7 Mitos Analisa Teknikal Yang Harus Diketahui Trader

289369

Jika Anda adalah penggemar teknikal, maka mitos analisa teknikal berikut ini layak untuk dibaca, agar terhindar dari persepsi yang salah dan menyesatkan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Memilih teknik analisa yang tepat digunakan selama trading tentu menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi para pemula. Munculnya beragam analisa berikut plus minusnya, menjadi pertimbangan penting sebelum "menaruh hati" pada salah satu analisa. Secara umum, ada dua jenis analisa yang digunakan dalam trading forex, yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental.

Berbicara mengenai analisa teknikal, para teknikalis (sebutan bagi pengguna analisa teknikal) biasanya memilih analisa ini karena dianggap paling mudah untuk mengetahui titik entry, sangat cukup digunakan sebagai bekal trading, hingga bisa menunjukkan prediksi pergerakan harga dengan akurasi 100%. Namun tahukah Anda, jika semua alasan itu nyatanya hanya mitos analisa teknikal? Fakta yang ada di lapangan tidak berlaku demikian lho...

mitos analisa teknikal

Mengutip dari investopedia[dot]com, ada tujuh mitos analisa teknikal yang berkembang di kalangan trader. Apa saja?

 

1. Hanya Untuk Trading Jangka Pendek

Umumnya, trader memilih analisa teknikal sebagai pelengkap trading jangka pendek. Mereka menganggap jika analisa teknikal akan sangat tepat digunakan untuk mengetahui posisi entry, sehingga perlu dikombinasikan dengan time frame pendek seperti Hourly atau bahkan 1M. Bisa dikatakan pula jika analisa satu ini cocok digunakan oleh Scalper serta Day Trader. Benarkah demikian?

Rupanya, analisa teknikal sudah dikenal sejak lama. Bahkan para teknikalis zaman dulu lebih menggunakan analisa ini untuk trading jangka panjang serta investasi. Bagi mereka, analisa teknikal bisa bermanfaat untuk membaca trend utama, sehingga mengetahui betul kondisi pergerakan harga yang sedang terjadi saat itu. Penggunaan time frame jangka panjang seperti Weekly dan Monthly lantas dijadikan pilihan, karena tujuan mereka adalah untuk investasi forex.

strategi investasi forex

(Baca Juga: Strategi Investasi Forex Ala Corvin Codirla)

Berdasarkan dua perbandingan di atas, maka dapat dikatakan bahwa mitos analisa teknikal hanya untuk trading jangka pendek tidaklah benar. Sebaliknya, analisa teknikal bisa digunakan hampir di semua time frame, mulai dari 1M, Daily, Weekly, hingga Monthly. Yang terpenting adalah ketahui tujuan penggunaan analisa teknikal terlebih dahulu, apakah untuk trading jangka pendek ataukah investasi.

 

2. Hanya Bisa Digunakan Oleh Trader Ritel

Mitos analisa teknikal lain yang berkembang di kalangan trader adalah analisa ini hanya bisa digunakan oleh trader ritel. Karena sifatnya yang sederhana dan mudah, trader ritel menganggap bahwa analisa teknikal tidak mungkin digunakan oleh pelaku pasar forex lain yang lebih besar. Padahal, pemain forex sekelas hedge fund manager pun menggunakan analisa teknikal ini.

Justru karena sifatnya yang sederhana, langsung dan jelas, analisa teknikal sangat populer dan digunakan oleh hampir seluruh lapisan trader forex, mulai dari trader ritel, perusahaan multinasional, hingga hedge fund manager top sekalipun. Analisa teknikal relatif lebih mudah dan lebih cepat dipahami dibandingkan dengan analisa fundamental.

 

3. Memiliki Tingkat Keberhasilan Rendah

Mitos ketiga ini telah ditentang oleh hampir seluruh trader teknikal. Pasalnya, analisa teknikal-lah yang justru mengantarkan mereka pada kesuksesan trading. Melalui analisa ini, trader bisa memprediksi pergerakan harga dengan efektif dibandingan bila menggunakan jenis analisa lainnya.

