Emosi Trading Forex Menurut Hukum Ketiga Newton

289136

Emosi dalam trading memang tidak bisa dihindari. Namun, Anda harus bisa mengelola emosi trading forex tersebut. Berikut ini penjelasan emosi trading menurut Hukum Ketiga Newton

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Anda mungkin mulai sadar bahwa emosi dan trading forex ibarat air dan minyak; Anda tidak dapat mencampuradukkan keduanya. Dengan kedisiplinan yang ditonjolkan sebagai kunci sukses trading, maka tentu saja trading tak boleh terpengaruh oleh emosi yang merugikan. Namun, tahukah Anda jika tidak semua emosi trading forex itu negatif?

Beberapa contoh emosi yang bisa dikatakan positif ialah ketika Anda menunjukkan perasaaan bahagia setelah mendapat profit besar di dalam trading, atau merasa puas dengan pencapaian yang telah Anda rencanakan sejak lama. Kedua hal tersebut merupakan contoh emosi positif yang harus dimiliki oleh para trader.

Positif? Tentu. Konstruktif? Tidak juga. Karena faktanya, respon emosi trading forex yang terlalu positif sama-sama akan cepat menghancurkan usia trading Anda, seperti halnya ketika mengalami emosi negatif. Lantas bagaimana cara mengelola emosi yang benar? Menurut Justin Bennett dari Daily Price Action, ada korelasi antara emosi trading forex dan hukum ketiga Newton yang bisa menjadi landasan Anda untuk belajar mengelola emosi dalam trading.

 

Hukum Ketiga Newton

Sir Isaac Newton bukanlah seorang trader forex, tetapi pada suatu ketika ia pernah mengalami kerugian besar karena salah investasi. Karena itulah ia lebih dikenal sebagai fisikawan ketimbang investor handal. Dalam kiprahnya sebagai ahli sains, Newton paling dikenal berkat 3 hukum gerak yang diciptakannya. Menariknya lagi, salah satu hukum itu ternyata bisa diaplikasikan untuk memahami emosi trading forex, yakni Hukum Ketiga Newton yang berhubungan dengan aksi-reaksi.

Emosional Trading Forex Berdasarkan

(Baca juga: Belajar Dari Kerugian Jutaan Dolar-nya Investasi Isaac Newton)

Singkatnya, Newton menyatakan bahwa "di dalam setiap tindakan, akan selalu muncul reaksi yang setara dan berlawanan."

Ibarat ikan yang sedang berenang di dalam air, Hukum Ketiga Newton menyatakan bahwa kekuatan yang dipakai untuk mendorong air mundur ke belakang, berlaku searah dan berlawanan untuk mendorong ikan agar bisa bergerak maju.

Sebagai trader forex, Anda mungkin telah mengetahui efek yang dapat terjadi ketika Anda menjalankan trading dengan penuh emosi. Sementara hal tersebut bisa jadi membantu untuk mengidentifikasi emosi trading forex, tetapi bahaya sebenarnya justru terletak pada hal-hal tak terduga setelah Anda mendapatkan hasil trading. Misalnya, kebahagiaan yang tak teduga ketika Anda memperoleh profit, atau justru penyesalan mendalam setelah mengalami kekalahan trading yang tidak disangka-sangka.

Emosi positif atau euforia yang belebihan setelah memperoleh profit, dapat mengakibatkan ketidakseimbangan emosional dan memicu dampak yang bertentangan dari euforia tersebut. Dalam hal ini ialah emosi negatif berupa rasa terlalu percaya diri dan serakah.

Misalnya saja, Anda baru saja mengalami profit 10 kali beruntun dan memanen keuntungan hingga ribuan pips. Karena merasa sedang di atas angin, Anda jadi mudah mengesampingkan risiko dan mengabaikan aturan trading yang semestinya bisa membatasi kerugian Anda. Ketika tiba saatnya pasar bergerak melawan Anda, maka kelalaian tersebut akan mendatangkan kerugian besar.

Sebaliknya, apabila Anda merasa kecewa setelah kekalahan tak terduga, maka reaksi yang kemudian bisa timbul adalah rasa ketakutan dan pesimis berlebihan. Hal ini berisiko membuat Anda mudah melewatkan kesempatan entry yang semestinya mendatangkan profit besar.

Sejauh ini, uraian-uraian di atas merupakan aktualisasi Hukum Ketiga Newton tentang emosi trading forex. Ingat, di dalam setiap tindakan selalu ada reaksi yang berlawanan.

