungkan. Di sini Anda mungkin akan berpikir untuk santai-santai saja karena merasa sudah memasang Stop Loss. Namun, sadarkah Anda bahwa pergerakan harga tersebut sedang mengarah ke sesuatu yang disebut sebagai kerugian? Kenapa Anda malah membiarkan harga bergerak mencapai Stop Loss tersebut? Seharusnya di sini pilihan terbaiknya adalah segera melakukan Cut Loss ketimbang mengalami Total Loss.

Strategi Cut Loss

(Baca Juga: Teknik Memasang Stop Loss Terbaik Dalam Trading Forex)

Di lain pihak, ketika posisi Anda sedang mengalami floating profit, kemudian ada sinyal-sinyal tertentu yang mengindikasikan akan terjadi Reversal (melalui Price Action atau semacamnya), segeralah membukukan keuntungan Anda. Jangan biarkan harga berbalik arah dan menghantam Stop Loss Anda. Dalam trading forex, lengah sedikit saja akan bisa mengubah nasib Anda dalam sekejap, dari pemenang menjadi pecundang.

Saat harga bergerak hampir mendekati Take Profit, terkadang Anda akan melihat momentumnya mulai melambat. Jangan terlalu kaku dan berprinsip bahwa keuntungan harus diambil di level Take Profit yang sudah ditentukan. Kalau momentumnya sudah melambat, biasanya ini adalah tanda-tanda bahwa harga akan mengalami Reversal. Sudahi penantian Anda, dan segeralah ambil profit sebelum semuanya hangus tak bersisa.

 

Murder Your Darling Bukan Untuk Semua Trader

Tips-tips di atas memang bisa menghindarkan Anda dari kerugian maksimal, tapi sadarkah Anda? Cut Loss sebelum waktunya dan terus-menerus memantau pasar adalah dua tindakan yang mudah disalahartikan oleh trader awam. Dalam hal ini, memotong kerugian sebelum Stop Loss tersentuh hanya bisa dilakukan jika Anda mendapatkan konfirmasi sinyal dari sistem trading yang telah teruji. Katakanlah Anda menggunakan 3 indikator untuk Entry dan Exit, maka jangan melakukan Cut Loss apabila ketiga indikator tersebut tidak menghasilkan sinyal yang selaras untuk menjustifikasi tindakan Exit sebelum Stop Loss tersentuh.

Dengan demikian, Anda tidak boleh asal melakukan Cut Loss hanya karena punya feeling jika harga pasti menyentuh Stop Loss. Harus ada dasar analisa teruji yang melatarbelakanginya. Bagaimanapun juga, Cut Loss merupakan salah satu tindakan di luar rencana yang melanggar sistem trading awal. Jadi apabila Anda memutuskan untuk menerapkannya, pastikan telah dilatarbelakangi oleh alasan yang logis, rasional, dan objektif, agar tidak menyesal jika harga kemudian tidak jadi menyentuh Stop Loss dan justru berbalik ke trend sebelumnya.

 

Penutup

Sebagai seorang trader, Anda harus benar-benar tahu bagaimana menerapkan strategi Cut Loss yang tepat. Pasalnya, hanya dengan mengandalkan Stop Loss saja tidaklahlah cukup. Anda perlu melakukan upaya lebih. Pahamilah bahwa pasar memiliki kemungkinan untuk bergerak ke arah tak terduga, dan cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan selalu beradaptasi pada perubahan tersebut

Selalu miliki rencana supaya Anda tidak bertrading dengan mengandalkan emosi semata. Apabila Anda tiba-tiba merasa emosional dengan posisi trading saat ini, langsung saja habisi dan jangan masuk pasar dulu sebelum ketertarikan tersebut hilang.

 

Masih ingin menambah wawasan lagi mengenai ilmu trading yang menarik? Baca artikel kami lainnya yang berjudul Strategi Pyramiding Guna Memperbesar Keuntungan Dalam Forex.

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.

Danang
Wah cara menerima rugi pun ternyata juga ada strateginya ya?