Tak percaya? Sebut saja Jack D. Schwager yang sukses trading menggunakan analisa teknikal sekaligus sebagai penulis buku. Dalam bukunya yang berjudul "Market Wizards: Interviews With Top Traders", Jack melakukan interview pada beberapa trader teknikal lain yang sukses, seperti Ed Seykota, Bruce Kovner, dan Michael Marcus.

trader teknikal sukses di dunia

(Baca Juga: Berkenalan Dengan 5 Trader Teknikal Sukses Di Dunia)

Somehow, trader yang beranggapan bahwa analisa teknikal memiliki tingkat kesuksesan rendah mungkin mengira analisa ini sifatnya lagging (lambat) seperti pada kebanyakan indikator. Pada faktanya, ada indikator teknikal yang sifatnya leading, seperti Stochastic atau Relative Strength Index (RSI) ketika digunakan dalam analisa divergence. Kedua jenis indikator teknikal tersebut akan sangat membantu Anda selama trading, karena berfungsi untuk menunjukkan kekuatan momentum dari tren yang sedang berlangsung. Pun, dari adanya dua indikator tersebut, Anda sudah bisa mengidentifikasi titik entry dari keadaan Overbought dan Oversold.

 

4. Analisa Teknikal Saja Cukup Sebagai Bekal Trading

Bagi kebanyakan trader, berbekal analisa teknikal saja untuk memulai peruntungan dalam forex dianggap cukup. Selain mudah dan cepat dipelajari, analisa teknikal juga dianggap mampu untuk menunjukkan kondisi harga yang ada di pasar. Praktis, mereka tak perlu menggunakan "bumbu" tambahan selama trading jika sudah berbekal analisa teknikal.

Namun, fakta yang ada justru mengatakan sebaliknya. Meski penggunaan analisa teknikal ini mudah dan cepat dipelajari, tetapi memulai trading hanya dengan berbekal analisa teknikal sangat tidak disarankan. Akan lebih baik jika aktivitas trading dimaksimalkan dengan pemahaman lebih lanjut mengenai manajemen risiko dan Money Management, karena analisa teknikal hanya digunakan sebagai tool pendukung trading Anda.

pentingnya manajemen risiko

Aspek lain yang tak kalah penting untuk mensukseskan perburuan cuan adalah sikap masing-masing trader. Disiplin dan konsistensi, pandai mengatur emosi, serta pantang menyerah adalah kunci utama agar hasil trading bisa sesuai harapan.

 

5. Software Analisa Teknikal Bisa Menguntungkan

"Dapatkan akses ke analisa teknikal terperinci dan sinyal trading untuk kesuksesan trading Anda"

Iming-iming semacam ini biasanya banyak Anda temui saat sedang surfing ke situs trading forex atau sejenisnya. Jika tak pandai memilih, bisa jadi Anda pun terbujuk untuk menggunakan software analisa teknikal yang dipromosikan. Biasanya, trader yang mudah tergiur perolehan profit tanpa melakukan analisa ribet adalah para newbie.

profit trading

Faktanya, penggunaan software analisa teknikal tidak serta merta membuahkan hasil sesuai apa yang ditawarkan. Penyedia software mungkin hanya menyajikan chart yang menunjukkan kondisi tren berikut pola-pola candlestick, tetapi aktivitas tradingnya tidak berorientasi pada kewajiban untuk memperoleh profit. Akan lebih baik jika Anda hanya mengambil indikasi dari kondisi tren yang ditunjuk dalam chart, kemudian memutuskan sendiri seperti apa proses eksekusi yang akan diambil.