 

Kunci Mengendalikan Emosi Trading Forex

Terlalu sering mengikuti emosi trading forex, baik itu emosi positif maupun emosi negatif, ternyata dapat mempengaruhi kemampuan untuk melihat kondisi pasar secara netral. Namun ingat, Anda juga tidak disarankan untuk menahan setiap perasaan atau pikiran yang muncul saat trading. Karena penyebab dari kerugian juga bisa terjadi ketika Anda menahan luapan emosi trading forex. Dengan demikian, solusi yang diperlukan adalah mengelola emosi trading forex secara tepat, bukan memendamnya.

Sebagai perbandingan, coba bayangkan sayap pesawat terbang. Komponen sayap ini tidak selalu kaku, karena mereka akan berubah posisi ketika pesawat sedang mengalami turbulensi. Hal tersebut sama berlakunya dengan jembatan dan gedung-gedung tinggi. Bangunan tinggi sudah didesain sedemikian rupa agar tahan pada situasi yang ekstrim dan tidak mudah roboh saat badai melanda.

Jadi, dari kedua analogi tentang sayap pesawat dan bangunan di atas, dapat disimpulkan bahwa daripada berusaha menahan emosi dalam trading, Anda cukup membiarkan emosi tersebut mengalir. Yang terpenting adalah, Anda tahu cara mengelola emosi tersebut agar tidak mendominasi keputusan dalam bertrading.

 

Boleh Merayakan Kemenangan, Tapi Jangan Euforia Berlarut-Larut

Anda baru saja mendapatkan profit $1,000 karena Anda telah mempersiapkan setup trading yang paling baik dan tepat setelah menunggu selama berminggu-minggu. Dari kondisi tersebut, Anda kemudian merayakannya secara besar-besaran, traktir banyak teman, dan berbagi pengalaman menang ke semua orang yang Anda kenal. Di sini, secara tidak sadar Anda sudah menunjukkan aksi dalam Hukum Ketiga Newton.

Keesokan harinya saat terbangun, Anda merasa menjadi trader terbaik yang berhasil memperoleh profit besar, dan Anda pun bersiap untuk melanjutkan keberhasilan trading dengan perolehan profit sebesar $1,000, layaknya kemenangan sebelumnya.

Emosional Trading Forex Berdasarkan

(Baca juga: 5 Strategi Take Profit Forex Untuk Mengamankan Keuntungan)

Namun, kondisinya justru berlawanan. Posisi yang Anda buka malah rugi lebih dari profit sebelumnya, yakni sebesar $1,200. Selisih kerugian $200 dalam hal ini mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan jumlah profit dan loss riil-nya.

Namun bagaimana jika ternyata Anda telah menghabiskan biaya $1000 untuk merayakan kemenangan sebelumnya? Tentu saja kerugiannya jadi terasa berlipat-lipat. Keuntungan sebelumnya bagaikan menguap begitu saja, sementara saat ini Anda harus menanggung kerugian sebesar $1,200.

Akan beda perkaranya jika Anda tidak larut dalam euforia pasca kemenangan sebelumnya. Alih-alih menghabiskan $1000 untuk mentraktir teman-teman dsb, Anda membiarkan profit tersebut di akun trading. Jadi ketika Anda kemudian rugi $1,200, maka Anda hanya akan kehilangan sebesar $200.

Ingat, emosi trading forex ibarat melintasi balok yang lebarnya 10 kaki, di mana satu sisi balok mewakili emosi positif, sementara yang lain mewakili emosi negatif. Sebagai trader forex, usahakan untuk tetap stabil di area tengah balok. Menyimpang satu sampai dua kaki dari tengah tidak apa-apa, asalkan jangan sampai berada di posisi paling pinggir, karena akan membuat Anda terjatuh seperti halnya ketika Anda tidak memperhatikan emosi dalam trading.

 

Penutup

Selalu ingat bahwa menjadi trader forex yang sukses bukan tentang mencegah pikiran dan perasaan negatif, melainkan bagaimana Anda dapat mengelola emosi negatif tersebut. Selain itu, tidak selamanya emosi positif selalu mendatangkan hal-hal yang baik pula. Jika terlalu berlebihan, maka justru dapat memicu efek negatif karena Anda jadi mudah meremehkan risiko.

Karena itu, selalu tanamkan Hukum Ketiga Newton dalam benak Anda; dari setiap aksi selalu ada reaksi berlawanan yang dampaknya akan sama besar. Jika Anda merayakan kemenangan dengan cara yang berlebihan, maka akan ada risiko kerugian yang sama besarnya pula.

 

Manajemen emosi trading merupakan hal yang luas dan perlu banyak dipelajari. Untuk mendapatkan beragam ilmu mengenai emosi trading, Anda bisa berkunjung ke Kumpulan Artikel Psikologi Trader.

Lulusan Sosiologi Brawijaya Malang. Menyukai aktivitas menulis dan sempat aktif di Organisasi Pers Fakultas dan Jurusan. Saat ini bergabung sebagai Online Journalist di Seputarforex.com.