Advertisement

iklan

7 Skandal Kerugian Trader Bank Yang Berujung Bencana

Siapa bilang trader bank selalu sukses? Tujuh skandal berikut mengupas contoh loss berskala besar dari para trader bank yang tidak hanya berakhir dengan kerugian finansial, tapi juga vonis di meja hijau.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Menjadi trader bank memang sekilas begitu membanggakan; bisa mengelola dana besar dengan strategi khusus dan bekerja di institusi finansial terkemuka. Gajinya? Tentu saja tak bisa disamakan dengan upah pegawai kantoran biasa. Itupun belum ditambah komisi jika bisa mengukir performa mengesankan, dengan profitabilitas tinggi nan konsisten (baca juga: Mengintip Strategi Trading Dari Trader Bank).

Namun tahukah Anda? Prinsip "semakin besar keuntungan semakin besar pula risikonya" juga berlaku pada trader bank. Mereka bekerja dengan target dan menanggung beban risiko yang tak tanggung-tanggung besarnya apabila salah ambil langkah. Tak sekedar menderita kerugian finansial, mereka juga bisa diperkarakan di pengadilan dan dipenjarakan.

Berikut adalah 7 kasus kerugian trader bank paling fenomenal yang menimbulkan kerugian masif, tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi perusahaan tempat mereka bekerja:

 

7. John Rusnak - Allied Irish

John Rusnak keliru memprediksi apresiasi Yen pasca gelembung mata uang tersebut pecah. Akibatnya, ia mendatangkan kerugian senilai 691 juta Dolar AS bagi Allied Irish. Yang lebih menghebohkan lagi, bank multinasional Citigroup disebut-sebut memiliki peran dalam transaksi Rusnak yang berujung bencana.

John Rusnak

Atas kesalahannya menyembunyikan kerugian, John Rusnak kemudian dijatuhi hukuman tujuh setengah tahun penjara. Kini, ia berganti profesi menjadi pengusaha laundry di Baltimore.

 

6. Toshihide Iguchi - Daiwa Bank Ltd

Selama 12 tahun, seorang trader asal Jepang, Toshihide Iguchi, melakukan transaksi ilegal di Daiwa Bank Ltd cabang New York. Menurut laporan The New York Times, aksi trading tersebut menimbulkan kerugian hingga 1.1 miliar Dolar AS bagi Daiwa Bank pada tahun 1995. Iguchi kemudian mendekam di penjara selama 4 tahun setelah mengakui kecurangannya. Selain dijatuhi hukuman penjara, ia juga didenda 2.57 juta Dolar AS oleh pengadilan New York.

 

5. Nick Leeson - Barings Bank

Trader yang berbasis di Singapura ini membuat serangkaian transaksi derivatif di pasar saham Jepang yang berujung pada bencana. Saking besarnya kerugian yang disebabkan, aksi Nick Leeson menyebabkan kolapsnya salah satu bank tertua di Inggris, Barings Bank. Bagaimana tidak, kerugian yang diakumulasikannya mencapai 1.3 miliar Dolar AS.

Nick LeesonNick Leeson (tengah) saat dicekal pihak berwenang.

Menurut liputan BBC, kerugian itu tadinya berhasil disamarkan melalui Error Account 88888. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akhirnya jatuh juga. Audit yang dilancarkan pada Februari 1995 kemudian mengungkap kerugian fatal yang disebabkan Leeson. Trader asal Watford ini pun akhirnya digiring ke meja hijau dan divonis hukuman enam setengah tahun penjara.

 

4. Matthew Tannin dan Ralph Cioffi - Bear Stearns

Kuncup-kuncup masalah di pasar kredit pertama kali terungkap melalui bobroknya transaksi Matthew Tannin dan Ralph Cioffi yang ber-leverage tinggi di Bear Stearns. Tak tanggung-tanggung, trading mereka mendatangkan bencana kerugian sekitar 1.6 miliar Dolar AS.

 

3. Yasuo Hamanaka - Sumitomo Corp

Ketika masih menjabat sebagai kepala divisi trading tembaga di Sumitomo Corp, Yasuo Hamanaka melanggengkan transaksi tak terotorisasi yang berujung pada kegagalan senilai 2.6 miliar Dolar AS. Kerugian tersebut belakangan terdeteksi sebagai loss pertama yang dialami Sumitomo Corp dalam kurun waktu 77 tahun. Hamanaka kemudian dituntut atas tindak penipuan dan pemalsuan, serta dijatuhi hukuman 8 tahun penjara di tahun 1996.

 

2. Jerome Kerviel - Societe Generale

Pada 2005 hingga 2008, transaksi ilegal senilai 61.6 miliar Dolar AS pernah dibuat oleh eks trader bank Societe Generale yang bernama Jerome Kerviel. Dilansir Wall Street Journal, trader ini sukses mengakali pihak perusahaan dan menyembunyikan kerugiannya selama bertahun-tahun. Ketika aksinya ketahuan dan menyebabkan kerugian total 6 miliar Dolar AS untuk Societe Generale, Kerviel kemudian didakwa atas tuduhan pemalsuan, penggunaan piranti tanpa izin, dan pelanggaran kepercayaan.

Jerome KervielJerome Kerviel (tengah) saat menghadiri sidang.