 

6. Analisa Teknikal Bisa Digunakan Di Semua Jenis Market

Mitos analisa teknikal yang satu ini mungkin benar, tetapi tidak sepenuhnya benar. Antara satu instrumen trading dengan instrumen lain memiliki beragam karakteristik. Forex, saham, komoditas, options, hingga obligasi, semuanya memiliki kriteria market yang berbeda-beda, meskipun tampilan chart mereka hampir serupa.

Jika dalam forex pola-pola candlestick terbentuk sebagai visualisasi kondisi harga di pasar, lain halnya dengan aset non-forex; pada futures, pola candlestick dipengaruhi oleh volatilitas, pada option ditentukan dari expiry, sementara pada aset komoditas, pergerakan harga bisa turut ditentukan dari kondisi musim. Yang perlu digarisbawahi adalah jangan menyamakan penggunaan analisa teknikal untuk semua market, karena masing-masing market memiliki karakteristik tersendiri.

 

7. Bisa Menunjukkan Prediksi Harga Dengan Tepat

Sampai saat ini, belum ada master trader atau pakar yang menyatakan bahwa analisa teknikal mampu memberikan prediksi harga dengan akurasi hingga 100%. Analisa teknikal hanya berperan untuk memberikan gambaran mengenai pergerakan harga dalam suatu periode tertentu. Untuk prediksi selanjutnya, maka Anda perlu menggunakan indikator teknikal sebagai konfirmator tambahan.

macam-macam indikator teknikal

(Baca Juga: 4 Jenis Indikator Teknikal Yang Penting)

Dalam forex, salah satu konsekuensi yang siap tidak siap harus diterima oleh semua trader adalah fakta bahwa harga bisa bergerak semau-maunya. Anda tak bisa memaksakan harga harus bergerak sesuai analisa, karena ada beragam faktor yang mendasari perubahan tersebut. Adanya rilis berita berdampak, konflik antar negara, atau pergolakan domestik yang tak terduga bisa menjadi alasan di balik fluktuasi harga. Lebih lanjut, faktor-faktor ini pun bisa mempengaruhi sentimen trader terhadap pasar, yang kemudian juga berpengaruh terhadap pergerakan harga selanjutnya.

Agar lebih jelas, ketujuh mitos analisa teknikal berikut fakta sebenarnya dapat Anda lihat di infografis berikut:

7 mitos analisa teknikal

 

Akhir Kata

Dalam aplikasinya, analisa teknikal tidak serta merta menjanjikan beragam keistimewaan seperti yang tampak pada mitos analisa teknikal di atas. Sekali lagi, analisa teknikal hanya digunakan sebagai tool tambahan dalam trading. Untuk bisa memperoleh profit sesuai yang diharapkan, maka Anda perlu menerapkan manajemen trading serta beragam strategi ciamik lainnya. Pun, konsistensi untuk menerapkan Trading Plan yang telah disusun, juga menjadi salah satu indikator penting dalam pencapaian kesuksesan trading Anda.

 

Selain terjebak dalam mitos analisa teknikal, beberapa trader rupanya juga "termakan" oleh mitos cepat kaya melalui trading. Percaya atau tidak, ada 5 mitos yang dipercaya oleh trader, sehingga mereka pun termotivasi untuk segera memulai peruntungan nasib dalam forex. Simak ulasan selengkapnya di artikel "Ekspektasi Vs Realita Dalam Trading Forex".

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.


Tradercupu
Rsi hanya 70-75% keakuratan dan tidak ada yang 100% .ada indikator yang hampir mendekati itu,sekitar 80-90%.fundamental bisa dibuat fake news,tecnical 30%-70%fundamental
Novalia
Memang tdk ada indikator dengan tingkat akurasi hingga 100%, tp dari indikator setidaknya kita bisa mempersiapkan rencana eksekusi. Kalau ingin lebih terkonfirmasi, sepertinya perlu menggabungkan bbrpa indikator. Yg perlu digarisbawahi ialah analisa teknikal hanya digunakan sbg tool tambahan dalam trading.