Trend Dan Momentum

62073

Hal paling mendasar dalam forex trading adalah menentukan kapan buy dan kapan sell, salah satunya berdasarkan trend dan momentum.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ada teman trader yang setelah membaca artikel-artikel maupun blog tentang forex kemudian berkomentar: forex itu gampang, nggak usah dibikin njelimet. Ngapain juga banyak-banyak teori, yang penting kan ijo. Hehehe! Iya deh… saya sepakat bahwa yang sebenernya mudah nggak usah dibikin njelimet. Sungguh bukan maksud hati bikin anda jadi berpikiran bahwa forex itu njelimet dan bikin pusing.

Saya sepakat dengan teman yang berpendapat bahwa kalau bisa dipahami dengan simple, ngapain juga harus dibikin ruwet? Tapi bagaimanapun, saya tetap menyarankan bagi calon trader untuk setidaknya mamahami dasar-dasar analisis dalam forex trading ini, sehingga tidak melakukan trading berdasarkan untung-untungan. Nah, karena hal paling mendasar dalam forex trading ini adalah menentukan kapan buy dan kapan sell, untuk bahasan saya kali ini akan mencoba membahas tentang trend dan momentum.

Mengapa trend?

Begini, dalam forex trading, patokan paling sederhana dalam bertransaksi adalah buy saat harga naik dan sell saat harga turun. Tentu nantinya hal ini akan lebih baik jika dilengkapi dengan pemahaman tentang berbagai hal pendukung lainnya, misalnya pemahaman tentang support-resistant atau batasan-batasan psikologis, over bought-over sold, divergence dan lain-lain. Tapi OK lah, sesuai dengan semboyan: make it simple, sementara kita simpan dulu istilah-istilah yang bikin ruwet. Kita akan bahas dulu hal yang paling sederhana, yaitu: trend.

 

Apa itu trend?

Salah satu “kata bijak” dalam forex trading adalah: follow the trend, trend is your friend. Nah, kalau begitu kita perlu paham dulu, apa sih trend itu? Mari kita perhatikan gambar berikut:

 
Nah, dari gambar di atas, nampaknya sudah jelas yang dimaksud dengan trend… Jadi secara umum, trend sebuah chart bisa dibedakan menjadi: uptrend (trend naik), downtrend (trend turun) dan sideways (trend bolak-balik pada satu range tertentu) Sebagai trader, kita harus tau apa kecenderungan trend yang berlaku saat ini untuk mengambil posisi yang tepat. Ada beberapa indikator untuk melihat trend, antara lain Moving Average dan Parabolic SAR, trend line dan lain-lain.

 

Momentum

Melengkapi bahasan tentang trend, marilah sedikit kita bahas tentang momentum. Gampangnya, momentum adalah “kekuatan” dari sebuah trend. Idealnya, kita tidak hanya tahu arah dari trend, akan tetapi juga seberapa besar kekuatan trend tersebut. Maksudnya supaya kita tidak “telat” masuk ke sebuah trend. Misalnya kita tahu bahwa trend sedang naik, maka kita memutuskan untuk buy. Eh, ternyata, tidak lama kemudian trend berbalik, sehingga loss-lah yang kita dapat.

Lebih apes lagi kalau ternyata kita “terjebak” sell di dasar lembah atau buy di pucuk gunung alias kita terlajur open position sell pada saat harga di titik terendah atau buy pada saat harga di titik tertinggi. Gawat deh. Nah, supaya kita tidak salah masuk di tengah trend, sebaiknya kenali dulu kekuatan trend yang sedang berlangsung, apakah cukup kuat untuk terus berlanjut, ataukah sudah lemah sehingga bakalan segera terjadi perubahan arah.

