Bollinger Bands Dan Simple Moving Average

62613

Kali ini saya akan membahas dua indikator sederhana yang saling bersaudara. Lah, kok bersaudara sih? Iya, karena dua indikator ini biasanya dipasang dalam satu "paket" dan bersifat saling melengkapi. Trus, mengapa Bollinger Bands dan Simple Moving Average?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Kali ini saya akan membahas dua indikator sederhana yang saling bersaudara. Lah, kok bersaudara sih? Iya, karena dua indikator ini biasanya dipasang dalam satu "paket" dan bersifat saling melengkapi. Trus, mengapa Bollinger Bands dan Simple Moving Average? Yah, sebenernya sih alasannya sederhana aja sih. Indikator ini sudah tersedia di semua trading platform. Tampilannya juga sederhana, tidak ruwet dan relatif mudah dipahami. Gak ada salahnya kita mencoba dulu indikator yang paling sederhana, sebelum berpusing-pusing mencoba memahami indikator yang lebih ruwet kan?

Ok deh… sekarang, pertanyaan mendasarnya adalah: bagaimana mengggunakan informasi dari Bollinger Bands dan Simple Moving Average? Di sini saya akan menggunakan Bollinger Bands sebagai patokan untuk memprediksi batas pergerakan harga, sebagai pelengkap dari informasi yang disediakan oleh Simple Moving Average. Mm, saya gak akan membahas detil tentang perhitungan dan rumus Bollinger Bands di sini deh, toh anda akan mudah mencarinya di banyak situs, kalau anda tertarik untuk sedikit berpusing-pusing ria.

Pada dasarnya, Bollinger Bands menghitung Standar Deviasi dari Simple Moving Average dengan periode tertentu . Jadi, kita akan menggunakan BB untuk penentu batas-batas pergerakan karena sifatnya sebagai pembatas. Menurut pemahaman tersebut, maka ketika harga menyentuh level BB Upper line atau BB Lower line, hal tersebut mengindikasikan bahwa  pergerakan harga kemungkinan akan berbalik.


Yuk, mari kita perhatikan chart berikut: 
Saya menggunakan Time Frame Hourly di pair GBP/USD dengan Bollingger Bands periode SMA 48. Perhatikan pergerakan harga yang bermain-main di area Bollinger Bands. Hanya saja, perlu saya ingatkan, batasan Bollinger Bands akan efektif berlaku apabila SMA yang digunakan memperlihatkan trend yang mendatar (flat). Batasan Bollinger Bands akan cenderung dilanggar apabila SMA cenderung trending.

Satu hal lagi, penggunaan indikator Bollinger Bands ini sebaiknya dikombinasikan dengan indikator lain untuk penentu saat Open Position. Kita bisa menggunakan perpotongan antara dua SMA sebagai patokan untuk entry, dan menggunakan informasi dari Bollinger Bands ini sebagai pelengkap untuk mengeatahui gambaran batasan pergerakan harga. Atau, bisa juga kita gunakan SMA acuan Bollinger Bands serta BB Upper line atau Lower line sebagai penentu SL dan TP.

Dengan patokan perpotongan SMA dan Bollinger Bands sebagai pembatas harga, apabila harga menyentuh Upper line BB dan SMA dengan periode yang lebih rendah mulai turun dan memotong SMA dengan periode yang lebih tinggi, kita bisa melakukan Open Position Sell. Demikian juga apabila harga menyentuh Lower line BB dan SMA dengan periode yang lebih rendah mulai naik dan memotong SMA dengan periode yang lebih tinggi, kita bisa melakukan Open Position Buy.

Ok, apa yang saya kemukakan di atas hanyalah contoh penggunaan informasi yang bisa kita gunakan dari Bollinger Bands dan Simple Moving Average. Masing-masing trader mungkin punya cara sendiri untuk memanfaatkan informasi dari suatu indikator. Silahkan anda mencoba-coba sendiri untuk  menemukan "ramuan" indikator yang pas dengan gaya trading anda.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.

Adry Ndut
maksudx bollinger bands sma 48 gmn? di pengaturan bollinger gaada smax cuman standar sm deviasi aja
Andika Satria
@Adry. Bollinger band sama SMA kan sendiri2. Maksudnya mungkin bollinger band dan SMA 48, jadi selain pake bollinger band, ada SMA 48nya juga. Tapi ya ane sendiri juga bingung sama contohnya, di gambar ga jelas dilihatin mana yang bollinger band mana yang SMA, jadi contoh perpotongannya juga masih kurang paham.
Bambang Priyono
Memang bollinger bands lebih dikombinasikan dengan indikator macd daripada moving average. Tapi jika menggabungkan kedua indikator ini ditujukan untuk mengkonfirmasikan posisi entri secara lebih tepat, maka ini bisa menjadi cara yang efektif jika trader bisa menganalisanya dengan baik.

Hanya mungkin tampilan pada grafik akan sedikit lebih ramai mengingat selain ada bollinger bands, SMA yang dibutuhkan juga dari periode tinggi dan rendah.
Lutfi.hs
kl wkt hrg smpai d bb upper/lower ine bs menandai pmblkn hrg apa bs trdng ckp dgn bollinger bands sj?
Bambang Priyono
Saat menggunakan indikator teknikal sangat disarankan untuk tidak menggantungkan hasil analisa pada satu indikator saja. Hal ini juga berlaku pada bollinger bands, yang juga memiliki peluang untuk memunculkan sinyal trading palsu. Mengenai analisa pada bollinger bands, selain dari tersentuhnya upper atau lower BB, ada juga bollinger bounce yang bisa diartikan sebagai support dan resistan, serta bollinger squeeze untuk mengindikasikan terjadinya breakout dan tren di arah tertentu. Banyak cara dan indikator lain yang bisa dikombinasikan dengan indikator ini, semakin banyal terkonfirmasi sinyal tradingnya, maka akan semakin besar juga peluang posisi trading.