 

1. Howard Hubler - Morgan Stanley

Tak cuma menghebohkan internal perusahaan, skandal kerugian trader bank ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah Wall Street. Adalah Howard Hubler, seorang trader Morgan Stanley yang mengakibatkan kerugian hingga 9 miliar Dolar AS pada tahun 2007. Saking masifnya efek yang ditimbulkan, skandal ini berujung pada pemecatan beberapa petinggi bank, termasuk Zoe Cruz yang kala itu menjabat sebagai Co-President.

CEO Morgan Stanley saat itu, John Mack, sempat mengajukan pengunduran diri terkait kasus kerugian Hubler. Namun ia akhirnya batal angkat kaki karena dewan perusahaan masih menginginkan ia bertahan. Pada akhirnya, kerugian yang ditimbulkan Howard Hubler juga menyebabkan ditutupnya seluruh divisi trading yang nekat bertaruh dengan dana perusahaan.

 

(Dis)honorable Mentions

Meskipun beberapa kasus kerugian di bawah ini tidak terkait dengan sepak terjang trader yang merugikan bank tertentu, tapi skala loss yang tercetak dan kisah yang melatarbelakangi bisa menjadi pelajaran bermanfaat untuk tidak meremehkan pasar:

 

Warren Buffett - Energy Future Holdings

Di puncak krisis finansial, Warren Buffett pernah membeli obligasi dengan total nilai 2 miliar Dolar AS sebagai leverage terhadap transaksinya atas Energy Future Holdings. Sayangnya, perusahaan tersebut dibekap krisis utang dan kemerosotan harga Natural Gas yang terus menggerogoti profit korporasi. Pada akhirnya, Energy Future Holdings bangkrut dan menyebabkan kerugian sebesar 873 juta Dolar AS bagi Buffett si "Oracle" dari Omaha.

Warren Buffett(Baca juga: Lima Pantangan Warren Buffett Dalam Berinvestasi)

Ini membuktikan bahwa sosok "sesakti" Warren Buffett saja bisa salah perhitungan. Kesalahannya dalam menganalisa performa Energy Future Holdings menjadi malapetaka yang membuatnya rugi hingga ratusan juta Dolar. Beruntung ia memiliki manajemen risiko dan prinsip investasi yang menjaga akunnya dari kebangkrutan total, sehingga nama besarnya sebagai investor sukses tetap dikenal hingga kini.

 

Long-Term Capital Management

Setelah Rusia dinyatakan default karena utang-utangnya pada 2008, krisis pasar yang mengikuti berujung pada kerugian Long-Term Capital Management sebesar 4 miliar Dolar AS. Bailout senilai 3.6 miliar Dolar AS kemudian digalang oleh beberapa korporasi untuk membantu perusahaan hedge fund ini. The Fed New York pun ikut turun tangan kala itu.

 

Brian Hunter - Amaranth Advisors

Pada 2006, Amaranth Advisors kolaps karena merugi 6 miliar Dolar AS dari posisi trading Natural Gas yang dipasang oleh Brian Hunter. Tak cuma membuat perusahaannya gulung tikar karena salah kalkulasi, trader itu juga terbukti memanipulasi harga pasar future Natural Gas; sebuah dakwaan yang dijatuhkan oleh regulator-regulator energi pada 2011. Portofolio yang tersisa dari Amaranth Advisor kemudian diambil alih oleh Citadel.

Menariknya lagi, bangkrutnya Amaranth Advisors menjadi ladang emas bagi John Arnold yang kala itu memasang posisi berlawanan. Keuntungan besar yang didapat Arnold bahkan termasuk dalam 7 Transaksi Trading Paling Fenomenal Sepanjang Masa, sejajar dengan profit-profit fenomenal yang pernah dibukukan oleh George Soros dan Paul Tudor Jones.

 

Pelajaran Apa Yang Bisa Dipetik?

Dari ulasan di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa trader-trader bank dengan dana besar pun bisa merugi jika mereka kurang memperhitungkan risiko pasar, dan terlalu percaya diri dengan analisa yang dilakukan.

Skandal Kerugian Trader bank

Sebagai trader yang bermodal receh jika disandingkan dengan para trader bank, Anda mungkin tidak menanggung risiko kerugian raksasa atau bahkan hukuman penjara. Namun, Anda tetap bisa menarik perlajaran dari kegagalan trader bank di atas.

Menurut tinjauan easyMarkets yang merangkum skandal-skandal kerugian di atas, trader harus selalu memperhatikan bahwa volatilitas pasar bisa bertahan lebih lama dari ketahanan dana yang dimiliki, tak peduli seberapa besar dana itu. Sekalipun analisa Anda terbukti benar di awal, selalu ada skenario dimana pasar berbalik di luar prediksi. Ketika Anda tak punya cukup waktu untuk menyikapi perubahan arah pasar, maka dana akan ludes seketika. Oleh karenanya, selalu ingat perkataan George Soros yang menegaskan bahwa ia bisa kaya karena menyadari kapan ia salah dan mengenali dimana letak kesalahannya.

 

Selain kutipan di atas, ada begitu banyak tips-tips sukses dari George Soros yang keahliannya dalam dunia trading telah diakui secara universal. Kiat-kiat tersebut bisa Anda peroleh di 10 Aturan Trading Inspiratif Dari Kutipan George Soros.

291269

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.