Ada banyak indikator untuk melihat kekuatan trend, antara lain ada RSI, MACD, ADX, W%R dan lain-lain. Sampai di sini saya harap anda sudah mulai memahami hal paling mendasar dalam forex trading, yaitu kapan sebaiknya buy dan kapan sebaiknya sell. Tentunya harus tetap diingat juga bahasan kita yang terdahulu tentang time frame, karena bagaimanapun keputusan untuk buy dan sell di saat yang sama bisa jadi berbeda apabila kita mengamati chart dalam time frame yang berbeda.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Suhadi_tri
forex tu rumit, susah dipelajari, apalagi dipahami, sapa bilang ini gampang? yg gampangin forex kebanyakan belum paham bener tuh...
Alfirnando
Ruwet pas prtama kali bljr, klo udh paham sprti apa psr & trdng forex, kt bs cari cr gampang bwt trading kt sendiri. Sprt kata master di atas, kl ada yg gampang knapa nyari yg sulit?
Frisco
Pas masuk disaat tren mulai emang peluan profitnya wow sekali, rata2 trading mengandalkan tren itu kalo nggak profitnya yg gede ya lossnya yg gede. Mungkin karna pemanfaatan tren ini keliatan gampang kali ya jadi suka dibahas dulu, padahal tren yg menguat gitu jarang terjadi, lebih sering malah sideways. Butuh banget nih cara trading di pasar yg lagi sideways. Kalau nunggu tren trus waktu tradingnya nggak pasti dan jarang2 terjadi.
Forever Juni
ente liatx dimana? klo di tf kecil mang keliatanx gitu.. coba de sering2 tengok tf besar, tren2 harga bs lebih sering kliatan jelas disana. mw pake strategi tren, sideway, apa dua2x itu semua pilihan sih. emang ada tu yg namax tren trader, sideway trader, ato trader yg bisa adaptasi disemua kondisi.. apapun carax yg jelas musti pas sama pemahaman kita, jgn ada yg dipaksain klo g ngerasa cocok
Hari Santoso
Saat trading dengan tren, peluang untuk profit memang sangat banyak, tapi bukan berarti potensi ruginya juga banyak. Trader bisa mengantisipasinya dengan memasang level stop loss dan take profit secara tepat.

Penggunaan trailing stop juga akan lebih efektif untuk mengunci profit. Jika cara tersebut digabungkan dengan sistem money manajemen yang tepat, akun trading akan tetap terjaga berapa kalipun trader mengalami loss.

Untuk bahasan tentang trading di pasar yang sedang sideways, bisa disimak disini penjelasannya.
Nihil
saat tren sidway apa yg sebaikx d lakukan?
Firli Saifudin
Tunnggu breakout mastah. Kalo bisa prediksi akurat bisa kumpulin banyak pip cz breakout dari sideway di range - range penting biasanya punya potensi breakout bagus. Kalo harian ini bisa dicoba waktu pembukaan pasar Eropa.
Hari Santoso
Jika kondisi sideways merupakan bentuk koreksi dari tren sebelumnya, lebih baik tidak membuka posisi order dan tunggu tren apa yang terbentuk selanjutnya. Namun jika pasar berada dalam kondisi ranging di waktu yang lama, level-level support dan resistan bisa dimanfaatkan untuk mengetahui kapan posisi entri dan exit yang sesuai.
Ichsan Putra Adi
momentum dimanfaatkan bukan hanya untuk supaya kita ngerti kapan dan kita harus order apa, tapi juga kapan kita keluar. masuk di tengah trend itu bukan suatu yg mudah dihindari. lebih sering malah yang ada kita masuk saat tren udah mulai berjalan terutama para trader yang suka ambil aman dengan melihat konfirmasi dulu. agak mustahil kalau kita berharap bisa selalu menangkap momen tepat dimana harga memulai tren baru atau mengakhiri tren lama. masuk di tengah tren gak apa, selama kita bisa keluar di momen yg tepat, dan bisa mengaturnya dengan mm yang baik.
Roy
indikator kekuatan trend mana yg paling bagus?
Ian Buddi
@roy: gw biasanya pake rsi, tapi banyak juga yg rekomendasiin adr juga stochastic. tiap indikator ada plus minusnya. spy tau mana yg bagus langsung dicoba sendiri aja gan, soalnya pendapat trader soal indikator biasanya beda, ada yg lebih suka pake rsi, stochastic, dsb. yg jelas carinya di kategori yg tepat. utk indikator kekuatan tren biasanya di kategori oscillator....
Agus Bastian
ngutip gan, "buy saat harga naik dan sell saat harga turun", itu harus hati2 lo bro, lihat juga volume-nya, kalo udah overbought pas harga naik ya jgn dipaksain beli lah, ato kalo pas oversold, ya jgn ikut2an pasang sell, berabe lah nanti. Pake RSI atau OBV, tuh dua2nya momentum indikator.